Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 25. gara-gara ojek online


__ADS_3

[dikampus]


zelia berjalan dengan anita menuju ke kantin kampus di sela-sela jam istirahat nya mengikuti ujian.


"disana aja zel" anita menunjuk meja kosong yang berada dipojok belakang.


mereka berdua menuju kesana dan memesan beberapa makanan dan minuman . zelia benar-benar terasa lapar karena tadi pagi ia belum sempat sarapan.


"heh dimana sean?" citra dan kedua temannya datang mendekati zelia yang sedang asyik makan . tatapan mereka seolah mengintimidasi zelia seolah zelia seorang buronan karena telah menyelundupkan sean.


"mana gue tau" jawab zelia sambil menikmati makanann yang berada di hadapan nya. sedangkan anita sesekali menatap ke arah zelia yang terlihat begitu santai dan tenang menghadapi citra yang berdiri tepat di hadapannya.


"bukannya lo sepupu nya, biasa nya pulang pergi lo selalu bareng dia kan, masa lo gak tau kemana sean pergi hari ini?"


"ckk ternyata sean bilang ke orang-orang kalo gue sepupu nya. kalo gue kasih liat buku nikah gue kira-kira nih cewek kejang-kejang gak ya?" batin zelia.


"heh malah bengong lagi" kali ini citra terlihat begitu kasar karena sambil menggebrak meja.


zelia menghentikan makannya yang tak terasa nikmat karena terusik dengan perlakuan citra. zelia menatap citra tajam seolah memberi perlawanan karena realitanya zelia pun seseorang yang pemberani dan memiliki watak keras kepala.


"heh, mana gue tau sean kemana? sean lagi dimana? sean sama siapa? dan asal lo tau itu semua bukan urusan gue. dan satu lagi !! gue kasihan sama lo citra. ternyata miris banget ya hidup lo, karena lo kehilangan jejak pacar lo sedang dimana?! mungkin dia lagi asik sama perempuan lain sampe-sampe dia gak sempet buat ngabarin lo "


jawab zelia dengan berani. membuat darah citra seolah mendidih hingga keubun-ubun. citra meregangkan jemari tangannya, hendak mendaratkan sebuah tamparan keras di wajah zelia yang begitu berani membantah ucapannya.


"lo mau nampar gue? lakuin aja biar sean makin muak dengan tingkah lo" sahut zelia


"yok nit , kita cabut dari sini, gue udah kehilangan nafsu buat makan disini"


ajak zelia kepada anita.


zelia beranjak meninggalkan makanannya yang baru beberapa suap masuk kedalam mulutnya. rasa lapar dalam perutnya seketika menghilang setelah citra merusak mood makannya.


anita masih terdiam mengikuti langkah zelia yang berjalan meninggalkan kantin. beberapa pasang mata memperhatikan setiap langkah mereka namun zelia tak menghiraukannya.


"lo berani banget sama citra" ucap anita setelah mereka menjauh dari keramaian kantin.


"emang kenapa?" tanya zelia.


"selama ini gak ada yang berani ngelawan dia. soalnya papa nya menjadi salah satu pemegang saham terbesar di universitas ini, jadi jika ada yang berani bermacam-macam dengannya, ancamannya adalah di DO dari kampus ini" jelas anita kepada zelia.

__ADS_1


zelia menelan saliva nya setelah mengetahui bahwa anita bukan hanya sekedar pacar sean, namun keluarga nya memegang peranan penting dalam universitas tempat dimana mereka kuliah.


tamat riwayat gue kalo sampe dia ngeDO gue dari kampus ini..


batin zelia sambil terus berjalan menyusuri lobi kampus.


"ah kalo itu terjadi, karena gak ada pilihan lain terpaksa gue minta pertolongan sean buat ngerayu citra buat damai sama gue"


pikirannya menajadi horor setelah mengetahui tentang siapa citra


"tapi sean kemana? kok citra gak tau dia dimana! jadi kalo malem dia pergi itu, dia gak selalu nemuin citra?"


pikiran zelia melayang memikirkan sean yang tak ikut hadir untuk mengikuti ujian.


waktu pulang kuliah telah tiba. zelia berdiri didepan pos satpam sambil menunggu kedatangan ojek online yang sudah ia pesan . namun sebuah moge berhenti tepat dihadapan nya.


"ayokkk naik" ajak kak dean sambil membuka kaca helm dan tersenyum kepada nya.


"kakak? tapi zeli...." zelia menoleh ke arah yang berlawanan dengan kak dean. terlihat sebuah motor matic dengan jaket khusus ojek online pun tiba menghampirinya.


"mbak zelia ivanka?" tanya tukang ojek tersebut kepada zelia.


"kak, zeli naik ojek aja ya, soalnya udah zeli pesan, kasian kan tukang ojek nya"


ucap zelia kepada kak dean yang masih duduk di atas motor dan berada di depannya.


dean menggernyitkan keningnya, tak habis pikir mengapa zelia bisa lebih mementingkan perasaan tukang ojek dari pada perasaannya yang sudah rela panas-panasan hanya untuk demi bisa menjemput nya.


"kamu sama kakak aja, biar tukang ojek nya pulang" jawab kak dean datar. zelia benar-benar membuat mood nya berubah menjadi kesal.


"tapi kak..."


"kamu pulang saja, saya bayar kamu 10 kali lipat dari biaya yang dipesan zelia" pungkas dean tertuju kepada tukang ojek tersebut sebelum zelia melanjutkan alasan penolakannya.


zelia menatap si tukang ojek dengan tatapan tak enak hati, sedangkan tukang ojek itu tersenyum berlalu meninggalkan mereka berdua dengan senang hati karena mendapatkan bayaran 10 kali lipat tanpa harus mengeluarkan biaya bensin untuk mengantar pelanggan nya.


"naik.!" kali ini kak dean terlihat sangat kesal.


zelia naik ke atas motor kak dean dengan perasaan ragu sekaligus takut karena melihat raut wajah kak dean yang begitu datar, seolah berbanding terbalik dengan raut wajah nya tadi pagi saat mengantar zelia pergi ke kampus.

__ADS_1


dean melajukan moge nya melesat jauh meninggalkan area kampus. zelia memeluk erat kakak iparnya itu karena kak dean mengendarai motor lebih kencang dari tadi pagi. jantung nya berdebar hebat, penampilannya sudah tak karuan rusak karena angin.


dean melirik ke arah zelia melalui kaca spion, terlihat zelia sangat ketakutan hingga wajahnya berubah menjadi pucat pasi. seketika dean menghentikan motornya di sebuah taman di tepian jalan.


zelia menghela nafas lega. jatung nya yang berdebar karena ketakutan kini terasa lebih tenang saat dean menghentikan motornya dari laju kecepatan yang diatas rata-rata.


dean membuang nafas kasar mencoba menahan diri agar emosi nya tak meledak untuk menghadapi zelia


begini rasa nya mencintai wanita yang usia nya jauh dibawah kita


batin dean menggerutu karena baru terasa bahwa begini repotnya mencintai anak kecil.


zelia masih diam seribu bahasa meski motor itu sudah tak lagi berjalan. entah rasa takut atau rasa kecewa atas perlakuan kak dean barusan.


dean menoleh ke arah zelia yang tetap duduk di belakang nya.


"zel, lain kali jangan ulangi lagi ya, tolong.!?" ucap kak dean lirih sambil menatap zelia yang tertunduk.


dean memegang wajah zelia mencoba mengarahkan agar zelia pun menatap nya, namun zelia menengok dan menolak pegangan kak dean.


"maaf" ucap dean lirih ketika melihat wajah zelia yang pucat dan digenangi dengan air dipelupuk mata nya.


"kakak ingin zeli mati ?!! cukup ayah yang meninggal karena kecelakaan, zeli jangan" zelia melontarkan kata-kata kasar sambil menahan agar air dipelupuk mata nya tak lolos turun kebawah.


mendengar perkataan zelia yang begitu ketus, dean memeluk tubuh zelia berharap zelia mau memaafkannya. namun zelia berusaha untuk melepaskan pelukan yang diberikan dean.


"maaf, maafin kakak" dean mengencangkan pelukannya hingga membuat zelia terasa sesak dan tak bisa melepaskan pelukan itu.


ucapan dean yang begitu melow benar-benar membuat zelia tak berdaya. hingga pada akhirnya air yang sedari tadi ia tahan mampu lolos melintas dipipinya.


"jangan bilang gitu zel, kakak gak mau kehilangan wanita yang kakak cintai untuk kedua kali"


zelia mendongakan kepala nya menatap wajah kak dean


tak mengerti dengan maksud kak dean dengan kata-kata kehilangan wanita untuk yang kedua kali.


apa pacar kak dean sebelumnya meninggal atau .....


batin zelia sambil menatap wajah kak dean yang begitu sendu penuh penyesalan

__ADS_1


__ADS_2