
zelia memeluk erat tubuh lelaki didekatnya ini. rasa nyaman yang selalu berhasil tercipta didalam hati mereka saat mereka sedang berdua kini kian bertambah. dean tersenyum dengan banyak ucapan rasa syukur atas nikmat yang telah tuhan berikan karena saat ini dia telah bisa menemukan wanita yang mampu membuka kembali pintu hatinya.
"zeli sayang kakak" ucap zelia lirih dengan mata yang tertuju menatap wajah dean.
dean pun berulang kali mendaratkan kecupan pada puncak kepala zelia tanda bahwa ia pun sangat menyayangi wanita dihadapannya ini lebih dari sebatas adik ipar.
salah, yaa.... sejak awal hubungan mereka memanglah salah. ketika perasaan yang timbul lebih dari sebatas perasaan sayang adik terhadap kakak nya. namun entah ada rencana seperti apa dibalik ini semua.
mereka berdua hanya terus menjalani sebuah garis yang sudah tertulis tanpa ingin sedikitpun mengubah apa yang telah menjadi keputusan takdir.
cukup lama mereka menghabiskan waktu ditempat ini, hanya sebatas bercengkrama dan bermesraan layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. namun mereka berdua masih mengingat batasan-batasan yang masih tetap harus mereka jaga.
.
.
"kalian baru pulang??" tanya sean saat melihat dean dan zelia memasuki rumah.
"hemmm" sahut zelia yang terus saja melaju meninggalkan sean yang sedang menunggu kedatangan mereka. ada yang mengganjal dalam hati sean mengapa akhir-akhir ini zelia dan dean lebih sering telat pulang. sedangkan jadwal pulang kuliah sudah lebih awal.
"dari mana aja kak?" tanya sean kepada dean yang hendak melngkahkan kaki menaiki anak tangga. dean menoleh ke arah sean yang sepertinya hendak mencari tau kemana saja mereka berdua pergi hari ini.
__ADS_1
"kakak tadi kembali ke kantor, ada urusan yang harus diselesaikan" jawab dean tenang meski kini ia terpaksa harus berbohong dengan adik kesayangannya ini.
dean kembali melanjutkan langkah kakinya setelah ia rasa sean sudah cukup mengerti dengan jawabannya.
"kak !!!" pekik sean kembali menghentikan langkah kaki dean. sean mempercepat langkah kaki nya menyusul dean yang sudah hampir tiba diujung anak tangga. "rencana liburan ke bali, jadi kan??" tanya sean yang sepertinya sudah sangat rindu untuk berlibur.
"zelia ingin ke bandung, jadi kita ke bandung dulu setelah itu kita langsung ke bali" jawab dean. dean berlalu masuk kedalam kamar, begitupun disusul langkah sean yang masuk kedalam kamarnya dan sudah ada zelia didalam sana. hatinya merasa kesal karena permintaan nya kali ini harus tertunda karena kak dean lebih mengabulkan permintaan zelia. "gaktau ngapa zelia lebih utama bagi kak dean dari pada gue, yang sebenernya adek kandung kak dean, gue apa zelia !!! " batin sean menggerutu kesal.
.
sean masuk kedalam kamar, ia melihat zelia sedang duduk didepan cermin dengan wajah yang begitu ceria.
"lo pasti lagi seneng kan, karena permintaan lo lebih diutamain daripada permintaan gue" ujar sean sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa kamar.
"oke oke, lo emang lebih utama dari pada gue. tapi no problem, gue turutin kemauan lo" lanjut sean. zelia benar-benar tak tau apa maksud dari celoteh suaminya ini yang benar-benar membuatnya merasa kesal.
"maksud lo apasih??? kalo ngomong yang jelas ngapa !!!" cetus zelia yang sudah merasa geram atas semua celoteh sean yang memang suka tak jelas dan tak terarah. baru saja tadi dikampus ia mendengar bahwa sean memintanya untuk membuka hati untuk dirinya, namun kali ini sean sudah bersikap menyebalkan seperti biasa.
"lo mau kita ke bandung kan?? padahal gue udah lebih dulu ngajuin ke kak dean untuk pergi ke bali, tapi semua harus ketunda gara-gara kak dean lebih ngutamain permintaan lo"
"kita??? heh, yang mau pergi ke bandung itu cuma gue bukan kita. gue mah terserah sih, kalo lo mau ke bali yaudah sana ke bali. apa hubungannya sama gue" sahut zelia yang setiap ucapannya penuh penekanan karena emosinya sudah mulai terpancing oleh semua ucapan sean.
__ADS_1
"terus gue mau bilang apa sama mama sama papa kalo gue kesana sendirian, lo mau gue sampe sana digantung sama mereka???" jawab sean yang juga merasa kesal karena zelia tak pernah mau mengalah jika untuk beradu argumen dengannya.
"ya bilang aja apa adanya, cuma gitu apa susahnya ?!!"
"emang ya , dasar cewek keras kepala !!!" sean mengeraskan rahangnya merasa kesal atas semua sanggahan yang zelia berikan.
"bodo amat !! dasar cowok aneh !!" zelia berjalan kearah tempat tidur dan masuk kedalam selimut menutup rapat seluruh tubuhnya dengan selimut karena merasa enggan untuk melanjutkan perdebatan dengan sean yang selalu terjadi diantara mereka.
sean mengatur nafas menarik dan menghembuskannya secara berulang agar emosi nya tak jadi meningkat.
"bener-bener ya nih cewek bikin darah tinggi gue naik" ucap sean lirih sambil menatap ke arah zelia yang sudah terlelap.
"sebenernya hati gue udah mulai suka sama lo zel, tapi kadang tingkah lo yang bikin gue ngerasa kesel sama lo. apa sedikitpun lo belum ngebuka hati lo buat gue??" hati sean bertanya-tanya sambil menatap wajah polos zelia dari kejauhan.
sean berjalan mendekat ke depan cermin dan menatap wajahnya sendiri di cermin. "lo bilang gue harus memperbaiki diri? apa sih yang salah dalam diri gue?? ganteng udah, cool juga udah, apa ada hal lain dalam diri gue yang masih harus gue perbaiki ..gue udah berusaha buat sabar untuk ngadepin sifat lo yang keras tapi masih aja lo selalu nolak gue mentah-mentah, padahal niat gue baik, gue cuma ingin kita saling ngebuka hati, bukan selalu berdebat kaya gini. kenapa lo sulit banget buat gue takhlukin zel"
dean menatap wajahnya sendiri dengan intens. menyusuri setiap inci pada wajahnya yang menurutnya sudah paling sempurna karena ia mampu membuat hampir seluruh wanita terpana saat melihatnya.
"kadang gue udah coba untuk bersikap manis tapi lo selalu aja nguji kesabaran gue, lo sadar gak sih zel, kalo gue yang memiliki tanggung jawab penuh atas diri lo " sean berbicara dengan bayangannya dari dalam cermin. entah apa yang sedang ia rasa, hingga hatinya merasa dilema karena ia menginginkan dua wanita yang berbeda untuk menetap dihatinya.
sean mengacak rambutnya merasa kesal atas rasa cinta nya kepada citra yang kini mulai tergoyahkan oleh zelia yang justru sama sekali tak menunjukkan bahwa zelia menaruh perasaan untuknya.
__ADS_1
sean pun keluar dari dalam kamar kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih yang ia harap bisa membantu menenangkan hatinya yang sedang dilema.
ia mengambil sebotol minuman dingin dari dalam lemari pendingin dan langsung menenggaknya.