Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 109. kejutan yang tak terduga


__ADS_3

Dean berhenti dan berdiri tepat didepan sofa dimana zelia tertidur diatasnya.


"kamu kebiasaan banget deh bi. Akhirnya tv yang nonton kamu" dean berbicara sendiri seraya mengulas senyum melihat kebiasaan sang istri yang tertidur ditemani tv yang masih menyala.


"kamu pasti lelah ya karena nungguin aku pulang. Maaf ya ... tadi dikantor aku ada full meeting seharian sampe larut malam seperti ini"


dean bermonolog sendiri bersamaan dengan gerakan tangan yang menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah zelia. Dean mengelus rambut panjang itu lembut serta mencium kening zelia dengan mesra.


"kaya nya lebih baik aku bersih-bersih dulu deh. Setelah itu baru aku pindah kamu kedalam" ucap dean lirih sambil mencium tubuhnya sendiri.


Dean yang semula hendak mengangkat tubuh mungil istri tercinta itupun mengurungkan niatnya dan memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah seharian bekerja.


.


seusai mandi dean kembali ke ruang televisi. Dilihatnya seseorang yang masih terlelap dengan tubuh mungil yang masih terbalut selimut .


Dean mulai menyibakkan selimut yang menutup rapat tubuh zelia agar dirinya lebih mudah untuk mengangkat tubuh itu ala brydalstyle dan memindahkannya kedalam kamar.


Namun dean sangat terkejut dan membulatkan mata yang seperti hampir copot lari dari tempatnya saat tubuh mungil itu tak lagi terbalut oleh selimut. Benar-benar kejutan yang tak pernah dean duga sebelumnya. Lingerie hitam yang kemarin sempat zelia tolak untuk ia pakai kini telah menempel lekat ditubuhnya.


Benar-benar pemandangan indah yang sangat menggoda kala lekukan tubuh zelia terekspose dari dalam lingerie tipis yang begitu menerawang.


Dean melebarkan senyum nya menatap wajah dan tubuh polos sang istri yang mampu menambah imun ditubuh yang sudah terasa lelah. Seperti terkena angin sejuk yang datang tiba-tiba, Bahkan kini dean kembali bersemangat untuk menuntaskan gairah yang sejak kemarin malam belum dapat terselesaikan.


Alih-alih tak dapat menahan tawa saat dean terlihat melongok terkejut melihatnya dengan mata yang hampir lari dari tempatnya, juga senyum yang terus saja mengembang menghiasi bibir manis . Zelia pun akhirnya terkekeh dan membuka mata menatap wajah suaminya.


Dean kini tersadar bahwa zelia sedang mengerjai dirinya dengan berpura-pura tidur saat ia masuk.


"ooh jadi lagi ngeprank nih ceritanya"


Dean menghujani wajah zelia serta seluruh tubuhnya dengan ciuman diiringi gerakan tangan yang menggelitik pinggang.


"ampunn kak ampunn" zelia tertawa terbahak karena merasa geli dengan kelitikan yang dean berikan.


Dean menghentikan aksi tangan nya untuk menggelitik zelia. Dicium nya lembut bibir ranum milik sang istri yang selalu berhasil membuatnya tergoda dan menjadi candu untuknya.


"sudah pintar menggoda ya sekarang" ucap dean lirih saat ia memberi jeda untuk zelia bernafas sebelum ia berlanjut untuk mengulum kembali bibir ranum itu.


"kan kakak yang meminta" jawab zelia semakin menggoda.


Zelia lalu mengalungkan kedua lengannya pada leher dean membuat dean semakin memburu untuk menjatuhkan banyaknya ciuman yang semakin menuntut.

__ADS_1


Dean mencium tengkuk leher zelia serta meninggalkan jejak merah sebagai tanda kepemilikan. Zelia pun sangat menikmati setiap sentuhan yang dean berikan.


akhirnya dean mengangkat tubuh mungil itu membawanya masuk kedalam kamar yang menjadi tempat ternyaman bagi mereka untuk bercint*.


Dipandang nya tubuh polos dengan balutan lingerie hitam yang kemarin ia pilihkan. Zelia pun tersipu malu saat dean menatapnya seperti singa yang siap melahap mangsanya penuh n*fsu.


"kenapa memandangku seperti itu? Baju ini gak cocok ya??" tanya zelia pada dean yang berdiri dihadapannya. Sedangkan dirinya kini berposisi terlentang menghadap dean.


dean menggeleng serta senyum yang tak pernah memudar dari bibirnya.


"kamu luar biasa" jawabnya yang melihat lingerie itu begitu pas dengan tubuh zelia. tak lama kemudian dean kembali menghujani zelia dengan cium*an yang diiringi pagutan lembut dibibir mereka hingga cium*an itu semakin dalam dan semakin menuntut.


Ditariknya lingerie tipis itu hingga tak lagi menempel ditubuh zelia dan dibiarkan begitu saja meski kini lingerie itu berserakan dilantai.


Zelia melengguh dan menggeliat saat dean mulai menggerakkan tangannya liar untuk memainkan area sensitif miliknya.


Mendengar des*han merdu yang keluar dari mulut zelia, membuat dean semakin menggebu untuk menuntaskan hasrat mereka dan membawa zelia terbang ke nirwana.


hentakan demi hentakan dengan ritme gerakan yang pasti, membuat zelia sesekali mengerang. Di remasnya selimut yang berada disisinya saat dean mulai beraksi. Peluh pun ikut mengucur di dahi dan pelipis mata sebagai bukti kehebatan permainan dean malam ini.


Akhirnya kini hasrat yang sejak kemarin tertahan itu sudah dapat tertuntaskan dengan pergumulan panas yang mereka lakukan berdua penuh cinta.


.


.


"apa kakak tidak lapar? Tanya zelia.


"baru saja ingin kakak bilang bahwa kakak sangat lapar" jawab dean


"yasudah kita makan yuk. Zeli udah siapin makan malam loh"


"kamu serius bi??" tanya dean terkejut dengan kejutan yang zelia berikan tiada henti.


Zelia mengangguk tersenyum melihat raut dean terlihat begitu bahagia.


.


.


"kalau begini nama nya bukan makan malam lagi kak!" ucap zelia sambil menyendok nasi kedalam piring makan dean.

__ADS_1


"terus???" dean mengerutkan dahinya.


"makan larut malam"


Mereka berdua terkekeh sambil menikmati masakan zelia yang sudah dingin.


Sesekali dean mengarahkan sendok berisi nasi, sayur dan lauk kearah zelia. Zelia pun menerima suapan dean dan melakukan hal yang sama.


"bi, kamu tadi benar datang kekantor?" tanya dean menatap lekat wajah sang istri.


Zelia hanya mengangguk sambil terus mengunyah makanan dimulutnya


"kenapa kamu tidak bilang dulu sama kakak ?!"


tatapan dean tak teralihkam dan terus menatap zelia untuk mencari jawaban.


"awalnya zeli mau ngasih kejutan. Tapi kata assisten hans kakak lagi gak bisa diganggu. Yaudah zeli pulang lagi"


jawab zelia dengan apa adanya.


"iya, seharian tadi kakak memang sibuk meeting dengan klien dari luar negri karena lusa mereka akan pulang ke negara mereka"


ujar dean menimpali jawaban zelia dengan kejelasan sebenarnya.


"oiya kamu tadi ke kantor naik apa?" tanya dean.


"ojek online" sahut zelia terlihat santai.


"yaAmpun bi kenapa harus naik ojek sih??"


ucap dean sedikit kesal membayangkan sang istri harus berpanas-panasan dan di bonceng laki-laki lain.


"lho memang kenapa kalau naik ojek??" zelia menoleh ke arah dean "masih cemburu sama tukang ojek???" ledek zelia sedikit menggoda.


"tau ah ! Pokoknya kamu gak boleh lagi naik ojek !!" tegas dean yang merasa malu saat zelia meledeknya.


"hemmm" jawab zelia.


"nah gitu dong!! Harus nurut apa kata suami" dean mengusap puncak kepala zelia lembut dan mengecupnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2