
"entah seminggu atau dua minggu kedepan gue akan antar zelia ke bandung, jadi lo harus handle semua pekerjaan gue selama gue gak ada !"
dean menyerahkan beberapa berkas ke hadapan hans. Hans melongok sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal namun tak habis pikir karena tak biasanya dean pergi meninggalkan pekerjaan kantor dengan waktu yang cukup lama.
"kalau sudah mengerti silahkan keluar. Jangan masuk lagi karena lo akan ganggu gue sama zelia " ucap dean sambil menatap wajah hans yang membuat hans malah tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya yang sedang di mabuk cinta.
.
.
hans berjalan meninggalkan dean, namun bukan untuk keluar dari ruangan tersebut. Hans berjalan mendekat ke arah zelia, entah mengapa ada sesuatu yang ingin ia ucapkan pada wanita yang membuat bos sekaligus sahabatnya itu menjadi begitu bucin melebihi waktu SMA.
"udah lupa jalan keluar??!" pekik dean kala melihat hans berjalan beralih ke arah dimana zelia berada. Namun hans tetap melanjutkan langkah kaki nya tanpa mempedulikan pekikan suara dean terhadapnya.
"zel kasih gue resep dong, biar bisa nakhlukin dean seperti yang udah lo lakuin?" hans nyengir sambil mengutarakan maksud dan tujuannya mendatangi zelia. Sedangkan zelia hanya bisa melongok karena tak tau kearah mana pembicaraan hans yang saat ini ia utarakan.
"dia itu susah banget zel untuk ditakhlukin, tapi entah mengapa semenjak sama kamu dean bisa sebucin itu" lagi-lagi hans cekikikan kala berbicara pada zelia membuat zelia pun mengulas senyum termanisnya.
Di balik meja kerja nya dean melihat hans dan zelia yang sedang berbicara dengan raut wajah bahagia. Entahlah apa yang sedang mereka bicarakan karena pembicaraan mereka tak terdengar hingga ke telinga dean. Dean yang penasaran akan apa isi obrolan kekasih dan assistennya itu pun berjalan mendekat ke arah mereka berdua.
"lain kali, kamu harus bagi tau abang apa resep nya, atau jika ada doa-doa khusus yang selalu kamu panjatkan, kamu beritau abang ya. Karena abang udah lelah kena omel mulu sama kekasihmu itu" ujar hans yang masih asyik berbincang dengan zelia tanpa menyadari bahwa dean kini sudah berdiri tepat dibelakangnya.
"sudah bosan hidupkah kau hans !!!" ucap dean pelan namun penuh dengan ancaman.
Hans terperanjak karena Terkejut mendengar suara dean begitu dekat dibelakangnya. Hans menoleh dan benar saja dean sudah berdiri dengan kepalan tangan yang mungkin akan siap mendarat di wajahnya.
__ADS_1
"heee enggak de, yaudahhh gue pamit dulu, selamat bersenang-senang sob eh bos" hans berjalan sambil menepuk bahu dean pelan meski semuanya ia lakukan penuh kehati-hatian dan mental baja.
"andai saja bukan sahabatku, sudah ku kirim kau ke planet lain !!" pekik dean pada hans yang berjalan menjauh keluar ruangan. terdengar riuh gelak tawa dari hans yang sudah kebal untuk mendapat omelan-omelan dari dean.
.
"sudahlah kak, jangan marah-marah terus nanti kakak cepat tua" ucap zelia pada dean yang masih menatap pintu tempat dimana hans pergi dan tak lagi terlihat.
"hans itu orang paling menyebalkan di kantor ini cabiku, berani-beraninya dia menggodamu didepan mataku. Seperti sudah bosan hidup anak itu" dean mengungkapkan kekesalannya dan rasa cemburunya.
"sudah-sudah lagian tak perlu cemburu dengannya, dia itu lucu apalagi tingkahnya jika bertemu kakak, menjadi hiburan tersendiri untuk zelia. Kalian bukan seperti bos dan assistennya saja " zelia mencoba menenangkan dean .
Dean tersenyum lalu duduk disebelah zelia dan memeluk tubuh zelia dengan erat dari belakang. Tangannya melingkar pada pinggang dan jemarinya saling terpaut pada perut zelia dengan sempurna. Dean menyandarkan kepalanya pada bahu zelia sambil menghirup aroma tubuh zelia yang selalu memberikan sensasi yang berbeda bagi dirinya.
"kakak tak rela jika kau di goda dengan lelaki lain, apalagi kau tersenyum manis dengan nya" ucap dean dengan nada sedikit manja.
bantah zelia meski dengan nada bicara yang lembut. Zelia tau bahwa saat ini hati dean sedang tidak baik-baik saja.
"kenapa kamu membela dia? Kamu suka dengannya??" dean kini menatap tajam kearah wajah zelia karena mendengar bantahan zelia yang terkesan lebih membela lelaki lain.
Sedangkan zelia hanya tersenyum saat ia menyadari bahwa benar apa yang di ucapkan hans kalau saat ini kak dean sedang bucin hingga membuatnya menjadi sedikit sensitif dan posesif sekali meski hanya dengan sedikit gerakan zelia yang terkesan merespon lelaki lain.
"i love you, kakak segalanya dan tak akan terganti" ucap zelia tanpa panjang lebar namun cukup untuk memberikan penjelasan pada dean tentang semua kesalah pahaman isi hatinya. Karena jika ia membalas semua perkataan dean yang lebih panjang, justru akan memberikan persepsi lain dalam hati dean yang mungkin akan menimbulkan perdebatan diantara mereka.
mendengar jawaban zelia, dean seolah mendapatkan angin sejuk yang menyegarkan yang seolah mampu menghipnotis isi hatinya yang semula merasa rancu antara kesal, cemburu dan marah kini semua perasaan itu seolah enyah dalam hatinya hanya karena mendengar perkataan zelia yang selalu ia nanti-nanti untuk keluar dari dalam mulut zelia. Dan kini tak lagi merasa kesal kepada dua orang yang tadi membuatnya cemburu.
__ADS_1
dean memeluk tubuh zelia lebih erat dan mencium pipi zelia membuat pipi zelia merona dan terpancar dengan sangat jelas pada wajah zelia karena merasa malu sekaligus bahagia. Entah lah, meski ini bukan kali pertama dean memberikan ciuman itu, namun zelia tetap masih merasa malu saat dean tiba-tiba mendaratkan ciuman tanpa aba-aba.
"kau segalanya zel, kakak tak ingin kehilanganmu" dean memutar tubuh zelia yang membuat mereka kini saling berhadapan. Dean menatap mata indah zelia dengan senyuman dean yang menjadi candu tersendiri bagi zelia.
tatapan itu terhenti disebuah benda kenyal pada wajah zelia hingga membuat dean merasa tak tahan untuk tidak memakannya. Dean menempelkan benda kenyal miliknya kepada milik zelia hingga kedua nya saling bertautan, dean ******* bibir manis itu penuh gairah. Tak lupa dean pun menyusuri setiap rongga mulut zelia dan mengabsen seluruh isinya.
Begitupun dengan zelia yang kini sudah mulai mahir mengimbangi permainan dean hingga ia pun sudah pandai memberikan balasan atas serangan-serangan yang dean lakukan meski tanpa aba-aba.
.
.
Dean dan zelia telah mengakhiri adegan panas mereka meski hanya sebatas penyatuan bibir. Dean kini kembali memeluk tubuh zelia dengan erat.
"sudah kak, takut ada pegawai kakak yang tiba-tiba masuk"
zelia mecoba melepaskan tautan tangan dean yang melingkar di perutnya. Namun semua sia-sia karena dean menautkan jari jemarinya dengan begitu erat
"biarkan begini bi, kakak ingin lebih tenang"
dean mengencangkan pautan tangannya pada perut zelia yang membuat zelia pasrah dan tak mencoba untuk melepaskannya meski yang ia rasa saat ini sebenarnya dirinya merasa sedikit sesak untuk bernafas.
Dean menyandarkan kepalanya pada bahu zelia sambil kembali menghirup aroma tubuh kekasihnya itu. zelia pun cukup mengerti karena yang ia rasa pun sama seperti yang dean rasakan bahwa ada keteduhan tersendiri saat dean mendekapnya seperti ini, dan mungkin ada beban lain yang membuat dean butuh sandaran agar bisa menenangkan hati dan fikirannya.
" kak dean gak keberatan kan untuk nemenin zeli pergi ke bandung??"
__ADS_1
"Ataukah kak dean memberatkan pekerjaannya yang akan ia tinggal kalau dia nemenin zeli kebandung"
pikiran zelia pun melayang merasa tak enak hati pada dean karena ia merasa bahwa ia selalu saja merepotkan dean dan keluarga pak arman.