Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 85. perdebatan dengan mama


__ADS_3

entah dengan kecepatan berapa km/jam dean melajukan mobilnya. Karena nyata nya jarak surabaya-jakarta tak butuh waktu lama bagi dean untuk menempuhnya.


dean pun kini telah tiba di kediaman keluarganya. perasaan hati yang sedang kalut membuat nya merasa tak sabar ingin segera menemui orang-orang seisi rumah itu dan mencari kemana zelia berada.


Dean membuka pintu utama. Mata nya menyusuri setiap sudut ruangan yang terlihat begitu sepi. Dean kembali berjalan ke dapur, ia yakin bik darmi pasti berada disana. karena bik darmi satu-satunya orang yang ia yakin bisa memberi informasi tentang zelia tanpa berdusta.


namun pandangan dean lagi-lagi dikecewakan dengan keadaan dapur yang nampak sepi. Dean pun kembali berjalan, ia mencari-cari keberadaan bik darmi yang hari ini begitu sulit untuk ia temui.


"lho den dean sudah pulang??"


Dean menoleh ke arah seorang wanita parubaya yang sejak tadi ia cari dan kini ia malah tiba-tiba muncul dari belakang dirinya berdiri.


"bibik dari mana aja ??? Dean dari tadi nyariin bibik !!"


"bibik dari kebun belakang den, ada apa den nyariin bibik??"


Perasaan bik darmi mulai terasa gusar perihal obrolannya dengan dean saat ditelpon dan membahas tentang zelia.


Apa karena alasan mengetahui zelia pergi,den dean memutuskan untuk pulang secepat ini ???


batin bik darmi.


"bik, katakan pada ku apa yang terjadi. mengapa zelia bisa pergi dari rumah ini bik ???" tanya dean dengan sangat antusias dan berharap bik darmi dapat memberikan jawaban yang memuaskan hati nya.


"bibik gak tau den, bibik gak tau " jawab bik darmi mencoba mengelak untuk memberi penjelasan karena ia takut kesalahan jika ia menceritakan semua nya.


"bik, ayolah... Dean yakin bibik mengetahui semua nya !! Katakan pada dean bik apa yang sebenarnya sudah terjadi"


Rengek dean pada bik darmi yang masih mencoba menyembunyikan semua yang terjadi.


"tapi den, Bi_bik ga_k tau" ucap bik darmi dengan bibir gemetar.


Meski bik darmi berkata tidak, raut wajahnya tak dapat lagi ditepiskan bahwa dirinya hanya sedang berusaha menyembunyikan kebenaran, bik darmi takut karena ancaman bahaya yang akan menimpanya jika ia mengungkapkan kejujuran.


"baiklah.. Apa bibik ingin dean pecat karena bibik gak mau jujur tentang semua nya !!"


pekik dean yang mulai menaikkan nada bicara nya.


tak biasanya ia berbicara lantang dan kasar seperti ini pada bik darmi yang telah lama bekerja mengabdi pada keluarga mereka.


Namun kali ini, kesabaran dean benar-benar sudah habis. Ia harap emosi yang ia bawa sejak dari surabaya dapat mereda ketika ia tau apa yang sebenarnya terjadi di jakarta. Namun ia salah, bik darmi orang pertama yang ia temui justru berusaha menutupi semua.

__ADS_1


"jangan den, jangan... bibik minta maaf den"


ucap bik darmi memohon belas kasihan dari majikannya agar ia tak dipecat karena ia masih membutuhkan pekerjaan ini.


"mama mana ???? dean akan tanyakan langsung semua ini pada mama !!! "


Pekik dean yang mulai tak bisa mengontrol emosi.


"nyo_nya ada di kamar den"


ucap bik darmi terbata karena air mata yang tiba-tiba menetes mendengar setiap pekikan suara dean yang sama sekali tak pernah ia dengar sebelumnya.


.


"ma, mamaa. ... !!!! "


suara barito dean memanggil sang mama membuat bu ida yang masih merebahkan dirinya diatas tempat tidur langsung terperanjak bangun dan membukakan pintu.


"lho de, kamu sudah pulang ?? Bukankah jadwal kepulanganmu masih lama??"


Tanya bu ida yang belum sadar bahwa anak sulungnya sedang emosi dan berapi-api.


tanya dean tanpa basa basi . Bu ida membulatkan mata merasa tak percaya mengapa dean bisa begitu peduli dengan zelia.


"apa kamu rela pulang lebih awal hanya karena wanita itu yang telah pergi dari rumah ini ???"


Tanya bu ida yang menjadi ikut tersulut emosi saat melihat dean berbicara dengan nada berapi-api.


"mengapa zelia bisa pergi dari rumah ini ??? Mengapa ????"


suara dean menggema memenuhi isi ruangan tanpa peduli siapa lawan yang ia ajak bicara.


bu ida tak menyangka dean berani membentaknya hanya karena wanita yang telah membuatnya kecewa.


"untuk apa mama menyimpan wanita penghianat seperti dia !! Bukan hanya sean yang menjadi korban ! Tapi kita semua de, keluarga kita yang menjadi korbannya "


Jawab bu ida dengan suara tinggi dan deraian air mata karena pekikan suara dean yang baru kali ini di tujukan untuk dirinya.


Dean yang benar-benar telah terbakar emosi tak dapat lagi mengontrol diri meski setiap perkataannya pasti menyayat hati sang mama.


"dean akan mencarinya dan membawa nya kembali kerumah ini !!! Tak ada satupun yang dapat mengusirnya dari rumah ini "

__ADS_1


ucap dean yang dengan cepat dapat menangkap bahwa zelia pergi dari rumah karena diusir oleh sean dan mama. Bukan karena zelia yang sengaja melarikan diri.


"kenapa kamu begitu membela nya ??! Dia istri sean dan Kamu tak berhak atas dirinya !!!" cetus mama pada dean yang bersikukuh untuk membawa zelia kembali.


"sean tak pernah mencintainya ma !!! Dan aku satu-satunya lelaki yang mencintai zelia "


ucap dean dengan lantang seraya menatap manik mata mama yang begitu tajam menatapnya. Bu ida tak terima melihat dean begitu membela menantu yang telah mengecewakan keluarganya.


Plaakkkk


Tamparan keras menadarat dipipi dean. Bu ida menampar wajah putra sulungnya yang sudah sangat berani menyatakan cinta pada istri adik kandungnya secara langsung dihadapan sang mama.


"sejak kapan kamu mencintainya ??? Apa Kamu sudah gila dean ?? kamu gilaaa !!!!" teriak bu ida yang begitu emosi mendengar pengakuan dean. Dan tak percaya dengan pernyataan yang baru saja ia dengar.


"-jangan katakan anak yang berada di kandungan nya itu anak mu ???" lanjut bu ida diiringi tangisan yang semakin menjadi-jadi.


"anak ?? Kandungan ???" dean dibuat bingung dengan ucapan mama nya sendiri. apa karena alasan ini zelia hingga diusir dari rumah ? Pikiran dean bertanya-tanya.


"dean gak percaya kalau zelia sedang mengandung !!. Akan dean buktikan bahwa zelia tak seburuk yang ada di fikiran kalian!!"


Dean berlalu pergi begitu saja tanpa peduli keadaan bu ida yang begitu kecewa atas perlakuan anak sulungnya.


Tak ia sangka bahwa selama ini dean telah mencintai adik iparnya sendiri, hingga mereka berdua menjalani hubungan terlarang yang tak keluarga ketahui.


Bu ida menangis tersedu-sedu mengingat nasib keluarga nya yang hancur karena satu wanita yang ia biarkan menelusup masuk kedalam keluarga mereka.


.


.


Dean berjalan dengan tergesa-gesa dan kembali melajukan mobilnya meninggalkan kediaman arman wijaya untuk mencari keberadaan zelia yang sudah entah sejak kapan pergi meninggalkan rumah.


"kamu kemana bi, kembalilah... Aku janji aku akan melindungimu" ucap dean lirih.


Mata nya melirik kesekitar jalanan yang ia lewati berharap zelia dapat segera ia temui.


Namun nihil semua terasa sia-sia hingga akhirnya tubuhnya terasa begitu lelah memaksanya untuk beristirahat, namun dean tak kembali pulang kerumah melainkan pulang ke apartemen miliknya yang memang jarang sekali ia tempati.


.


.

__ADS_1


__ADS_2