Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 61. lukisan merepotkan


__ADS_3

dean mengendarai sepedamotor dengan sangat hati-hati karena ia tau bahwa zelia dibelakangnya pasti sedang kesulitan memegang kedua lukisan yang berada diantara mereka.


"kan sudah kakak bilang, buang aja lukisan yang besar itu" ucap dean


"janganlah kak, kasian rendi udah capek-capek bikin" sanggah zelia.


"sepertinya kamu senang sekali diberikan lukisan seperti itu" ucap dean merasa tak suka .


"aku hanya menghargai pemberian orang" jawab zelia


"hanya lukisan seperti itu, nanti bisa kakak belikan yang lebih bagus. lukisan itu hanya menyusahkan perjalanan kita" ujar dean


Zelia terkekeh geli melihat dean yang tak berhenti-hentinya menggerutu kesal.


"aku maunya kakak yang melukis sendiri" ucap zelia.


"hufttt aku tak semahir itu"


"nah, makanya kita harus menghargai seni. Gak semua orang bisa loh bikin beginian" kata zelia.


"kamu selalu saja membela lelaki gila itu" gerutu dean.


Zelia terbahak kala melihat kakak kesayangannya ini selalu saja posesif dan merasa cemburu.


"malah ketawa lagi. Buang aja sekarang bi. Gara-gara lukisan itu kita gak bisa duduk berdekatan" gerutu dean yang tak ada habisnya.


"emang ini kurang dekat? Kita udah duduk di jok motor yang sama loh kak" jawab zelia


"ya tapikan terhalang oleh lukisan itu, jadi kamu gak bisa nempel-nempel kakak" ungkap dean melampiaskan kekesalannya.


"huu dasar otak mesum" ucap zelia.


"kamu ngeselin banget. Mentang-mentang abis ketemu penggemar rahasia" cetus dean


"ha ha kok tau sih" ucap zelia meledek dean yang sedari tadi memasang wajah datar.


"awas kamu ya bi. Aku minta imbalan setelah ini" dean berkata dengan penuh penekanan sambil menyunggingkan senyum di sudut bibirnya membuat zelia bergidik ngeri entah imbalan apa yang dean maksud.


.


.

__ADS_1


"sini om bantu" sambut om irwan yang sudah menunggu kepulangan mereka sejak tadi. om irwan langsung membawa kedua lukisan yang membuat zelia kesulitan untuk turun dari motor yang ia tumpangi dengan dean.


"apa rendi sudah baikan?" tanya om irwan seraya dengan dean dan zelia berjalan masuk kedalam rumah om irwan.


"sudah om" jawab zelia.


"om irwan mau kemana?" tanya dean yang malas membahas tentang rendi, rendi dan rendi.


"oh... om mau ke warung nak dean" jawab om irwan.


"jadi om irwan nungguin motor ya sejak tadi?" tanya dean yang merasa tak enak hati dengan om irwan.


"ah tidak apa-apa, yaudah om berangkat dulu ya" om irwan pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua dengan sedikit tergesa-gesa.


.


"huft, kamu sih kelamaan tadi" dean menjatuhkan tubuhnya disofa.


"ia maaf, mana aku tau kalau om irwan juga akan pergi" jawab zelia yang masih berdiri merapikan lukisan-lukisan yang om irwan taruh diatas meja.


"kakak minta imbalannya sekarang!" ucap dean dengan gaya sedikit merajuk.


" rendi saja bisa leluasa memelukmu, masa kakak tidak !" ucap dean seperti anak kecil yang merasa iri dan merajuk.


zelia membuka kedua tangannya dengan lebar.


"mau peluk kan?" tanya zelia dengan kedua tangan yang sudah terbentang.


"gak mau cuma peluk aja, masa kakak disamain dengan orang gila itu"


zelia menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum, ia merasa pasrah . terserah dean meminta imbalan apa padanya. terlihat wajah sumringah dean dengan senyum yang mengembang, ia pun berjalan mendekat kearah zelia. Sebenarnya hati zelia merasa sedikit takut jika dean akan meminta lebih, namun ia yakin bahwa dean pasti akan menjaganya.


dean kini sudah tepat dihadapan zelia. Wajah mereka sudah berhadapan dan tatapan mereka saling bertemu. Zelia memejamkan mata dan mengatur deru nafasnya yang saling memburu. Ia bersiap jika dean akan memangsanya dengan ******an-******an dahsyat yang akan membuatnya mendesah.


karena ia sadar bahwa sejak tadi dean pasti sedang menahan hati agar tak terbawa emosi ketika berhadapan dengan rendi.


.


Dean mendekatkan wajahnya hingga hanya berjarak beberapa centimeter.


FFFUUUUUUHHHHHH

__ADS_1


dean meniup wajah zelia yang membuat zelia seketika membuka matanya dengan lebar menatap dean. Ia merasa kesal karena dean pasti sedang mempermainkannya.


"maka nya lain kali kalo buka mata jangan lebar-lebar, kemasukan hewan kan" ucap dean sambil mengusap rambut zelia.


zelia masih ternganga tak tau apa maksud dari lelaki yang berada dihadapannya ini.


"kamu gak apa-apa li?" suara yang semula sudah meninggalkan rumah, kini mengapa bisa berada diruangan yang sama dengan mereka.


Zelia menengok om irwan dari balik badan dean. Ternyata om irwan kembali kerumah, untung saja dean melihat kedatangan om irwan dari pantulan kaca lemari hias yang berada dibelakang zelia. Sedangkan zelia tak menyadari kedatangan om irwan karena tertutup tubuh dean sehingga pintu tempat om irwan masuk tak terlihat.


"apa matamu sakit?" tanya om irwan lagi.


Zelia dan dean saling menyingkir tak lagi berhadapan. Zelia menghela nafas untung om irwan tak memergoki kemesraan mereka.


"enggak om, hewannya sudah pasti terhempas karena terkena tiupan angin tornado" sahut zelia


Dean membulatkan matanya menatap ke arah zelia yang menganggap angin yang ia tiupkan adalah angin tornado. Sedangkan zelia hanya menyunggingkan senyum jahil pada dean yang merasa tak terima atas perkataan zelia.


"om kok balik lagi?" tanya zelia.


"iya li, kunci warungnya ketinggalan" om irwan segera mengambil kunci yang sudah disiapkan diatas nakas namun lupa untuk dibawa karena ia langsung menyambut lukisan yang berada dipangkuan zelia.


zelia mengangguk.


"om tante kemana? Sepertinya tidak terlihat?" tanya dean dengan sengaja untuk memastikan bahwa keadaan aman.


"oh tante tadi ikut senam ibu hamil dibalaidesa, gak jauh kok dari sini. nanti siang tante pulang. Yaudah om berangkat lagi ya"


Om irwan pun kembali pergi meninggalkan mereka. Sedangkan dean mengembangkan senyum nakal di bibirnya yang membuat zelia bergidik ngeri melihat seringai pada bibir dean dan tatapan dean yang seperti singa yang siap menerkam mangsanya.


Dean berjalan perlahan mendekat kearah zelia yang masih berdiri tak jauh darinya.


"sebaiknya kakak istirhat dulu" ucap zelia mengahalang langkah dean.


"kakak ingin memberikan angin tornado yang sesungguhnya" ucap dean.


Dean mendekatkan wajahnya dan ******* bibir manis zelia dengan sangat buas. Hingga berulang kali zelia terengah-engah karena kehabisan oksigen. Dean memberi waktu untuk zelia menghirup oksigen dan kembali menautkan kedua benda kenyal milik mereka. Dean mengangkat tubuh zelia dengan gaya bridestyle masuk kedalam kamar . tubuh zelia tak memberikan penolakan tangannya melingkar pada leher dean.


Dean merebahkan tubuh zelia diatas tempat tidur, ia kembali menautkan bibir nya dan bibir zelia serta mengabsen seluruh isi rongga mulut zelia. Beberapa kali mereka membiarkan lidahnya menari-nari secara bergantian didalam sana. Sungguh pergulatan dahsyat yang akan terjadi itu dean anggap akan menjadi imbalan yang setimpal.


.

__ADS_1


__ADS_2