
"zel apa hati ini salah kalau hati ini menyayangi mu?" ucapan kak dean membuat hati zelia berdegup kencang. desiran panas seolah terasa mengalir dalam tubuh zelia.
"hati tak pernah salah untuk singgah, ini hanya soal waktu, mengapa hati ini singgah pada waktu yang tidak tepat zel" lanjut kak dean.
"kakak sayang zelia hanya sebatas rasa sayang kakak terhadap adiknya kan? kak please jangan beri hati zeli banyak harapan dengan semua perkataan kakak" ucap zelia sambil mencoba melepaskan pelukannya.
"zel coba kamu tatap mata kakak, apa terselip bohong di dalam sana. ini bukan sebatas perasaan antara kakak dan adik seperti biasanya. dan kakak pun melihat perasaan yang sama dari hati mu zel.
meski sekuat hati kamu berusaha untuk menolak tapi mata mu tak akan pernah bisa berdusta untuk mengutarakan apa kata hati mu yang sesungguhnya"
ucap kak dean sambil menangkupkan kedua tangannya diwajah zelia membuat tatapan mereka saling bertemu. terlihat tatapan kejujuran dan keseriusan dari dalam diri kedua nya.
"zel, izinin kakak untuk lebih dalam menyusuri isi hati mu" lanjut kak dean seolah penuh harap.
zelia menelisik semua kebenaran perkataan kak dean dari tatap mata nya.
tak terlihat sedikitpun kebohongan atau hanya sekedar bermain-main yang nampak singgah disana.
zelia mengangguk, meski hatinya masih berkecambuk namun ada rasa bahagia ternyata yang ia rasa selama ini tak sia-sia.
kak dean masih menangkupkan kedua tangannya, menatap zelia dan menangkap keseriusan disana. dia mendekatkan wajah nya ke arah zelia, menuju ke benda kenyal mungil dan manis di wajah zelia. kak dean mulai menempelkan bibir miliknya ke bibir zelia. entah mengapa pesona zelia selalu membuatnya tak bisa menahan gairah dan hasratnya .
zelia menoleh , secara tidak langsung ia menolak ketika bibir mereka yang bertemu sudah hampir saling bertautan.
"kenapa?" tanya kak dean
" nanti ada bik darmi" jawab zelia singkat dengan wajah yang terlihat sedikit panik
"enggak, bik darmi udah ke kamarnya" kak dean terkekeh kecil sambil mengusap wajahnya seolah menghapus rasa kesal juga menutupi rasa malu karena ia tak sanggup menahan hasratnya saat bersama zelia.
zelia beralih dari hadapan kak dean dan kembali menatap ikan-ikan yang berada di dalam kolam.
__ADS_1
"sean pergi?" tanya kak dean ketika zelia kembali terdiam tanpa memberi jawaban tentang pembahasan mengenai isi hati nya.
"iya, baru saja" jawab zelia.
"apa kamu bahagia dengan pernikahan kalian?" tanya kak dean sambil menatap ke arah zelia.
zelia terdiam, tak tau harus menjawab apa. karena ia sendiri pun tak dapat mengartikan hati dan perasaannya. entah seperti apa yang bisa disebut bahagia setelah menikah.
karena realita nya sean bisa membuatnya tertawa meski itu tanpa kemesraan dan tanpa rasa cinta . apakah itu bahagia ??
dean terdiam seolah berfikir apakah pertanyaan nya terlalu menyudutkan zelia hingga tak teedengar jawaban apapun dari bibir zelia, padahal sebenarnya dean sangat menginginkan penjelasan tentang mereka yang sebenarnya.
"aku hanya menghargai pernikahanku kak"
jawab zelia memecah suasana hening dintara keduanya.
dean menengok ke arah zelia yang berbicara dengan nada datar dan bola mata yang menatap ke depan.
"apakah bahagia itu perlu, dan harus dengan ikatan pernikahan" batin zelia seolah memberi jawaban yang tak mampu untuk terucap.
"tak perlu aku ucap, kak dean pasti tau jawabannya" sahut zelia.
"kakak tau, kamu hanya menghargai dan menuruti permintaan mama dan papa dalam pernikahan ini. untuk apa bertahan zel jika hatimu sendiri sulit untuk mendapatkan apa itu kebahagiaan" ucap kak dean.
"lalu, apa aku harus berpisah? bagi zeli dengan membuat mama dan papa bahagia dengan pernikahan ini sudah membuat kebahagiaan tersendiri bagi zeli kak"
"hati tak pernah bisa dipaksa zel, kakak tau kamu tak bahagia dengan pernikahan mu dengan sean, sean yang tak peduli dan acuh dengan mu bagaimana timbul rasa cinta itu diantara kalian, maka dari itu zel, tolong izinin kakak buat singgah di hati mu, kakak akan menggantikan posisi sean dihatimu zel"
"kakak hanya bisa menggantikan posisi sean dihatiku, tapi tak kan bisa menggantikan nama dia dibuku nikahku"
"bisa zel, kakak pasti bisa!! kakak akan mengganti nama sean dengan nama kakak dibuku nikahmu "
__ADS_1
seketika mata zelia memutar, wajah nya menengok ke arah dean yang sedari tadi menatapnya.
dean memegang tangan zelia, ucapan mereka disaksikan oleh ikan-ikan yang berenang didalam kolam seolah menjadi saksi bisu keseriusan keduanya.
"sulit kak, sangat sulit"
zelia berkata dengan lirih.
"sulit untuk berkhianat kak, karena akan banyak hati yang pasti akan terluka " batin zelia
buliran bening itu siap tumpah kembali setelah keseriusan ucapan kak dean membuatnya hatinya seperti teriris.
bahagia, namun ada sakitnya. sakit mengapa takdir mempertemukan mereka disaat waktu yang tidak tepat.
jujur ...hati zelia sangat bahagia. namun ada sisi lain dalam hatinya yang menolak untuk berkhianat dari suami dan mertua nya.
"NO zel, tidak ada yang sulit selagi kita mau berusaha. berusaha dan bersabar karena semua butuh waktu. kakak janji suatu hari kakak akan bisa membahagiakanmu dengan status dibuku nikah seperti yang kamu inginkan. tapi untuk saat ini, kita jalani apa yang ada, apakah bahagia harus tercipta karen status perkawinan, sedangkan kalian yang terikat oleh status itu pun tak dapat saling merasakan kebahagiaan? kamu berhak mencari kebahagiaan mu zel, dan tolong ... temukan kebahagian itu bersama kakak"
lanjut kak dean dengan tatapan meminta belas kasihan.
zelia menundukkan pandangannya. tak sanggup menatap wajah kak dean yang begitu memelas mengharap balasan hatinya. meski hati zelia sangat bergejolak, namun ada hal yang tak bisa dipungkiri bahwa bunga-bunga dihatinya seolah sedang bermekaran saat mendengar setiap ucapan keseriusan dari kak dean yang memang sejak lama ia idamkan.
zelia memejamkan mata mencoba mengikuti apa kata hati, kepala nya mengangguk isyarat bahwa ia menyetujui permintaan kak dean, hingga akhirnya terlihat garis senyum menghiasi bibir dean.
buliran bening itu menetes melintas dipipi mulus zelia. ada bahagia namun ada pula rasa takut, takut jika sean dan keluarga lainnya mengetahui hubungan antara dia dan kakak iparnya. namun ia membenarkan ucapan kak dean, kalau ia harus mencari kebahagiaan dalam hidupnya.
"sampai kapan aku harus bertahan dengan hidup yang tanpa artinya bagi sean, apa aku salah jika aku menginginkan seseorang yang dapat mengerti dan membuat diriku sangat berarti " batin zelia.
hati nya benar-benar dilema. namun mungkin inilah awal dari semua kebahagiaan zelia akan tercipta.
mendapatkan kasih sayang, mendapatkan perhatian, bisa bersama dengan seseorang yang mampu mengerti dengan hidupnya, bukan bersanding dengan seseorang yang acuh bahkan menomer satukan wanita lain daripada dia yang sudah jelas menyandang status sah dimata hukum dan dimata agama.
__ADS_1