
tangan dean menyusuri setiap inci wajah zelia yang terlihat begitu cantik dan polos saat tertidur.
Namun dean segera menghentikan gerakan tangannya saat sijoni dibawah sana semakin membuat sesak celana.
tonjolan bulatan dari si gunung kembar benar-benar membuat ia tak dapat menahan gairahnya.
Dean kini beranjak pergi ke ruang kerja untuk mengambil laptop kemudian kembali duduk disamping zelia dan mulai melakukan pengecekan pada pekerjaannya disurabaya yang sempat terbengkalai karena ia tinggalkan.
Untunglah hans mampu menghandle semua urusan pekerjaan dean disana meski dean sendiri tak tau dengan bantuan siapa hans melakukannya.
.
Zelia mulai mengerjapkan mata nya yang terasa silau saat terkena sinar lampu yang bercahaya terang didalam apartemen itu.
Ternyata dean pun masih berada disamping nya sambil bergelut dengan laptop dan segudang pekerjaan yang mungkin telah menanti bos besarnya.
Entah pukul berapa saat ini namun cacing didalam perut zelia sudah tak dapat lagi diajak bekerja sama untuk meneruskan mimpi indahnya hingga kini zelia harus terbangun dari tidur lelapnya.
"kenapa sudah bangun?"
Tanya dean datar dengan tatapan mata yang masih fokus menatap layar laptop .
"laperr"
Jawab zelia jujur tanpa rasa malu .
"yaudah yuk makan, kakak juga dari tadi nungguin kamu"
Dean segera mengakhiri pergulatannya dengan laptop. Ia segera menutup laptopnya dan mulai fokus menatap makanan yang telah tersaji sejak tadi dihadapan mereka.
"maaf bi, makanannya sudah dingin.. Mungkin rasanya juga sudah sedikit hambar" lanjut dean merasa tak enak karena mungkin rasanya pun akan sedikit berbeda.
"tak apa kak, mau dingin atau hangat. Bagi zeli itu bukan point utama. karena yang terpenting, kak dean selalu ada bersama zeli dan kita makan berdua"
Zelia tersenyum menatap manik mata dean yang belum terpejam dan setia menantinya.
"always sayang, kakak akan selalu ada bersamamu"
Dean mencolek pucuk hidung zelia yang kecil dan mancung.
Mereka berdua pun saling melempar senyum dan mulai menyantap makan malam yang sudah tak lagi hangat dengan begitu nikmat.
.
.
Malam pun semakin larut, setelah selesai menikmati makan malamnya zelia segera bergegas untuk kembali melanjutkan mimpi indah yang tadi sempat terputus.
Zelia kini memilih untuk tidur di kamar milik dean, sedangkan dean memutuskan untuk tidur di sofa.
Mereka berdua pun akhirnya terlelap hingga cahaya mentari pagi menerobos masuk melalui celah ventilasi jendela.
.
__ADS_1
.
Pagi ini zelia merasa bahwa hidupnya sudah kembali normal. Tidur nyenyaknya kembali ia rasakan setelah semalaman ia terlelap dengan mimpi indah yang beberapa hari terakhir sulit ia dapatkan.
Zelia menyiapkan dua gelas susu dan roti bakar sebagai pengganjal perut mereka pagi ini.
Dean membuka mata saat aroma roti bakar yang telah tersaji di atas meja dekat sofa mampu menggelitik hidung dan perutnya.
Dean tersenyum bahagia saat pertama kali ia membuka mata yang ia lihat adalah wanita kesayangannya yang kini telah duduk di dekatnya .
"selamat pagi"
Sambut zelia seraya tersenyum melihat dean yang baru membuka mata namun tetap terlihat begitu tampan.
"pagi bi.. kamu pagi-pagi sudah menggoda banget"
"menggoda bagaimana?"
Tanya zelia yang tak tau maksud dari perkataan dean.
"ya menggoda ! rambut mu yang basah juga wajah cantik mu sehabis mandi benar-benar sangat menggoda bi"
"ahh kakak pagi-pagi sudah ngegombal. ayo sarapan dulu.. Ngegombal juga butuh tenaga loh"
zelia mulai menyuapkan roti ke dalam mulutnya.
"suapin"
Rengek dean manja saat melihat zelia yang begitu menikmati roti bakar buatannya.
zelia mulai menyuapkan roti yang ia pegang ke mulut dean dan dean pun menerima setiap suapan yang zelia berikan lalu memakannya dengan begitu lahap.
Mereka berdua pun menikmati sarapan dengan sangat mesra hingga roti dan susu itu bersih tuntas tak tersisa.
.
.
zelia mengajak dean untuk mengantarnya ke kontrakan lama untuk mengambil beberapa barang juga pakaiannya yang masih tertinggal disana.
Dean pun kini telah bersiap untuk mengantar kemana saja zelia ingin pergi dengannya termasuk mengantarnya kembali ke kontrakan lama.
.
.
Mobil dean pun kini telah memasuki kawasan rumah lama zelia yang jauh dari kata mewah, berbeda dengan rumah utama arman wijaya ataupun apartemennya.
Mata dean mengedar melihat ke sekitar area halaman rumah karena ini pertama kali nya ia masuk ke daerah ini. Bodoh nya, tak terlintas sedikitpun dalam pikirannya bahwa zelia akan kembali ke kontrakan lama nya ini saat kemarin zelia pergi.
.
"ayo kak masuk dulu"
__ADS_1
Ajak zelia kemudian turun dari mobil dan mulai membuka pintu rumah itu.
Dean pun mengekor dibelakang zelia mengikuti langkahnya masuk kedalam rumah tempat tinggal zelia dulu saat masih bersama almarhum ayahnya.
.
Zelia segera menyiapkan barang-barang yang hendak ia bawa ke apartemen dean yang kini akan menjadi tempat tinggalnya.
Dean pun memilih untuk duduk di sofa ruang tamu sambil melihat zelia yang hilir mudik sibuk membereskan barang-barang miliknya.
Zelia menumpuk beberapa barang itu diatas meja tepat dihadapan dean. Ada satu barang yang tiba-toba mencuri perhatian dean. Dean segera mengambil sebuah album foto yang terlihat sudah sedikit usang namun masih sangat bersih dan rapi. Seperti nya zelia benar-benar menyimpan album itu dengan sangat baik.
Dean membuka setiap lembaran demi lembaran foto yang terpampang dalam album lawas itu. Banyak foto kenangan saat zelia kecil juga foto saat zelia bersama ayah dan ibunya.
Zelia sesekali melempar senyum saat dean tertawa melihat bagaimana pose foto zelia saat masih kecil dengan gigi ompongnya.
Namun gerakan tangan dean yang hendak membuka lembaran berikutnya terhenti saat sebuah foto mencuri pandangan matanya.
Dean mengamati satu per satu orang yang berada dalam foto itu.
"mengapa dia ada di foto ini?"
Tanya dean dalam hati saat melihat seseorang yang tak asing dan sangat dekat dengannya berdiri diantara deretan orang yang ada di foto itu.
"kenapa kak?"
Tanya zelia yang menyadari bahwa dean kini tak melanjutkan gerakan tangannya untuk membuka lembaran berikutnya dan terpaku menatap satu foto saat zelia dan teman-temannya sedang foto bersama.
"e_enggak, kakak cuma heran kenapa orang ini terlihat berbeda"
Dean menunjuk foto seorang wanita yang berdiri tepat di samping zelia. Seorang wanita yang lebih tinggi di banding yang lain, rambut ikal juga hidung mancung, dengan paras bule membuat wanita itu nampak berbeda dengan yang lainnya.
"oh, itu foto saat kami masih tinggal di bandung. Dan wanita itu, dia bukan orang kampung kami, dia orang jakarta yang sedang berlibur ke tempat saudaranya. Namanya kak tiara"
deghhh
Hati dean seolah berhenti berdetak dan menatap wajah zelia yang ternyata mengenali wanita dimasalalu nya.
"apa kakak kenal dengannya?"
Tanya zelia saat menangkap bahwa tatapan dean memiliki maksud tertentu.
Dean menggeleng, tak tau harus menjawab apa. Ia tak ingin zelia merasa cemburu jika ia memberitau zelia bahwa wanita yang ada dalam foto itu adalah kekasih lama nya yang hampir membuatnya gila.
"hmmm syukurlah, untung juga kakak gak kenal dengannya"
"kenapa begitu?"
"karena kakak pasti akan jatuh hati dengannya dan lebih memilihnya dari pada aku"
zelia terkekeh dengan ucapannya sendiri yang merasa insecure pabila harus bersaing dengan tiara yang memiliki kecantikan diatas rata-rata.
.
__ADS_1
.