
Dean benar-benar dibuat frustasi ketika ia harus berkeliling rumah sakit mencari keberadaan sang istri. Berkali-kali ia menghubungi nomor handphone zelia namun tak kunjung tersambung entah apa penyebabnya.
Dean hampir saja putus asa, sedikit lelah tentu yang saat ini ia rasa. Kini ia memutuskan untuk berjalan menuju ke tempat parkir, ia fikir mungkin saja zelia sudah menunggunya disana.
Langkah kakinya terhenti kala melihat seorang wanita sedang duduk di depan ruang IGD. Dean paham sekali warna baju yang tadi zelia kenakan.
"bi, kamu ngapain malah disini? aku dari tadi nyariin kamu tau gak?" cetus dean yang sudah berada di dekat zelia dengan diliputi perasaan khawatir dan sedikit kesal.
Terlihat nafas dean naik turun entah menahan lelah atau menahan marah ketika ia telah menemukan zelia.
Seketika zelia menoleh ke arah sang empu nya suara "kak dean" sahut zelia lirih.
Mendengar nama yang masih begitu melekat di hati dan fikirannya, tiara yang berada di samping zelia dan hanya berjarak beberapa meter saja pun ikut menoleh ke arah lelaki yang baru saja tiba menemui mereka.
"dean" gumam tiara begitu lirih nyaris tak terdengar.
Seperti samar-samar nama nya disebut oleh seorang wanita disebelah istrinya dean pun beralih menatap wanita itu yang tak lain ia adalah tiara.
Air wajah dean menyiratkan raut terkejut. Dean benar-benar tak menduga apakah wanita yang berada disamping zelia itu benar tiara kekasihnya dulu atau hanya wanita yang kebetulan mirip dengan tiara.
Mata dean menatap lekat wajah wanita yang kini sudah tak semulus dulu lagi. Namun manik mata biru itu tak bisa berbohong bahwa ia benar tiara, wanita yang dulu sangat ia cinta didalam hidupnya.
Terbesit rasa sakit yang terselip perih ketika zelia melihat dean menatap wanita di sebelahnya dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan oleh siapaun .
Seketika ruangan diluar IGD itu berubah menjadi hening sejenak, mereka semua saling menyelami perasaan masing-masing dan berusaha saling mengendalikan kenyataan yang masih seperti mimpi.
Zelia memalingkan pandangannya kelain arah. Hatinya semakin terasa perih melihat sang suami menatap wanita lain dengan tatapan yang tak seperti biasa. Zelia semakin yakin, bahwa ada hubungan khusus antara dean dan tiara sebelumnya. Atau malah perasaan itu masih ada sampai saat ini hingga dean tak bisa melupakan tiara dan membuang kenangan foto tentangnya.
Menyadari akan aura tak suka dari wajah zelia, dean kini kembali beralih menatap sang istri tercinta. Bagi dean, zelia lebih mendominasi mengisi seluruh ruang didalam hatinya saat ini. Baginya tiara hanyalah wanita dimasalalu yang kini sudah ia kubur dalam-dalam seiring dengan berita tentang meninggalnya tiara .
__ADS_1
Bukan berarti dean tipikal lelaki yang tak setia, namun ia tak menyangka jika tiara ternyata masih hidup. Andai saat itu ia tau bahwa tiara selamat dari kecelakaan maut yang menimpa keluarganya, mungkin dean tak akan membuka hati untuk zelia yang semula hanya berstatus sebagai adik iparnya.
"bi" dean mendudukan ****** nya di kursi tunggu sebelah zelia. Sedangkan zelia hanya diam menahan rasa sesak yang menembus ke ulu hati nya. Berulang kali zelia mencoba mengatur nafasnya, bukankah ini memang salah satu rencana yang sudah ia siapkan. Namun ia tak menyangka jika rasanya akan sesakit ini ketika melihat langsung kedua insan yang pernah saling mencintai itu kembali bertemu.
Mata zelia mengembun dan berkaca-kaca. Apakah sesakit itu yang saat ini ia rasa? bahkan ia memaki dirinya sendiri mengapa ia selemah ini dengan rencana yang sudah ia susun sendiri.
"bi, are you okey?" tanya dean mengusap pipi zelia lembut.
Zelia mengangguk, tiba-tiba timbul rasa dihatinya jika ia tak akan membiarkan siapapun mengambil dean dari kehidupannya.
" kakak mencarimu kemana-mana. Ternyata kamu disini? siapa yang sakit?"
Tanya dean lembut seolah mengabaikan wanita lain yang duduk dikursi roda dan masih terus menatap wajah nya. Wajah yang beberapa tahun lalu selalu ia sentuh dan sudah bertahun-tahun ia rindukan.
Ada yang menghangat di hati tiara ketika ternyata ia dapat berjumpa kembali lelaki yang masih berstatus sebagai kekasihnya, namun entah apa yang terjadi beberapa tahun terakhir ini hingga dean yang kini ia temui berubah menjadi dingin sekali seolah tak mengenali dirinya.
Zelia masih terdiam, fikirannya bercampur aduk entah bagian mana yang harus ia jelaskan. Hatinya dan fikirannya sedang tidak baik-baik saja saat ini.
"ayo kita pulang" ajak dean.
"sebentar kak" zelia menahan lengan dean yang bergerak menggandeng tangannya.
"kenapa?" tanya dean bingung
Zelia menggeser tubuhnya hingga tiara yang tadi tertutup oleh dirinya kembali terlihat.
Dean menatap lekat kembali wajah yang masih sangat ia kenali meski terbalut oleh beberapa bekas luka.
"dean" sapa hangat suara wanita itu.
__ADS_1
"tiara?" sahut dean tak percaya jika benar wanita yang tadi dilihatnya benar tiara .
"ya ini aku tiara dean, kamu masih mengingatku" suara tiara lirih namun tersirat bahagia di nada bicara nya.
Zelia hanya terdiam melihat bagaimana dua insan yang pernah menjadi pasangan sejoli itu bertemu kembali.
"kamu, bukankah kamu sudah.." dean tergugup entah apa yang terjadi dengan dunia nya saat ini. Kekasih yang dulu amat ia cintai kini kembali hadir padahal sudah lama ia kira bahwa tiara telah pergi.
"iya dean, aku masih hidup. Aku selamat dari kecelakaan itu"
Mata dean berkaca-kaca, ada rasa syukur yang hinggap di hatinya melihat tiara ternyata masih bernyawa.
"dean, apa kamu tak merindukan aku. Bertahun-tahun aku sangat merindukanmu. Aku berjuang untuk sembuh agar aku bisa kembali bertemu denganmu. Dan kini, Tuhan sudah mengabulkan semua doaku"
Ujar tiara dengan suara lemah yang mulai mendapat cahaya semangat berkat kehadiran dean.
"ya tiara jelas aku merindukanmu. Bahkan zelia juga pasti merindukanmu. Iya kan sayang?" jelas dean.
Mata zelia seketika terbelalak kala tiba-tiba memanggilnya sayang didepan wanita yang terlihat jelas masih sangat menyayanginya. Ada yang berdenyut dalam relung hati zelia, namun ia pun dapat merasakan betapa terlukanya hati tiara.
"sayang?"
"tiara, maafkan aku. Aku dan zelia, kami sudah menikah" ucap dean.
"menikah?"
Dean mengangguk, lalu kembali menarik tangan zelia mengajaknya agar segera pergi dari situasi rumit yang sulit untuk ia jelaskan.
"ayo pulang, kamu harus jaga kesehatan" ajak dean.
__ADS_1
Zelia tak bisa berbuat banyak, selain hanya menurut dengan apa perintah dean. Sebelum pergi, zelia menitipkan tiara pada seorang perawat yang berjaga di sekitar sana. Sebenarnya zelia ingin sekali berbicara banyak dengan tiara, namun tersirat raut tak suka dari cara tiara menatap dirinya setelah dean menyatakan bahwa dia adalah istrinya.
.