Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 97. nikah


__ADS_3

"maafin mama ya li, mama sudah banyak salah sama kamu dan tak mau mendengar semua penjelasanmu"


ujar bu ida pada zelia yang masih saling berpelukan


"sudahlah ma, lagian zelia sudah memaafkan semua nya"


Zelia mengurai pelukannya, dan berdiri tepat disamping dean.


"maafkan mama juga ya de, mama memang begitu gegabah hingga begitu percaya hanya dengan ucapan dari sebelah pihak saja"


Bu ida benar-benar menyesali perbuatannya yang tak bisa menyelesaikan problem anak-anaknya secara adil.


"sudahlah ma, tak perlu membahas masalah itu lagi. Toh kami berdua pun sudah melupakan semua yang terjadi"


Mereka pun saling melempar senyum. Hati zelia yang semula ragu pun kini sudah merasa lega begitu pula dengan hati bu ida yang merasa lega karena telah mendapatkan maaf dari anak-anaknya.


Pak arman tersenyum dibalik koran yang ia baca. Kini ia merasa legaarena tak ada lagi perselisihan diantara mereka. Tugasnya kini hanya tinggal meneruskan misi selanjutnya.


.


Ceklek


Pintu ruang kamar itu pun dibuka dengan lebar.


"zeliaaaaa"


Ucap sean yang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka.


Sean berjalan setengah berlari bersiap untuk memeluk zelia. Namun gerakan tangan bu ida lebih cepat untuk menghalangi aksinya.


"mama...."


dengus sean yang merasa kesal karena kini ia gagal untuk memeluk wanita yang pernah menyandang status sebagai istrinya itu.


"apa kamu lupa kalau zelia sudah bukan milikmu lagi ?!! Main peluk-peluk aja sembarangan !"


Tegur bu ida pada anak bungsunya yang selalu bersikap manja.


Meskipun sean seringkali membuat bu ida kecewa. Namun hati seorang ibu tak akan tega jika harus menganggap anaknya sendiri sebagai musuh dalam hidupnya.


"tapi ma ???"


"gak ada lagi tapi-tapian. Kamu itu sudah menjadi orang lain bagi zelia. Menyentuhnya saja kamu sudah tak berhak, ini mau main peluk-peluk aja"


Ucap bu ida yang tak menerima protesan dalam bentuk apapun.


dean dan zelia hanya tersenyum melihat perdebatan kecil antara ibu dan anak di ruangan itu.


"itu kak dean boleh !"


seluruh mata tertuju pada dean dan zelia yang berdiri bersandingan. Dean segera menarik tangannya yang tanpa sengaja ternyata telah melingkar di pinggang zelia.


Wajah zelia kini menjadi lebih gugup saat semua mata tertuju pada nya.


"biarkan saja ! Toh kak dean nanti juga akan menjadi suaminya"


Jawab bu ida yang terlihat begitu santai bahkan tak mempermasalahkan hubungan dean dan zelia.


"gak bisa ma ! Aku akan meminta zelia untuk rujuk kembali denganku. Kamu mau kan zel?"

__ADS_1


Tanya sean sambil menatap zelia berharap zelia mau memberi kesempatan lagi padanya.


"lalu si citra itu mau kamu kemanakan??? Nikahi dia !!! jangan malah berharap untuk kembali lagi dengan zelia. Biarkan zelia bahagia dengan pilihan hidupnya sendiri"


Sahut bu ida merasa begitu geram dengan sean yang begitu menggebu ingin kembali dengan zelia.


"aku kan bisa menikahi dua-duanya ma"


begitulah sean yang selalu berbicara tanpa ada penyaring filter dimulutnya.


"gundulmu !"


ucap pak arman yang lewat diantara mereka yang sedang berdebat seraya memukul kepala sean pelan dengan gulungan koran yang tadi ia baca.


Pak arman memilih keluar dari ruangan yang penuh hiruk pikuk. Perdebatan yang terjadi antara sean dan bu ida benar-benar telah menggangu konsentrasinya untuk membaca.


.


"ma, maksud mama? Mengapa mama bilang bahwa dean calon suami zelia. Apa mama sudah_?"


dean meminta penjelasan dari perkataan sang mama yang tadi ia ucapkan ditengah perdebatan.


"iya kamu benar, mama sudah merestui hubungan kalian berdua. Kini mama sadar bahwa mama tak berhak menghalangi hubungan yang kalian jalin. Karena kalian berhak bahagia dengan pilihan hidup kalian masing-masing"


bu ida tersenyum. Ia sadar kini ia tak mau lagi memaksakan kehendaknya seperti dulu yang justru menjadi pemicu pertengkaran di keluarga. Dan baginya, kesalahannya dimasalalu memaksa zelia untuk menikah dengan sean adalah kesalahan terbesarnya.


.


"makasih ma"


dean memeluk tubuh bu ida yang masih berada diranjang rumah sakit.


Zelia pun tersenyum merasa bahagia karena kini ia tak perlu lagi menyembunyikan hubungan antara dean dan dirinya.


.


.


"jadi kapan kalian akan menikah?" tanya bu ida pada dean.


"secepatnya ma"


"baguslah, mama sudah tak sabar ingin menimang cucu dari kalian"


ujar bu ida.


"ma..." protes sean saat mama nya benar-benar setuju dengan hubungan zelia dan kakaknya.


"apa lagi? Kamu juga harus segera menikahi citra kekasihmu itu secepatnya " pinta bu ida yang tak ingin lagi menerima bantahan apapun dari sean atas keputusan yang telah dipilih.


.


Mata zelia langsung menatap ke arah dean, tatapannya seolah bertanya mengapa sean harus segera menikahi citra? Apa yang terjadi sebenarnya?


Dean hanya mengulas senyum, sebenarnya dean telah mengetahui apa yang terjadi karena sebelumnya pak arman telah menceritakan semua. Namun dean memang belum sempat bercerita pada zelia.


.


.

__ADS_1


hari yang di nanti-nantipun telah tiba. Kini saatnya sean lebih dulu menikahi citra. dean memilih untuk mengalah dan menunda pernikahannya karena ia tau bahwa bayi dalam perut citra lebih membutuhkan pertanggung jawaban ayahnya segera.


"saya terima nikahnya citra fadela monanda dengan mas kawin tersebut"


"bagaimana saksi?"


"saahhhh"


Begitulah kiranya ikrar ijab kabul yang sean ucapkan didepan penghulu juga didepan keluarga.


Keesokan harinya, resepsi yang mewah pun digelar disebuah gedung yang memang sudh dipersiapkan oleh pihak keluarga. Semua itu karena citra yang meminta untuk diadakan resepsi yang megah.


.


"apa kalian juga akan menggelar resepsi seperti mereka?"


Tanya bu ida pada dean dan zelia sesaat setelah acara pernikahan sean dan citra selesai.


"enggak ma. Kami hanya ingin sah di mata hukum dan dimata agama"


Jawab dean. Zelia hanya terdiam dan tak menuntut banyak, karena ia tau apa yang dean tentukan itu sudah pasti yang terbaik untuk mereka.


"baiklah"


.


"saya terima nikahnya zelia ivanka binti ivan wiguna dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai"


Ucap dean dengan lantang dan dalam tarikan satu nafas saat menjabat tangan pak penghulu didepannya.


"bagaimana saksi?"


"saahhh"


Ijab kabulpun kini telah terjadi didepan penghulu. Acara yang digelar pun cukup sederhana hanya dihadiri oleh keluarga juga kerabat terdekat saja.


om irwan pun turut hadir dalam acara pernikahan keponakannya. Awalnya ia cukup terkejut saat dean meminta restu pada nya. Namun setelah dijelaskan, akhirnya ia dapat mengerti dan merestui pernikahan sang keponakan yang benar-benar didasari rasa cinta.


dean dan zelia mulai menyalimi satu persatu keluarga yang berada disana termasuk sean yang juga ikut hadir menyaksikan pernikahan mantan istrinya dengan kakak kandungnya sendiri.


"apa ini benar zel? Apa kamu benar-benar telah meninggalkanku?"


Tanya sean saat zelia mengulurkan tangan hendak bersalaman dengannya.


"maafkan aku" ucap zelia lalu menjabat tangan mantan suaminya itu.


"apa benar kamu sudah tak ingin lagi memberi kesempatan itu padaku?"


tanya sean yang masih berharap pada zelia yang jelas-jelas kini sudah menjadi kakak iparnya sendiri.


"heh, apa kamu lupa ada aku disini !" umoat citra seraya meninju lengan sean , membuat sean menyeringai kesakitan.


.


Mereka semua pun akhirnya larut dalam bahagia dan hidup dengan pilihan pasangan hidup masing-masing.


sean dan citra tinggal di rumah utama pak arman. Dean dan zelia pun sama.


Sebenarnya zelia meminta untuk langsung tinggal di apartemen mereka. Namun bu ida menahan permintaannya karena masih ingin menikmati kebersamaan dengan dua anggota keluarga baru yang menjadi menantunya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2