
dean keluar kamar dan telah bersiap untuk pergi ke kantor. ia melihat pintu kamar zelia yang masih tertutup rapat bahkan belum ada tanda-tanda kehidupan didalam nya.
tok tok tok
berulang kali dean mengetuk pintu kamar itu hingga terdengar suara khas orang bangun tidur memberi jawaban atas beberapa ketukan pintu yang mengusik tidur zelia.
zelia membuka pintu kamar sambil menutup mulutnya yang masih menguap dengan satu tangan.
"kamu baru bangun?" tanya kak dean sambil tersenyum melihat zelia baru bangun tidur namun sudah sangat mempesona.
zelia mengangguk mendengar pertanyaan kak dean. mata nya masih sangat buram, mungkin karena belum terbuka sempurna.
"kata nya ada ujian dikampus?" lanjut kak dean.
"kamu tau ini jam berapa?" kak dean mengarahkan jam tangan yang ia pakai hingga berada tepat di hadapan zelia.
bola mata zelia seketika membulat ketika ia melihat waktu sudah menunjukkan pukul 07.45 pagi. zelia langsung kembali menutup pintu kamar tanpa ada perkataan apapun yang keluar dari mulutnya untuk menjawab semua pertanyaan kak dean. zelia bergegas membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus.
"sean ayo bangun buruan" teriak zelia sambil memakai flatshoes .
dia lupa bahwa di tak membangunkan sean yang juga satu kampus dengannya.
"lho sean kemana? apa dia udah bangun duluan? tapi kok dia gak ngebangunin gue atau semalem dia gak pulang ?"
ucap zelia ketika menengok ke arah tempat tidur dan tak ada sean disana.
zelia bergegas turun ke bawah, berjalan menuju ke meja makan.
terlihat kak dean sedang duduk sambil menikmati sarapan seorang diri disana. ditempat lain hanya ada bik darmi yang masih sibuk membersihkan dapur.
"lho sean kemana? oh berarti semalem sean gak pulang" pikirnya.
"lho kakak belum berangkat?" tanya zelia yang melihat kak dean masih berada di depan meja makan.
"belum. kamu gak sarapan dulu?" tanya kak dean yang melihat zelia hanya meminum segelas susu dan itu pun dengan terburu-buru.
"enggak kak, zeli udah telat" sahut zelia.
"sean kemana? dia gak kuliah?" kak dean menanyakan sean yang belum kelihatan batang hidungnya.
"kaya nya semalem sean gak pulang kak, soalnya dia gak ada dikamar"
__ADS_1
zelia kini sudah selesai menghabiskan segelas susu dan berjalan meninggalkan meja makan.
" kamu berangkat sama siapa?" tanya kak dean melihat ke arah zelia yang berjalan hendak keluar rumah.
"tunggu, ayo bareng sama kakak" lanjut kak dean.
"bik dean berangkat dulu ya" pamit kak dean kepada bik darmi yang sedari tadi memperhatikan obrolan mereka berdua. kak dean kemudian berjalan menuju ke garasi untuk mengambil moge milik nya.
"ayo" ajak kak dean. kak dean menghentikan moge tepat dihadapan zelia yang sedang berdiri diteras rumah.
"lho kakak bawa motor?" tanya zelia heran karena biasanya kak dean selalu membawa mobil kemana pun dia pergi.
"iya, ayo buruan kata mu kamu sudah telat, jadi kakak bawa motor soalnya kalau bawa mobil jalanan pasti macet"
tanpa pikir panjang zelia pun langsung naik ke atas motor kak dean, karena dia sendiri pun tak tau harus berangkat dengan siapa jika sean tak ada dirumah seperti sekarang ini.
"kakak yakin? nanti baju kakak jadi kusut loh?" zelia masih meragukan keputusan kak dean pagi ini untuk pergi ke kantor dan mengantarnya kekampus dengan mengendarai motor .
kak dean hanya tersenyum menjawab keraguan zelia. lalu ia melesatkan moge nya keluar pagar meninggalkan rumah dan menyusuri jalanan.
zelia sebenarnya merasa tak enak hati namun tak ada pilihan lain selain menerima tawaran untuk diantar oleh kak dean . pagi ini hati nya berdebar lebih kencang daripada biasanya saat dia berangkat kuliah bersama sean.
dean menarik gas dan melajukan moge nya lebih cepat untuk menyusuri jalanan melika liku mencari celah memecah kemacetan untuk memastikan bahwa zelia tak akan telat untuk mengikuti ujian.
tak ada obrolan diantara mereka ditengah perjalanan. bagaimana mau berbicara, untuk membuka mulut saja rasa nya bibir hampir terbang terbawa angin meskipun kaca helm sudah menutup sempurna.
dean menepikan motor tepat di depan pos satpam kampus.
"mau kakak anter sampe dalam?" tanya kak dean yang baru saja menghentikan motornya.
"gak usah kak, disini aja" jawab zelia.
"biasa nya juga zeli selalu berhenti disini kak" batin zelia terkekeh bercampur kesal karena mengingat sean yang selalu menghentikan motornya dan menyuruh zelia untuk turun didepan pos satpam.
"makasih ya kak" ucap zelia ketika sudah turun dari motor kak dean
"zeli" panggil kak dean saat zelia hendak melangkah kan kaki meninggalkan nya.
"kenapa kak?" zelia kembali mendekat ke tempat kak dean duduk diatas moge nya.
kak dean langsung merapikan beberapa helaian rambut zelia yang terlihat berantakan. tak peduli meskipun banyak orang yang memperhatikan mereka namun kak dean merasa cuek dan seolah biasa saja.
__ADS_1
berbeda dengan zelia yang menundukkan kepala .karena merasa malu ketika menyadari banyak pasang mata yang melihat dan memperhatikan kemesraan mereka.
"morning kiss" ucap kak dean lirih namun masih terdengar oleh zelia.
"kakak.!!!" ucap zelia penuh penekanan, mata nya melotot sempurna seolah memberi tau bahwa ini ditempat umum .
kak dean terkekeh melihat tingkah zelia yang begitu menggemaskan . ingin sekali ia mencubit pipi mulus zelia yang terlihat merona atau bahkan mengecup bibir ranum miliknya.
"i love you cabiku" kak dean kembali mengucapkan kata-kata yang membuat merah diwajah zelia tak bisa menghilang.
zelia lalu berjalan meninggalkan kak dean tak lupa ia mencium punggung tangan kak dean yang terulur untuk menyalami nya.
dean tersenyum sambil terus menatap zelia yang berjalan memasuki area gedung universitas dimana dia kuliah. hingga akhirnya zelia sudah tak terlihat lagi dan sean kembali melajukan moge nya menuju ke kantor tempatnya bekerja.
[ didalam kelas ]
"cie zeli, yang nganter tadi itu siapa?" ledek anita ketika zelia baru saja duduk di sebelahnya.
"kok anita bisa tau?" batin zelia
"aku tau loh, aku liat dari teras depan" lanjut anita seolah mendengar perkataan zelia dalam hati. kelas mereka memang berada dilantai tiga, jadi wajar saja jika anita bisa melihat kedatangan zelia meski itu hanya dari depan kelas.
"itu pacar kamu ya, sosweet banget, ganteng lagi"
lanjut anita sambil memandang zelia intens.
"rupa nya mata lo masih normal ya nit, masih nampak orang ganteng meski dari kejauhan" batin zelia terkekeh.
"apaan sih kamu" jawab zelia merasa malu atas ledekan anita yang ternyata melihat perlakuan kak dean tadi.
"eh, tapi kok tumben kamu gak sama sean? biasanya kan kamu sama dia, btw kamu sepupu dari siapa nya dia? mama nya atau papa nya"
tanya anita seperti seorang wartawan yang sedang melakukan wawancara.
"entah punya dosa apa gue punya temen se kepo ini, ya tuhan"
"ehhh tu ada dosen yang udah mau masuk, lo udah belajar belum semalem?" zelia mengalihkan pembicaraan anita dan menengok ke arah jendela yang terlihat seorang dosen sedang berjalan ke kelasnya.
"belum, tapi no problem, di sebelah gue ada lo" jawab anita sambil nyengir ke arah zelia.
"maksud lo? lo mau nyontek?" cetus zelia
__ADS_1
anita mengangguk bahagia berharap zelia mau berpartisipasi untuk memberi contekan kepada nya.
sedangkan zelia tersenyum kecut melihat tingkah teman di samping nya yang tak ada perubahan.