
"jadi rencana nya kapan kamu akan pergi ke bandung bi?" tanya dean kepada zelia sambil terus mengemudikan mobilnya setelah menjemput zelia pulang kuliah.
"mungkin hari senin besok kak" zelia menoleh ke arah kak dean yang masih fokus menatap jalanan.
"emang ujian kamu udah selesai???" merasa wanita disebelahnya ini sedang menatapnya, dean pun balas menatap ke arah zelia.
zelia mengangguk, tanda bahwa tugas kuliah nya sudah selesai. Dia pun sudah selesai mengikuti ujian dan ingin segera berlibur sekaligus temu kangen dengan om irwan dibandung.
Dean menghela nafas panjang, entah apa yang sedang berusaha untuk ia tenangkan. Namun zelia sadar bahwa saat ini ada hal lain yang pasti sedang mengganjal dihati lelakinya ini.
"kakak kenapa?? Apa kakak baik-baik aja??" tanya zelia yang sekali lagi merasa tak nyaman saat ia melihat bahwa raut wajah dean yang kini nampak berbeda dari sebelumnya.
"kakak gak apa-apa" jawab dean sambil mengulas senyum menutupi perasaannya.
"kakak keberatan zeli ke bandung senin besok???"
"kakak keberatan bukan karena kamu harus ke bandung hari senin, tapi kakak keberatan karena kakak akan lama tidak bertemu dengan kamu cabiku. Ditambah lagi, pasti kamu akan berlama-lama bersama sean, kakak hanya takut..." dean menahan kata-kata nya yang terasa sesak untuk ia ungkapkan.
"kakak takut kalo zeli bakal berpaling dan jatuh hati sama sean???" zelia meneruskan maksud dari ucapan dean yang tertahan. Dean hanya mengangguk, ternyata zelia sudah peka dan paham akan ke khawatiran hatinya.
.
__ADS_1
"kakak gak perlu khawatir, karena zeli pasti bisa jaga hati dan jaga cinta zeli untuk kakak, percaya deh !!" zelia menggelayut manja pada lengan tangan dean yang masih kokoh memegang stir kemudi.
"kamu janji kan, kakak benar-benar takut kehilangan kamu" dean mengecup ujung kepala zelia yang kini berada dekat dengan wajahnya.
"janji, eehh tapi tunggu dulu !!! Kaya nya sean masih ada jadwal ujian susulan deh kak. Jadi senin dia masih harus ke kampus. Hmmm.... Gimana kalo zeli ke bandung nya sendiri aja??" zelia kini beralih menatap wajah dean.
"maksud kamu, sean hari senin masih ada tugas kuliah, jadi dia gak bisa nemenin kamu??"
"he'em" zelia mengangguk sambil terus menatap wajah dean yang memang tak pernah bosan untuk dipandang.
"tapi kakak gak ngizinin kalo kamu mau kebandung sendirian !!" sahut dean dengan nada datar
"lohh kenapa??? Terus zeli harus nunggu sampe sean selesai ikut ujian susulan???!" zelia cukup terkejut dengan pernyataan kak dean yang tak menyetujui permintaan nya untuk pergi kebandung seorang diri.
"emang kakak mau nemenin zeli?? Terus kerjaan kantor kakak gimana?" tanya zelia yang masih tak percaya dengan pernyataan yang baru saja ia dengar.
"pasti mau dong, apasih yang gak kakak lakuin buat cabiku tercinta" dean mencubit batang hidung zelia yang mancung "urusan kantor nanti kakak serahin sama hans" lanjut dean.
"emang abang hans itu jabatan nya sebagai apa kalau dikantor??"
"stop panggil dia abang bi, kakak gak suka dengar kamu manggil laki-laki lain dengan panggilan abang, kakak atau mas atau apalah itu, cukup kakak yang harus kamu panggil dengan panggilan itu" ucap dean dengan tenang namun berhasil membuat zelia menelan saliva nya karena tak habis pikir mengapa kak dean bisa tak suka jika zelia memanggil lelaki lain dengan panggilan-panggilan tersebut.
__ADS_1
"tapi kan kak, dia lebih tua dari zeli. gak sopan dong kalo zeli mau panggil dia hans. Lagian abang hans,, eh maksud zeli hans tadinya mau zeli panggil om tapi dia malah gak mau. Apa Dia emang gak menyadari kalo dia itu udah tua dan pantas untuk zeli panggil om" rajuk zeli yang merasa dilema dengan panggilan untuk lelaki yang lebih tua darinya.
"haa mungkin karena dia belum menikah jadi dia belum mau untuk dipanggil om" sahut dean yang seperti nya tak menyadari bahwa dirinya pun senasib dengan assistennya itu.
"lagian, kalian kan sudah berumur kenapa juga belum menikah, apa gak takut kalo keburu tua?" ujar zelia yang tanpa sadar bahwa ia sudah keceplosan dan berhasil membuat dean tersinggung. Dean menepikan mobilnya di sebuah taman yang kebetulan sedang mereka lintasi. Zelia celingukan mengapa tiba-tiba dean menghentikan mobilnya disebuah taman yang tak jauh dari jalan raya.
Menyadari ekspresi dean yang berubah membuat zelia bertanya-tanya ada apa dengan dean. Dan membuatnya kembali mengingat-ngingat kesalahan apa yang baru saja ia perbuat hingga membuat kak dean yang semula ceria kini berubah menjadi datar dan menegangkan.
.
"apa tadi kamu bilang?? " tanya dean sambil menatap zelia tajam. Membuat zelia menjadi salah tingkah .
"zeli gak bilang apa-apa, zeli cuma bilang ngapa hans gak nikah, gak takut keburu tua?" jawab zelia dengan sebisa mungkin untuk tetap tenang meski sebenarnya kata-kata yang keluar dari dalam mulutnya terbata-bata karena merasa gugup.
"kamu bukan cuma bilang hans, tapi kalian . Apa kakak sudah terlihat tua???" tanya dean dengan tenang namun penuh dengan penekanan.
zelia menggelengkan kepala , wajah dean bergerak maju mendekat ke arah wajah zelia membuat zelia merasa tak tau harus menjawab apa dan harus bagaimana. Apakah dean sedang marah besar atau ia hanya nyium gue .. "ahhh pikiran gue mesum terus, liat dong zel ekspresi kak dean datar dn dingin banget gitu" rutuk zelia dalam hati.
"apa kamu mau bukti bahwa kakak masih muda dan tak takut tua???" wajah dean terus bergerak dekat dan semakin mendekat hingga akhirnya dean mendaratkan bibirnya pada bibir manis zelia membuat zelia kesulitan bernafas karena kali ini ia merasa belum siap. belum lagi detak jantung yang sedari tadi berdegup tak beraturan membuatnya merasa sesak dan kesulitan untuk menghirup udara.
dean terus ******* setiap sudut bibir zelia dan menyusuri setiap rongga mulutnya. zelia yang berulang kali merasa tersengal kini mulai mencoba mengatur nafas untuk meladeni ciuman panas dean yang kali ini terasa sedikit lebih bergairah dan kasar tak begitu lembut seperti biasanya. Apakah ini pelampiasan amarah dean karena disebut sebagai lelaki yang sudah berumur. hingga akhirnya dean membuktikan kejantanannya dalam bercinta.
__ADS_1
Dean memperdalam gerakan lidahnya untuk menyusuri rongga mulut zelia. Bahkan ia semakin terpancing saat beberapa kali zelia melakukan balasan atas gerakan bibir yang ia lakukan.
" Aaakhhhhh" ******* zelia yang sekuat mungkin ia taha namun mampu lolos dari bibirnya saat dean mulai menyusuri tengkuk leher zelia dengan begitu dahsyat. Beberapa kali dean daratkan kecupan pada beberapa titik sesitif di bagian leher zelia. "jangan kak nanti merah" ujar zelia ditengah erangannya karena menahan rasa yang berhasil dean ciptakan untuk membangkitkan gairahnya sebagai wanita dewasa. Dean memutar bola mata nya, bertanya-tanya dalam hati mengapa zelia bisa mengetahui bahwa akan ada bekas tanda merah jika ia hisab dibagian-bagian tersebut. "apa dia tak sepolos yang aku tau, atau dia pernah melakukan ini dengan orang lain??" tanya dean sepintas dalam hati.