Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 75. tak tahan bau alkohol


__ADS_3

Mobil dean yang hans kemudikan .mulai memasuki halaman rumah pak arman. hans segera memarkirkan mobil di garasi rumah lalu membukakan pintu dan membantu dean untuk berjalan.


"gak usah pegang-pegang, gue bisa sendiri !!" lagi-lagi dean menepis uluran tangan hans yang hendak menolongnya berjalan.


"ckk jalan udah sempoyongan aja masih songong ! Yasudah kalau gak mau gue bantu" hans melipat kedua tangannya didepan dada melihat dean yang berjalan lebih dulu sambil sempoyongan dan meraba-raba.


"lho kak dean kenapa bang?"


Hans terkejut saat tiba-tiba suara itu muncul dari bali pintu dapur.


"ngagetin aja kamu !! " umpat hans reflek karena kedatangan zelia yang secara tiba-tiba membuat jantungnya hampir copot.


Waktu yang sudah larut malam juga lampu yang semua nya sudah hampir padam membuat hans berfikir bahwa tak ada lagi orang yang berkeliaran dirumah itu. namun ternyata salah, Zelia masih terjaga sebab malam itu dia hanya sendiri dirumah karena kepergian dean yang tak kunjung pulang juga sean yang pergi bersama teman-temannya entah kemana dan mungkin tak akan pulang hingga esok pagi. Yaa seperti itulah kebiasaan sean hampir setiap harinya.


"bukannya ditolongin malah diliatin aja, jahat banget !!!" ucap zelia seraya meraih tangan dean yang berjalan sempoyongan. Dean menatap ke arah hans yang hanya membuntuti langkah nya dari belakang.


"dia memang jahat bi, dia gak mau nolongin aku " ucap dean dengan manja lalu menyandarkan kepalanya pada pundak zelia saat ia tau zelia tengah menggandeng tangannya.


" bukannya lo tadi yang nolak pertolongan dari gue !" ucap hans kesal saat dean menyalahkan dirinya didepan zelia.


"jangan didengerin bi, dia kadang-kadang suka ngelantur. ayo antar aku ke kamar" dean merengkuh pinggang zelia dengan kepala yang tetap bersandar dipundak membuat zelia kesusahan untuk membantunya berjalan.


"ckk dasar bucin, bikin jiwa jomblo ku meronta-ronta !! " batin hans saat melihat pasangan cinta terlarang itu memperlihatkan kemesraan mereka.


"udah sana lo balik hans, ngapain masih disini. Mau ikut masuk ke kamar??" ucap dean .


"dihh ngapain gue ngikutin lo ke kamar"


"yaaa sapa tau lo mau nangkepin nyamuk-nyamuk nakal, biar tidur gue nyenyak " dean tertawa layaknya orang yang sedikit hilang kesadaran. Zelia tetap berjalan meski dengan tertatih untuk membawa dean ke dalam kamarnya.


Sedangkan hans memilih menghentikan langkah dan berniat untuk kembali kerumah nya saat ia tau bahwa zelia pasti bisa mengurus dean yang sudah bertingkah seperti orang gila.


"sespesial itukah dirimu hingga membuat dean sampai segila itu denganmu?"


Batin hans berkata-kata saat ia melihat zelia dengan sabar membantu dean berjalan meski dean terlihat sangat manja dan masuk dalam kategori lebay.


"aku pulang dulu zel !! kalau ada apa-apa, kamu bisa hubungi aku" ucap hans lalu memutar badan meninggalkan mereka berdua bersama kebucinannya.


.


mereka sudah hampir tiba didepan pintu kamar dean. Zelia membuka handle pintu lalu mendorongnya dengan kaki agar pintu dapat terbuka lebar. Tangan dean yang merengkuh pinggang zelia dan kepala yang menyandar di pundaknya membuatnya tak bisa leluasa untuk bergerak.

__ADS_1


"kakak mabuk?" tanya zelia saat aroma alkohol tercium menyengat di hidungnya sejak pertama ia membantu dean berjalan.


"enggak, kakak gak mabuk cabiku" dean menyatakan dirinya tak mabuk meski tingkahnya seperti orang mabuk.


"aroma alkohol ini ??? Hisss aku sangat membencinya ! " ucap zelia kesal saat mencium aroma itu dari mulut manis dean.


"aku hanya minum sedikit bi.. Nanti juga kalau kamu cium pasti akan hilang bau nya" ucap dean sambil tertawa.


Terlihat semu rona wajah zelia saat dean merayunya meski dalam keadaan setengah sadar.


"yasudah tidur" zelia merebahkan tubuh dean diatas tempat tidur dan menyelimuti tubuh dean. dean yang merasakan perlakuan lembut zelia pun tersenyum dan kembali merengkuh pinggang zelia yang masih berada didekatnya. Dean merengkuh pinggang itu lebih kuat membuat zelia yang semula berdiri menjadi lebih condong mendekat ke arahnya.


"aku mencintaimu bi, hanya mencintaimu" lagi lagi dean berhasil membuat wajah zelia merona atas rayuan manis yang selalu dean berikan untuknya.


"aku pun mencintaimu kak" ucap zelia sambil tersenyum menatap manik mata dean yang juga menatapnya.


"apa hanya aku yang kamu cintai ?" tanya dean memastikan bahwa hanya dirinya lah satu-satunya lelaki yang berada dalam hati zelia.


zelia tersenyum lalu mengangguk


"hanya kamu, tak ada yang lain" zelia membelai rambut dean lembut.


Dean yang merasakan sentuhan lembut itupun merasa sangat bahagia karena kehadiran zelia yang mampu memulihkan semangat hidupnya.


"bi, cium..." tanpa rasa sungkan dean memanyunkan bibirnya berharap zelia segera membalas dan menautkan kedua bibir mereka.


"aku gak suka bau alkohol dimulut mu kak !" zelia menolak permintaan dean.


"ayolah bi, sedikittt saja. Kalau sudah dicium nanti juga akan hilang baunya" ucap dean yang masih belum menurunkan bibirnya karena belum mendapat perlawanan dari zelia


"kalau aku cium, aku bisa ikutan mabuk gak ya??"


batin zelia sambil menatap mulut dean yang masih manyun.


"bi, pegel..." dean menggerakkan bibirnya mengisyaratkan bahwa ia ingin segera mendapat ciuman.


dengan perasaan ragu zelia mulai menempelkan bibirnya pada bibir dean yang memang terlihat sangat menggoda. meski pada ci*man mereka kali ini, zelia harus banyak-banyak menahan nafas agar aroma alkohol itu tak begitu menusuk ke hidungnya .


Dean melum*at bibir ranum zelia yang sudah menjadi candu untuknya. hingga akhirnya pergumulan itu berhenti saat zelia sudah tak tahan lagi dengan aroma alkohol yang kini seperti ikut berpindah memenuhi rongga mulutnya.


"mau kemana?" dean menarik lengan zelia yang hendak pergi meninggalkannya.

__ADS_1


zelia segera berlari ke kamar mandi tanpa menjawab pertanyaan dean.


Hueek hueekk hueekk


Zelia mengeluarkan semua isi perutnya karena aroma alkohol yang sangat asing baginya. dean langsung beranjak dari tempat tidur saat mendengar pekikan suara zelia yang berasal dari dalam kamar mandi pribadinya.


"kamu gak apa-apa kan bi?" tanya dean seketika berubah menjadi kembali normal tak seperti orang mabuk saat ia melihat zelia sedang tidak baik-baik saja.


"aku gak apa-apa kak" ucap zelia setelah membasuh mulutnya .


"bi apa kamu hamil ? Apa dengan berciuman denganku kamu bisa hamil secepat itu?? Kamu hamil anak siapa bi??" dean memandang zelia dengan tatapan serius. Namun zelia justru tertawa mendengar celoteh dean yang begitu possesif terhadap dirinya.


"aku gak hamil kak, aku hanya gak kuat dengan bau alkohol dari mulutmu" jelas zelia.


Dean menghela nafas lega saat mendengar penuturan zelia. Bahkan ia merasa bersalah karena telah memaksa zelia untuk melakukan itu padahal zelia sudah menolaknya.


"maafkan aku bi"


dean memeluk tubuh zelia dan menenggelamkan kepala zelia pada dada bidang nya. Penyesalan besar yang menyelimuti hati dean saat ia tau ambisinya malam ini agar zelia mau menciumnya berujung dengan keluarnya sesuatu yang menjijikkan yang telah menguras seluruh isi perut kekasihnya.


"yaudah ayo kakak temani kamu makan. Pasti kamu lapar karena isi perutmu telah terkuras" dean tersenyum sambil mengelus perut zelia.


Anehnya saat ini dean sudah kembali sadar dan kembali normal meski masih ada sedikit rasa pusing dikepalanya .


"gak mau ah, nanti aku gemuk !" zelia mengerucutkan bibirnya merajuk atas tawaran dean mengajaknya makan ditengah malam. Padahal itu salah satu hal yang sangat zelia hindari.


"gak apa-apa bi, biarpun gemuk kamu tetap terlihat cantik dimata kakak"


dean mengecup puncak kepala zelia lembut sambil membelai rambut zelia yang terurai panjang.


.


"jadi mau makan gak nih??" tanya dean saat mereka berdua larut dalam kemesraan.


Zelia menggeleng " zelia gak mau makan, zeli mau tidur aja" .


"tidur sama kakak??" ledek dean sambil memainkan mata genitnya.


"ahh kakak apaan sih" zelia mencubit perut dean membuat dean menggeliat sakit, juga tertawa bahagia.


"yaudah, selamat tidur cabiku" dean kembali mengecup puncak kepala zelia sebelum pada akhirnya mereka memutuskan untuk tidur dikamar mereka masing-masing.

__ADS_1


.


__ADS_2