
"aku sudah menunggumu didepan bi"
dean mengirim pesan singkat itu namun tak langsung mendapatkan balasan dari penerima.
Dean menyandarkan kepalanya pada kursi mobil, menanti balasan pesan yang ia kirimian sambil berharap zelia akan segera keluar untuk menemuinya.
"aku masih ada jam kuliah lagi kak, kenapa jemputnya sekarang sih? Kecepetan !"
Protes zelia dalam balasan pesannya yang terkesan sedikit galak.
dean benar-benar gemas membaca balasan pesan galak dari zelia. Deanpun akhirnya memutuskan untuk masuk dan mencari zelia langsung ke kelasnya.
sebelum itu, dean meminta izin dulu pada dosen kelas istrinya itu bahwa zelia tak bisa mengikuti kelas dijam selanjutnya dengan alasan urgent.
dean berjalan menyusuri koridor kampus, mencari dimana letak ruang kelas zelia. Seluruh mata mahasiswi yang ada disepanjang koridor pun menatap kagum saat melihat dean melintas di hadapan mereka.
Wajah tampan, juga tubuh atletis yang sangat gagah nampak jelas meski terbalut rapat dengan jas membuat seluruh mata wanita pasti terpana saat melihatnya.
Belum lagi pernikahan antara dirinya dan zelia yang tak terekspose oleh publik membuat siapa saja yang melihatnya pasti mengira bahwa dia masih perjaka.
"bi..."
Panggil dean.
Seluruh mata tertuju pada sosok lelaki gagah dan tampan yang sedang berdiri diambang pintu kelas.
"ehh kok tiba-tiba kita kedatengan malaikat"
"ehh cari siapa kakak?"
"duhh cakep nya gak ketulungan"
"mas tampan panggil saya???"
Sederet ungkapan kege'eran itu terlontar dari mulut mahasiswi yang berada dalam kelas itu.
Sedangkan zelia hanya bisa melongok tak percaya melihat suaminya kini telah berada diambang pintu.
Dean menjentikkan jari telunjuk mengisyaratkan zelia untuk mendekat ke arahnya.
Seluruh mata beralih menatap zelia yang seolah diberi kode untuk mendekat ke lelaki tampan yang tiba-tiba saja datang ke kelas mereka.
"kenapa kakak kesini??"
ucap zelia lirih saat berdiri tepat di hadapan dean.
"ya mau jemput kamu lah, masa mau kuliah lagi?!"
Jawab dean dengan santai.
"tapi aku masih ada jam kuliah kak??"
"udah tenang aja. Dosennya juga udah ngebolehin kamu pulang. Yukk..!!"
Dean menggenggam tangan istri kesayangannya itu tanpa memperdulikan berapa pasang mata yang menyaksikan keromantisan yang ia ciptakan.
"bentar, zeli ambil tas dulu"
Zelia melepas gengaman tangan itu lalu kembali ke meja nya untuk mengambil tas yang masih tersimpan disana.
"kamu mau kemana zel?" tanya anita
"aku pulang dulu ya nit, bye !"
Zelia melambaikan tangan pada anita sedangkan tangan sebelahnya sudah berada dalam gengaman dean.
__ADS_1
.
Kasak kusuk mahasiswi yang melihat dean melintas dihadapan mereka pun kembali terdengar ditelinga zelia tanpa memperdulikan bahwa kini dean tengah berjalan sambil menggandeng tangannya.
"ayo buruan !!"
Zelia menarik tangan dean dan melangkah lebih cepat membuat dean kini berada dibelakangnya.
pujian, harapan juga kata-kata gombal yang mahasiswi itu lontarkan untuk suaminya benar-benar membuat telinganya terasa panas dan ingin segera pergi dari kampus itu.
.
"kamu kenapa sih bi?"
Tanya dean saat mereka telah tiba didalam mobil.
"kenapa sih kakak harus dateng ke kampus? Mau cari sensasi sama cewek-cewek dikampusku??"
Ucap zelia bersungut-sungut. zelia mengerucutkan bibir nya kesal karena dean menjadi pusat perhatian cewek-cewek dikampusnya.
"lhoo bukan kah itu bagus? Berarti kamu memiliki suami yang punya banyak penggemar"
Ledek dean yang mulai menaikan rasa percaya dirinya sambil melajukan mobil meninggalkan area kampus.
"bilang aja kakak seneng kan diliatin cewek-cewek, dasar genit !!!"
Zelia memalingkan wajah melihat ke arah luar jendela dengan kaca yang sengaja ia buka agar mendapatkan udara segar untuk menenangkan otaknya yang seperti sedang mengeluarkan asap.
"jangan cemburu dong bi..."
Dean berusaha merayu dan meraih tangan zelia untuk ia gengam.
"gak usah pegang-pegang !!!"
zelia menepis tangan dean yang mulai menyentuh tangannya.
Gerutu dean.
.
.
"bi jangan marah dong... Please maafin kakak"
Rengek dean pada zelia yang berjalan begitu saja meninggalkan nya saat tiba di apartemen mereka.
"aku gak suka ya kakak diliatin cewek-cewek kaya tadi !"
"terus kakak harus gimana? seandainya wajah ini bisa di lepas, kakak lepas aja deh kalo bepergian biar gak diliatin cewek-cewek"
Dean berjalan membuntuti langkah zelia yang kesana kemari didalam apartemen.
"lain kali pakai masker kalau mau pergi !!"
saran zelia agar ia tak lagi merasa cemburu saat dean menjadi pusat perhatian banyak orang.
"siap bos ! " dean mengacungkan dua jempolnya sambil terus berjalan dibelakang zelia
"biasa nya kalo cewek itu bangga punya suami ganteng, laa ini malah gak boleh di publik" gerutu dean namun masih terdengar ditelinga zelia.
"jangan samain aku sama perempuan lain !!"
"iya iya maaf"
.
__ADS_1
"kenapa sih kakak ngikutin zeli terus? Zeli mau mandi loh"
Zelia merasa risih saat dean selalu mengikuti pergerakannya dari belakang sedangkan dirinya sudah membawa handuk untuk bersiap mandi melepas gerah ditubuhnya.
"yuk kakak juga mau mandi"
dean begitu bersemangat menyahut ucapan zelia.
"what ???"
pekik zelia terkejut.
.
.
"apa kakak hari ini free? Tumben bisa pulang cepet?"
Tanya zelia yang baru saja selesai mandi sambil mengeringkan rambutnya.
"kakak mana ada free bi, kerjaan kakak numpuk menggunung tuh di kantor"
Sahut dean yang merebahkan tubuhnya disofa setelah mendapat penolakan mandi bareng oleh sang istri.
"terus kenapa kakak malah pulang cepet? Pake acara jemput aku dikampus !"
"ya ampun nih anak, gak peka apa gimana sih ?!! Aku bela-belain jemput dia karena sejak tadi sijoni meronta-ronta minta hak nya. Terus sekarang dia masih tanya 'kenapa' ???"
Gerutu dean dalam hati. Karena kalau sampe zelia mendengar kata hatinya, bisa-bisa zelia kembali marah dan benar-benar bakal gatot semuanya.
"kakak pulang cepet kan demi kamu bi"
jawab dean dengan senyum yang dipaksakan karena kesal melihat zelia yang tak peka.
"karena aku apa karena ingin memanjakan sijoni"
zelia melirik sekilas ke arah suaminya.
"nah itu kamu tau"
balas dean sambil nyengir kuda nemperlihatkan barisan gigi putihnya.
zelia memanyunkan bibirnya, membuat dean terkekeh geli dan begitu tergoda.
Apalagi saat ini zelia hanya menggunakan tangtop dan celana diatas lutut ditambah lagi rambut yang masih sedikit basah seusai mandi dan juga wajah alami yang belum terjamah dengan polesan makeup.
Dean benar-benar tak dapat menahan gairahnya lagi. Sijoni pun sudah memberi respon perkembangan yang baik meski masih terkurung didalam sangkar segitiga.
"bi....."
Ucap dean manja sambil menyandarkan kepalanya pada bahu zelia yang sedang duduk didepan cermin bersiap memoleskan bedak yang sudah berada ditangannya.
"hemmm..."
"boleh ya, sijoni bermanja-manja dengan sijeni"
Rayu dean yang sudah tak tahan dengan pergerakan sijoni yang semakin membuat sesak celana.
"katanya mau mandi ?!"
"mandinya nanti aja kalau udah berkeringat. Sepertinya akan lebih segar"
Dean terus saja menciumi tengkuk leher zelia. Menghirup dalam-dalam aroma sabun yang entah mengapa menjadi sangat menggoda..
Bahkan kali ini dia mulai menjilati tengkuk dan telinga zelia . Membuat zelia tak dapat menahan ******* merdu dari mulutnya.
__ADS_1
Dean semakin bersemangat untuk membuat siang mereka menjadi lebih panas.