
"ngapain lo senyum-senyum sendiri? Chatingan sama siapa sih? Pacar lo ???"
Sean menggeser tempat duduknya dan berusaha mengintip siapa yang berhasil membuat istrinya senyum-senyum sendiri membalas sebuah pesan.
"apaan sih lo, kepo !!"
Zelia bangkit dan berjalan pergi meninggalkan sean yang masih bertanya-tanya siapakah lelaki yang berhasil merebut hati zelia ???
.
.
Malam semakin menunjukkan gelapnya. Mama, dean dan zelia sedang duduk bersama diruang keluarga dengan obrolan-obrolan kecil yang lama sekali jarang terjadi jika mereka hanya tinggal bertiga. Untuk sean jangan tanyakan dia kemana, karena dia selalu sibuk bersama teman-teman nya.
"ma, besok dean akan pergi ke semarang. Ada pekerjaan yang harus dean selesaikan disana"
dean membuka suara sambil menatap mama dan sesekali ia menatap ke arah zelia . Dean sengaja memutuskan untuk tidak lembur dan pulang lebih awal karena ia harus memberitaukan ini pada orang rumah.
mendengar penuturan dean, mata zelia seketika membulat menatap dean menelisik mencari kebenaran atas ucapannya. Hati zelia seketika menjadi runtuh, karena dean akan pergi meski hanya untuk urusan pekerjaan.
"kenapa mendadak de? Apa ada masalah ??" tanya bu ida mempertanyakan kejelasan atas pernyataan dean yang memang terkesan mendadak.
"enggak sih ma. Cuma ada proyek yang menuntut dean untuk dapat menanganinya langsung kesana"
"berapa lama kamu disana?"
"mungkin sekitar tiga sampai empat bulan ma" jelas dean.
zelia masih terdiam hatinya yang semula bercahaya kini seolah meredup. Entah mengapa matanya menjadi mengembun mendengar ucapan dean bahwa ia akan pergi meninggalkannya.
Baru sebentar dean meninggalkannya pulang ke jakarta saat mereka dibandung saja hati zelia sudah merasa sangat sepi, apalagi ini?? jika dean benar harus pergi selama tiga minggu bahkan satu bulan lamanya. Apa kabar dengan hati zelia ???
.
Dean dan zelia kini sudah kembali ke kamar. Bu ida pun begitu, ia memutuskan untuk kembali beristirahat saat ia rasa obrolan dengan kedua anaknya sudah cukup membuat matanya diliputi rasa kantuk.
__ADS_1
dean berniat mengetuk pintu balkon kamar zelia . dean melihat lampu kamaryang sudah tak menyala dan hordeng kamarnya yang sudah tertutup sempurna membuatnya berfikir bahwa zelia pasti sudah terlelap didalam sana. Akhirnya dean mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk kembali duduk dikursi tempat mereka bersantai seperti biasa.
Dean memetikkan api pada benda kecil dan membiarkan api itu membakar sedikit pada ujungnya. Dean menghisab dalam-dalam hingga kepulan asap yang ia hempaskan pun banyak sekali berterbangan diudara.
Banyak yang ingin ia ungkapkan pada kekasihnya, namun ia tak mau mengganggu tidur malam zelia. Dean memejamkan mata meresapi hembusan angin berharap angin mampu membawa pergi sesak dalam hati karena hal terberat ketika ia harus meninggalkan zelia .
"kenapa semua nya harus mendadak kak?" ucap zelia yang sudah berada disamping dean dengan manik mata yang sudah berkaca-kaca.
Dean menoleh kearah wanita yang sejak tadi sangat ia rindukan dan sangat ia harapkan kedatangannya.
"kamu belum tidur bi?" tanya dean dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Zelia menggeleng " aku gak bisa tidur saat tau kakak besok akan pergi" sahut zelia.
"maafin kakak, tadi kakak gak sempat ngomong sama kamu. Ini semua memang mendadak bi, maka dari itu kakak memutuskan untuk pulang lebih awal karena kakak ingin memberitau kalian tentang hal ini" dean menatap wajah zelia, tersirat rasa berat untuk ia tinggalkan dalam wajahnya.
Dean tersenyum lalu memeluk tubuh zelia dan menenggelamkan kepala zelia dalam dada bidangkan.
"jangan bersedih, kakak janji kakak akan segera pulang untukmu "
"apa kakak akan selama itu berada disana?"
"kakak akan usahakan untuk pulang secepatnya setelah semuanya selesai"
"lalu aku disini dengan siapa?? Hiks hiks" air mata yang sejak tadi zelia tahan pun akhirnya lolos melintas diwajahnya
"bukan kah kakak akan selalu bersamamu, dan kamu akan selalu bersama kakak ?? Kamu selalu ada disini bi, kita gak pernah sendiri" dean memegang telapak tangan zelia dan meletakkan tepat di depan dada. mengisyaratkan bahwa dimanapun mereka berada, zelia selalu berada didalam hatinya.
Zelia mengelap air mata yang jatuh dengan derasnya sebagai pelampiasan rasa sakit pada hati yang pasti akan tersiksa karena rasa rindu.
"jangan nangis dong, masa jadi cengeng gitu" dean menangkup wajah zelia lalu mengelap pipi zelia yang basah dengan kedua ibu jarinya.
Dean menatap lekat wajah yang pasti akan sangat menggugah rasa rindu nya ketika mereka berjauhan. Dean menatap satu persatu dan mengabsen wajah zelia dengan sangat terperinci .
Dean menatap bibir ranum nan manis itu kemudian menempelkan bibirnya pada bibir zelia yang selalu saja menggoda. Dean ******* bibir itu lebih dalam dan membiarkan lidah mereka saling menari bertukar saliva.
__ADS_1
Zelia mendesah saat tangan dean mulai berkeliaran didalam baju mencari dua benda kenyal yang menjadi mainan favoritnya.
Tak sedikitpun ada penolakan dalam tubuh zelia saat dean mengabsen seluruh tubuhnya kecuali barang berharga dibawah sana.
Mereka melakukan adegan panas itu di tengah semilir angin malam, juga banyaknya taburan bintang yang menjadi saksi bahwa cinta mereka abadi untuk selamanya.
Zelia menghela nafas lega dan kembali memeluk dean saat pergumulan hangat itu telah selesai sebagai tanda perpisahan.
dean mengecup ujung kepala zelia sangat dalam dan begitu lama.
"kakak janji, setelah kakak kembali kita akan go to publik. Kakak akan memberitahu pada semuanya bahwa kita adalah pasangan yang bahagia" ucap dean seraya menghujani wajah zelia dengan banyaknya ciuman.
"tapi bagaimana dengan mereka? Mama, papa dan sean?" zelia menanyakan orang-orang yang nanti pasti akan sangat terluka saat berita bahagia itu mereka publikasikan.
"biarlah mereka menjadi urusan kakak. Sampai kapan kita terus memikirkan perasaan mereka tanpa pernah mereka tau bagaimana perasaan kita. Sudah saatnya untuk kita memikirkan diri kita sendiri bi"
Zelia mengangguk yakin bahwa yang dean lakukan sudah pasti yang terbaik untuk mereka.
Cukup lama mereka larut dalam kesedihan dan juga kemesraan. pelepasan rasa rindu yang tidaklah cukup bagi mereka ketika beberapa bulan kedepan dan dalam jangka waktu lama mereka tidak akan bertemu.
erangan suara motor gede sean sudah terdengar masuk ke area halaman rumah. Membuat mereka segera menyudahi kemesraan ini, dan kembali masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Tak lupa satu kecupan dibibir kembali dean Lemparkan sebelum akhirnya mereka terpisah karena keadaan.
.
Zelia segera masuk kedalam kamar dan meringkuk dibawah balutan selimut tebal diatas tempat tidur.
Sean yang baru masuk kedalam kamar melihat zelia yang sepertinya sudah terlelap enggan untuk menganggunya.
"huuufttt"
terdengar sean membuang nafas kasar.
Dari balik selimut dengan mata yang berpura-pura terpejam, zelia mengintip sean yang sedang meremas rambutnya kuat-kuat.
seperti ada masalah besar yang sedang ia hadapi , namun zelia sendiri tak tau masalah apa yang sedang terjadi. pantas saja akhir-akhir ini sean selalu pergi dan tak ingat pulang. Ketika mama berada dirumah pun, sean selalu saja pergi dan pulang larut malam.
__ADS_1