
sean dan zelia mengakhiri panggilan video nya dengan om irwan saat om irwan izin pamit untuk makan malam dahulu.
zelia segera menekan tombol merah pada layar handphone nya setelah mengucapkan salam pada oom nya. setidaknya rasa rindu itu sudah dapat terobati meski hanya dapat menatap wajah om irwan melalui handphone.
"udah lepasin" zelia segera menyingkirkan tangan sean yang masih saja berada dipundaknya. sean tertawa kecil melihat tingkah zelia yang galak dan selalu jutek dengan nya.
"kenapa gue suka ya liat lo kalo lagi galak kaya gini" cetus sean tanpa rasa malu dan memangku telapak tangannya di bawah dagu sambil memandangi wajah zelia.
"apaan sih lo, gak usah nyari masalah.!" ucap zelia dengan sedikit penekanan. tingkah sean yang semakin menjadi-jadi dan berusaha merayu nya justru membuat zelia merasa risih untuk berlama-lama dekat dengannya. terlebih saat di kampus zelia tau betul bagaimana sean sebenarnya jika dihadapan para wanita. dia adalah salah satu lelaki yang suka tebar pesona jika sedang tak bersama citra.
zelia berjalan meninggalkan sean yang masih duduk di meja makan
"dihh mit amitt kenapa gue punya suami kaya begitu sih" umpatnya pelan sambil berjalan menaiki anak tangga menuju ke dalam kamar.
dean kembali duduk disofa sambil menikmati isapan benda kecil di sela-sela jari jemari nya ketika melihat zelia berjalan mendekat ke arahnya.
zelia menengok ke arah kak dean yang sedang duduk sendirian di sofa yang tak jauh dengan kamarnya.
dean menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum, zelia pun membalas senyuman itu kemudian berlalu meninggalkan kak dean.
"apa aku bisa jika harus berpisah dengan mu, akan aku perjuangkan dirimu dan untuk kebahagiaanmu"
ucap dean dalam hati. mata nya menatap pintu kamar yang membuat zelia kini tak terlihat lagi. semua yang ada pada diri zelia seolah menjadi candu untuknya dan membuat hari-harinya lebih berwarna. ketika hatinya sulit untuk menerima wanita untuk singgah, ternyata zelia mampu masuk menembus kerasnya hati yang hampir mati.
"kak.." sean menepuk bahu kak dean yang membuat kak dean terkejut dalam lamunannya .
"kakak ngeliatin apa?" sean pun menatap ke arah pintu kamar nya yang sedari tadi ditatap oleh kakak nya namun pintu itu sudah tertutup rapat.
"hmm enggak" dean memijat pelipis mata nya tak tau harus memberi alasan apa untuk menjawab pertanyaan sean yang jelas-jelas telah memergoki nya menatap kamar mereka.
"oh zelia? dia emang suka reseh kak, kerja nya bikin masalah mulu" sahut sean lalu ikut duduk di sofa yang sama dengan kak dean.
__ADS_1
"bikin masalah? maksud lo??" dean mencondongkan tubuhnya ke depan mencoba mencari jawaban karena tak mengerti dengan maksud dari ucapan adiknya itu.
"iya dia tuh bikin masalah mulu kalo sama sean, biasalah cewek suka gak jelas !" jawab sean yang kini sudah ikut menghisab benda kecil yang sama dengan kak dean.
layaknya anak kecil yang mengadu dan mengharapkan pembelaan. benar ternyata, bahwa sean adalah orang yang sedari dulu selalu manja . bagi sean, deanlah satu-satunya orang untuk nya mengadu karena saat ini deanlah orang yang bertugas sebagai pengganti mama dan papa nya saat berada jauh dari mereka.
"lo harus belajar buat banyak-banyak sabar lah se, gimana ntar kalo lo udah jadi ayah sedangkan sikap lo gak pernah berubah "
dean berkata lebih bijak meski hatinya terasa sakit untuk mengatakan ini. namun layaknya orang tua yang menasehati anaknya, realita nya dean memanglah pengganti orang tua nya.
mungkin dengan perkataannya kali ini sean bisa lebih terbuka tentang hubungannya dengan zelia yang sebenarnya. yang sesungguhnya memang dean ingin cari tau sejak lama.
"ha ha ha apa bisa sean jadi ayah jika menyentuhnya saja tidak pernah" jawab sean sambil menghisab rokok dan menghempaskan asapnya keudara.
jawaban sean benar-benar membuat mata dean terbelalak, seolah tak percaya dengan pernyataan adik nya yang baru saja ia dengar.
dean menelan saliva nya, merasa bimbang antara percaya dan tak percaya.
hatinya bermonolog sendiri. namun tak terlihat tatapan kebohongan dari wajah sean yang sedari dulu memang selalu berkata apa ada nya.
secara tak langsung hati dean bersorak bahagia , jika yang diucapkan sean itu benar. hatinya semakin gencar untuk mewujudkan keinginan zelia untuk menggantikan nama sean dibuku nikah.
mungkin ini memang suatu penghianatan !! tapi inilah salah satu bukti perjuangan !!
entah benar atau salah tapi begitulah kira nya cinta kalau sudah membara sulit untuk terkendalikan. meski tak semua orang selalu menggila dan menghalalkan segala cara . realita nya dean tak pernah tau bahwa akhirnya hati akan jatuh kepada siapa? dan harus dengan cara apa untuk merealisasikan arti cinta?
apakah harus serumit ini? atau sesakit ini nanti nya?
begitupun dengan wanita, mungkin tak semua wanita tapi anggap saja hampir pukul rata. bahwa wanita lebih memilih lelaki yang memperjuangkannya daripada lelaki yang hanya merayu dan menebar janji palsu bahkan mau berusaha untuk berjuang.
begitupun dengan zelia yang sudah terlanjur sulit untuk menerima sean dan membuka hati untuknya, karena sedari dulu sean tak pernah ada untuk sama-sama berjuang dan dia tetap memilih untuk mempertahankan cintanya untuk tetap singgah pada wanita lain. hingga akhirnya kak dean hadir dan berhasil menelusup kedalam relung hati zelia yang paling dalam, relung hati yang selalu sean abaikan.
__ADS_1
dean menggaruk kepala nya yang tak gatal, ingin bertanya lebih detail namun ia takut justru akan menimbulkan rasa curiga .
"lo semalam dimana? kenapa lo gak ke kampus?" tanya kak dean dengan tatapan sedang mengintimidasi . percakapan kakak beradik itu pun masih berlanjut meski kini zelia bukanlah menjadi topik pembahasan mereka.
mungkin secara tak langsung mereka sedang bersaing dalam mengejar cinta, namun perhatian seorang kakak tak akan luntur untuk adiknya. karena bagi dean, cinta dan keluarga itu adalah dua hal yang berbeda.
sean menelan saliva nya saat melihat wajah kak dean yang sangat mengintimidasi dan siap untuk menghakimi.
"gue semalem tidur dirumah bondan kak" jawab sean sambil menundukkan kepala nya merasa bersalah. "jangan bilang ke papa mama ya kak" sean melanjutkan ucapannya sambil memegang tangan sebelah kiri kak dean dengan wajah yang sangat memelas.
"awas kalo lo ulangi lagi, gak ada ampun buat lo!!" perkataan kak dean seolah penuh ancaman . sean paham bahwa kak dean tipe orang yang pendiam dan tak pernah bermain-main dalam setiap perkataan yang ia lontarkan.
"kak, apa mama sering ngehubungi kakak?" tanya sean mengalihkan pembahasan tentang kesalahan nya tak masuk kuliah .
kak dean menggeleng, mungkin mama dan papa pun merasa canggung jika ingin menghubungi anak sulungnya yang sedari dulu selalu bersikap dingin dan pendiam.
begitulah dean, sifatnya hampir 98% berubah saat dia sedang bersama orang-orang yang menjalin hubungan akrab dan orang yang spesial dihatinya.
"kak kalo akhir pekan kita temuin mama sama papa di bali yuk. kemarin mama ngirim foto mereka sedang weekend dipantai, tempat nya baguuuuss banget kak. kakak mau lihat? nanti sean kirim ke handphone kakak ya" ucap sean sambil nyengir kuda berharap kak dean mau menerima permohonannya untuk pergi ke bali.
"foto ? handphone? "
dean baru mengingat bahwa dia belum sempat melihat satu persatu foto zelia yang ia ambil saat mereka di pantai siang tadi.
dean berjalan masuk ke kamar nya meninggalkan sean yang masih duduk di sofa.
"kak jadi gimana ? setuju gak kita ke bali akhir pekan nanti?" tanya sean dengan nada sedikit berteriak karena dean tiba-tiba meninggalkannya sendiri.
"kita bahas lain kali" jawab dean lalu masuk dan menutup pintu kamarnya.
sean melongok tak mengerti lagi mengapa kak dean menjadi tak fokus ketika ia ajak berbicara atau karena pengajuannya ingin kebali terkesan sangat mendadak?
__ADS_1