
dean dan zelia menikmati makan malam berdua dalam satu meja. seringkali mereka saling menatap satu sama lain membuat bunga-bunga cinta diantara mereka berdua makin bermekaran dan membuat mereka makin betah untuk berlama-lama dimeja makan. karena terhanyut terbawa suasana tanpa dean sadari kini sudah ketiga kalinya ia menciduk nasi kepiring makannya agar tak segera menyudahi makannya dan terus dapat memandangi zelia sambil sesekali menyuapkan nasi ke arah zelia.
"besok pergi ke kampusnya bareng kakak lagi ya" ucapnya di sela-sela menyuapkan nasi ke arah zelia.
"gak ah. kakak bawa kabur zelia terus" ujar zelia sambil mengunyah makanan dari kak dean.
"tapi suka kan?" tanya dean meledek wanita pujaan yang duduk dihadapannya
zelia memutar mata nya sambil tersenyum, sedangkan dean pun tertawa melihat jawaban dari wajah zelia yang terlihat sangat suka dan bahagia dengan perlakuannya.
"nih aaaaaakk" dean kembali mengarahkan sendok ke mulut zelia.
"zeliiiiii zel...!!???" teriak sean dari lantai atas yang membuat mata dean dan zelia serempak menatap ke arah sumber suara sean dilantai atas.
tap tap tap
langkah kaki sean berjalan setengah berlari menuruni anak tangga menuju ke arah mereka di meja makan. seketika dean menarik kembali sendok suapannya yang belum sempat zelia makan, saat melihat sean semakin berjalan mendekat ke arah mereka.
zelia merasa gugup khawatir sean melihat bahwa sedari tadi kak dean menyuapi nya hingga membuat sean berteriak memanggil nama nya dari lantai atas.
dean melanjutkan makannya dan berusaha tetap tenang. ia melirik ke arah sean yang semakin dekat dan langsung duduk di sebelah zelia.
"kenapa sih lo teriak-teriak?" tanya zelia kesal saat melihat sean sudah duduk disebelahnya.
"ini om irwan nelpon" sean mengulurkan handphone zelia yang berdering. tertulis nama om irwan pada layar handphone yang sedang melakukan panggilan video.
__ADS_1
zelia menghela nafas lega, ternyata kedatangan sean bukan karena ia melihat zelia bermesraan dengan kakak nya.
zelia menghentikan makan nya lalu menekan tombol hijau pada layar handphone nya
"hallo om" sapa zelia dari balik telepon video call. terlihat wajah om irwan yang sangat ia rindukan. karena sejak ayah nya meninggal saat itu, mereka belum pernah lagi bertemu.
"hallo li, apa kabar?" jawab om irwan yang sangat merindukan ponakannya itu sambil tersenyum .
"baik om, kabar om sama tante ressa gimana?" ucap zelia menebar senyum kepada oom nya.
"baik juga li, kamu lagi ngapain li?" tanya om irwan.
"ini lagi makan malam om, om udah makan?"
"kapan kamu kesini li, kemungkinan bulan depan tante lahiran, maaf ya kemarin waktu tujuh bulanan om gak ngabarin kamu, soalnya acara nya dadakan li jugaan cuma acara syukuran biasa aja " om irwan memberitau informasi yang zelia tunggu-tunggu sejak dulu
"oh iya om, gak apa-apa kok om. lagian kemarin-kemarin zelia sibuk ke kampus seandainya tau pun kemungkinan zeli gak bisa dateng om. tapi nanti secepatnya zelia usahakan ke bandung om, sebentar lagi kan zeli libur kuliah, nanti zeli pasti kesana !!?" sahut zelia .
sean dan dean menyimak percakapan antara zelia dan oom nya itu dari panggilan video.
"sean kemana?" om irwan menanyakan keberadaan suami zelia yang tak terlihat batang hidung nya.
"ini.." zelia menggeser posisi handphonenya kearah sean hingga terlihar wajah mereka berdua dalam satu layar.
"hallo om..." sapa sean ramah sambil melambaikan tangannya. ditempat lain dean menyipitkan mata nya menatap sean dan zelia berjarak sangat dekat agar mereka dapat tertangkap oleh satu kamera.
__ADS_1
"gimana kabar nya om?" sean lebih dulu menanyakan kabar oom nya itu. sean berusaha lebih ramah dari dulu saat pertama bertemu om irwan.
"baik, kamu sama zelia baik-baik saja kan?" tanya om irwan memastikan bahwa hubungan antara mereka harmonis dan baik-baik saja.
"oh tentu dong om. iya kan sayang??" sean merengkuh pundak zelia lalu tersenyum ke arah zelia saat ia memanggil zelia dengan panggilan sayang .
zelia melirik kearah sean, mata nya terbelalak terbuka lebar melihat tingkah sean yang sedang berpura-pura dihadapan panggilan video om nya.
kemesraan sean kepada zelia membuat dean tersedak karena dia masih berada dihadapan mereka berdua. zelia menatap ke arah kak dean merasa tak enak hati karena ulah sean yang berpura-pura romantis didepan om irwan.sedangkan sean masih saja merangkul pundak zelia sambil berbicara kepada om irwan melalui panggilan telepon dihandphone zelia.
dean meraih gelas air putih dihadapannya dan meminumnya tanpa sisa. seperti ada yang terbakar, hati nya terasa sangat panas hingga segelas air saja tak cukup untuk mendinginkan hati nya.
"kakak gak apa-apa?" tanya zelia yang melihat raut wajah dean yang langsung terlihat berbeda . zelia mengerti, karena tersirat raut cemburu diwajah nya yang tak bisa ia tutupi.
"kakak gak apa-apa " jawab dean datar. dean meninggalkan makanan nya yang belum habis ia makan lalu berjalan kelantai atas meninggalkan mereka berdua yang masih berpura-pura mesra.
setiba nya di atas dean langsung duduk di sofa didepan kamarnya . ia menghisap benda kecil yang menghasilkan kepulan-kepulan asap diudara. dean menghembuskan kepulan itu dengan kasar berharap rasa kesal dan rasa cemburu nya ikut terhempas bersama asap yang berhambur ke udara.
apa mereka memang seromantis itu? atau sean benar-benar sudah mencintai zelia? lalu, bagaimana bisa aku bersaing dengan adikku sendiri yang ternyata dia lebih sah sebagai suaminya?" batin dean bergemuruh tak karuan karena melihat pemandangan kemesraan dua insan dihadapannya tadi.
"tapi mengapa zelia bilang bahwa dia mencintaiku??? apa dia dan sean hanya sedang bersandiwara???" hati dean kembali berargumen mencoba mencerna dari setiap tingkah laku sean dan zelia.
dean berdiri di ambang besi pembatas pada lantai dua depan kamarnya yang tak jauh dari sofa tempat nya duduk. ia melihat ke arah sean juga zelia yang masih duduk di meja makan sambil mengobrol dengan om irwan. ia melihat titik ke janggalan diantara sean dan zelia.!! bagaimana bisa sean merengkuh pundak zelia sedang kan jarak badan mereka berjauhan. hanya saja kepala zelia yang condong miring mendekat ke arah sean agar mereka dapat terlihat oleh kamera. namun disisi lain tubuh zelia seolah menjauh dari sean. bahkan zelia hanya duduk di sisi kursi bagian tepi yang mungkin sebelah pan*tat nya tak duduk disana. zelia menggeser tubuhnya menjauh ketika sean menggeser kursi makannya mendekat kearah zelia.
jika seandainya zelia pun menyukai sean apakah mungkin zelia melakukan hal seperti itu juga semata-mata hanya karena ingin menjaga perasaan kak dean?
__ADS_1