Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 91. diapartemen


__ADS_3

zelia baru keluar dari kamar mandi setelah sekitar setengah jam lebih zelia menghabiskan waktunya untuk bermanja-manja didalam sana.


Dean yang sejak tadi merebahkan tubuhnya disofa pun tetap setia menanti zelia untuk kembali menampakkan diri.


"kak, apa disini aku ada baju ganti ?" tanya zelia dengan tubuh yang masih terbalut kimono mandi dan rambut yang terbungkus handuk.


"yaAmpun, kakak lupa kalau disini tidak ada baju untukmu bi"


jawab dean sambil menepuk jidat nya mengingat bahwa di apartemen ini hanya ada baju nya dan itupun tak terlalu banyak hanya ada beberapa saja yang sengaja ia tinggal di apartemennya.


Saat dean memutuskan untuk pergi dari rumah utama arman wijaya, ia pun tak sempat membawa pakaian dari sana.


"terus aku pakai baju apa kak? Tuh kan, tadi sudah ku bilang lebih baik kita ke kontrakan lama dulu"


Zelia mengerucutkan bibirnya kesal.


"yasudah iya kakak minta maaf. Yasudah kamu pakai baju kakak, mau ???"


Dean mencoba membujuk zelia yang mulai merajuk karena tadi dean tak menuruti keinginannya.


Dihati dean ia merasa bahagia karena kini zelia mulai kembali ceria dan merajuk-rajuk manja seperti sedia kala.


"gak mau !!! Sekarang juga kita harus ke kontrakan lama ambil baju disana"


pinta zelia yang sudah mulai menunjukkan watak aslinya yaitu keras kepala.


"tapi diluar hujan bi, dingin... Apa kamu mau? kamu kedinginan dan keluar apartemen ini menggunakan kimono itu?"


Dean terkekeh melihat zelia semakin memanyunkan bibirnya setelah mendengar penuturannya.


Memang itu hanya Alasan tak masuk akal yang dean berikan..


bagaimana mungkin hujan bisa menjadi alasan utama penghalang bagi mereka mendatangi kontrakan lama, karena untuk berpergian kemana saja mereka selalu menggunakan mobil yang tak berpengaruh pada cuaca mau panas ataupun hujan.


namun ternyata semudah itu zelia mencerna alasan yang di berikan begitu saja oleh dean ..


Zelia pun menjatuhkan tubuhnya duduk di dekat kaki dean yang masih tetap dengan posisi tiduran. sebenarnya zelia merasa kesal karena kali ini terpaksa harus menuruti keinginan dean untuk memakai baju miliknya.


Dean menyuruh zelia untuk memilih baju apa saja miliknya yang dia suka. Zelia berdiri didepan lemari berisi pakaian milik dean dan tak tau harus memilih yang mana karena seisi lemari hanya ada pakaian lelaki.


akhirnya karena merasa tak tau harus memilih pakaian seperti apa yang cocok untuk dirinya. Zelia mengambil boxer pendek diatas lutut dan kaos polos berwarna biru muda.

__ADS_1


Zelia segera memakai setelan baju itu meski tanpa memakai pakaian dalam sebagai penutup bagian-bagian sensitif dari tubuhnya karena pakaian dalam yang tadi ia pakai telah basah saat terkena air didalam kamar mandi.


setelah selesai memakai setelan baju milik dean. Zelia pun kembali mendekat ke arah dean yang kini sudah merubah posisi menjadi duduk meski masih disofa yang sama sambil menikmati kepulan asap yang dihasilkan dari lintingan benda kecil yang ia hisab dari mulutnya


Semakin mendekat zelia berjalan sambil sedikit membungkukkan tubuhnya agar dua klereng yang menempel pada gunung kembarnya tak terlalu terlihat.


Dean tersenyum menahan tawa melihat zelia datang, berjalan sambil membungkukkan tubuhnya yang terlihat begitu aneh.


Dean menyadari apa yang sedang zelia tutupi, namun ia berpura-pura untuk tidak tau agar zelia tak merasa malu ataupun sungkan untuk mendekat kearahnya.


"bi apa kamu lapar?"


Tanya dean seraya menatap wajah fresh zelia yang kini telihat begitu cantik dengan polesan makeup tipis juga rambut yang masih basah dan terurai saat zelia sudah duduk di dekatnya.


Meski zelia memakai kaos yang sedikit lebih besar, namun aura kecantikan juga tubuh seksinya tetap terlihat meski ia berusaha keras agar benjolan-benjolan di tubuhnya itu tak terekspose.


zelia mengangguk menjawab pertanyaan dean karena memang sejak tadi cacing-cacing dalam perutnya telah berdendang menanti makanan datang.


"kakak ingin aku masak apa?"


Tanya zelia menatap dean yang tersenyum simpul didekatnya.


"kakak akan pesankan makanan online delivery, kamu tak perlu repot-repot masak bi. Kakak tau kamu pasti sangat lelah"


zelia lebih membungkukkan tubuhnya saat dean kini duduk tepat berada disampingnya.


"kenapa membungkuk? Kamu sakit pinggang ?"


dean berpura-pura menanyakan keanehan yang zelia lakukan walau sebenarnya ia sudah memiliki jawaban.


"enggak !"


Zelia menjawab pertanyaan dean penuh rasa malu.


"gak perlu di tutup-tutupin, toh kakak juga sudah pernah melihatnya"


Dean tersenyum jahil ke arah zelia.


Sedangkan zelia segera mencubit perut dean saat dean mulai berani meledeknya.


Dean memang pernah melihatnya namun semua itu dibawah kendali nafsu yang membuat zelia hilaf dan lupa. Namun disaat seperti ini, ia pun masih memiliki rasa malu yang tak dapat lagi ia tepiskan.

__ADS_1


Zelia duduk terdiam di dalam dekapan hangat dean. Belaian mesra dean pada rambut basahnya membuat zelia tak bisa menahan rasa kantuknya. Mata kini menjadi sangat berat dan sulit untuk terbuka meski perutnya terasa begitu keroncongan menahan lapar.


"mandi lah, setelah makanannya tiba kita makan bersama"


Pinta zelia pada dean yang masih sibuk membelai rambutnya.


"baiklah, kakak mandi dulu setelah itu kita makan"


Dean segera mengurai dekapannya dan berjalan meninggalkan zelia menuju ke kamar mandi.


Selepas dean pergi, zelia kini dapat kembali duduk normal tanpa harus membungkukkan tubuh agar kedua benda kenyal itu tak menjiplak dari dalam baju.


Zelia menyandarkan kepalanya pada dinding sofa. Namun matanya kini semakin terasa berat dan tanpa butuh waktu lama zelia pun akhirnya terlelap larut kedalam tidur yang selalu terjaga.


.


Dean keluar kamar mandi sambil menyeka rambut basah dengan jemari tangannya.


Ia tersenyum melihat wanita kesayangannya kini tengah tertidur lelap sambil duduk disofa.


Dean hendak membenarkan posisi tidur zelia agar lebih nyaman namun ia segera mengurungkan niat itu karena tak ingin menggangu tidur lelap zelia.


Dean pun kembali duduk disofa bertepatan disamping zelia terlelap sambil menunggu pesanan makanannya datang .


.


Tak lama kemudian makanan yang dean pesan pun datang. dean segera menyiapkan beberapa makanan itu kedalam piring dan segera ia taruh dimeja tepat dihadapan mereka duduk.


Dean tak tega untuk membangunkan zelia yang masih terlelap berkelana dialam mimpi dengan deru nafas yang berhembus beraturan.


Dean membiarkan makanan yang telah ia siapkan tetap tersaji sampai zelia benar-benar telah bangun dari tidur nyenyaknya meski mungkin makanan itu tak lagi hangat saat zelia telah membuka mata.


Dean tersenyum menatap wajah sendu zelia yang terlihat begitu lelah. dean pun menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik zelia.


Tersirat rasa penyesalan karena ia sempat meninggalkan zelia hingga akhirnya zelia harus tersia-sia oleh mama dan adik kandungnya yang kini telah berstatus menjadi mantan suami zelia.


gunung kembar yang sejak tadi berusaha untuk zelia tutupi kini terjiplak jelas membuat sijoni dibalik celana mengembang sempurna menimbulkan rasa sesak didalam sana.


"aku sangat mencintaimu bi, aku akan terus berjuang untumu, untuk kita.."


Ucap dean lirih sambil membelai wajah zelia dengan jemari tangannya.

__ADS_1


.


__ADS_2