Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 112. menakutkan


__ADS_3

Setiba nya dikamar dean segera melepas gengaman tangannya yang sejak tadi bertaut pada jemari zelia.


"kakak kenapa sih? Bukannya di luar masih banyak tamu dan keluarga yang lain?!" ucap zelia merendahkan nada bicara nya seraya duduk ditepi ranjang tidur.


"kakak kesel aja, karena sejak tadi kakak perhatiin sean selalu menatap ke arahmu"


ungkap dean seraya mencebikkan bibirnya.


"mungkin bukan ke arah ku tapi ke arah yang lain, hanya saja kakak yang salah mengartikan tatapan itu" jelas zelia.


"kamu gak usah membela dia deh bi" dean memijat pelipis matanya seraya menjatuhkan tubuhnya disofa.


"aku bukan membela dia kak. Hanya saja aku merasa gak enak sama mama, jika kita buru-buru masuk ke kamar" ujar zelia dengan lembut seraya berjalan mendekati dean.


"biarin aja !!. Dari pada hatiku keluar asap karena kelamaan gabung dengan mereka di luar sana" sahut dean.


zelia menghela nafas panjang seraya tersenyum saat ia tau betapa cemburunya hati dean saat ini.


"kalau bukan karena permintaan mama, aku males mau menginap dirumah ini !" ungkap dean.


"yasudah jangan marah-marah, lagian kan kita hanya semalam menginap disini" zelia mulai menyandarkan kepala nya pada pundak dean dengan manja.


dean pun mengecup puncak kepala zelia dengan mesra. Dean bangga karena zelia selalu mampu meredam amarah yang tiap kali hampir meledak. Bahkan aroma tubuh zelia seolah memberikan ketenangan tersendiri bagi dean.


"bi..." ucap dean.


"heemmm" sahut zelia.


"kita coba lagi yuk" ajak dean. Zelia mendongakan kepalanya menatap wajah dean yang juga tertunduk menatap ke arahnya.


"coba apa?" tanya zelia dengan mimik wajah tak mengerti.

__ADS_1


"kita coba lagi untuk buat dedek bayi... Siapa tau kamu bisa segera menyusul citra" dean menyunggingkan senyum yang tak dapat zelia artikan . Namun dibalik senyuman itu tersirat hasrat serta keinginan yang begitu besar.


zelia tersenyum seraya mengangguk. Ia tak dapat menolak keinginan sang suami yang menjadikan dirinya sebagai candu yang harus siap melayani dean setiap waktu.


Mereka pun memulai aksi panas dikamar yang telah lama tak berpenghuni namun masih sangat bersih dan tersusun rapi. Kamar milik dean yang memang sengaja bu ida kosongkan semenjak dean tak lagi tinggal dirumah itu. Hanya saja bik darmi yang senantiasa membersihkan kamar itu setiap hari.


.


pergumulan panas mereka berakhir diatas ranjang dibawah balutan selimut tebal. Bahkan malam ini mereka harus kembali mandi setelah keringat membasahi badan.


Dean mulai tertidur diatas ranjang. Sedangkan mata zelia masih terjaga meski ia juga sudah berada disampingnya.


"haus banget" ucap zelia lirih.


Ia melihat ke atas nakas samping tempat tidur. namun tak ada air minum yang bertengger disana, mungkin karena kamar ini lama tak berpenghuni sehingga bik darmi tak pernah lagi menyiapkan air putih dikamar ini.


Terdengar dengkuran halus dari mulut dean pertanda bahwa ia telah terlelap. Zelia melirik kearah jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul dua malam. Zelia menyibakkan selimut yang menutupi dirinya dan dean, lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih pelepas dahaga nya malam ini.


Zelia mulai menuangkan air minum kedalam gelas dan meneguknya hingga tandas karena dahaga yang tak lagi tertahankan.


Zelia terkejut dan langsung membalikkan badan saat mendapati sebuah lengan kekar melingkar dari pinggang hingga ke perutnya.


dengan spontan zelia mendorong lelaki itu hingga menjauh karena aksinya malam ini berhasil membuat jantungnya hampir jatuh dari tempat nya karena terkejut.


"mau apa lo?!" tanya zelia namun ia melirihkan suara nya agar orang-orang di rumah ini tak terusik mendengar suara nya.


"zel, gue kangen sama lo" balas sean lirih.


"gak usah gila se !! Apa lo lupa kalo sekarang gue udah jadi kakak ipar lo !!" ucap zelia penuh penekanan meski suranya nyaris tak terdengar.


"gue gak peduli zel" jawaban sean benar-benar membuat zelia geram sekaligus ketakutan. Jujur, zelia merasa takut jika dean tiba-tiba muncul dan melihat keberadaan mereka berdua didapur malam ini.

__ADS_1


zelia berusaha pergi dari dapur ini namun sean menghalangi langkah zelia.


"mau lo apa sih se !!! Gue mau ke kamar, kak dean udah nungguin gue disana!" sahut zelia.


Sean malah terkekeh mendengar perkataan zelia "lo gak usah bohong zel, kak dean lagi tidur nyenyak kan ?!!" sean menyunggingkan senyum jahat dengan menarik sudut bibir kanannya.


"minggir !!" lagi-lagi zelia mencoba menyingkirkan lengan dean yang menghalanginya namun sean semakin mengokohkan lengannya agar tak mampu zelia singkirkan.


"lo bener-bener menguji kesabaran gue ya se !! Apa lo mau gue teriak biar semua orang tau gimana kelakuan lo !"


bahkan zelia tak melihat sedikitpun ketakutan dari raut wajah sean atas ancamannya. Entahlah apa yang terjadi pada sean selama ia pergi dari rumah ini hingga ia seolah tak melihat sean yang dulu ia kenal.


"teriaklah, biar semua orang tau bahwa malam ini lo telah berusaha menggoda gue! Lihat pakaian yang lo pake malam ini, lo benar-benar berbeda dengan zelia yang dulu gue tau!"


ungkapan sean membuat bulu kuduk zelia meremang ketakutan. Bahkan dapat zelia lihat tatapan sean kali ini sangat berbeda dengan tatapannya dulu meski kini mereka berada ditempat yang minim cahaya penerangan.


Mungkin ini memang salah zelia yang tak sempat mengganti lingerie yang hanya berbalut kimono tipis dengan bahan senada dengan lingerie yang ia pakai saat turun kedapur. Karena zelia tak tau bahwa sean akan mendatanginya seperti saat ini.


"mengapa gue begitu terobsesi dengan lo disaat lo sudah menjadi kakak ipar gue zel"


sean mulai melangkah mendekat ke arah zelia. Zelia pun berjalan mundur perlahan hingga kini tubuhnya terbentur dengan tembok yang membuatnya tak dapat lagi bergerak ke belakang.


"se !!! Apa yang mau lo lakuin ?!!" ucap zelia dengan bibir bergetar. Zelia benar-benar merasakan ketakutan yang luar biasa. Bahkan tanpa ia sadari peluh telah menetes disekujur tubuhnya.


"zel kasih gue kesempatan satu kali lagi untuk singgah dihidup lo seperti dulu " pinta sean dengan langkah perlahan dan semakin mendekat ke arah zelia.


"Itu semua gak akan terjadi !!" sahut zelia dengan dada naik turun menahan ketakutan bercampur amarah.


Rasanya ingin sekali zelia berteriak meminta pertolongan namun ia tak ingin membuat kegaduhan dikeluarga ini seperti dulu lagi.


"lo gak akan bisa berkata gak mungkin setelah gue lakuin ini zel " lagi-lagi sean menyunggingkan senyuman jahat yang sulit zelia artikan.

__ADS_1


__ADS_2