
"kita gak akan lama-lama kan kak disini?" tanya zelia saat mereka menyusuri koridor kantor dan mulai masuk kedalam lift.
"tenang aja bi, cuma sebentar kok"
"baiklah, lima belas menit cukup??" sahut zelia.
"itu terlalu cepet bi" sergah dean merasa waktu yang zelia berikan terlalu singkat.
"yasudah. Aku pulang duluan aja kalau kakak mau berlama-lama disini !!" ujar zelia.
"baiklah... Lima belas menit sayanggg"
jawab dean lembut namun terdengar sangat berat, tak ada pilihan lain bagi dean karena hari ini ia telah berjanji untuk menuruti semua keinginan sang istri tercinta .
"huffftttt gimana bisa nyelesaiin pekerjaan secepat itu" batin dean menggerutu melayangkan protesan.
"gak usah ngedumel ya !!" tukas zelia seolah dapat mendengar kata hati dean.
.
Dean dan zelia segera masuk kedalam ruang kerja dean. seperti biasa zelia memilih duduk disofa yang berada di ruangan itu sedangkan dean langsung duduk dikursi kebangaan miliknya.
"cepat kemari, waktu terbatas !" ucap dean pada seseorang dibalik telpon kantor yang bertengger diatas meja kerjanya.
tak butuh waktu lama hans pun langsung masuk kedalam ruang kerja dean dan masih dengan kebiasaan yang sama yaitu tak pernah mengetuk pintu terlebih dahulu.
"upppsss sorry" ucap hans saat ia mendapati zelia juga berada disana.
"kebiasaan !!" umpat dean.
hans hanya bisa terkekeh lalu berjalan mendekat ke arah meja kerja dean dengan tangan yang memegang map berisi berkas-berkas yang hendak dean tanda tangani.
"tumben amat lo ngasih timer dijam kerja. Biasanya lo kalo udah kerja sampe gak inget waktu."
kata hans sambil terkekeh merasa aneh dengan perilaku dean.
"Apa karena si nyonya ikut ke kantor juga ya" ucap hans lirih namun rupanya zelia masih dapat mendengar celotehnya.
"ehem ehemm"
zelia yang mendengar itupun berdehem agar hans tak lagi banyak berbicara dan suka seenak jidatnya.
"sudahlah. Buruan mana berkas yang mau gue tanda tangani. Gak ada waktu buat jawab pertanyaan lo yang gak penting itu" cetus dean.
Hans mengulurkan map yang sejak tadi berada dalam genggamannya. Kali ini hans dibuat bingung dengan keanehan dua sejoli yang baru saja menikah ini.
"apa karena mereka belum bulan madu? Jadi si bos bawaannya uring-uringan mulu"
Batin hans memberikan argumennya sendiri.
"de, gue saranin sebaiknya lo segera bulan madu deh ! masa iya pengantin baru disibukkan dengan pekerjaan terus kaya gini. Kapan waktu untuk kalian berdua bercint* "
Dengan sangat percaya diri hans menyampaikan asumsinya yang sejak tadi menjadi unek-unek dihati.
hans sedikit berbisik karena ia takut zelia dapat mendengar kembali apa yang dia ucapankan.
__ADS_1
"lo tau apa tentang itu?? lo aja sampe sekarang masih jadi jomblo akut. Gue udah lebih pinter atur waktu untuk bercint* " tungkas dean sulit menerima saran dari hans.
"wihhh, ya tapi kan alangkah lebih baik kalo pasangan suami istri yang baru menikah itu berbulan madu. agar keromantisannya selalu terjaga ! Gak kaya gini, seruangan tapi diem-dieman aja "
ujar hans sambil melirik ke arah zelia yang sedang sibuk bermain handphone.
"udahlah , lo sok tau banget !! Mending lo cepetan pikirin nyari istri dari pada keburu karatan tuh sijoni "
ucap dean dengan gerakan tangan dan mata yang terus saja fokus menandatangani berkas yang tadi diberikan oleh hans.
"whatt sijoni... Ehh punya gue nama nya gak se receh itu de" sanggah hans.
"terus siapa???"
"michael"
Dean tertawa mendengar nama panggilan yang hans berikan untuk burung perkututnya yang hampir karatan karena selalu ia asah dengan sabun.
"gayaan dikasih nama bule, padahal tuh perkutut udah kaya orang afrika"
ledek dean karena gelar yang hans sematkan untuk burungnya sangat menggelitik hati dean.
"apaan sih lo de!! Kaya udah pernah liat aja!! Atau jangan-jangan lo pernah ngintip ya ?!"
"gak banget hans gue ngintip punya lo yang udah loyo dan karatan"
ledek dean sedikit menyindir hans yang tak kunjung menemukan pendamping hidup padahal saat sekolah dulu hans salah satu cowok yang terkenal playboy.
Hans mengerucutkan bibirnya saat mendengar ledekan dean yang terus saja menyudutkan dirinya yang memang sangat sulit untuk menemukan jodoh diusianya yang semakin menua.
.
"lo yakin ini udah semua?? Cepet banget "
Hans seolah tak percaya dengan kinerja dean yang begitu cepat seperti sedang dikejar-kejar setan.
"udah selesai itu ! Tapi jangan lupa ntar lo teliti lagi. Yaudah sana balik ke ruangan lo !"
dean bangkit dari kursi kebanggaannya .
"iya iya..." hans pun turut bangkit dan pergi meningalkan mereka berdua diruang kerja.
.
.
"sudah?" tanya zelia saat dean berjalan mendekat kearahnya.
"sudah... Kita mau kemana lagi setelah ini bi?"
"nonton dan jalan-jalan" sahut zelia.
"siap bos"
dean tak bisa membantah apapun yang zelia inginkan hari ini. Meski hari semakin larut dan tak tau mereka akan pulang ke rumah jam berapa. Namun demi kebahagiaan zelia, dean rela melakukan itu semua.
__ADS_1
.
.
Puas sudah malam ini zelia menghabiskan waktu berdua bersama sang suami yang selama menikah memang selalu disibukkan dengan segudang pekerjaan.
zelia yang baru saja masuk kedalam apartemen langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang cukup berkeringat.
Sedangkan dean memilih untuk duduk disofa dan bergelut dengan laptop meski hanya untuk sekedar mengecek email perusahaan dan berkas-berkas yang tadi ia tanda tangani.
"kakak gak mandi ??"
tanya zelia yang baru saja muncul dari kamar mandi dengan balutan handuk kimono yang menutupi tubuh nya. kemudian zelia menaruh dagunya pada pundak dean dengan manja membuat suaminya itu kehilangan konsentrasi untuk melanjutkan pekerjaannya.
Dean mengecup pipi mulus yang kini nampak alami tanpa ada lagi polesan makeup yang menempel di wajah. Aroma wangi dari tubuh zelia membuat sesuatu milik dean menggeliat dibawah sana dan mulai meneggakkan diri membuat sesak celana.
"mandinya nanti ya, kitaa ***-*** dulu" dean tersenyum penuh gair*h dan siap bertempur melalang buana di sabana hitam milik zelia.
"mandi dulu dong, biar seger dan semangat"
"baiklah" sahut dean.
"oiya belanjaan aku tadi dimana kak?" tanya zelia memutar mata menyusuri setiap sudut ruangan.
"ituuu.." dean mengarahkan matanya pada beberapa totebag yang berjejer diatas tempat tidur mereka.
zelia tersenyum girang lalu menuju ke tempat dimana belanjaan miliknya berada dan bersiap untuk membongkar satu persatu barang yang tadi ia beli sambil menunggu dean selesai mandi.
dean pun ikut tersenyum lalu berjalan menuju kamar mandi untuk bergantian dirinya membersihkan diri.
"bii... Jangan lupa baju warna hitam yang baru saja dibeli langsung kamu pakai ya"
teriak dean yang baru saja masuk kedalam kamar mandi.
"apanya sih yang langsung dipakai? Baju warna hitam?? yang warna hitam kan cuma jeans dan flatshoes, masa ia malam-malam begini kak dean meminta aku pakai jeans. Ada-ada aja deh kak dean !!"
Guman zelia terkekeh dengan gerakan tangan yang mulai menggeledah satu persatu totebag dan mengeluarkan isinya.
"lhoo perasaan yang tadi aku beli udah ku buka semua. Tapi kok ini masih ada satu lagi...???"
zelia dibuat bingung dengan totebag yang tersisa dan belum ia buka.
"apa ini milik kak dean?? Kak dean beli apaan sih ? kan jadi penasaran. Aku buka ahhh"
zelia membuka totebag berwarna biru yang masih tersisa itu karena penasaran.
Tiba-tiba matanya terbelalak saat ia melihat isi dari totebag yang semua bentuk nya sama hanya berbeda warna .
"baju apaan nih...?????"
Pekik zelia terkejut.
.
.
__ADS_1