Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 46. salah sangka


__ADS_3

disepanjang perjalanan beberapa kali zelia menguap,mata nya terasa berat karena rasa kantuk yang menghampiri. entahlah, senyaman itukah bahu kak dean hingga terasa sangat nyaman dan mengundang kantuk itu untuk datang. zelia memejamkan matanya dan terlelap disana. dean melirik ke arah zelia sambil tersenyum manis melihat wanitanya ini tertidur dengan sangat lelap saat bersandar dipundaknya. dean memperlambat laju kendaraannya agar tidur zelia tetap terjaga.


mobil dean sudah memasuki area halaman kediamannya dan pak arman sekeluarga. dean segera mengarahkan mobilnya ke garasi dan segera memakirkannya disana. dean melihat ke arah zelia yang masih sangat terlelap, sepertinya zelia benar-benar lelah hari ini pikir dean. tak ingin menggangu tidur kekasihnya ini, dean berusaha untuk mengangkat tubuh zelia keluar dari dalam mobil dan menghantarkannya masuk kedalam kamar seperti yang pernah sean lakukan saat zelia tertidur dikamarnya.


dean melepas seatbelt nya dengan sangat hati-hati. ia pun sudah bersiap untuk mengangkat tubuh zelia, namun naas zelia kini sudah membuka mata dan merasa terkejut lalu dengan spontan mendorong tubuh dean yang sudah berada hampir sempurna tepat diatasnya. dean terbentur pintu mobil saat zelia mendorong tubuhnya dengan keras. tak ada maksud lain selain ingin mengangkat tubuh zelia dengan gaya bridal style. namun saat zelia membuka mata dan melihat dean berada diatasnya, menghasilkan persepsi buruk bagi zelia.


"kakak mau ngapain?" zelia segera bangkit dan duduk dengan tegap tak lagi bersandar pada bahu dean.


"jangan bilang kakak mau aneh-aneh!?" tanya zelia sambil berusaha menutupi rasa paniknya yang realitanya tak bisa ia sembunyikan.


dean terkekeh kecil sekaligus menutupi rasa khawatirnya terhadap zelia yang pasti akan berfikir yang tidak-tidak dan merasa tak nyaman lagi dengannya.


"pikiranmu mesum mulu" dean menjentikkan jari tangannya tepat dikening dean. sebisa mungkin dean menepiskan rasa khawatir itu karena memang sejak awal adalah i'tikad baik yang ingin ia lakukan. namun semua diluar kendalinya saat ternyata zelia sudah lebih dulu terbangun sebelum dean berhasil mengangkat tubuh wanitanya itu.


"ya abis kakak ngapain diatas zeli?!" zelia masih menatap dean intens dan tak merespon sentilan yang dean daratkan dikeningnya. mungkin saat ini zelia hanya sedang syok karena baru saja bangun dari tidur dan melihat dean yang sudah ingin berulah semua nya, pikir zelia.


maklum saja, hanya dean orang pertama yang berani mencium dan menyentuh nya meski tak sejauh yang saat ini ada dipikiran zelia.

__ADS_1


dean lagi lagi hanya tertawa kecil "jangan marah, kakak gak mau ngapa-ngapain kamu cabiku. tadi kakak lihat kamu lelap banget, jadi tadi mau kakak angkat terus kakak pindahin ke kamar. masa iya kamu mau tidur didalam mobil??" dean mencoba menjelaskan maksud dan tujuannya agar zelia tak lagi merajuk karena salah paham.


"kakak yakin?" zelia masih mencoba mencari kebenaran dari setiap ucapan kekasihnya itu.


"suer" dean mengacungkan dua jarinya sejajar dengan kepala, tanda bahwa dia bisa menjamin kebenaran dalam ucapannya dan tak ada niat apa-apa.


zelia menghela nafas lega, baru saja membuka mata malah sudah dikejutkan dengan dean yang sudah berada diatasnya bahkan hampir menimpa tubuhnya.


"yaudah yuk keluar" ajak zelia yang sudah merasa lebih tenang dan tak berfikiran aneh-aneh lagi dengan dean.


"mau kakak gendong?!" dean menaikkan sebelah alisnya sambil menyeringaikan senyum jahil untuk zelia.


dean tertawa melihat raut wajah zelia yang jutek namun sangat menggemaskan, membuat dean benar-benar sudah buta dan sangat jatuh cinta kepada adik iparnya.


zelia merapikan tatanan baju dan rambutnya saat keluar dari dalam mobil. begitupun dengan dean yang kembali menunjukkan sikap elegant dan berwibawa seperti biasa. entahlah, meski dean bersikap biasa saja namun dalam diamnya pembawaan yang berwibawa seolah sudah melekat dalam tubuhnya. namun seolah tingkah bucin yang baru saja terjadi hanya sebatas drama saat mereka sedang berdua.


zelia berjalan lebih dulu memasuki rumah, disusul dengan dean yang berjalan membuntuti langkahnya. zelia dan dean sengaja menjaga jarak karena terlihat motor sean sudah terparkir di garasi menandakan bahwa seam sudah pulang lebih dulu daripada mereka.

__ADS_1


"kalian baru pulang?" langkah zelia terhenti saat pertanyaan sean mengejutkannya. sean yang berada dibalik kursi depan televisi ternyata tengah menantikan kepulangan dua manusia yang juga satu atap dengan nya.


zelia kemudian melanjutkan langkah kakinya menaiki anak tangga. selain karena masih merasa kesal dengan perlakuan sean kemarin, zelia juga enggan berdebat dengan sean atau hanya sebatas menjawab pertanyaannya yang pasti akan seperti wartawan yang melakukan wawancara. zelia terus berjalan dengan wajah datar dan lebih cenderung kesal tanpa merespon pertanyaan suaminya itu.


"dia kenapa?" tanya sean kearah dean yang kini berjalan menghampirinya duduk dikursi.


dean menaikkan kedua bahunya, tak memberi jawaban apa-apa karena ia memang tak tau alasan yang sebenarnya mengapa sejak tadi pagi zelia terlihat sangat kesal dengan sean. apa karna zelia cemburu sebab sean lebih memilih berangkat dan pulang kuliah bareng citra? batin dean berargumen sendiri.


"apa karna dia gak dianter sama pacarnya?" tanya sean sambil menatap dean yang membuat dean pun balas menatap mata sean. "apa kakak udah tau siapa pacar zelia? atau zelia sudah cerita tentang lelaki misterius yang mengantarnya kemarin?" sean kembali bertanya karena rasa penasaran yang menghantuinya, sehingga ia rela berjam-jam sejak tadi menunggu kepulangan dean dan zelia hanya untuk mencari tau siapakah lelaki spesial yang zelia maksud?


"kakak gerah, kakak mandi dulu ya" dean mengalihkan obrolannya dengan sean tanpa memberi jawaban sedikitpun atas pertanyaan sean yang benar saja sudah seperti wartawan yang sedang melakukan wawancara.


baru saja duduk, dean kini sudah kembali bangkin dan mencoba beralih posisi menjauh dari sean. sean menggaruk kepala nya, merasa aneh dengan tingkah kedua orang yang baru saja tiba namun tak asyik untuk diajak berbicara . dean meninggalkan sean yang masih duduk dikursi depan televisi seorang diri. hal yang jarang sekali sean lakukan namun terpaksa ia lakukan agar bisa menggali informasi yang ternyata nihil sama sekali tak ia dapatkan.


sean segera mematikan televisi dengan siaran acara yang sama sekali tak ia perhatikan sejak tadi. seanpun beranjak menuju ke kamar, berharap zelia sudah bisa memaafkan dan sudah mau berbicara dengannya.


sean membuka handle pintu dengan ragu, namun terpaksa harus ia lakukan. ia melangkahkan kaki masuk kedalam kamar dan mendapati zelia yang sudah berpakaian santai dan rapi karena baru saja selesai mandi.

__ADS_1


sean segera membalikkan tubuhnya, kini ia sedang mencoba mengatur nafas, berulang kali ia menarik dan menghembuskan nafasnya saat ia menghadap ke dinding membelakangi zelia. entahlah, mengapa ia merasa segugup ini untuk menghadapi zelia yang sedang merajuk. apa karena sean belum tau jurus penenang andalan untuk zelia yang sedang merajuk????


__ADS_2