
"baiklah setelah ini kalian semua istirahat. Mama dan papa juga sudah sangat lelah"
ucap bu ida yang baru saja menyelesaikan makan malamnya dan beranjak pergi mengikuti langkah kaki suaminya yang sudah lebih dulu masuk kedalam kamar.
"ayok bi"
Ajak dean pada zelia yang baru menyelesaikan makanannya.
Zelia mengangguk lalu menerima uluran tangan dean dan mereka berjalan bergandengan menuju kamar.
"dasar pengantin baru, gak sabaran banget !"
umpat sean saat melihat zelia dan dean sudah berjalan ke kamar mereka.
Sean pun ikut pergi menuju kamarnya. Terlihat citra tengah berbaring diatas tempat tidur karena tak mengikuti acara makan malam mereka tadi.
Sean mendengus kesal, "harusnya kamu zel yang ada di kamar ini" ucapnya lirih.
Sean lebih memilih untuk duduk di kursi balkon. Entahlah perasaannya benar-benar merasa gusar. tak rela melihat zelia bahagia bersama orang lain sekalipun itu kakaknya sendiri.
"pelan-pelan dong kak"
tanpa sengaja sean mendengar suara zelia yang berbicara dari dalam kamar dean.
"iya ini udah pelan-pelan loh bi. tahan ya, sakitnya cuma sebentar kok"
balas dean.
"sakit banget kak, apa berdarah?"
"enggak bi, kakak lepas dulu ya"
Hati sean semakin bergemuruh. Seandainya saja ia punya wajah cadangan, Ingin sekali ia mendobrak pintu kamar itu sekarang juga dan melihat apa yang mereka berdua lakukan didalam sana.
"seharusnya aku yang menjebol gawang zelia. Tapi sekarang kenapa kakak yang malah menjebolnya?!"
umpat nya kesal karena merasa bahwa dua insan yang berada dalam kamar itu sedang bercinta.
Ternyata dean sedang membantu zelia melepaskan anting yang tersangkut oleh baju kebaya yang ia kenakan.
Zelia menghela nafas lega saat anting yang tersangkut itu sudah terlepas dari telinganya.
"menyusahkan saja" umpatnya.
"sudahlah jangan marah-marah. Ada lagi yang perlu kakak bantu?"
tanya dean pada zelia yang kini telah resmi menjadi istrinya .
"tolong buka kancing yang berada dibelakang kak" zelia meminta dean membuka kancing baju yang tak terjangkau oleh tangannya.
Dean pun langsung membantu zelia membukakan kancing baju itu. Terlihat punggung putih mulus saat baju yang zelia kenakan telah terbuka sempurna.
__ADS_1
Dean menelan saliva nya. Ada gairah yang tak dapat lagi ia tahan melihat lekukan tubuh zelia meski ini bukan pertama kalinya.
Dean mulai mencium tengkuk leher zelia tanpa aba-aba membuat zelia menggeliat merasa geli karena nafas yang berhembus ditengkuk lehernya.
"aku mau mandi dulu kak, Gerah banget"
Ada rasa tak percaya diri saat dean mulai menciumi dirinya yang belum mandi.
"apa mau kakak mandiin?"
tawaran dean benar-benar menggelitik hati zelia.
Meskipun mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri, namun zelia masih merasa malu.
Zelia segera menggeleng lalu pergi menuju kamar mandi .
"jangan lama-lama mandinya bi, ada sesuatu yang harus aku tuntaskan"
ujar dean yang mulai merasa panas karena sijoni yang sudah mengembang saat melihat body mulus itu, membuat celana yang ia pakai semakin sesak.
Karena tak ingin membuang waktu, akhirnya dean memilih untuk mandi dikamar mandi yang lain agar tak terlalu lama menghabiskan waktu untuk mandi secara bergantian.
Zelia pun kini telah keluar kamar mandi dengan kimono mandi yang melilit tubuhnya juga rambut nya yang basah ia biarkan terurai begitu saja.
"lho kakak udah mandi?"
Ucapnya saat mendapati dean yang sudah lebih dulu selesai mandi dan sedang bersantai di sofa kamar.
"ayo" ajak dean.
"ayo, apa?"
tanya zelia mulai merasa tak tau jalur pertanyaan dean ke arah mana.
"ayo kakak bantu keringkan rambutmu"
Dean terkekeh, sedangkan zelia mengangguk. Ia menghela nafas lega.
"huft untunglah, kenapa otak gue malah jadi mesum gini"
batin zelia saat jawaban dia tak sehoror yang ada diotaknya.
Zelia mulai duduk didepan cermin meja rias. Dan tangan dean mulai bergerak liar menggerakkan hairdryer ke seluruh rambut zelia.
Zelia benar-benar bahagia, pasalnya baru kali ini ia diperlakukan begitu istimewa oleh seorang lelaki dalam hidupnya
sekalipun dulu sang ayah begitu menyayanginya, namun ia tak pernah sampai diperlakukan semanja ini.
Apalagi sean? Kalo mantan suami yang itu sih jangan ditanya. Mana pernah zelia diperlakukan dengan begini. Bantal dan tempat tidur jadi basah karena rambut zelia pun itu bukan urusannya.
"sudahh" ucap dean saat air dari rambut zelia tak lagi menetes.
__ADS_1
Dean menyisir rambut panjang dan lurus itu dengan sangat hati-hati. Zelia tersenyum menatap wajah dean dari pantulan cermin yang berada di depannya.
deanpun membalas senyuman zelia.
"aku sangat beruntung memilikimu kak" ucap zelia.
"aku jauh lebih beruntung karena bisa memilikimu. Terimakasih kamu sudah mau setia menunggu bi" dean mulai menyandarkan dagunya pada pundak zelia.
Terasa hembusan nafas dean ditengkuk leher nya membuat zelia menggeliat.
Dean mulai menciumi tengkuk leher itu tanpa aba-aba. Gairah yang sejak tadi sudah mengguncang jiwanya pun kini tak dapat lagi ia tahan.
Zelia pun terdiam dan hanya bisa pasrah menerima permainan dean dimalam pengantin mereka "mungkin ini saatnya" batinnya. Kini ia benar-benar sudah rela lahir dan batin berperan menjadi seorang istri seutuhnya
Dean memutar tubuh zelia hingga kini mereka saling berhadapan. Dean ******* benda kenyal ranum milik zelia hingga zelia pun melakukan perlawanan yang sama.
Lidah mereka saling menari menyusuri setiap rongga dan saling mengabsen satu sama lain hingga mereka saling bertukar saliva.
Tak lupa tangan dean mulai bergerak liar didalam kimono mandi yang masih zelia kenakan.
Dengan lincah tangan itu segera membuka tali yang menjadi pengait kimono tersebut hingga meyisakan pakaian dalamnya saja yang menjadi penutup diarea sensitif zelia.
dean mengangkat tubuh zelia ala brydalstyle dan menjatuhkan perlahan tubuh yang sudah hampir polos itu diatas tempat tidur .
Dean mencumbu tubuh yang kini resmi menjadi miliknya.
"kaakkk..... Aghhh"
des*han demi des*han mulai keluar dari mulut zelia.
Dean semakin semangat untuk memuaskan tubuh wanita nya itu dengan sangat manja.
"tahann ya. Rasanya akan sedikit sakit"
ucap dean lirih saat sijoni yang sudah memiliki tegangan tinggi siap menerobos masuk kedalam gawangnya.
"eemmmphhhh" sebisa mungkin zelia menahan rasa sakit dan perih itu meski dean mulai melakukan pergerakannya secara perlahan.
Dean terus memompa tubuh zelia hingga akhirnya mereka mencapai ******* yang memuaskan.
Dean segera menjatuhkan tubuhnya disamping zelia yang sudah kelelahan karena gempuran hebat yang dean lakukan padanya.
"i love you bi" ucap dean lirih seraya merengkuh tubuh mungil itu agar masuk kedalam pelukannya.
"love you too kak"
tubuh polos itupun saling berpelukan dibawah selimut tebal yang membuat mereka cukup gerah karena pergumulan panas yang baru saja mereka lewatkan.
.
.
__ADS_1