
"lo udah pulang?" tanya sean yang baru saja keluar dari kamar mandi bersamaan dengan zelia yang baru masuk kedalam kamar.
zelia berjalan tanpa menoleh atau menjawab pertanyaan sean karena memang isi hatinya saat ini masih sangat geram mengingat kejadian tadi siang.
zelia langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya yang basah kuyup, tak lupa ia menyiapkan air hangat untuk mandi karena keadaan tak memungkinkan dirinya untuk kembali mengguyur tubuh dengan air dingin sedangkan saat ini tubuhnya mulai terasa menggigil. tak lupa ia teteskan sedikit aroma therapy didalam bak air mandi agar bisa membantu menenangkan hati dan fikirannya yang begitu kesal, terlebih saat ia harus bertemu dan satu kamar dengan sean.
cukup lama zelia berada di dalam kamar mandi hingga membuat sean merasa bosan menunggu. sean sengaja sedari tadi menunggu zelia untuk membicarakan mengenai permintaan citra tadi siang sekaligus ingin meminta maaf karena kesalahannya tadi. namun zelia tak kunjung keluar, akhirnya sean memutuskan untuk menunggu sambil bersantai diatas balkon bersama kak dean.
bukan tanpa alasan zelia berlama-lama di dalam kamar mandi, zelia benar-benar ingin menenangkan hati dan ingin menghindari untuk berinteraksi dengan sean. zelia keluar setelah ia rasa bahwa sudah memakan waktu lama menghabiskan waktu dikamar mandi. benar saja, sean sudah tak berada didalam kamar itu membuat zelia menghela nafas lega. zelia berfikir bahwa sean sudah keluar bersama teman-temannya seperti biasa. namun ia salah, ternyata sean masih menunggunya.
setelah selesai mengganti pakaian, zelia langsung merebahkan tubuh diatas tempat tidur. ia menutupkan selimut ke seluruh tubuh sampai ke leher. lelah, yang dia rasa benar-benar lelah. ternyata menahan emosi dan berjalan cukup jauh mampu menguras banyak tenaga .
"zelia udah pulang?" tanya kak dean melirik ke arah sean yang berjalan mendekat ke arahnya.
"sudah" sean menjatuhkan tubuhnya diatas kursi kosong sebelah kak dean "kakak tau tadi zelia pulang sama siapa?" tanya sean melanjutkan ucapannya karena rasa penasaran siapa yang mengantar zelia tiba dirumah.
kak dean menggeleng karena tak tau siapa orang yang mengantar, "sepertinya tadi kakak lihat zelia keluar dari dalam mobil" sahut dean sambil menghisab benda kecil yang hanya tinggal separuh dan terselip di antara kedua jarinya .
haaaaahhhhhhh???
sean terkejut dengan mulut ternganga mendengar ucapan kak dean. siapa? anita gak mungkin !! anita kan udah pulang dari tadi jugaan anita bawa motor bukan bawa mobil. batin sean pun ikut terkejut sambil menerka-nerka siapa yang mengantar zelia
"apa itu pacar baru zelia?????" kata sean.
__ADS_1
degggggg
jantung dean seperti langsung berhenti berdetak mendengar perkataan adiknya. ia menatap ke arah sean dengan intens seolah meminta kepastian dan pertanggung jawaban atas ucapan yang dilontarkan oleh nya.
"semalam zelia bilang bahwa dia sudah menemukan kebahagiaan nya dengan lelaki lain, berarti itu tanda nya dia udah punya pacar baru, ya kan kak?" lanjut sean dengan sedikit gugup dan jantung yang berdegup kecang karena tatapan kak dean yang tak seperti biasa. ia takut bahwa kak dean akan marah dengan mereka berdua, karena mendengar pernyataan bahwa mereka pasangan suami istri yang memiliki kekasih lain dalam hidup mereka.
disisi lain, hati sean pun sebenarnya merasa resah. ia pikir zelia hanya bercanda atau sekedar mengancam nya saja namun ternyata ia salah karena yang zelia ucapkan bukan hanya sekedar bermain-main.
apa lagi ini? apa benar yang diucapkan sean?lalu mengapa waktu itu zelia bilang bahwa dia mencintaiku??? batin dean.
pikiran dean benar-benar melayang tanpa arah. hati nya bergemuruh, ingin sekali saat ini juga ia mendengar kebenaran itu langsung dari mulut zelia. dean menelan saliva nya dengan berat. bibirnya terasa kaku tak dapat berbicara. hati nya mencabik-cabik marah,kesal, sakit, mungkin lebih parah dari yang tadi zelia rasakan. rasa cemburu itu membakar ke seluruh hati nya. mengapa?? sebab ia merasa bahwa ia sedang dipermainkan oleh gadis kecil semacam zelia??
murka, ia sangat murka jika benar bahwa lelaki yang mengantar nya tadi adalah benar kekasih zelia. marah?? lalu ia harus marah dengan siapa? dengan zelia, apakah tidak salah? jika sean suami sahnya saja masih terlihat santai mengapa dia harus marah. jika zelia bilang kamu siapa? kamu ada hak apa? aku harus bagaimana???
pikirannya bermonolog tak menentu. kali ini ia benar-benar merasa takut. merasa takut bahwa zelia telah berkhianat dari nya. ia sangat takut jika zelia meninggalkannya !! dean segera mematikan puntung benda kecil itu lalu melangkahkan kaki masuk kedalam kamar meninggalkan sean yang masih berada dikursi balkon .
seanpun ikut merebahkam tubuh di sebelah zelia, menatap punggung dan geraian rambut zelia yang masih sedikit basah. maafin gue ucapnya lirih sambil mengelus lembut rambut basah itu.
ditempat lain dean langsung merebahkan tubuhnya di sofa kamar. gerakan dada nya naik turun mengikuti irama detak jantung yang menahan amarah dan sesak. mengapa sesakit ini? ucapnya lirih.
dean berharap bahwa ini hanya kebohongan. harapannya berkata tak mungkin zelia berkhianat, namun sepertinya hatinya masih bertanya-tanya sebelum ia mendapatkan jawaban dan mendengar langsung semua itu dari mulut zelia. rencana nya, besok ia akan segera mempertanyakan kebenaran itu semua kepada zelia. deru nafas nya memburu tak beraturan, ternyata begini rasanya cemburu? perasaan yang sudah lama tak ia rasakan bahkan ia sudah hampir lupa dengan rasa itu. dean berusaha untuk memejamkan mata berharap dapat terlelap namun ternyata hati dan perasaan yang sedang rancu membuat mata nya terus terjaga.
.
__ADS_1
.
.
keesokan paginya, zelia lebih dulu berjalan ke meja makan setelah ia bersiap untuk ke kampus, sedangkan sean yang masih menyisir rambut didepan cermin melirik ke arah zelia yang memang terlihat sedang menghindar darinya.
"kakak belum berangkat" tanya zelia, membuat kak dean memutar kepala nya mengikuti gerak langkah kaki zelia.
dean menarik nafas, berusaha menahan diri dan bersiap untuk mempertanyakan hal yang membuatnya tak tidur sejak semalam.
"zel ap_......"
tap tap tap
derap langkah kaki sean terdengar sedang menuruni anak tangga sambil setengah berlari membuat dean menghentikan gerakan bibirnya dan menunda pertanyaannya.
mata zelia menatap sekilas ke arah sean yang berjalan mendekat ke meja makan, lalu zelia kembali menikmati makanannya sambil menghela nafas kesal.
"zel..." ucap sean saat ia sudah duduk dikursi sebelah zelia.
"hmmm" sahut zelia, sebenarnya ia sangat enggan untuk menjawab panggilan itu, namun ia menyadari bahwa kak dean yang berada dihadapannya akan lebih bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dengan mereka. zelia benar-benar sedang malas jika harus membahas semua nya pagi ini.
"zel, pagi ini gue gak bisa bareng lo, soalnya citra_......" sean memberanikan diri untuk menyampaikan hal yang sejak semalam ingin ia bicarakan.
__ADS_1
"iya, siapa juga yang mau bareng sama lo, yuk kak" sahut zelia memotong ucapan sean lalu meraih tas dan mengajak kak dean yang masih menikmati sarapan, ajakan zelia yang secara tiba-tiba membuat kak dean celingukan namun tetap mengangguk dan mengikuti langkah zelia yang sudah berjalan lebih dulu didepannya.
didepan meja makan sean menghela nafas berat, merasa bersalah dan tak enak hati. namun tak bisa ia pungkiri, meskipun zelia sudah singgah dihatinya, nyata nya citra lebih mendominasi untuk tetap berada disana.