Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 24. bersama assisten pribadi


__ADS_3

[dikantor]


dean langsung memarkirkan motornya di tempat parkir khusus sepeda motor . ternyata kehadirannya menjadi pusat perhatian beberapa pegawainya yang masih beraktifitas diluar ruangan. ini kali pertama nya dean datang ke kantor dengan mengendarai moge setelah berbulan-bulan ia selalu membawa mobil pribadi miliknya.


hans seorang assisten pribadi dean sudah menunggu bos nya itu di depan gedung sambil memegang tas laptop dan beberapa berkas yang sengaja dean pinta hans untuk membawakannya karena tak memungkinkan bagi dean untuk membawa semua nya jika dia ke kantor dengan mengendarai sepeda motor.


dean masuk ke dalam kantor tak peduli dengan penampilan nya saat ini, tapi tersirat raut yang sangat bahagia diwajah dean pagi ini. hans membuntuti langkah bos nya itu sambil terus menenteng tas berisi laptop dan beberapa map berisi berkas-berkas kerja dean.


dean memasuki ruangan pribadinya. karina sang sekertaris pribadi dean langsung menyusul langkah dean ketika dia tau bahwa bos nya telah masuk ke dalam ruangan. karina nampak heran dengan penampilan dean yang terlihat sedikit berantakan tak seperti biasanya.


tok tok tok


karina mengetuk pintu sambil merapikan rambut sebelum masuk dan menemui dean.


"masuk" sahut dean yang sudah duduk di kursi kerja kebanggaan miliknya.


"pak ini ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani" karina menaruh lembaran-lembaran kertas itu di atas meja dean, namun mata nya tak lepas untuk terus menatap dean. dean tak bergeming melihat tingkah karina yang selalu saja berusaha untuk menggoda nya namun ia tak merasa tertarik sama sekali.


"pak, kenapa baju bapak hari ini terlihat sedikit kusut?" tanya karina yang memberanikan diri memegang baju bagian lengan dean dengan manja.


"kalau sudah tidak ada kepentingan yang lain? silahkan keluar dari ruangan saya" cetus dean merasa risih dengan kelakuan karina yang semakin berani dan menjadi-jadi.


sebenarnya tak ada yang salah dengan karina. wajahnya terbilang cantik, kinerja nya juga bagus, body nya seperti gitar spanyol, penampilan nya menarik, wajar jika hans sangat tergila-gila pada nya, namun tidak dengan dean yang memiliki nilai minus tersendiri untuk karina yang mungkin terlihat sempurna di mata lelaki lain.


karina pun meninggalkan ruangan dean dengan terpaksa, raut wajah kesal turut menyertainya . sedangkan hans hanya menatap dean dan karina dalam diam.


*andai aku diposisi dean. mungkinkah kamu akan melakukan hal yang sama seperti itu rin*?

__ADS_1


batin hans merasa cemburu atas perlakuan karina terhadap bos nya.


"mengapa wanita pujaan mu itu selalu saja membuat ku pusing" ucap dean sambil membuka lembaran-lembaran yang tadi karina taruh dimeja nya.


hans menatap bos nya dalam.


"entah pesona seperti apa yang dia lihat dalam dirimu"


jawab hans sambil terkekeh kecil membercandai dean.


hans dan dean memanglah sahabat sejak duduk di bangku SMA. setelah mereka lulus kuliah, dean sudah mulai menjalankan bisnis milik keluarga nya sedangkan hans masih pengangguran dan sedang mencari-cari pekerjaan. oleh karena itu dean mengajak nya bekerja diperusahaan yang sedang ia kelola dan dean memberi jabatan kepada hans sebagai assisten pribadi dean yang harus selalu ada saat kapanpun dan dimanapun dean membutuhkannya. jadi wajar saja jika saat mereka sedang berdua ,kedekatan mereka tetap sama layaknya seorang teman akrab. namun jika didepan para pegawai lainnya. hans tetap menghargai dean sebagai bos nya.


"rupanya mata dia masih dapat membedakan siapa yang paling tampan dan rupawan" dean terkekeh menjawab celoteh temannya itu.


hans yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa memijat pelipis mata nya, menyadari bahwa memang kadar ketampanannya masih di bawah dean. meskipun bagi wanita lain, hans termasuk salah satu pria yang cukup mempesona.


"ckk gue udah ada yang lebih dari dia"


jawaban dean membuat hans seketika bangkit dari tidurnya dan duduk tegak sempurna. hans merasa terkejut dengan ucapan dean yang menyebut bahwa kini dia sudah menemukan wanita lain dalam hidupnya. karena yang selama ini hans tau bahwa dean sama sekali tak pernah dekat dengan wanita manapun setelah dia kehilangan tiara sebagai cinta pertama nya.


"lo yakin udah ada wanita lain?" tanya hans seolah tak percaya mendengar penuturan dean.


dean mengangguk sambil menaikan sebelah alis nya. ia tau bahwa hans pasti ingin tau siapa wanita yang kini berhasil membuatnya jatuh cinta.


"syukurlah, setidaknya gue lega karena karina gak bakal lo lirik" lanjut hans sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


"dari dulu juga gue gak pernah ngelirik dia, bahkan gue sama sekali gak tertarik" sahut dean meski mata dan tangan nya terus bekerja.

__ADS_1


"sepertinya mata lo yang harus di periksa de, cewek se sempurna karina masih lo bilang gak menarik"


jawab hans


"karna dari dulu bukan tentang pandangan mata yang jadi permasalahannya. tapi rasa nyaman yang tak bisa tercipta dari dia. jangan samain gue sama lo !!


lo yang hanya tertarik karena pandangan mata. gue curiga, jangan-jangan sama karina lo bukan sekedar cinta tapi lo cuma nafsu" ucap sean dengan nada meledek namun penuh penekanan hingga terasa sangat menusuk hingga ke tulang sum-sum hans.


"ckk gue gak sebusuk itu" sahut hans dengan datar. ia sudah terbiasa mendengar dan mendapatkam perkataan ketus dari bos nya itu.


"haha playboy kacangan. buruan nyatain cinta lo sebelum ada orang lain yang ngegandeng dia duluan" sahut dean sambil melirik ke arah hans yang memasang wajah kecut karena mendengar perkataan nya.


"gue cuma butuh waktu de, seandainya gue masih kek waktu SMA, pasti tanpa pikir panjang udah gue tembak itu si karina"


hans mengingat bagaimana dulu dengan mudah nya dia menggandeng banyak wanita saat SMA meski semua hanya untuk sekedar bersenang-senang dan mempertahankan gelar nya sebagai playboy kelas kakap.


"yaudah sana lo pergi kerja. jangan sampe lo makan gaji buta ya kerja ma gue, karena sepeserpun gue gak ikhlas" ucap dean sambil terkekeh .


"lo emang gak bisa banget ya ngeliat assisten lo ini agak santai dikit, ampun deh gue .!? punya bos kek gini amat ya" gerutu hans sambil berjalan ke arah pintu meninggalkan ruangan dean.


dean terkekeh melihat tingkah sahabat nya yang sungguh menggelitik hati. selama ini hans lah yang selalu setia menemani nya kemanapun dia pergi. hans lah yang banyak tau tentang cerita hidupnya. jadi semarah apapun dia kepada hans , hans tetap menjadi orang kepercayaan bagi nya.


hans berlalu meninggalkan ruangan dean karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. begitupun dengan dean yang melanjutkan pekerjaan nya dengan hati yang riang.


dean berencana untuk menjemput zelia pulang kuliah. namun ia tak tau jadwal kuliah zelia hingga pukul berapa.


bahkan untuk sekedar bertanya melalui pesan kepada zelia bahwa dia akan pulang jam berapa dan pulang dengan siapa pun dean tak bisa . no handphone zelia belum tersimpan di handphone nya yang kini menjadi kendala.

__ADS_1


__ADS_2