Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 38. dia kenapa?


__ADS_3

"kalian bertengkar?" tanya kak dean sekedar berbasa-basi untuk membuka pembicaraan agar bisa melontarkan pertanyaan yang tadi sempat tertunda.


zelia menggeleng. meski wajah nya tak lagi terlihat begitu kesal namun ia masih enggan berbicara apalagi untuk membahas tentang sean. mata zelia memutar ke seluruh penjuru jalanan yang terlihat sangat dipenuhi dengan kendaraan yang padat merayap.


huftt begini sulitnya jika harus menjalankan rutinitas pagi naik mobil, jalanan pasti macet !!.


umpatnya kesal karena entah pukul berapa ia akan tiba dikampus. untunglah, hari ini jam kuliah nya sedikit siang jadi ia tak harus terburu-buru untuk tiba disana.


dean melirik sekilas ke arah zelia yang menatap jalanan dari kaca mobil. ia mengetuk-ngetuk stir kemudi yang ia pegang dan terus mengetuk dengan jari telunjuk nya karena merasa bingung harus memulai dari mana untuk mengungkapkan pertanyaan, sedangkan zelia sedari tadi bungkam tanpa suara.


"zel..kemarin kamu pulang dengan siapa? ngapa gak pulang bareng sean?" akhirnya pertanyaan itu lolos dari mulut kak dean setelah cukup lama ia mengumpulkan keberanian untuk bertanya.


"please jangan tanyakan itu kak, karena zeli lagi males bahas itu sekarang!" sahut zelia lalu kembali terdiam. entah mengapa seketika raut wajah zelia berubah menjadi kesal saat nama sean lolos dari mulut kak dean. dean pun mengatupkan bibir nya rapat-rapat tak ingin membuat zelia kembali naik darah atas pertanyaannya, terpaksa ia menahan untuk mendapatkan jawaban itu dari wanita yang berada disebelah nya.


yaaa, sepertinya aku salah berbicara


dean merutuk dirinya sendiri sebab mempertanyakan hal itu di waktu dan di tempat yang tidak tepat. namun rasa gemuruh itu benar-benar tak dapat ia tahan dan memaksa nya untuk segera bertanya agar ia mendapatkan kepastian dan jawaban dari zelia.


"nanti kakak jemput ya" ucap kak dean sambil tersenyum, saat mereka sudah tiba didepan kampus.


"jam 2, jangan telat " jawab zelia yang juga membalas senyum kak dean. gerakan tangan zelia untuk membuka pintu mobil terhenti saat sean mencekal tangan sebelahnya. zelia kembali menengok menatap kak dean yang juga menatapnya.


"morning kiss" ucap kak dean lebih dulu sebelum zelia bertanya kenapa. zelia mengembangkan senyum nya menatap kak dean, hal yang selalu ia rindukan dari kakak nya ini dan hal yang selalu membuatnya bahagia menjalani aktivitas disepanjang hari.


zelia mencium pipi sebelah kanan kak dean "udah" ucap zelia setelah ia mencium dengan sekilas pipi putih dengan bulu-bulu halus yang sangat menggoda itu.


"ini" kak dean mengerucutkan bibirnya. tanpa menunjuk, zelia sudah paham bagian mana yang kak dean maksud. zelia terkekeh kecil melihat tingkah lelaki dihadapannya ini. mengapa bisa orang yang terkenal jaim, cuek, dan sedingin kak dean kini menjadi semanja ini??? tanya nya tak habis pikir.

__ADS_1


zelia mendekatkan wajahnya menuju ke benda kenyal milik kak dean, entah mengapa kali ini dia tak dapat menolak permintaan kakak ipar tercinta nya itu. entah karena hati nya yang butuh penenangan atau entah bagaimana, ia sendiripun merasa sulit untuk mengartikan.


.


.


tiiiinnnnnn


suara klakson motor itu memekik gendang telinga dua manusia yang hendak bercinta. zelia memundurkan tubuhnya, melihat ke belakang kearah motor itu berada. begitupun dengan dean yang langsung membuka mata nya lebar saat klakson motor itu menghentikan aksi manis zelia.


dean menatap tajam ke arah pengemudi motor yang berada dibelakang mobilnya. hatinya marah, dean membuka pintu mobil hendak keluar untuk memberi pelajaran kepada si pengemudi tersebut ,namun zelia segera menahan lengan dean membuat dean membalikkan badan dan kembali menatap ke arah zelia.


zelia tersenyum sambil menggelengkan kepala mengisyaratkan bahwa dean tak harus melanjutkan aksinya. ini ditempat umum, reputasi dean justru yang akan dipertaruhkan jika khalayak ramai melihat dean menghajar si pengemudi motor itu sedangkan disisi lain dean lah yang benar-benar salah. bagaimana tidak? bahwa saat ini mobil dean terparkir didepan gerbang tepat menutupi jalan masuk motor yang hendak memasuki area kampus, wajar saja jika sang pengemudi motor tersebut memekikan klaksonnya berulang kali ke arah mobil dean.


zelia langsung mengecup bibir dean secepat kilat. membuat dean tersenyum tipis dan tak melanjutkan aksi konyol nya.


whatt makin tua? apa aku udah keliatan tua?


batin dean dengan tanda tanya besar didalamnya. ingin sekali ia mengejar zelia dan mempertanyakan hal itu. namun pekikan suara klakson motor yang tak kunjung berhenti dan berada dibelakang mobilnya bisa menghancurkan gendang telinga jika ia tak segera pergi dari depan gerbang itu. begitupun zelia yang sudah masuk ke area gedung kampus dan sudah tak terlihat lagi.


"sialan......" umpatnya kesal sambil memukul stir kemudi dihadapannya. ya, saat ini dean merasa kesal karena suara klakson motor yang membuatnya gagal mendapat ciuman penyemangat dipagi hari dan juga ia merasa kesal karena zelia seolah-olah mengatakan bahwa dirinya tua.


.


.


.

__ADS_1


dean sudah berada di depan kampus zelia sesuai dengan waktu yang tadi pagi sudah zelia tetapkan. bahkan ia berjalan satu jam lebih awal agar tak membuat zelia kecewa karena ia terlambat untuk menjemputnya. namun kali ini, ia menyusun rencana untuk membawa zelia tak langsung pulang kerumah karena ada hal yang tadi pagi masih tertunda dan belum tertuntaskan.


"kakak dari tadi?" tanya zelia yang baru masuk kedalam mobil kak dean. kini raut wajah zelia sudah kembali cerita seperti biasa.


"hmmmm" jawab kak dean yang masih merasa kesal karena dianggap tua dan karena hal yang belum terselesaikan.


zelia tersenyum meski hatinya bertanya-tanya ada apa dengan kak dean? apa dia merasa sangat direpotkan jika harus mengantar jemput zelia?? pikirnya.


zelia melihat ke sekitar, jalanan yang masih macet namun tak separah pagi tadi. cuaca yang sangat terik, membuatnya kadang mengucap syukur karena saat ini dirinya sedang berada didalam mobil yang memiliki pendingin udara jadi dia tak harus merasa kepanasan. biasanya, zelia selalu menundukkan kepala berharap terik tak menembus kulitnya, belum lagi debu dan kepulan asap kendaraan yang menyelimuti perjalanannya saat ia pulang kuliah berboncengan dengan sean.


aaahh... apalagi ini mengapa dia jadi memikirkan sean. yang jelas-jelas tak ingin lagi memboncengnya.


mungkin karena melihat raut wajah kak dean yang sangat datar menjadi salah satu pemicu pikirannya singgah ke sean yang selalu bersama untuk berangkat dan pulang kuliah.


zelia mengguncang-guncang kepala nya perlahan, mencoba menetralkan pikirannya yang sepertinya benar-benar error, mengapa bisa dua lelaki yang berbeda berada dalam satu pemikirannya.


kenapa dengan anak ini?


batin dean saat melirik zelia dengan tingkah yang aneh.


apa dia sedang melakukan latihan gerakan tik tuk?


celoteh dean sambil menahan senyum saat melihat zelia bertingkah aneh dan sangat menggemaskan..


dean terus mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan yang ramai kendaraan berlalu lalang.


"lhoo kak kita dimana?" tanya zelia saat mobil dean terhenti disebuah bangunan besar dan sangat asing baginya.

__ADS_1


__ADS_2