Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 26. suatu tempat


__ADS_3

zelia menatap wajah kak dean yang terlihat sedih. zelia pun turut merasa bersalah karena ucapannya yang terlalu kasar hingga membuat lelaki dihadapannya bersedih.


zelia memeluk dean dengan erat,


"maafin zeli kak, zeli udah bikin kakak sedih"


ucapan maaf zelia sambil membenamkan wajahnya pada dada bidang dean.


dean mengecup ujung kepala zelia dan membelai rambutnya dengan lembut.


ada ketenangan yang benar-benar tak bisa diungkapkan. dean menyeka air mata yang tanpa sengaja menetes di pipinya.


entah apa yang membuatnya sesedih ini. pengalaman kehilangan orang yang sangat ia cinta menjadi salah satu pemicu air mata tak dapat tertahan untuk menetes.


"jangan pernah tinggalin kakak zel. kakak gak mau kehilangan kamu"


ucap kak dean lirih sambil terus mencium ujung kepala zelia.


zelia mengangguk, mencoba memahami isi hati kak dean,


mengapa lelaki yang mencintaiku bahkan setulus ini dengan ku bukan suami ku sendiri. bahkan suamiku pun tak pernah melakukan hal yang seperti kak dean lakukan sekarang ini.. apa aku salah jika aku pun tak ingin kehilangan lelaki yang juga tak ingin kehilanganku meskipun itu bukan suamiku.


zelia terdiam dalam dekapannya membiarkan kan kakak iparnya itu merasa lebih tenang.


dean mulai melepaskan dekapannya. begitu pun dengan zelia yang juga melepaskan pelukan nya. zelia dapat melihat bahwa ada air yang telah lolos namun segera dihapus oleh kak dean. hati nya benar-benar merasa bersalah mengapa ia bisa semarah itu.


"kakak akan ajak kamu pergi ke suatu tempat" ajak kak dean sambil tersenyum menghilangkan kesedihan yang sedari tadi menyelimuti mereka.


"kemana?" tanya zelia sambil memberikan senyuman manis dari bibirnya.


"ada deh, nanti juga kamu tau sendiri" ucap kak dean sambil memutar tubuhnya bersiap memakai kembali helm yang tadi dia lepas.


"kalo mau kebut-kebutan lagi, zeli gak mau ikut. zeli turun disini aja" ujar zelia merasa trauma akibat kelakuan kak dean yang membawa nya kebut-kebutan dijalan.

__ADS_1


"enggak-enggak cabiku" kak dean tertawa kecil mendengar celoteh zelia yang masih saja mengingat kejadian beberapa menit lalu.


"apa ??? kakak manggil zeli cabi???" zelia merasa tak terima ketika dean memanggilnya dengan panggilan yang terdengar tabu baginya.


"iya" dean mengangguk sambil menatap ke arah zelia dari kaca spion.


"kakak jahat ih. jadi maksud kakak, zeli kaya cewek-cewek alay yang suka keliling-keliling gak jelas tengil dijalanan suka boncengan bertiga gitu ya. mentang-mentang zeli masih kecil terus zeli disamain dengan cewek kaya gitu??" zelia kembali merajuk, matanya menatap intens ke arah kak dean yang melihat dirinya dari kaca spion.


"hahahhahaaa"


kak dean tertawa terbahak-bahak melihat wajah zelia yang kembali kesal dan mengerucutkan bibirnya.


zelia mlengos tak mau melihat kak dean yang tertawa melihat kemarahannya.


"kamu cantik banget kalo lagi marah kaya gini" dean merayu zelia yang masih memasang wajah cemberut tak mau menatapnya.


dean belum juga melajukan motornya meski helm sudah terpasang sempurna di kepalanya. dean menoleh ke belakang lalu memasangkan helm di kepala zelia yang masih cemberut dan terlihat sangat marah


"jangan marah sayang, sini kakak pakein" dean ingin kembali meraih helm yang kini sudah berada di tangan zelia namun zelia menepisnya.


"kamu tau, cabi itu artinya calon biniku. kakak panggil kamu cabi karena kamu calon bini kakak. soalnya tiap kali kakak panggil kamu sayang, kakak liat raut wajah mu seperti menolak panggilan itu" ucap dean lembut sambil membelai rambut zelia yang belum tertutup dengan helm.


wajah zelia seketika menjadi memerah. rasa malu bercampur bahagia kini menghampiri nya. mengapa ia bisa secepat itu mengartikam bahwa panggilan sayang dean adalah sebuah panggilan untuk wanita-wanita muda yang dalam arti lain memiliki sudut pandang negatif di mata nya.


zelia terdiam memandang dean yang juga memandang nya sambil tersenyum sedangkan zelia masih terdiam meski wajahnya kini berubah menjadi sangat merona.


"jadi gimana? masih mau marah sama kakak??" ucap kak dean sambil meraih helm yang masih dipegang oleh zelia dan memakaikannya.


zelia masih mematung sambil menatap dean. dean pun mengecup lembut bibir zelia yang tak lagi manyun dengan nya.


"mana mungkin kakak samain kamu dengan cewek-cewek yang menyandang gelar itu"


dean mengelus pipi zelia membuat zelia tersadar bahwa dean telah mengecup bibirnya.

__ADS_1


zelia menengok ke sekitar. ramai pengendara yang berlalu lalang dijalanan sedangkan mereka hanya berhenti ditaman tepi jalan yang masih dapat terlihat oleh banyak orang.


"kakak...!!" pekik zelia sambil mencubit pinggang dean membuat dean menggeliat kesakitan.


"kenapa? malu diliatin orang lewat?" tanya dean seolah merasa tak bersalah


"iyalah. yaudah kata nya mau bawa zeli pergi ke suatu tempat" ajak zelia mengalihkan perhatian dean yang sedari tadi memandangnya.


"yaudah iya, kamu jangan marah-marah lagi tapi ya" dean memutar tubuhnya kembali memegang gas dan melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat yang masih dirahasiakan oleh nya.


dean melajukan motornya lebih lambat dari sebelumnya agar mereka dapat menikmati suasana keramaian kota jakarta.


mereka saling berbincang disepanjang perjalanan. hingga panas nya terik matahari seolah tak mampu menembus kulit mereka karena asyiknya menyusuri jalanan berdua.


tibalah mereka disuatu tempat yang memangenjadi tempat favorit untuk dean bersantai atau hanya untuk sekedar menenangkan pikiran.


"kamu suka?" tanya dean kepada zelia yang langsung mendapatkan anggukan dari zelia.


semilir angin, lambaian pohon kelapa, rindangnya pepohonam besar, hamparan pasir putih, juga deburan ombak yang menghantam batu karang seperti sedang menyambut kedatangan dua manusia yang sedang kasmaran .


zelia bergegas turun dan melepas helm nya. ia berjalan sambil merentangkan kedua tangannya menarik nafas panjang lalu melepaskannya. seluruh penat di hati dan otak nya terasa terhempas bersama ombak yang menerjang batu karang.


geraian rambutnya bergerak mengikuti arah angin. zelia memejamkan mata nya. merasakan kenyamanan di tempat yang membuat nya merasa teduh. tempat yang jauh dari keramaian dan belum terjamah oleh tangan-tangan jahil manusia. semua nya masih alami dan rapi. sebuah pantai yang jarang sekali ditemukan dan tak pernah ia sambangi sebelumnya.


kak dean memandang zelia yang masih menikmati suasana pantai. dean mengambil handphone dari saku nya dan memotret zelia meski tanpa sepengetahuan nya.


banyak gambar yang ia ambil dari berbagai sudut meski banyak foto dengan gaya yang sama. namun semua terlihat alami , memperlihatkan zelia sedang candid merentangkan tangan dengan mata terpejam, zelia sedang merapikan rambut nya yang terbawa angin hingga menutupi wajah.


namun dean tak ingin kehilangan kesempatan untuk mengabadikan semua moment mereka berdua . dean tersenyum melihat zelia yang terlihat sangat bahagia.


dean berjalan mendekat ke arah zelia berdiri. dean memeluk tubuh zelia dari belakang setelah ia selesai mengambil beberapa foto zelia.


"kamu bahagia" ucap kak dean sambil menyandarkan dagunya di pundak zelia.

__ADS_1


__ADS_2