Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 32. sean apakah kamu ingat?


__ADS_3

sean menekan puntung rokok itu kedalam asbak lalu masuk ke dalam kamar meninggalkan api kecil yang masih sangat membara disana. rasa kesal menyelimuti hati nya karena belum mendapatkan persetujuan dari kak dean untuk menyusul orang tua nya dibali. sebenarnya sean sudah meminta izin kepada mama bahwa ia akan mengajak zelia untuk berlibur kesana. namun mama mencegah keinginan anak bungsunya itu dan menyuruh sean untuk meminta izin terlebih dahulu kepada kak dean yang kini bertanggung jawab untuk sean dan zelia selama mereka jauh dari mama dan papa.


sean membuka handle pintu dan masuk ke dalam kamar. terlihat sean yang menghela nafas kasar sambil mengusap wajah lalu menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur bersebelahan dengan zelia yang masih sibuk memainkan handphone.


mata zelia melirik sekilas ke arah sean yang begitu kesal meski wajahnya masih tetap lurus menatap layar handphone.


" lo tadi dari mana aja sama kak dean?" sean menengok ke arah zelia yang tak menoleh sedikitpun untuk sekedar mengetahui bahwa dirinya kini sudah berada disebelahnya.


belum memberi jawaban atas pertanyaan sean, zelia justru balik bertanya


"emang kenapa?"


"zel, gue itu suami lo, gue harus tau lo kemana? lo sama siapa? gue harus tau!! lo tau?? lo itu tanggung jawab gue selama mama dan papa gak ada, lo itu harus dalam penjagaan gue. mama, papa, om irwan mereka semua nitipin lo sama gue, bukan sama kak dean!" kata sean sedikit kasar sambil menatap zelia dengan tatapan tajam meski zelia tak juga menoleh ke arahnya.


"terus kenapa, kalo realitanya emang kak dean yang selalu ada. kalau gue ini tanggung jawab lo? apa lo bisa mempertanggung jawabkan dengan baik tanggung jawab lo ini !! apa dengan pergi setiap malem bahkan sampe gak pulang itu bentuk penjagaan lo buat gue??"


bantah zelia dan kali ini mata nya pun menatap sean dengan intens . tatapan mereka saling bertemu, tatapan mata zelia seolah penuh dengan kebencian.


sean mengusap wajahnya, mengaku kalah jika harus adu debat dengan istri nya. rasa kesal karena kak dean pun belum hilang, ini malah sudah ditambah lagi dengan perdebatan dengan zelia.


zelia memalingkan wajahnya tak ingin lagi menatap sean. sean menghela nafas panjang mencoba menenangkan hati mungkin karena hatinya yang sedang kecewa hingga penekanan nada bicara nya membuat zelia akhirnya malah marah.


"zel, gue minta maaf, bukan maksud gue kaya gitu" kali ini sean berbicara dengan nada lembut.

__ADS_1


zelia tetap acuh tak menoleh bahkan tak memberi jawaban.


"jadi lo gak mau maafin gue?" tingkah tengil sean mulai keluar untuk menjahili wanita yang berada disebelahnya yang menjadi satu-satunya jurus andalan sean untuk merayu zelia yang merajuk.


mencium gelagat dari nada bicara sean yang tak mengenakkan. zelia menoleh ke arah sean sambil mengernyitkan keningnya. menaikkan sebelah alis nya mencoba menelusuri maksud dari ucapan sean.


"gue cium ntar kalo lo gak mau maafin gue"


ancam sean sambil menyunggingkan senyum disudut bibirnya.


"apaan sih lo !!" zelia mendorong tubuh sean kesal, ia takut sean melakukan hal yang baru saja ia ucapkan.


"lo pasti takutkan!!" sean tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah zelia yang semula merajuk tiba-tiba berubah menjadi pucat seperti orang yang sedang melihat hantu.


"zel, lo belum kasih tau ke gue soal-soal ujian tadi siang" sean mencoba mengalihkan pembicaraan mereka .


"zel, ayolah tolong suamimu ini !!" sean menggenggam tangan zelia memohon layaknya anak kecil yang merengek kepada ibu nya meminta untuk dibelikan mainan.


"kenapa lo gak minta kasih tau citra !" zelia selalu memberikan tekanan disetiap kata-kata nya. sean memutar wajah nya tak lagi menatap zelia, ia menggaruk kepala nya yang tidak gatal namun ia bingung tak tau harus berkata apa untuk menjawab pertanyaan zelia. karena sejak semalam ia sama sekali belum menghubungi citra.


"sean...." panggil zelia pelan kepada sean yang tak memberi jawaban atas pertanyaan yang menyinggung citra.


"hmmm...." jawab sean lalu kembali menoleh ke arah zelia. menatap wajah zelia yang tak menatapnya namun terlihat bahwa ada perkataan yang ingin ia ucapkan dengan serius.

__ADS_1


"apa lo masih inget sama perkataan lo, bahwa lo ngizinin gue buat punya cowok, asal gak ketauan mama papa?"


"degggg"


pertanyaan zelia membuat jantung sean seperti berhenti berdetak sejenak, sean berulang kali menelan saliva nya dengan kasar. pertanyaan yang sekarang terasa sulit untuk sean beri jawaban. namun sean masih mengingat betul kesepakatan dari perkataan yang ia ucapkan sendiri kala itu. bahwa ia mengizinkan zelia untuk memiliki lelaki lain dalam hidupnya karena ternyata pasca menikah ia pun tak mampu untuk berpisah dengan kekasihnya.


"se...!!" pekik zelia kepada sean yang terdiam sambil menatap zelia dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.


"hmmm" sean tak mampu berkata-kata apalagi menjawab pertanyaan zelia.


"apa lo masih inget??!" zelia mengulang kembali pertanyaan nya dengan penuh penekanan sambil menatap wajah sean.


"kenapa baru sekarang lo mempertanyakan itu semua zel? ngeliat lo bersama kak dean aja gue risih apalagi ngeliat lo sama cowok lain? apa ini arti nya gue jealous ? apa gue udah mulai suka sama lo?"


batin sean bermonolog, melempar dan menjawab pertanyaan hati nya sendiri yang ternyata sulit untuk ia artikan. kini sean baru menyadari bahwa tak mudah untuk menyelami hati zelia yang seperti sudah tertutup rapat untuknya. bahkan sekuat hati ia berusaha untuk menembusnya, zelia seolah telah membangun dinding besar sebagai pembatas untuk dirinya dan zelia.


semua itu baru sean sadari saat perasaannya terasa tak nyaman ketika melihat zelia dekat dengan lelaki lain sekalipun itu kakak kandung nya sendiri , meski ia sadar bahwa saat ini pun, posisi citra dihatinya belum bisa tergantikan.


namun apakah sean menginginkan kedua nya? apakah akhirnya sean akan seegois itu untuk bisa memiliki dua wanita untuk bersanding dengan nya?


"se... kok lo malah diem..!!! lo inget gak?" zelia mengerucutkan bibirnya merasa kesal karena sean masih terdiam tanpa memberi jawaban.


"iya gue inget " ucap sean datar "apa lo udah punya cowok lain?" lanjut sean menatap wajah zelia dengan serius. berharap jawaban zelia kali ini tak mengecewakannya.

__ADS_1


zelia mengangguk sambil tersenyum. terlihat raut kebahagiaan di wajah zelia, meski saat melihat jawaban zelia hati sean terasa sesak.


sebenarnya zelia dapat melihat bahwa sean seperti tak rela dengan jawaban dan keputusannya. tapi ini lah balasan yang setimpal atas apa yang selama ini dia rasa. meski dari awal pernikahan mereka bukan atas dasar cinta. namun zelia pernah mencoba untuk mengundang perasaan itu agar dapat hadir dihatinya, meski harapan tak selalu sesuai rencana. karena realitanya, sean malah mengabaikan perasaannya bahkan tak menengok sedikitpun ke hatinya, membuat hati zelia pun acuh dan tertutup rapat untuknya. kini hati zelia telah terbuka oleh orang yang selalu ada untuk nya dan memberikan perhatian lebih untuknya.


__ADS_2