
zelia melirik sekilas ke arah sean yang bertingkah sangat aneh. kenapa dia?baru saja masuk sudah balik badan seperti melihat hantu saja batin zelia. namun zelia kembali menatap dirinya dari depan cermin tanpa sedikitpun menghiraukan tingkah aneh sean yang sebenarnya sangat menggelitik.
"zeli..." sapa sean sambil cengigisan layaknya abg yang ingin mengajak berkenalan dengan penuh salah tingkah. entahlah ada setan apa yang merasuk kedalam tubuhnya hingga sean terlihat sangat aneh bagi zelia.
zelia terdiam dengan wajah datar. namun ia bisa melihat mimik wajah sean dari pantulan cermin yang menampakkan sean disana.
"lo masih marah ya sama gue?" tanya sean sambil berjalan dan kini mulai menjatuhkan tubuhnya disofa. "zel, gue _" sean seolah ragu untuk menyatakan permintaan maaf nya kepada zelia.
"zel, kok lo diem aja sih" sean mengurungkan niat nya untuk meminta maaf kepada zelia karena selain rasa ragu yang masih terselip dalam hati nya. ternyata ada rasa gengsi yang begitu besar untuk meminta maaf ditengah-tengah zelia yang masih saja bungkam dan tak merespon dirinya .
"zel, gue janji gue gak bakal ngelarang lo buat punya pacar , gue masih inget kok apa yang pernah gue bilang dan yang seperti kemarin
lo mau. tapi lo juga jangan ngediemin gue kaya gini dong. gak enak tau !!! ooohhh jangan-jangan, lo cemburu ya sama citra?? lo udah mulai suka sama gue?" sean kembali berceloteh dengan menghadirkan sifat asli yang bertaburan rasa percaya diri yang begitu besar.
zelia berdecak, tak habis pikir dengan lelaki di dekat nya ini yang juga memiliki kadar kepercayaan tinggi yang begitu besar. namun yang satu ini lebih pandai berhalusinasi, selain dirinya mengklaim bahwa ketampanannya bagaikan malaikat namun dia juga begitu percaya diri menyatakan bahwa zelia sudah mulai menyukainya. zelia menggelengkan kepala perlahan tak tau harus bagaimana menyikapi lelaki yang bergelar sebagai suami yang sangat menyebalkan ini.
tuhan... kenapa dulu gue harus ketemu sama nih laki sih. batin zelia yang masih belum sepenuhnya bisa menerima takdir.
"zel, pendengaran lo masih normal kan???" tanya sean sambil menatap wajah zelia dari pantulan cermin yang masih saja tak menjawab semua celoteh nya.
"lo kira gue budeg!!!!" cetus zelia dengan jutek, sebenarnya zelia masih enggan untuk berbicara dengan sean, namun suaminya ini benar-benar menguji kesabarannya hingga akhirnya kata-kata ketus itupun keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"syukur lah, gue kira lo gak denger semua perkataan gue tadi. abis dari tadi lo diem aja, lo betah apa ngediemin cowok sekeren gue??" sean menyisir rambutnya dengan jemari tangannya membuat zelia semakin muak dengan tingkah sean yang semakin kepedean.
"zel, lo kalo udah mulai suka bilang aja. gak usah pura-pura ngaku udah punya pacar, tapi mana?? lo masih aja berangkat dan pulang kuliah bareng kak dean. kenapa gak bareng pacar lo???" lanjut sean yang kini sudah beralih posisi berbaring sambil memainkan handphone.
andai lo tau pacar yang gue maksud siapa? apa lo masih bisa sesantai ini menerima kenyataan??? batin zelia bergeming menjawab semua celoteh sean yang tak bisa ia ungkapkan.
"tapi saran gue sih ya, selama gue berangkat dan pergi ke kampus bareng citra. lo bareng kak dean aja zel, pasti lebih aman. daripada lo sama pacar lo yang gak jelas itu kan?? gue sih lebih percaya bahwa kak dean lebih bisa jaga lo buat gue, buat anak-anak kita nantinya" ujar sean dengan tatapan fokus pada layar handphone.
"hahhhh siapa juga yang mau punya anak sama lo" zelia semakin gerah untuk menanggapi celoteh sean yang semakin tak berarah. "lho terus apa guna nya kita menikah kalau gak mau punya anak,zelii !!!?? selama ini gue cuma nahan buat kita tak berproduksi karena kita masih kuliah, lo mau kuliah dengan perut buncit???" ujar sean dengan semua kehalusinasiannya.
zelia menggelengkan kepala nya yang terasa semakin sulit untuk mencerna ucapan sean yang sama sekali tak masuk akal. bagaimana bisa sean berbicara seperti itu sedangkan selama ini ada wanita lain yang selalu ia perjuangkan dan ia prioritaskan. apa mungkin sean mencintai zelia? apa bisa mereka memiliki anak sedangkan mereka tak saling cinta???
begitupun dengan zelia, ia sama sekali tak pernah menganggap pernikahan antara dirinya dan sean itu sebagai nyata seperti layak nya pasangan suami istri. karena disisi lain ia masih sangat berharap bahwa suatu hari nanti dia dan sean bisa saling bahagia dengan pilihan hidupnya masing-masing. lalu kenapa sekarang sean membahas tentang mereka untuk kedepannya????
zelia duduk dikursi yang berada disana sambil menghirup udara dalam-dalam.
sean yang mengamati kepergian zelia dari dalam kamar hanya bisa menyeringaikan senyum jahil karena celotehnya bisa membuat zelia keluar suara meski harus penuh nada-nada ketus yang terkesan kasar. untunglah sean sudah paham sifat zelia yang berwatak keras. juga sudah tak kaget dengan tingkah mereka yang memang seperti kucing dan tikus jika sedang bersama.
.
.
__ADS_1
"kamu kok sendirian?" ucap dean yang berjalan menghampiri zelia yang masih terduduk dikursi sambil menikmati hembusan angin dengan mata terpejam.
zelia membuka mata dan menoleh ke arah asal suara yang tak asing lagi baginya.
"iya, didalam gerah" kata zelia yang kini telah memalingkan wajah menatap kembali langit yang baru saja kehilangan sunsetnya.
"ac dikamar mati?" tanya dean
zelia menggeleng "manusia dikamar itu yang membuat gerah" sahut zelia yang kemudian kembali memejamkan mata. ada sedikit rasa cemburu dalam hati dean, namun harus ia sadari bahwa zelia dan sean adalah pasangan suami istri yang harus satu kamar. meski rasa cemburu itu sekedar hinggap, atau lebih tepatnya ia merasa iri karena sean lebih bisa leluasa berdua dengan zelia dibanding dengannya. dean menelan saliva nya berat dengan tujuan untuk menetralisir perasaanya agar tak terlihat raut cemburu diwajahnya.
"akhir pekan zeli mau ngerefresh otak kak, zeli boleh kan pergi ke bandung ke tempat om irwan?" tanya zelia sambil menoleh ke arah dean yang sudah duduk disebelahnya.
"emang gak ganggu kuliah kamu?" tanya kak dean sambil menengok ke arahnya.
"enggak kak, sebentar lagi ujiannya selesai. jadi zeli bisa liburan disana sekaligus nemenin tante ressa yang udah mau lahiran" jawab zelia.
"oke kalo itu mau kamu, tapi kakak gak mau kamu kesana nya sendirian"
"terus?? zeli sama siapa?" tanya zelia yang merasa aneh dengan permintaan kak dean yang melarangnya berpergian sendiri sedangkan bagi zelia ini bukan kali pertama nya ia pergi ke kota kembang itu. karena sudah berulang kali ia dan mendiang ayah nya berkunjung kerumah oom nya itu.
"nanti bisa kakak atur" kata kak dean.
__ADS_1
zelia hanya bisa tersenyum, entahlah siapa yang akan menemaninya setidaknya rasa rindu kepada oomnya itu akan segera terobati. namun ada harapan besar dalam hati zelia bahwa semoga kak dean lah yang bisa menemaninya. salah satu alasannya ingin kebandung untuk merefresh otak dari tugas kuliah juga dari perdebatan dengan sean,namun apa beda nya jika kak dean malah mengutus sean untuk menemaninya pergi kesana .