Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 67. pesan om irwan


__ADS_3

sejuknya suasana pegunungan di sore hari tidaklah lengkap jika tidak ditemani dengan secangkir kopi. Sean dan om irwan pun kini sedang menikmati hangat nya kopi sambil duduk diteras rumah berdua. Tante ressa yang sekarang memiliki kesibukan mengurus bayi membuatnya sulit untuk bisa bergabung meski hanya untuk sekedar bercegkrama seperti biasa.


Sedangkan zelia yang sedang asyik berbalas pesan dengan dean sama sekali tak tertarik untuk beegabung dalam obrolan antara sean dan om irwan. Ia lebih memilih mengurung diri dikamar dan ditemani dean dari kejauhan.


"lagi apa bi?" tanya kak dean dalam chat pribadi.


"lagi menjawab kerinduan seseorang" sent to my prince handsome.


"tau aja kalo kakak rindu banget. Oiya gimana? Apa anak tengil itu disana membuat ulah" tanya dean. Entahlah, mengapa sekarang-sekarang ini dean merasa sangat malas menyebut adiknya sendiri dengan panggilan sebuah nama.


"pasti dong. Bukan anak tengil nama nya kalo gak buat ulah" balas zelia. Zelia kemudian mengirim video yang berhasil ia rekam saat kejadian dipasar. Bahkan ia masih saja tertawa jika melihat video tersebut meski sudah berulang kali ia putar.


"kenapa bisa begitu?" tanya dean.


"entah, penggemar rahasianya kali" balas zelia.


"tapi divideo itu kamu keliatannya bahagia banget sampai bisa tertawa lepas begitu!" sikap posesif dean mulai bermunculan dan fikirannya pun mulai berkelana tak tenang.


"siapa sih yang gak tertawa liat begituan?? Gausah posesive deh, cemburu kah?" tanya zelia dalam menjawab pesan dean.


"salah kalo cemburu?" tanya dean


Zelia mulai malas untuk berbalas pesan jika akhirnya hanya berujung perdebatan karena rasa cemburu.


"udah kemana aja sama dia?" tanya dean saat pesannya hanya ceklis dua berwarna biru.


"gak kemana-mana" balas zelia malas memperpanjang urusan. Awalnya ia hanya berniat untuk memberikan hiburan tapi dean malah menanggapinya dengan perasaan lain.


"jangan nakal bi, ingat hatimu hanya untukku" perkataan dean membuat zelia kembali tersenyum meski hatinya masih merasa kesal karena sikap posesif dean yang menurutnya terlalu berlebihan.


"gimana aku disini bisa nakal, jika seluruh hatiku sudah kakak bawa pulang ke jakarta" balasan zelia menghasilkan ukiran senyum di bibir dean. Entahlah, disaat sikap posesifnya melebihi anak remaja, zelia selalu bisa membuat hatinya kembali tenang.

__ADS_1


"aku sayang kamu bi" kirim dean dengan banyak emoticon kiss di ujung kata-katanya.


Zelia tersenyum dan membalas nya dengan hal yang serupa.


.


.


.


"gimana hubunganmu dengan zelia se?" tanya om irwan memecah obrolan kecil mereka menjadi hal yang lebih serius.


"baik-baik aja sih om. Cuma kami belum bisa menjadi seperti om irwan dan tante ressa" sean menyeruput kopi hangat nya agar lebih santai menjawab setiap pertanyaan om irwan.


Om irwan pun menyadari bagaimana zelia bertingkah laku didepan sean. Bahkan om irwan dapat menilai jika zelia lebih bersikap manis saat didepan dean yang hanya kakak iparnya. Sebenarnya om irwan sempat berfikiran buruk tentang mereka namun ia segera menepis semua pikiran itu, bagaimana bisa ia tak mempercayai keponakannya sendiri.


"kamu yang sabar aja se, suatu saat zelia pasti berubah" ucap om irwan menguatkan sean yang sepertinya merasa sedikit kecewa atas perlakuan zelia. Disisi lain, om irwan pun tak ingin salah arah. Bagaimana pun sean adalah suami sah zelia yang harus ia dukung penuh. Alangkah berdosanya ia sebagai orangtua pengganti ayah zelia jika ia tak mampu menasehati pasangan muda ini.


"iya om, sean selalu berdoa akan hal itu. Mungkin juga semua karena sean yang dulu selalu mengabaikannya, hingga sampai saat ini zelia menganggap sean hanya sebatas teman" entah sejak kapan sean si periang dan konyol mampu bercerita dari hati ke hati.


"gimana mau begituan om, bersentuhan saja zelia enggan" sean terkekeh malu meski ia harus menjawab tanpa rasa segan.


om irwan menggeleng pelan, bagaimana mungkin menikah selama ini mereka bisa bertahan tanpa ada nya suatu hubungan intim layaknya pasangan suami istri? Pikir om irwan .


"se, suatu saat. Jika kamu sudah tak mencintai zelia lagi. Om minta, jangan pernah kamu menyakitinya apalagi memukulnya. pulangkan saja dia pada om, karena om akan kembali menerimanya dengan lapang dada"


ucap om irwan dengan mata sedikit berkaca-kaca. Om irwan menyadari bahwa tak semua lelaki mampu menahan jika selalu diabaikan seperti itu. Yaa... bahkan om irwan merutuk dirinya sendiri karena pernikahan yang terjadi diantara mereka berdua. Bagi om irwan, ini semua bukan salah sean ataupun salah zelia. Namun ini semua salahnya yang begitu terburu-buru menyetujui untuk menjodohkan zelia pada sean padahal saat itu zelia sempat menolaknya.


Om irwan tertunduk, bahkan terselip rasa berdosa pada mendiang kakak nya yaitu ayah zelia, karena kini ia tak berhasil membuat zelia bahagia atas pernikahan dengan lelaki pilihannya.


"maafkan aku mas, kufikir setelah zelia menikah dia akan bahagia serta hidupnya akan berkecukupan, namun aku salah mas, aku belum bisa membahagiakan putrimu" ucap om irwan dalam hati.

__ADS_1


"sudahlah om, aku tak kan menyakiti zelia dan akan selalu setia menunggunya hingga dia mau menerima ku sebagai suaminya" ucap sean yang merasa tak enak hati pada om irwan.


"om percaya padamu. Terimakasih kamu sudah mau menjaga keponakan om dengan baik"


Mereka berdua pun kembali menikmati kopi hangat milik mereka masing-masing. Hingga akhirnya sean lebih dulu memutuskan untuk masuk ke kamar karena udara yang semakin sejuk hingga menembus ketulang.


.


.


.


Beberapa hari berlalu, sean dan zelia pun memutuskan untuk pamit dari kediaman om irwan dan langsung terbang ke bali untuk menemui mama dan papa disana. Rasa rindu yang sudah menggebu membuat sean tak ingin singgah terlebih dahulu di jakarta.


"lo yakin gak mau pulang dulu?" tanya zelia saat mereka sedang dalam perjalanan.


"enggak, mau ngapain?" sahut sean


"ya sapa tau kak dean mau ke bali bareng sama kita" jawab zelia


"ah kak dean udah sering kesana. Yang seharuskan lo khawatirkan itu gue, bukan kak dean"


Mata zelia seketika menatap sean tajam saat mendengar ucapannya.


"soalnya gue belum pernah kebali, takut aja nanti malah jadi nyasar " lanjut sean sambil terkekeh.


"lo yang bener se, gak usah macem-macem deh !! Kalo kita nyasar beneran gimana coba???" zelia menelisik wajah sean mencoba mencari jawaban apakah benar yang diucapkannya jika ia belum pernah kebali. Lalu kenapa dia begitu nekat hingga harus memutuskan untuk pergi kesana hanya berdua.


Zelia mendengus kesal sedangkan sean hanya bersikap santai tanpa rasa bersalah.


"gue gak mau macem-macem, gue cuma mau satu macem. Kalo kita nyasar berarti itu cara tuhan agar kita bisa bulan madu berdua" ucapan sean membuat zelia bergidik ngeri. Seketika zelia mengalihkan pandangannya dari sean, membuat sean terkekeh karena espresi zelia yang seketika berubah saat ia bilang bulan madu.

__ADS_1


.


.


__ADS_2