Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 102. kedua kali nya


__ADS_3

Dean membalikkan tubuh zelia agar dapat menghadapnya. Dimulailah langkah demi langkah agar ia dapat memuaskan istri tercinta.


Suara desah*n yang terdengar merdu itu mampu membuat dean semakin menggebu-gebu untuk memanjakan wanitanya.


Pergerakan tangannya yang cepat untuk meluc*ti satu persatu pakaian yang menempel ditubuh zelia membuat dean dengan mudah melakukan aksi panasnya


Kini dean telah siap sepenuhnya untuk mengantarkan zelia terbang ke nirwana.


semakin lama zelia pun semakin mampu mengimbangi permainan dean. Merasakan ada balasan dari zelia, dean semakin merasa tertantang.


dean menyunggingkan senyum kemenangan. saat kedua nya telah tiba dipelepasan yang pertama.


Kini kedua kalinya dean berhasil menggempur sang istri dan menanamkan benih unggul didalam rahim zelia.


"i love you"


ucap dean sebelum ia menjatuhkan tubuh di samping zelia.


"i love you too"


Balas zelia dengan deru nafas yang masih terengah-engah karena kelelahan.


Keringat pun nampak bercucuran ditubuh mereka yang sedang berada didalam kamar berpendingin udara. Semua itu seolah menjadi bukti begitu hebatnya permainan mereka siang ini.


zelia benar-benar tak berdaya dan akhirnya terlelap dengan tubuh polos yang hanya tertutup selimut hingga ke lehernya.


Dean pun ikut menyusul zelia masuk kedalam selimut yang sama dan larut dalam mimpi indah sambil memeluk erat tubuh ramping istri tercinta.


.


.


"kak..."


Panggil zelia dengan suara serak khas orang baru bangun tidur saat melihat lelaki kesayangan yang sejak tadi memeluknya kini tak berada disampingnya.


"kamu sudah bangun"


sahut dean dengan wajah segar dan rambut yang masih sedikit basah. sepertinya dean baru selesai mandi.


"iya, laperrrr "


Zelia mengelus perut yang telah membangunkannya dari tidur nyenyaknya..


Dean tersenyum mendengar penuturan jujur zelia, juga suara-suara cacing dalam perut zelia yang sudah berdendang. Wajar saja jika zelia hingga kelaparan karena setelah permainan tadi, mereka langsung tertidur sampai lupa untuk makan.


.


Tanpa ia sadari waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.


Zelia segera membersihkan diri.


Mereka berdua langsung pergi untuk mencari makan direstoran terdekat.


rasa lapar yang sudah sangat menyiksa tak memungkinkan untuk zelia memasak makan malam mereka berdua.


.

__ADS_1


.


"kamu mau makan apa bi?" tanya dean sambil menyodorkan buku berisi deretan menu makanan direstoran itu.


zelia segera memesan beberapa makanan. ia lebih waspada sebelum pada akhirnya dean yang memesan dan membuat seisi meja mereka bisa penuh dengan makanan yang membuat mejanya menjadi seperti meja prasmanan, seperti saat dulu mereka masih pacaran.


.


Mereka berdua menyantap makan malam tanpa ada obrolan apapun. Sesekali dean melayangkan suapan dari sendoknya ke arah zelia. Entah mengapa dalam hal ini dean memang lebih bucin dari pada dirinya.


Waktu sudah semakin larut, mereka kembali ke apartemen untuk beristirahat. Tak ada lagi permainan hebat untuk malam ini. meski sijoni masih menuntut untuk main, namun zelia benar-benar menolak dengan alasan lelah.


.


.


"bi hari ini kamu gak kuliah?"


tanya dean.


"libur kak" sahut zelia yang masih sibuk menyiapkan sarapan di dapur.


Dean mendekati istrinya yang masih sibuk memasak. Dean memeluk zelia dari belakang, aroma tubuh zelia seolah menjadi candu untuknya setelah menikah.


"masak apa sih wangi banget"


Dean menci*m sebelah pipi zelia.


"apaan sih ci*m-ci*m segala. Aku belum mandi loh"


Tepis zelia saat ia merasa kurang percaya diri dan zelia tau bahwa yang dean tanyakan hanya sekedar berbasa-basi karena memang masakannya tak wangi sama sekali.


Dean malah menghirup wangi tubuh zelia lebih dalam dan lebih lama lagi.


"apaan sih kak !! Risih tau !!"


zelia menyikut perut dean dengan sengaja karena merasa risih dengan tingkah suaminya.


"aawwwh.. Belum apa-apa kamu udah KDRT bi"


zelia terkekeh melihat suaminya kesakitan karena sikutannya.


"ini pakein dasi dulu bi !"


Pinta Dean sambil menyodorkan dasi dari tangannya.


"manja banget deh. Biasanya juga bisa make sendiri !!"


"nanti miring malah membuat si joni bangun lagi seperti kemarin"


Zelia menghela nafas panjang saat alasan dean membuat bulu kuduknya merinding.


Zelia segera memutar tubuhnya menghadap dean, dan meraih dasi dari tangannya lalu mulai memasangkan dasi tersebut.


"udah selesai"


ucap zelia kemudian kembali memutar badan melihat masakan yang sempat ia abaikan sebentar.

__ADS_1


"cepet amat !" protes dean.


"kalo lama-lama bahaya, nanti sijoni bangun malah gak kerja lagi !"


Dean tertawa mendengar ucapan istrinya yang galaknya melebihi ibu tiri. Namun entah mengapa sikap zelia yang apa adanya seperti ini justru membuatnya semakin sayang.


.


.


"bi, menurutmu bagaimana kalau kita beli rumah? Apartemen ini sepertinya kurang pas untuk kita yang sudah berkeluarga"


usul dean disela-sela sarapannya.


"untuk apa sih kak beli rumah, toh apartemen ini cukup kok untuk kita berdua"


Sangkal zelia yang belum memikirkan terlalu jauh bagaimana hidup mereka kedepannya.


"bukannya gitu bi, kan enak kalau kita punya rumah sendiri. Kalau-kalau aja ada orang tua atau saudara yang mau menginap dirumah kita kan?"


.


"hmmm itusih terserah kakak aja, zeli mah ikut gimana baiknya !"


dean tersenyum saat mendapat lampu hijau dari zelia.


Sebenarnya dean memang telah memikirkan hal ini sejak mereka belum menikah. Namun bagaimanapun juga ia harus meminta persetujuan zelia sebagai istrinya.


Setelah selesai menikmati sarapan, dean langsung pergi ke kantor meski sebenarnya ia masih ingin bermanja-manja dengan zelia.


Tak lupa zelia mengantarkan dean hingga kedepan apartemen mereka, lalu bersalaman dan mencium punggung tangan suaminya dengan takdzim. Begitupun dengan dean yang mencium kening zelia dengan mesra.


"jangan lupa pintu dikunci, jangan terima tamu siapapun itu dan satu lagi, jangan pergi kemana-mana sebelum aku pulang"


deretan pesan yang dean tinggalkan pada zelia sudah seperti ayah berpesan pada anaknya . Dean benar-benar merasa khawatir pada zelia yang akan ia tinggal seorang diri.


"iya iya, tenang aja !!"


Sahut zelia sambil menyilangkan tangan didepan dada.


Sebenarnya zelia berniat ingin mengajak anita keluar. Namun ternyata dean sudah lebih dulu memberi peringatan padanya.


Zelia tak ingin berdebat dengan dean yang nantinya akan berhujung dean mengurungkan niatnya untuk bekerja .


tanpa butuh waktu lama dean pun pergi meninggalkan zelia.


Zelia kembali masuk kedalam apartemen. Ia menjatuhkan tubuhny di sofa dan mulai merasakan jenuh dengan kesendirian.


Ia benar-benar merasa seperti burung yang sedang terkurung dalam sangkarnya.


Jika dulu sean begitu tak memperdulikannya hingga ia dapat bebas pergi kemana saja.


Kali ini dean sangat mengkhawatirkannya hingga ia tak diperbolehkan pergi kemana-mana.


berulang kali zelia melirik jam yang menempel didinding berharap jarumnya dapat berputar lebih cepat.


berulang kali ia menghubungi dean namun sang assisten yang dulu ia panggil 'abang' itu mengabarkan jika dean sedang meeting penting dengan klien.

__ADS_1


Zelia mendengus kesal, terpaksa harus tetap diam didalam rumah.


.


__ADS_2