Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 29. kebetulan


__ADS_3

berulang kali sean menelan saliva nya yang hendak menetes melintasi bibir nya . tanpa zelia sadari sean kini sedang menikmati pemandangan lekuk tubuh nya pada setiap inci.


"sial kenapa dia menggoda banget" batin sean seolah menyetujui argumennya bahwa zelia jauh lebih menggoda dari pada kekasihnya.


tok tok tok


"zeli kamu gak apa-apa??" suara kak dean diiringi beberapa kali ketukan membuyarkan pandangan sean yang sedang terfokus pada tubuh polos zelia. zelia pun menghentikan gerakan kaki nya dan terdiam. mereka berdua menatap ke arah pintu utama kamar mereka yang sedang diketuk oleh kak dean secara bersamaan. zelia langsung berlari menenggelamkan dirinya dibalik selimut sebelum kak dean memaksa masuk ke dalam kamar nya tanpa permisi. dan kini dia baru menyadari bahwa saat ini tubuhnya hanya sedang menggunakan pakaian dalam saja .


sean merapikan baju nya berjalan mendekat ke pintu kamar. diluar sana kak dean masih saja mengetuk karena belum mendapatkan jawaban. sean membuka handle pintu melebarkan pintunya sedikit hanya sebatas tubuhnya yang bisa terselip dengan tujuan agar kak dean tak bisa melihat zelia didalam kamar.


"ohh lo udah pulang! zelia tadi kenapa?" ucap kak dean saat melihat sean yang keluar membuka pintu kamar mereka.


"hmmm itu, itu tadi ada kecoa di kamar mandi" sean sedikit gugup untuk memberi alasan.


"tapi zelia gak apa-apa kan?" kak dean terlihat sangat khawatir dengan zelia. namun apa daya, karena saat ini zelia sedang bersama lekaki yang lebih sah dengan dirinya.


meski terbesit banyak pertanyaan tentang zelia kenapa? dan ada rasa cemburu yang ikut singgah dihatinya, namun dean mencoba menahan semua agar tetap baik-baik saja.


"aman kak, zelia pasti aman" sahut sean sambil mengacungkan jempolnya lalu nyengir kuda ke arah kak dean.


sean segera menutup pintu kamarnya saat dean meninggalkan nya tanpa permisi.


"gimana? kak dean udah pergi?" tanya zelia yang mengeluarkan kepala nya dari balik selimut.


"aman, tenang aja" sean berjalan mendekat ke arah zelia.


"yaudah lo disitu aja" pekik zelia menghentikan langkah sean. sean melihat ke tubuh nya sendiri dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. entah apa yang salah dengannya hingga zelia melarang dia untuk mendekat.


"gue mau pake baju, lo ngehadap ke tembok !!" perintah zelia yang pantang untuk tidak dituruti. kali ini sean pun lebih memilih untuk mengikuti perintah zelia karena enggan berdebat dengan istrinya yang keras kepala itu.

__ADS_1


"awas lo ya, kalau ngintip !!! " ancam zelia kemudian ia berjalan mengendap-mendap layaknya seorang maling. zelia segera mengambil handuk yang tergeletak dilantai dan mencari baju yang tadi belum sempat ia ambil lalu memakainya.


"udah belom?" tanya sean yang masih terus menghadap tembok membelakangi zelia.


"belom sean, sabarr bentar lagi" sahut zelia.


"udah sih, gak usah ditutup-tutupin, tadi juga gue udah liat" sean terkekeh


. kini zelia telah memakai kaos dan celana pendek selutut lalu berdiri tepat dibelakang sean.


"apa lo bilang???" zelia menjewer telinga sean dari belakang


"sorry zel, ya tapi kan gue gak sengaja liat nya. itu nama nya rezeki anak soleh, sayangkan kalo gak diliat jadi mubazir" jawab sean tanpa rasa bersalah .


"itu cuma kebetulan" sahut zelia merasa kesal sekaligus malu karena kejadian yang terjadi beberapa menit lalu.


"oh handuk, terimakasih kau telah memberikan aku kebetulan yang menyenangkan"


zelia menggernyitkan kening nya. entah mengapa sean lebih pandai menjelma daripada seekor bunglon , sean lebih bisa merubah dirinya menjadi seribu macam. kadang cuek, kadang galak, kadang romantis, kadang puitis, kadang perhatian, semua sulit untuk zelia mengerti.


"gak jelas..!!!??" cetus zelia kemudian berjalan keluar kamar meninggalkan sean yang masih cengengesan mendengar cacian darinya.


kini sean tertawa terbahak-bahak melihat zelia yang bersikap jutek kepadanya dan melihat raut wajah zelia yang memerah karena menahan malu.


"zeli jangan lupa nanti kasih tau gue soal-soal ujian tadi" teriak sean kepada zelia yang sudah keluar dari kamar mereka.


sean mengacak rambutnya mengingat pemandangan dan lekuk tubuh zelia yang cukup menyegarkan mata. ia kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa sambil memijat pelipis mata nya yang masih terus berfikir mengapa bisa zelia terlihat lebih menggoda dari pada citra.


apakah perasaan cinta sudah benar-benar tumbuh dihati nya? atau hanya sebatas nafsu belaka ?

__ADS_1


zelia berjalan ke arah meja makan. seharian menikmati suasana pantai membuatnya lupa bahwa perutnya belum terisi apa-apa sejak tadi siang. sebenarnya tadi dean sempat menawarkan makan di restoran favoritnya namun zelia menolak karena belum terasa lapar. namun setelah selesai mandi barulah terasa bahwa cacing-cacing dalam perut sudah berdemo untuk meminta asupan makanan.


"kakak juga lagi makan?" tanya zelia yang melihat kak dean sedang menikmati makan malam nya dimeja makan.


"iya, abis tadi kamu diajak makan diluar gak mau" sahut kak dean


"kamu juga mau makan?" lanjut kak dean.


"iya kak, ke meja makan mau makan dong masa zeli mau nyanyi " jawab zelia terkekeh sambil menyendokkan nasi dan sayur diatas piring makannya. zelia duduk berhadapan dengan dean, zelia menatap dean yang terlihat begitu manis dalam menikmati makanan.


"yaudah dimakan dulu cabi, segitu terpesona ya kamu melihat ketampanan kakak" celetuk kak dean yang melihat zelia melongok dihadapannya.


zelia langsung menundukkan kepala nya dan menyantap makanan yang berada dihadapannya.


"apaan sih kakak" zelia merasa malu dan menyadari bahwa lelaki dihadapannya ini dari dulu memang mempunyai rasa percaya diri yang begitu besar.


kenapa sih bisa-bisa nya gue kecolongan lagi mandangin kak dean !!!? gerutu zelia dalam hati


"gak usah ngedumel, mau mandangin sampai berjam-jam juga boleh, mau minta poto juga boleh, gak usah malu-malu" ejek kak dean yang seolah mendengar kata hati zelia.


zelia menggernyitkan kening nya bertanya-tanya mengapa lelaki dihadapannya ini sangat percaya diri sekali???


"aaaaaaaak" kak dean menyuapkan makanannya ke arah zelia.


"ih kakak, ada sean tuh diatas" sahut zelia yang belum memakan suapan dari kakak iparnya itu.


"iya kakak tau, tapi dia lagi di kamar kan? aaaaakkk" kak dean belum menurunkan sendok yang masih saja berada didepan mulut zelia.


"tapi kak kalo dia turun gimana?"

__ADS_1


"yaudah ini di makan dulu, pegel tau tangan kakak, keburu sean turun ntar" ucap kak dean karena sedari tadi suapannya di abaikan oleh zelia. zelia pun menerima suapan dari kak dean lalu memakannya. hatinya bergejolak bahagia, sebenarnya ingin sekali selama makan selalu disuapi oleh kak dean tapi itu tak mungkin ia ucapkan dan hanya ia pendam dalam hati nya.


__ADS_2