
Dean segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah yang masih ramai. Dia sengaja berangkat lebih awal agar tak melihat zelia dan sean berangkat bersama sambil berboncengan. Dean tau bahwa jika ada mama di rumah, mereka akan selalu pulang pergi bersama dan itu akan membuat hati dean selalu merasa cemburu setiap hari.
Bukan tak suka jika mama pulang ke jakarta, namun menahan agar tak sering berjumpa dengan zelia adalah hal tersulit baginya. Belum lagi sean yang akan selalu bersama zelia pasti akan memercikkan api cemburu ke dalam hati.
.
"sepertinya kakak kalian sudah memiliki kekasih, namun ia masih belum siap untuk memperkenalkannya kepada kita" ucap bu ida terkekeh bahagia.
Zelia hanya melempar senyum tanpa menjawab sepatah kata pun atas ucapan sang mama.
"ma kami berangkat dulu ya " sean memutuskan untuk pamit dan meninggalkan mama seorang diri hanya berteman bi darmi dirumah.
.
.
"lo duluan aja, tapi inget !! Nanti pulangnya bareng !" ucap sean saat memarkirkan motornya diarea parkir kampus.
"iya" sahut zelia lalu pergi meninggalkannya yang masih sibuk membariskan motor agar berjejer rapi.
beberapa pelajaran mata kuliah telah mereka lewati. Masih ada dua mata kuliah lagi setelah jam istirahat. Namun wajah sean sudah tak nampak lagi didalam kelas, entah kemana lelaki itu pergi, inti nya ada wanita centil yang sedang kalang kabut mencarinya kesana kemari karena kehilangan.
.
"gue titip tas, ntar lo bawain. Motor gue dan zelia juga jangan lupa lo bawa, gue ada perlu"
Sean mengirim pesan singkat itu pada bondan teman sekelasnya yang tak ikut bolos dengannya. Entah keperluan apa yang di maksud sean, bondan hanya membalas pesan sean dengan stiker jempol besar. Tanda bahwa ia menyanggupi semua permintaan sean.
.
.
"duh punya temen seneng nya ngerepotin !" gerutu bondan saat harus menggendong dua tas miliknya dan sean di bahu kanan dan kirinya.
"sean mana?" tanya zelia saat melihat bondan membawa tas milik sean berjalan ke arahnya.
"gak tau !! Kata dia lo suruh balik bareng gue !! Duhh gue kebelet zel, lo tunggu sini bentar !!!"
Bondan berlari menuju toilet yang sedikit jauh dari tempat ia dan zelia semula berada.
"hufttt ini tas ngapa tadi gak gue titipin sama zelia aja. Nyusahin banget sumpah !! gue taruh sini ajalah"
Bondan menaruh tas sean diatas washtafel yang berada diluar toilet. Ia lalu masuk karena rasa ingin membuang hajat yang tak dapat lagi ia tunda.
"lho ini kan tas nya sean !! Apa dia ada didalam ?? Kenapa kamu akhir-akhir ini selalu menghindari aku se. aku butuh kamu dan kali ini kamu pasti akan senang dan tak dapat lagi mengelak dengan kejutanku"
citra memasukkan sesuatu kedalam tas sean, karena merasa bahwa sean cukup lama berada didalam toilet.
.
"hufttt legaaaaa " ucap bondan saat keluar dari tolilet setelah selesai membuang sesuatu yang sejak tadi menyiksa perutnya.
__ADS_1
bondan kembali meraih tas sean dan memberi nya pada zelia yang dengan setia menunggunya ditempat semula.
"ini tas laki lo !" ucap bondan sambil menyodorkan tas sean kearah zelia. Mata zelia membulat sempurna saat mendengar bondan menyebut sean sebagai laki nya yang berarti suami.
"jadi lo tau??"
"he'em, sejak awal gue udah tau tentang kalian !"
bondan dan zelia mulai berjalan beriringan menuju tempat motor sean terparkir.
"jangan bilang-bilang tentang hubungan gue dan sean ndan !!! Awas kalo sampe bocor ke orang-orang dikampus ini !!"
zelia mencoba mengancam bondan yang membuat bondan justru tertawa terbahak-bahak.
"kok malah ketawa !!" zelia mengerucutkan bibirnya kesal.
"kenapa lo setakut itu sih zel ?? justru kalo orang-orang tau tentang hubungan kalian bagus dong !! karena gue gak ada saingan untuk mendapatkan citra " ucap bondan santai.
"silahkan kalau kalian ingin bersaing untuk mendapatkan citra, tapi jangan libatkan gue dalam persaingan kalian ! Bersainglah dengan sehat !! "
"gue dan sean sejak dulu selalu bersaing dengan sehat. Tapi gue rasa sepertinya lo yang kurang sehat, istri mana coba yang rela ngeliat suaminya ngedeketin cewek lain kecuali lo "
Zelia memukul bahu bondan karena dibilang kurang sehat "sial lo, justru karena gue sehat gue ogah sama sean si playboy kacangan itu"
"kalo lo ogah kenapa kalian sampe nikah?"
"katanya sejak awal lo udah tau, so pasti lo udah tau dong alasan gue dan dia menikah itu karena apa ?!!"
.
.
Zelia kembali duduk termenung diteras balkon saat rumah yang kembali sepi. hari ini bu ida menghadiri acara pernikahan anak teman nya. Sebenarnya ia ingin mengajak anak-anak nya untuk ikut datang bersama, namun kesibukan aktifitas yang membuat mereka enggan untuk ikut hadir dalam pesta pernikahan wanita yang dulu hendak bu ida jodohkan dengan anak sulungnya.
.
" duooooorrrrrr "
sean yang tiba muncul dari balik pintu membuat zelia terkejut dan hampir melemparnya dengan vas bunga yang berada diatas meja.
"wihh wihh bisa benjol kepala gue zel"
Sean menghadangkan kedua telapak tangannya saat melihat vas bunga sudah berada dalam genggaman zelia dan siap untuk mendarat ke salah satu anggota tubuhnya.
"abis tiba-tiba lo muncul, udah kek demit tau gak ?!"
"malaikat juga bisa kali zel muncul tiba-tiba. Lagian mana ada demit seganteng gue !"
sean terkekeh sambil menyisir rambut dengan jemari tangannya.
"cihh"
__ADS_1
zelia berdecih melihat tingkah sean yang selalu kepedean, sama persis dengan kakaknya.
"tadi lo pulang bareng bondan ?"
"iya. Lo dari mana aja?"
"gue pergi sebentar. Tadi ada urusan !"
"ckkk sok sibuk lo. Tadi ada yang kalang kabut nyariin lo dikampus !"
"siapa?" tanya sean menoleh ke arah zelia
"pacar lo lah, siapa lagi ??"
"citra ???" sean bertanya memastikan
"iyalah. emang pacar lo siapa lagi??"
"gue kira elo" sean tertawa karena zelia mengerucutkan bibir kedepan dengan gerakan mata memutar mendengar celoteh dirinya.
.
.
"lagi apa bi?"
Zelia segera melihat pesan masuk yang baru saja dikirim oleh dean.
"lagi duduk dibalkon, kakak lagi apa?"
sent to 'my prince handsome'
"sama siapa? Kakak lagi pusing mikirin segudang pekerjaan"
"kasian kamu bi, pasti kamu sedang kesepian dirumah karena akhir-akhir ini aku sering lembur dan jarang menemani mu" ucap dean lirih seraya menunggu balasan atas pesan yang ia kirimkan pada kekasihnya.
"sama sean. duhhhh pekerja keras banget " zelia mengirim pesan pada dean
Mata dean terbuka lebar saat membaca pesan dari zelia. Hati nya mendengus kesal mengapa harus ada sean disana sedang bersama zelia. Rasanya ingin sekali saat ini juga ia pulang kerumah untuk menemui zelia, namun tumpukkan pekerjaan benar-benar sangat menyita waktunya.
" jadi lagi berduaan nih? iya dong harus bekerja keras, karena ada cewek yang harus kakak halal kan"
Zelia tersenyum membaca balasan pesan dean yang membuat wajahnya menjadi merona.
"jangan cemburu, meski berdua tapi hatiku tetap bersamamu" zelia mencoba menenangkan hati dean yang pasti sedang cemburu di sebrang sana.
"aku selalu percaya padamu. Iloveyou, kakak lanjut kerja lagi ya cabiku"
Dean mengakhiri obrolan mereka melalui pesan singkat yang hanya zelia balas dengan emoticon cium.
.
__ADS_1
.