
"jadi malam-malam begini lo suruh gue kesini karena lo ingin cerita tentang kekasih lo itu !! Ckkk... Gue fikir lo gak bakal cerita dan ngebiarin uban tumbuh subur diatas kepala lo " hans terkekeh atas ucapannya.
Cletak
Dalam keadaan setengah mabuk pun dean masih bisa menjentikkan jarinya tepat di kening hans dan berhasil membuatnya menyeringai kesakitan.
"mana mungkin gue ngebiarin uban tumbuh dikepala orang ganteng macam gue !!" ucapan dean membuat hans memutar matanya malas.
rasa pede tingkat dewa yang memang sudah melekat dalam dirinya ternyata sulit untuk hilang meski keadaan dirinya setengah mabuk setengah sadar.
"jadi sebenarnya zelia itu siapa?? " hans kembali menanyakan perihal yang memang sejak kemarin telah mengusik perasaannya.
dean menarik nafas dalam. Terlihat begitu sulit bagi dean untuk memberitahukan semua kebenaran itu pada hans. Namun tak ada pilihan lain daripada ia memendam semua nya sendiri yang justru akan merusak otak dan hati.
"dia... Dia adik ipar gue " ucap dean sedikit terbata dan terkesan sangat berat. Mata hans seketika membulat sempurna dan menatap wajah dean dengan tajam. Hans menelan saliva nya mencoba untuk percaya hal yang bagi nya berada diluar logika.
Bagaimana mungkin seorang kakak mencintai adik iparnya sendiri?? pikir hans menolak kebenaran yang dean ucapkan.
"wah wah, lo ini sepertinya mabuk berat de. Ayo gue anter lo pulang karena omongan lo kali ini bener-bener ngelantur. Mana mungkin ada kakak nikung adik nya sendiri ??? Omongan lo keluar jalur "
ucap hans sambil menggelengkan kepala karena tak percaya dan beranggapan bahwa saat ini dean beneran sedang mabuk.
"gue bener hans. Dia adik ipar gue, dia istri sean !" dean mencoba meyakinkan hans bahwa yang dia ucapkan benar meski susah untuk dicerna oleh nalar.
"lo benar hans, gue adalah kakak yang udah nikung adiknya sendiri. Tapi semua ini ada alasannya hans !! Mana mungkin gue setega itu jika tanpa sebab !!" lanjut dean memberikan alibi nya sendiri.
"apapun alasannya, lo gila de. Sean pasti akan sakit jika dia mengetahui tentang hubungan kalian !! " jawab hans mencoba menyadarkan dean yang hans anggap sudah menyimpang dari jalur takdir hidupnya.
__ADS_1
"mereka tak saling mencintai. Zelia pun tak pernah bahagia dengan pernikahan mereka. Lalu untuk apa gue mengabaikan perasaan ini sedangkan zelia pun memiliki rasa yang sama dengan gue !!" ucap dean yang mulai menyandarkan kepala nya di dinding sofa.
hans menatap wajah dean dalam-dalam. Tersirat rasa cinta dan keseriusan yang begitu dalam di hatinya. Namun hans tau, bukanlah hal yang mudah bagi dean untuk menjalani semua, bagaimana bisa mereka memberitahu dunia tentang hubungan mereka.
Hans terdiam seraya memijat pelipis matanya. Pengakuan dean yang sulit untuk diterima membuatnya tak tau harus berbuat apa.
"lalu untuk apa lo menyiksa diri dengan minuman-minuman ini. Bukankah lo tau bahwa sejak awal dia adik ipar lo ??" kali ini hans berusaha untuk tetap menjadi teman baik untuk dean bercerita. hans sudah paham bahwa saat ini dean pasti sedang dalam pikiran yang kalut hingga menjadikan minuman beralkohol sebagai pelampiasan.
"sean ingin berbulan madu dengan zelia. Gue gak bisa membiarkan mereka berdua hans !! Gue gak mau punya keponakan dari wanita yang gue cintai. Karena yang gue mau, gue punya anak dari dia !! " ujar dean.
"apa lo yakin selama mereka menikah, sean belum pernah menikmati tubuh zelia ??"
"gue yakin tubuh zelia belum pernah terjamah oleh sean"
Hans terdiam, hal yang konyol bagi nya jika pasangan suami istri yang telah menikah cukup lama namun sama sekali belum melakukan kewajiban mereka. Namun entah mengapa dean bisa seyakin itu pada zelia.
Hans menggelengkan kepala, tak mau memikirkan lebih jauh hal yang dia sendiripun belum pernah masuk dan merasakannya.
Mungkin jika sepasang manusia yang tak saling mencintai terikat dalam suatu perkawinan, mungkin mereka akan tahan untuk tidak melakukan hubungan intim yang wajib dilakukan oleh pasangan suami istri. Begitulah kiranya Pikiran hans yang mencoba untuk dapat berpositif thingking tentang tanggapan cerita yang dean berikan.
"lalu lo ingin kedepannya seperti apa de?? Lo masih tetap ingin memilikinya?" hans mencoba mencari solusi untuk permasalahan dean.
Dean mengangguk tanpa memberi jawaban.
"jadi, lo mau gue singkirin sean supaya lo bisa memiliki zelia seutuhnya?" kali ini hans nampak lebih serius dengan kata-katanya.
"jangan bilang lo mau bunuh adik gue hans !! " dean langsung menegakkan tubuhnya dan menatap hans tajam.
__ADS_1
"gue gak sekriminal itu juga kali " hans berbicara dengan santai. nyali hans seketika menjadi ciut saat dean menatapnya dengan tatapan yang mematikan.
Dean sadar, seburuk apapun perlakuannya pada sean, sean tetaplah adik kesayangannya yang tak mungkin rela untuk orang lain lukai.
"jadi gimana? Apa lo akan tetap berjalan diatas hubungan kalian yang tak akan pernah tercium oleh publik ??" tanya hans.
"gue gak tau. Gue bener-bener lagi gak bisa mikir dengan jernih" jawab dean.
"pasti yang ada diotak lo bucinn dan pikiran mesum!!"
lagi-lagi hans melempar ejekan pada dean membuat obrolan mereka lebih santai dan penuh ledekan-ledekan kecil seperti biasa.
"sial !!" sean melirik ke arah hans yang sudah bisa tertawa setelah melalui obrolan serius dengannya.
"apa lo gak mau nyoba membuka hati lo untuk wanita lain ?? wanita tadi itu contohnya ?" hans menaikkan sebelah alisnya berharap dean mau menerima tawarannya agar ia dapat melupakan zelia dan tak merebutnya dari sean.
"hah kalo aja gue bisa ngebuka hati untuk wanita lain, untuk apa gue bertahan jadi bujangan hingga setua ini" hanya dengan hans dean mau mengakui bahwa usianya tak lagi muda. Karena usia mereka yang tak jauh berbeda dan status mereka yang juga sama, hans tak mungkin bisa mengejeknya.
"ha ha jangan ngomongin tua, selagi belum ada yang manggil kita kakek, kita masih muda de"
Mereka berdua pun tertawa mengingat usia mereka yang sudah berkepala tiga bahkan beberapa tahun lagi sudah menginjak kepala empat. Namun sampai saat ini belum ada satu wanita pun yang berhasil mendarat dipelaminan bersama mereka.
akhirnya mereka memutuskan untuk pulang setelah dean rasa bahwa isi hatinya sudah tercurahkan semua. Meski mereka belum menemukan solusi terbaik, setidaknya kegundahan yang sejak kemarin mengusik hatinya kini mulai mereda menjadi lebih tenang.
Hans mengantar dean pulang, sakit kepala yang dean keluhkan akibat alkohol yang bereaksi tak sempurna membuat dean tak memungkinkan untuk menyetir mobil sendirian. Hans memutuskan untuk mengambil alih kemudi dan menelpon kerabat nya yang lain untuk menyusul mereka dan membawa mobil miliknya.
.
__ADS_1
.