Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 49. pertanyaan konyol sean


__ADS_3

"tapi lo gak aneh-aneh kan sama dia???!!!" tanya dean kepada hans sambil kembali menatap hans intens.


"enggak de, sumpah. dia gue anter masih utuh tanpa sedikitpun perlakuan aneh. meski sebenernya pacar lo itu emang sedikit ngeselin, tapi gue masih bisa ngendaliin rasa sabar gue kok, tenang aja"


"apa lo bilang, pacar gue ngeselin???" dean merasa tak terima saat hans bilang bahwa zelia membuatnya kesal. "sejauh apa mereka kenal sampai hans bisa menganggap zelia menyebalkan" pikiran dean berkelana tak menentu saat mendengar ucapan hans.


"iya maksud gue, bukan yang ngeselin banget gitu. cuma dia orangnya sedikit cerewet gitu ya, gara-gara dia juga sore itu dalam mobil gue jadi basah semua. ya kan gue jadi kesel de, mau gak mau harus ngeringin mobil dulu pas sampe rumah" jawab hans sedikit gugup saat ia rasa ucapannya mampu menyinggung dean dan membuatnya merasa tak terima.


"gue kira ngeselin karena zelia sering mencubit bagian pinggang atau perut, ternyata enggak" batin dean


"ckkk cuma gitu doang, gue kira ngeselin yang gimana !!" jawaban dean ternyata jauh diluar ekspetasi hans yang mengira bahwa dean akan marah. hans menggaruk kepala nya tak tau menyebalkan seperti apa yang dean maksud hingga hampir saja ucapannya seperti hendak membangunkan singa tidur.


.


"yaudah, dari tadi keasyikan bahas zelia sampe-sampe lo lupa sama kerjaan lo" dean menyentil kening hans yang masih terpaku duduk dihadapannya.


hans hanya bisa nyengir tanpa bisa membalas jentikan jari dean meski sebenarnya ia merasa sedikit geram ingin kembali membalas menyentil telinga dean seperti biasa. namun ia sadar, bahwa seakrab apapun dia saat dikantor. ditempat ini mereka memiliki kedudukan yang berbeda. meski mereka bersahabat dean tetap lah bosnya yang masih harus ia hormati. berbeda dengan saat dulu mereka masih duduk di bangku SMA, mereka bisa saling balas membalas setiap jentikan jari dianggota tubuh mereka.


.


.


"zeli" panggil sean saat zelia sedang berjalan di halaman kampus hendak keluar gerbang setelah selesai mengikuti mata kuliah dikelasnya, namun langkahnya tertahan oleh tangan sean yang mencekal tangannya dari belakang.


"apaan sih lo" zelia menghempaskan cekalan tangan sean dengan kasar karena suasana yang ramai membuat banyak mata yang melihat kearah mereka berdua.


"gue males ya ribut sama pacar lo !!" ucap zelia penuh ancaman


"iya iya... zel, lo pulang bareng kak dean kan??" sean sengaja sedikit berbasa basi terlebih dahulu karena belum cukup siap untuk mengucapkan apa yang ingin ia pertanyakan.


zelia memutar mata nya malas untuk menjawab pertanyaan sean yang sepertinya sudah pasti apa jawabannya.

__ADS_1


"zel, kalo lo udah ngebuka hati untuk gue. kita bareng lagi ya" sean mengungkapkan kata-kata yang terdengar sangat konyol bagi zelia. namun zelia tak heran jika sean bertingkah aneh dan tak sewajarnya.


"sepertinya lo salah tempat!!" sahut zelia dan bersiap untuk meninggalkan sean karena merasa malas untuk menjawab pertanyaan konyol dari suaminya itu


"zel, gue beneran. salah tempat gimana sih? gue serius malah" sean membuntuti langkah zelia membuat zelia menggelengkan kepalanya pelan karena merasa stress dengan tingkah sean yang seperti anak kecil.


mereka tinggal serumah, bahkan berada di satu kamar yang sama. tapi entah mengapa sean lebih memilih untuk membahas masalah ini di halaman kampus yang masih ramai mahasiswa disana.


"perbaiki diri lo, baru lo boleh bertanya lagi" jawab zelia kesal.


"tapi zel, lo tuh ya jutek banget kalo sama gue. lo gak ingett gue ini siapa?? lo lupa status gue? hargai gue sedikit aja dong zel.._"


"terserah, bodo amat, ngomong tuh sama tong sampah !!!" zelia berlari meninggalkan sean yang sedari tadi membuntuti langkahnya.


sean mengacak rambutnya kasar. entah mengapa ia tak bisa mengendalikan diri untuk tak melontarkan pertanyaan itu saat melihat zelia dikampus. namun sepertinya sean sudah mulai merasa bosan kepada citra yang seolah ngikatkan tali pada lehernya agar sean lebih leluasa untuk ia kendalikan dan mau mengikuti apapun keinginan dirinya.


.


"kamu kenapa lari-lari?" tanya dean sambil menatap ke arah zelia yang sedang mengatur nafas yang tersengal-sengal.


"dikejar sama orang gila" jawab zelia asal berbicara.


"ada yang gangguin kamu dikampus?? kakak mau nemuin anak itu sekarang" meski dengan sikap tenang namun disetiap kata-katanya penuh makna dan rasa penasaran yang begitu besar.


zelia menggelengkan kepala dengan tangan yang menahan lengan dean, zelia menelan saliva nya karena sepertinya ia memberikan jawaban yang tidak tepat.


"apa sean tak menjaga mu jika didalam kampus?"


zelia kembali menggelengkan kepalanya tanpa sengaja karena tak tau harus menjawab apa, seandainya dean tau bahwa orang yang maksud zelia adalah sean.


"bener-bener ya tuh anak !!"

__ADS_1


dean memukul stir mobilnya kesal saat ia mulai melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.


"yaudah lah kak, kenapa sih harus bahas sean. lagian gak ada yang salah kok dari dia, apa kakak mau? zelia kembali menggantungkan harapan sama sean, untuk diawasi dan dia jaga !! zeli udah nyaman untuk berangkat dan pulang kekampus sama kakak, membuat kita lebih banyak waktu dan lebih leluasa untuk berdua. jadi jangan libatkan sean dalam permasalahan penjagaan zeli, nanti anak itu jadi makin besar kepala" ujar zelia yang sengaja menepiskan pemikiran buruk dean terhadap sean. selain karena tak ingin sean kembali mendekatinya, zeliapun tak menginginkan terjadinya perselisihan diantara dua kakak beradik itu.


dean menghela nafas panjang, tangannya mengelus rambut zelia lembut karena zelia selalu berhasil membuat hatinya tenang ditengah perasaannya yang kalut.


mereka berdua saling melempar senyum, yang kini meningkatkan gairah imun diantara mereka berdua.


"kita jadi pergi kan???" tanya dean


"kemana???" zelia kembali bertanya karena tak tau maksud dari pertanyaan kekasihnya itu.


"kamu lupa???" dean menyunggingkan senyum jahil disudut bibirnya.


zelia mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu, bahwa dirinya lupa apa. karena seingatnya mereka tak pernah berbuat janji untuk pergi kesuatu tempat.


dean melajukan mobilnya sedikit lebih cepat. bahkan kali ini dean lebih memilih jalan terobosan di gang gang sempit yang membuat zelia celingukan karena berada didaerah yang asing dan belum pernah ia lewati sebelumnya.


.


.


"kita dimana ini kak??" tanya zelia saat mereka tiba di sebuah tempat.


"ayo turun, nanti kakak beri tau jawabannya" jawab dean.


mereka berdua berjalan, masuk ke area yang sejuk penuh pepohonan. semilir angin menyambut kedatangan dua manusia yang saling jatuh cinta. mata zelia terbelalak terbuka saat mereka disuguhkan dengan pemandangan laut yang mereka lihat dari atas tebing yang dipenuhi pepohonan dan bebatuan..


"kamu suka??" tanya dean sambil tersenyum menatap wanitanya itu.


"suka" jawab zelia yang langsung memeluk tubuh dean tanpa aba-aba.

__ADS_1


__ADS_2