Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar

Terjerat Asmara Sang Kakak Ipar
part 52. maaf


__ADS_3

Dean masih bertanya meski gerakan bibirnya masih menikmati setiap tengkuk pada leher zelia. Namun kali ini ia tak menghisab bagian tersebut karena zelia menolak untuk ia tinggalkan bekas tanda merah di lehernya.


Bukan karena berpengalaman sehingga zelia menolak untuk dean tinggalkan bekas tanda itu. Namun ia mengingat tanda yang sama yang pernah ada pada leher sean saat masih awal-awal mereka menikah dulu, namun itu semua sean lakukan dengan kekasihnya citra bukan dengan zelia.


Dean kini semakin panas, tangannya pun ikut liar bergerak mengikuti setiap degupan jantung yang memompa darah hingga berdesir mengalir dari ujung rambut ke ujung kepala. Tangan dean menyusuri setiap inci wajah zelia dan mendarat didua benda kembar pada dada zelia. Dean meremas nya dengan penuh gairah membuat zelia kembali mendesah. Secara spontan zelia mendorong tubuh dean hingga terhempas dan terbentur pada dinding pintu mobil. Menyadari aksi nya yang kini mulai melanggar batas, dean menyadari mengapa zelia bisa reflek mendorong tubuhnya. Dean pun segera memeluk tubuh zelia


"maaf, maafin kakak" ucap dean lirih seraya memeluk tubuh zelia erat. Dean merasa bersalah karena tindakannya yang begitu terbuai dengan nafsu membuatnya hampir melanggar batasan yang selalu mereka jaga.


Zelia mengangguk, meski terbesit sedikit rasa kecewa namun ia menyadari bahwa itu adalah hal yang mungkin akan terjadi jika mereka begitu larut dalam buaian kemesraan.


"sudah kak, zeli percaya kakak masih sangat perkasa" ucap zelia dalam dekapan dean yang hampir saja terbuai dengan nafsu.


dean pun tetap memeluk erat wanita yang kini tengah berada didekapannya ini, meski yang ia rasa saat ini ada hasrat tertunda yang sangat menyiksa.


Dean mengusap wajahnya, mengatur nafas menghirup dan menghempaskan udara secara bergantian menandakan bahwa ia harus tetap tenang dan rileks.


"maafin kakak zel," dean menyadari bahwa aksinya yang baru saja ia lakukan pasti membuat zelia kecewa dan merasa tak nyaman dengannya.


"enggak apa-apa kak, maafin zeli karena tadi omongan zeli udah nyinggung kakak" zelia memeluk erat tubuh dean. terselip rasa penyesalan dalam hati zelia ketika ucapannya mampu menyinggung dean hingga akhirnya dean marah dan melampiaskan nya dengan curahan hasrat yang begitu buas.


"Jangan pernah tanya mengapa kakak belum juga menikah, karena kakak akan selalu menantimu sebagai satu-satunya wanita yang dapat mendampingi kakak zel" dean mengecup puncak kepala zelia dengan lembut.


Zelia tersenyum dalam dekapan lelaki tampan yang begitu terlihat sempurna di mata wanita. Entah mengapa berada didekat dean membuatnya merasa sangat berharga karena dean selalu mempriotaskan dirinya.


dean pun kini kembali mengemudikan mobilnya, kali ini dean mengajak zelia kembali ke kantor untuk mengurus beberapa berkas dan memberitahu hans bahwa dalam jangka waktu yang belum bisa ia tentukan entah berapa lama nya, ia akan menemani zelia ke bandung.


.

__ADS_1


.


"pak ini berkas-berkasnya" ucap karina sekertaris dean yang langsung membuntuti langkah dean saat melihat dean yang baru saja tiba dikantor dan masuk keruangannya dengan seorang wanita yang tak asing lagi bagi karina.


"letakkan di situ" ucap dean datar. Zelia hanya melirik dean dan karina yang saling berhadapan di meja kerja dean, sedangkan dirinya saat ini sedang rebahan pada sofa dalam ruang kerja yang sama dengan dean dan karina.


"apa bapak butuh sesuatu?? Teh, kopi atau minuman dingin. Nanti bisa saya bawakan kesini" karina memberikan tawaran ada dean dengan suara lembut dan manja.


Gak bosen-bosen juga tuh cewek ngegoda kak dean.


batin zelia saat melihat karina berdiri dihadapan dean dengan gaya menggoda.


"nanti saya bisa minta bantu karyawan yang lain, silahkan selesaikan pekerjaan mu yang lain" usir dean secara halus kepada karina yang sedari tadi berusaha menggoda nya namun justru membuat matanya merasa risih.


Karina berjalan meninggalkan dean saat semua penawarannya mendapatkan penolakan secara mentah-mentah lngsung dari bos nya.


"hai karin" sapa hans yang tak sengaja berapapasan dengan karina yang baru saja keluar dari ruang kerja dean.


"galak amat, tapi aku suka" ucap hans lirih meski perasaannya seringkali diabaikan oleh karina namun entah pesona apa yang telah melekat dalam hati nya hingga ia begitu tergila-gila dengan sekertaris bos nya itu.


.


.


"de, apa lo panggil gue kesini?" ucap dean tanpa basa basi saat ia masuk ke dalam ruangan dean.


"bisa gak lo ketuk pintu dulu kalo mau masuk" dean menatap ke arah hans yang sering slonongboy dan tanpa permisi saat masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


"he he sorry, ehhh ada dedek zeli" hans melambaikan tangan ke arah zelia yang sedang berbaring di atas sofa dan sedang menatapnya.


cletak


Dean menjentikkan jari nya tepat pada kening dean saat ia mendengar assistennya mulai menggoda kekasihnya terlebih dengan panggilan dedek yang terdengar begitu menjijikkan.


"aw sakit de" hans mengelus keningnya sambil meringis kesakitan, karena sentilan yang dean daratkan kali ini cukup keras.


"makanya lain kali gak usah tengil sama pacar orang" ucap dean yang kini mulai kembali mengecek berkas-berkas diatas meja yang baru saja diberikan oleh karina.


Zelia hanya terkekeh melihat tingkah dean dan hans yang bukan seperti antara bos dan assisten pada umumnya. Meski zelia tak tau hubungan antara keduanya yang sebenarnya, namun kekonyolan antara mereka saat sedang berdua mampu menggelitik hati zelia.


Berbeda dengan apabila saat mereka sedang bersama karyawan yang lain, mereka berdua terlihat begitu tegas dan berwibawa.


"sorry sorry.. tumben gue lo suruh kesini? Apa Gue suruh jadi obat nyamuk lo sama zelia?"


lagi-lagi celoteh aneh hans membuat dean geram dan ingin menyentilnya lebih keras dari sebelumnya. Namun sepertinya semua hanya sia-sia dan akan buang-buang tenaga karena pada dasarnya sahabatnya ini tak akan pernh jera untuk menggoda nya .


"gue ada tugas buat lo"


ucap dean dengan tengan meski tangannya terus menggerakkan pena menandatangani berkas yang sudah menumpuk dimejanya.


"tugas apa? Tumben amat lo seserius ini, jadi lo mau gue Mengawasi lo dengan zelia? Atau_ "


"diem dulu ****** !" dean memotong omongan hans yang semakin menjadi-jadi dan membuat sakit telinganya.


Hans hanya terkekeh saat melihat bos nya mulai emosi. Karena ia tau bahwa dean tak akan bisa semarah itu dengannya begitupun dengan nya yang tak akan mudah tersinggung dan sakit hati atas semua perkataan yang dean lontarkan untuknya sekalipun kata-kata itu terkesan sangat kasar.

__ADS_1


.


.


__ADS_2