
Arga dan Erina sudah berada di mobil untuk menepati undangan makan malam Pak Joseph dan Ansel, Erina sedikit kecewa pasalnya semua rencananya tidak sesuai dengan harapan nya.
Eric harus segera pergi karena harus bertemu dengan klien yang memajukan jam meeting dengannya, begitu juga dengan Anggen. Gadis itu masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikannya.
Namun, ucapan Arga sesaat setelah kepergian Eric siang tadi membuat senyuman Erina mengembang sempurna. Sesuai anjuran Dokter Mili yang mengharuskan Erina untuk refreshing, Arga memilih untuk mengajak kak Eric dan Anggen. Antara senang dan heran Erina menyambut rencana suaminya itu.
Pasalnya, tak biasanya Tuan Muda posesif ini melibatkan orang lain untuk kencannya. Tapi kali ini, Ia tampak bersemangat sekali. Dengan alasan untuk melancarkan perjodohan antara Eric dan Anggen.
🍁🍁🍁
Mereka berdua sudah sampai di mansion pak Joseph, Ia disambut hangat oleh pak Joseph dan bu Leny Istri pak Joseph.
"Terimakasih banyak Tuan Arga sudah menyempatkan datang ke kediaman saya yang sangat kecil ini," sambut pak Joseph. Dia mengulurkan tangan kepada Arga, begitu juga dengan bu Leny yang segera berhambur memeluk Erina dan mencium pipi kanan dan kiri Erina.
Bu Leny mengelus pelan perut Erina, "Semoga anda dan bayi anda diberikan kesehatan dan kelancaran sampai proses persalinan ya Nona," tutur bu Leny, Ia tersenyum tulus kepada Erina. Erina segera meng-aamiin-i doa bu Leny.
Erina sangat senang dengan perlakuan bu Leny, Ia baru pertama kali bertemu dengan perempuan paruh baya itu. Namun, bu Leny memperlakukannya seperti seorang yang sudah kenal lama saja. Tak ada kecanggungan sama sekali, hanya keramahan bu Leny yang dirasakan Erina.
Arga menyambut uluran tangan pak Joseph, "Anda terlalu merendah, saya yang seharusnya mengucapkan terimakasih karena sudah di undang makan malam dirumah anda Pak Joseph," ucap Arga dengan mengulas senyum.
__ADS_1
"Bisa saja anda Tuan. Mari, silahkan masuk. Nak Ansel dan nak Angela sudah berada di dalam," ajak pak Joseph.
Mereka berempat berjalan masuk ke dalam rumah, Ansel dan Angela yang sebelumnya duduk di ruang utama. Segera beranjak dari tempat duduknya mengetahui Arga dan Erina sudah datang.
Ansel segera memeluk Arga, "Tuan Muda, bagaimana kabarmu?" tanya Ansel seraya melepas pelukannya.
"Sangat baik, kamu lihat sendiri kan?" seloroh Arga diiringi gelak tawa. Erina dan Angela hanya tersenyum melihat tingkah suami mereka.
Pak Joseph segera mempersilahkan Arga dan Ansel untuk langsung menuju ke meja makan.
Erina sangat dimanjakan oleh setiap detail rumah pak Joseph terutama ruang makannya, dia tampak berdecak kagum. Walaupun ruang makan dirumahnya terkesan lebih mewah dari milik pak Joseph tapi perempuan itu masih saja dibuat kagum setiap kali melihat sesuatu yang baru.
Ansel, Arga, Erina dan Angela tampak ber semangat dengan hidangan yang tersaji di meja makan. Masakan Bu Leny tampak sangat menggugah selera, bahkan Ansel dan Arga tampak tak canggung melahap makanan yang di masak sendiri oleh bu Leny.
Bu Leny begitu senang karena kedua laki-laki tampan itu menyukai masakannya, perempuan yang masih terlihat cantik di usianya bahkan beberapa kali menawarkan pada kedua sahabat itu untuk menambah makanannya. Tentu saja, tawaran baik itu tak ditolak oleh Ansel. Dengan senang hati Ansel menambah makanannya. Hal itu membuat Angela berdecak heran dengan sikap suaminya itu.
"Saya dengar dari nak Ansel, Tuan Arga akan menanamkan saham untuk Gold Entertainment," ucap Pak Joseph membuka obrolan.
"Benar sekali, saya berencana berinvestasi di perusahaan anda. Sebagai bentuk balasan persahabatan saya kepada Ansel," tutur Arga seraya menatap Ansel dengan mengulas senyum.
__ADS_1
"Anda benar-benar sahabat yang luar biasa Tuan Arga, nak Ansel sangat beruntung bertemu sahabat yang luar biasa seperti anda," puji Pak Joseph.
"Anda benar Pak Joseph, saya sangat beruntung bersahabat dengan Tuan Arga," imbuh Ansel.
"Ha-ha-ha, kalian berdua sangat berlebihan sekali. Itu tak seberapa dibanding dengan persahabatan kita," cetus Arga.
Mereka yang berada di ruang makan tampak sangat terkesan dengan ucapan Arga, begitu juga dengan Ansel. Laki-laki yang berprofesi sebagai artis itu merasa terharu dengan ucapan sahabatnya itu.
Makan malam pun terasa begitu syahdu setelah pengakuan kedua sahabat yang ternyata sangat saling perduli satu sama lain itu, mereka berenam begitu menikmati makan malam dan suasana yang tercipta. Dan tak terasa waktu begitu cepat berlalu, Arga dan Erina harus segera pulang. Mengingat Erina yang harus banyak istirahat saat ini, apalagi esok mereka akan melakukan sesuatu yang sangat menyenangkan dan tentunya perlu istirahat yang cukup bagi Erina.
Bersambung ....
💞💞💞
Penasaran dengan si artis Ansel cakep nan tampan bak V BTS🤭, kuy simak perjalanan kisah cintanya si Ansel dengan Angela yang pernikahan mereka di latar belakangi skandal.
Dan bagaimana konyolnya kebucinan Ansel yang sama parahnya dengan Arga? Penasaran? Kuy baca novelnya di Menikah Karena Skandal oleh kakak online author Linanda Anggen ya💖😁👍
__ADS_1