Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Selamatkanlah Aku!


__ADS_3

"A-apa yang k-kamu inginkan?" tanya Anggen, tubuhnya gemetar ketakutan.


Laki-laki itu tampaknya sangat menikmati melihat Anggen tertekan, Ia tertawa puas. Sorot matanya begitu menakutkan, Anggen merasa sangat terintimidasi hanya dengan menatap matanya.



"Sekarang kamu tahu kan siapa aku? Aku tak akan melepaskanmu begitu saja." Burhan mengambil kursi yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri, Ia meletakkan kursi tersebut tepat di depan Anggen.


Tubuh Anggen masih gemetar, Ia menundukkan kepala agar tak beradu pandang dengan laki-laki itu. Sorot mata Burhan tetap menatap tajam pada tubuh Anggen.


"Tatap aku!" pekik Burhan.


Perlahan Anggen mendongakkan kepalanya, matanya tetap tertuju pada kakinya. Ia tak berani memandang ke arah Burhan, laki-laki yang dulu Ia cintai. Kini menjadi sosok yang sangat menakutkan bagi Anggen.


Pertunangan satu tahun lalu, bukan karena keterpaksaan atau perjodohan. Tapi, karena mereka saling mencintai. Sosok Burhan yang dewasa dan selalu menjadi malaikat pelindungnya, membuat Anggen percaya bahwa Burhan akan mampu membahagiakannya kelak.


Namun, setelah acara pertunangan berlangsung. Burhan di pindah tugaskan, Ia mendapat promosi menjadi kepala staff di kantor cabang di kota lain. Mereka menjalani LDR (Long Distance Relationship), Anggen yakin dia mampu menjaga perasaannya agar tetap utuh untuk Burhan.


Minggu berganti bulan, Burhan semakin sibuk dengan pekerjaannya. Laki-laki itu bahkan hanya menghubungi Anggen seminggu sekali, gadis berwajah manis itu tak pernah menuntut apa pun dari Burhan. Ia tetap dengan setia menunggu tunangannya kembali pulang.


Tapi, kenyataan memang tak selalu seindah novel. Burhan akhirnya di pindah kembali ke kantor pusat di ibukota, posisinya menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Laki-laki tak kuat menahan nafsu dunianya, dia semakin sukses dan banyak uang. Membuat Ia lupa daratan, seorang gadis bernama Eva datang menawarkan sebuah hubungan yang hanya berlandaskan nafsu dan gairah.


Mereka akhirnya terbuai, Eva dan Burhan sudah memiliki pasangan masing-masing. Namun, tak menggoyahkan hubungan terlarang mereka. Dengan alibi hanya untuk main-main, pasangan selingkuh itu bahkan sudah menjalin hubungan lebih dari lima bulan.

__ADS_1


Tapi, sepintar apapun mereka menutupi kebohongan itu. Akhirnya, akan terungkap juga. Begitu juga dengan hubungan gelap antara Eva dan Burhan, Anggen melihat langsung dengan kepala dan matanya sendiri. Perselingkuhan yang sangat menyakitkan bagi Anggen, tapi tampak wajar bagi mereka berdua.


🍁🍁🍁


Burhan melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan Anggen, gadis itu memegang pergelangan tangannya guna menghilangkan sakit akibat tali yang melilitnya.


"T-terimakasih, bolehkah a-aku pergi?" suara Anggen masih terbata, Ia berusaha keras untuk mengusir rasa takutnya agar Ia tak terlihat lemah di depan laki-laki tersebut.


"Kenapa buru-buru sekali sayang, aku masih sangat merindukanmu." Burhan mengelus lembut pelan pipi Anggen, tapi gadis itu segera menepiskan tangan mantan tunangannya itu.


"Cih ...." Burhan berdecih, "Sombong sekali kamu, kamu lupa ya. Kamu itu masih tunanganku. Dan setelah ini kamu akan menjadi pengantinku, kalau perlu malam ini juga kita menikah. Ha-ha-ha," pekik Burhan.


Anggen menggeleng-gelengkan kepala, "T-tidak ... a-aku tidak mau menikah dengan kak Burhan, aku tidak mau," desis Anggen.


Laki-laki itu mencengkram lengan Anggen dan menariknya paksa. Membuat tubuh Anggen bangkit karena mengikuti gerakan Burhan yang sangat kasar itu.


"Lepaskan kak, sakit ...." Anggen sekuat tenaga mencoba melepaskan cengkraman Burhan, tapi usahanya sia-sia. Tenaga laki-laki itu begitu besar.


Burhan menghempaskan tubuh Anggen di kasur kecil yang ada di sudut ruangan. Anggen tersungkur di kasur tersebut, Ia segera menekuk kedua lututnya dan mendekap erat kedua lutut dengan tangannya.


Sorot mata Burhan menatap tajam tubuh Anggen, tatapan yang di selimuti amarah dan gairah bercampur menjadi satu.


"Kita bisa lakukan sekarang, tak perlu menunggu nanti malam. Untuk malam pertama kita sayang." Burhan tersenyum smirk, Ia bergerak semakin dekat dengan Anggen.

__ADS_1


Anggen bergerak mundur untuk menghindari Burhan, tubuhnya menatap tembok. Gadis itu menggeleng-gelengkan kepala dan berkata, "Ku mohon, jangan sakiti aku kak. Aku mohon." Airmatanya semakin deras mengalir di kedua pipi nya.


"Ha-ha-ha ... Teruslah memohon sayang, aku suka mendengarnya. Disini tidak ada siapapun yang tahu keberadaan kita, jika sekalipun ada orang yang mencoba menyelamatkan mu. Itu hanya akan menjadi hal yang sia-sia, karena penjagaan di depan sangatlah sulit di tembus oleh orang lain. Bahkan kekasihmu itu tak akan bisa menyelamatkan mu sekarang." Burhan tertawa keras, suaranya hampir memenuhi rumah tua tersebut.


Ya Tuhan, aku mohon selamatkanlah aku. Aku benar-benar takut sekali, siapapun itu. Aku mohon datanglah kesini untuk menyelamatkan ku, gumam Anggen dalam hati.


Sekejap pikiran Anggen langsung mengingat pada sosok Eric yang selalu datang di saat Ia membutuhkan pertolongan. Kali ini, sekalipun hal itu adalah suatu yang tidak mungkin. Tapi Anggen sangat berharap Eric datang untuk menyelamatkan nya.


Bersambung ....


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Penasaran? Mau lagi?


Oke, di tunggu ya teman-teman up selanjutnya. Masih dalam proses pengetikan🀭


Udah Hari Senin lho, minta dukungan like, comment + vote (jika berkenan) ya teman-teman πŸ˜πŸ’–


Terimakasih, love u allπŸ€—


Kuy sembari menunggu up. Bisa mampir ke novel Uni ya, ceritanya keren bangetπŸ˜πŸ‘


__ADS_1


__ADS_2