Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Terkejut ....


__ADS_3

Senam ibu hamil kali ini tampak berbeda dari biasanya. Pasalnya Anggen terlihat kurang bersemangat, Erina yang menyadari sikap aneh Anggen tampak heran.


"Anggen, apa terjadi sesuatu denganmu?" tanya Erina penasaran.


Anggen hanya menundukkan kepala, tak terasa cairan bening sudah keluar tanpa aba-aba dari kedua sudut matanya.


Erina segera mendekati gadis itu, Ia mengelus pelan punggung Anggen.


"Ceritalah, setidaknya dengan bercerita hatimu akan merasa lebih baik." Erina terus mengelus punggung Anggen, perempuan yang tengah hamil dua puluh empat minggu itu dengan sabar menemani Anggen yang masih terisak.


Gadis itu segera memeluk Erina, perempuan bermata indah itu nampak terkejut dengan pelukan anggen yang secara tiba-tiba. Namun, Ia malah tampak senang dengan sikap Anggen. Ia membalas pelukan Anggen dan suasana menjadi haru.


Selama beberapa menit Anggen terisak dalam pelukan Erina, entah kenapa pelukan Erina dirasakan sangat nyaman oleh Anggen.


Namun, rasa haru itu seketika berubah menjadi tak nyaman bagi Anggen. Pasalnya, Arga tampak berdecak kesal melihat mereka berdua saling berpelukan.


"Hei ... gadis, jangan bilang kalau kamu menyukai istriku? Kenapa kamu memeluknya begitu erat? Apa kamu sudah tidak tertarik lagi dengan laki-laki?" suara Arga memecah kesunyian antara mereka berdua.


Erina segera melepaskan pelukannya, Ia memandang heran ke arah suaminya. Ia berdiri dan berjalan mendekati suaminya, sementara Anggen hanya memandang Erina yang meninggalkannya. Ia mengusap kasar airmatanya.


"Sayang, jangan begitu ya. Kasihan Anggen, dia sedang bersedih. Dia lagi butuh teman curhat, gak apa-apa kan sayang? Aku temenin dia sebentar saja," ucap Erina meyakinkan suaminya.


Arga memandang lekat Erina, Ia mengelus lembut kepala Erina.


"Kamu memang orang yang sangat baik sayang, aku beruntung memilikimu." Arga mendekap tubuh Erina, ternyata hal itu di lihat oleh Anggen. Hatinya semakin sesak melihat pemandangan di depannya itu.


Oh Tuhan, apakah semua ini adil? Engkau hadirkan Lara di hatiku dan kini kau menambah Lara itu dengan pemandangan yang membuat dadaku semakin sesak, gumam Anggen dalam hati. Ia semakin merana meratapi nasibnya.


Erina melepaskan pelukannya, "Sayang aku ke Anggen dulu ya?" ucap Erina.


Arga menganggukkan kepalanya, "Oh ya, ada kak Eric di depan. Dia sedang menunggu klien nya, kamu gak usah buru-buru. Walaupun gadis itu sedikit menyebalkan, tapi seperti nya dia memang butuh teman. Aku akan menemani kak Eric," tutur Arga. Hal itu, membuat Erina bangga dengan suaminya. Laki-laki itu sudah menjadi suami yang sangat mengerti keadaannya.


"Terimakasih sayang," lirih Erina sembari mengulas senyum.


"Iya sayang," sahut Arga. Ia segera berjalan meninggalkan Erina, menuju ruang utama untuk menemui kak Eric. Begitu pun dengan Erina, Ia kembali ke tempat semula. Duduk di sebelah Anggen.


"Anggen maaf ya jadi nunggu lama, sekarang cerita semuanya padaku. Apa yang sudah membuatmu bersedih?" tanya Erina, Ia membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman. Kandungannya yang semakin membesar, membuat ruang geraknya sedikit terganggu.

__ADS_1


Anggen masih bergeming, Erina kembali meyakinkannya agar mengeluarkan semua yang Ia rasakan.


"Tunanganku mengkhianatiku nona, aku mendapatinya berselingkuh dengan gadis lain," jelas Anggen dengan suara yang sangat lirih sekali. Namun, Erina masih dapat mendengar suara gadis itu.


"Astaga ... tega sekali dia. Kamu gak pantas bersedih untuk orang yang sudah menyakiti kamu Anggen, ini memang sangat menyakitkan. Tapi yakinkan hatimu, bahwa dia gak pantas untuk kamu tangisi. Kamu gadis yang sangat cantik, pasti kamu akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari dia. Aku yakin itu," tutur Erina. Ia menggenggam tangan Anggen dengan lembut.


Anggen seolah mendapatkan aliran energi dari Erina, belaian lembut dan ucapan Erina sangat menenangkan hatinya. Gadis itu merasa seolah mendapat energi baru.


🍁🍁🍁


Gadis yang berprofesi instruktur senam hamil Erina itu merasa lebih baik dari sebelumnya, hatinya terasa sangat lega. Setelah Ia berbagi semua yang Ia rasakan pada Erina.


Mereka berdua berjalan menuju ruang utama, Erina yang ingin memperkenalkan Eric dan Anggen merasa sedikit kecewa. Pasalnya kak Eric sudah tidak ada dirumah nya. Hanya tinggal Arga seorang diri yang masih berkutat dengan Macbook nya.


Arga menyadari kehadiran Erina dan Anggen, Ia segera menutup Macbook nya dan berdiri memandang ke arah mereka berdua



"Hei gadis, apa kamu sudah lebih baik? Kamu sudah merebut beberapa menit waktu ku dengan istri tercintaku!" ketus Arga.


Anggen hanya menundukkan kepala, karena tak mungkin juga berani meladeni ucapan Tuan Muda arogan di depannya itu.


"Oh ya, kak Eric kemana sayang?" tanya Erina.


"Dia sedang menemui klien sebentar sayang, setelah itu dia akan kembali kesini," jelas Arga.


Anggen tidak terlalu mendengarkan obrolan kedua pasangan itu, Ia tengah sibuk dengan perasaan nya. Ia ingin menata hatinya dan bertekad untuk tak bersedih lagi.


"Nona, saya permisi pulang dulu," pamit Anggen pada Erina.


"Ya, ide bagus itu. Sudah pulang sana," usir Arga dengan diikuti lambaian tangan.



Erina segera menatap kesal ke arahnya, membuat Arga menggedikkan bahunya dengan wajah menyeringai.


Dasar Tuan Muda songong, gerutu Anggen dalam hati.

__ADS_1


"Kamu biar diantar Pak Yan ya Anggen?" ucap Erina yang masih tak tega dengan gadis itu.


"Tidak ... Tidak usah Nona, aku sudah memesan taksi online," dalih nya. Anggen terpaksa berbohong, Ia tak enak hati jika harus diantar supir pribadi Erina.


"Benarkah?" Erina tampak kecewa, "Baiklah, tapi ingat kata-kataku tadi ya. Aku harap kamu sudah tak bersedih lagi," titah Erina.


Anggen menganggukkan kepala dan mengulum senyum mendengar ucapan Erina, setelah berpamitan Anggen segera berjalan keluar. Erina dan Arga terus mengawasinya dari belakang.


🍁🍁🍁


Anggen terus berjalan meninggalkan rumah Erina, Ia belum juga memesan taksi online. Gadis itu duduk di sebuah kursi panjang yang berada di pinggir jalan, entah kenapa rasanya Ia ingin sekali menenangkan dirinya di tempat itu.



Anggen selama beberapa menit menikmati kesendiriannya di kursi panjang itu. Namun, tiba-tiba dua orang pemuda menghampiri nya. Dua pemuda yang tampak sangar tapi aneh itu mulai menggoda Anggen.


"Cewek godain kita dong?" seloroh pemuda aneh itu.


Anggen merasa takut dan aneh mendengar kalimat pemuda itu, Ia bergidik ngeri.


"Mbak, sendirian aja nih. Mau kita temenin gak mbak?" ucap pemuda satunya.


Ketakutan mulai menghinggapi perasaan Anggen, Ia berdoa dalam hati agar kedua orang aneh ini segera meninggalkan nya.


Sebuah mobil tampak berhenti di depan mereka bertiga, seorang laki-laki turun dari mobil. Membuat kedua pemuda itu lari terbirit-birit, karena takut dengan laki-laki yang baru saja keluar dari mobil itu.


"Kamu tidak apa-apa Nona?" tanya laki-laki itu. Namun, betapa kagetnya Anggen melihat siapa yang sudah menolongnya itu. Begitu juga dengan laki-laki yang kini tengah berdiri tepat di hadapan Anggen itu, Ia merasa sangat terkejut.


Bersambung ....


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Penasaran? Penasaran? Penasaran sama laki-laki yang menolong Anggen, kuy ikuti terus ya... 😍


Nanti bakal up lagi lho, untuk itu minta dukungan berupa like+comment+vote ya😍


Terimakasih😍

__ADS_1


Mampir juga ke karya temen author ya... Cerita si cantik Alice dan si Tuan Muda Arogan Tuan RayπŸ’–



__ADS_2