Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Rasa Bahagia Tak Terkira


__ADS_3

Arga terlihat duduk di kursi kebesarannya, pikirannya menerawang jauh mengingat hasil Ultrasonography (USG) beberapa hari yang lalu. Ia nampak tersenyum jika teringat kejadian saat itu, kejadian dimana Ia mendapat hadiah yang sangat istimewa seumur hidupnya.


Bayi kembar tiga ... membayangkan nya saja sudah membuatnya senyum-senyum sendiri. Hukuman yang pernah di berikannya pada Erina dulu ternyata membuahkan hasil, hukuman selama 1 bulan yang dilancarkan Arga guna untuk memuaskan hasratnya sebagai seorang suami.


Tidak hanya hasratnya saja yang terpuaskan, bahkan sekarang Ia mendapat jackpot atas hukuman itu. Ia mendapat bayi kembar tiga, sebuah pencapaian yang luar biasa bukan? Dia meminta satu, tapi Tuhan sangat baik kepada nya. Tuhan memberikan nya lebih dari satu bahkan tiga sekaligus.


Pak Sam yang sedari tadi berdiri menghadap Arga hanya bisa mengernyitkan dahinya karena merasa heran dengan tingkah Tuan Muda nya.


"Kenapa dengan Tuan? Apa yang membuat nya begitu senang?" gumam Pak Sam dalam hati.


Laki-laki yang sudah mengabdi di keluarga Hutama selama lebih dari lima belas tahun itu bertanya-tanya dengan sikap Tuannya, setelah peristiwa menegangkan antara Grace dan Arga beberapa hari yang lalu. Arga memang tampak begitu senang dari biasanya.


"Kenapa dengan mu Pak Sam? Kamu seperti laki-laki yang tidak pernah jatuh cinta saja?" seloroh Arga dengan menyunggingkan sebuah senyuman.


Lagi-lagi dahi Pak Sam berkerut, pertanyaan Tuan nya terdengar sedikit aneh bukan? Jatuh cinta? Apa maksudnya coba? Apa Tuan nya ini sedang jatuh cinta lagi? Jika memang iya, dengan siapa? Kenapa? Kok bisa? Pertanyaan demi pertanyaan bercongkol di isi kepala Pak Sam.


"Ehem .... " sebuah deheman keluar dari mulut Pak Sam. Ia mengelus pelan leher nya, sengaja untuk mentralisir pikiran-pikiran yang sudah mengusik hatinya.


"Maksud Tuan dengan jatuh cinta?" pertanyaan itu akhirnya lolos juga dari mulut laki-laki yang memiliki postur tak kalah bagus nya dengan Arga.


Arga terkekeh mendengar jawaban dari orang kepercayaan nya itu. "Apa kurang jelas pertanyaan ku tadi?" ucap Arga dengan wajah menyeringai.


"Tidak Tuan, hanya saja saya tidak mengerti kenapa anda tiba-tiba bertanya seperti itu?" Pak Sam sangat mengenal Arga, Ia tahu betul bahwa menpertanyakan suatu hal untuk kedua kali itu adalah sesuatu yang tabu. Versi Arga Hutama.


"Ha-ha-ha, Kamu lucu sekali Pak Sam. Kamu pasti tak akan merasakan apa yang sudah aku rasakan saat ini." tutur Arga mengulas senyum. Bahkan senyuman nya lebih mengarah ke sebuah senyuman mengejek.


"Tentu saja Tuan, saya tidak akan merasakan apa yang anda rasakan. Kenapa anda semakin hari semakin lucu saja Tuan." gumam Pak Sam


Pak Sam tersenyum tipis, "Tentu saja Tuan, Saya tidak akan pernah merasakan yang Anda rasakan. Anda dan Nona Erina adalah yang terbaik." ujar Pak Sam, Ia tersenyum penuh arti.


"Kamu sangat pintar Pak Sam, Erina memang perempuan yang luar biasa. Dia yang kini tengah mengandung anak kembar ku, sungguh benar-benar luar biasa Erina ku itu." ungkap Arga dengan mata berbinar-binar.


Pak Sam menautkan kedua alisnya, Ia sedikit terkejut dengan kalimat Arga yang mengatakan bahwa 'Erina sedang hamil anak kembar'. Laki-laki yang minim ekspresi ini menunjukkan rasa terkejutnya secara langsung kepada Arga. Hal itu malah membuat Arga tertawa senang.


"Kamu pasti tak percaya kan bahwa Erina ku hamil bayi kembar?" tukas Arga. Ia menjeda kalimat nya dan melanjutkan nya lagi. "Aku bahkan dapat tiga bayi kembar sekaligus, betapa baik nya Tuhan kepada ku." ucap nya dengan raut wajah antara bahagia dan bangga.

__ADS_1


Pak Sam semakin terkejut dan tanpa sadar Ia mengeluarkan dua kata dengan spontan. "Kembar tiga?" ucap nya tak percaya.


"Iya, kembar tiga. Triple Jackpot." seloroh Arga sambil mengangkat berkali-kali kedua alisnya.


"Anda memang yang terbaik Tuan, selamat atas bayi kembar tiga nya." puji laki-laki yang selalu setia berdiri di samping Arga itu.


"Ha-ha-ha, terimakasih." lirih nya.


Raut wajah yang sedari tadi nampak bahagia, kini berubah menjadi serius dan penuh tanda tanya.


"Bagaimana kabar Grace? Kamu sudah mengatakan padanya bahwa jangan pernah datang untuk mengganggu kehidupanku lagi, kan?" Tanya Arga mengalihkan topik, Ia menelisik bagaimana keadaan gadis yang tergila-gila kepada nya. Bukan karena cemas, melainkan hanya untuk memastikan bahwa Ia sudah tak bisa berkutik untuk saat ini dan seterusnya.


"Sudah Tuan, Nona Grace sudah dua kali mendatangi psikiater yang Tuan tunjuk. Dan mereka, tetap dalam pantauan khusus kami Tuan" jelas Pak Sam.


Arga tampak mengangguk-anggukan kepala.


"Bagus, aku bahkan bergidik jika mengingat pernyataan cinta nya kemarin." desis nya. Ia segera membuang jauh-jauh pikiran aneh itu.


🍁🍁🍁


Mereka berdua sudah terlihat sangat akrab, Erina bahkan sudah menganggap Anggen sebagai sahabat nya. Ia menceritakan pengalaman hamil nya kepada Anggen, bahkan Erina tentang kehamilan kembar tiga nya kepada Anggen.


Mereka berdua duduk berhadapan di tempat senam. Erina menyesap air jeruk yang baru saja di hidangkan oleh Bibi Mar, begitu juga dengan Anggen. Ia nampak menikmati cemilan yang tersaji di hadapan mereka.



Erina yang mengenakan kaos berwarna biru dengan rambut di ikat sebagian ke belakang mulai memasang raut wajah serius.


"Anggen, ternyata hamil rasa nya menyenangkan sekali." ucap Erina di memulai obrolannya.


Anggen yang masih berstatus single itu merasa tertarik dengan cerita yang akan di dengarnya, Ia terlihat menyimak ucapan Erina.


"Benar kah? Bagaimana rasanya cerita kan semuanya padaku nona." tukas Anggen yang sudah sangat penasaran.


Umur Erina dan Anggen hanya terpaut satu tahun saja, Erina lebih tua dari Anggen. Namun hal itu tak membuat persahabatan yang baru saja dijalin selama satu setengah bulan yang lalu itu tampak kontras, bahkan status Erina yang menyandang Nyonya Arga pun tak membuat Erina membatasi diri dalam bergaul.

__ADS_1


"Iya, apalagi bayi kembar tiga ini adalah anugerah yang terindah bagiku." lirih Erina sambil mengelus pelan perut nya.


Anggen terperanjat mendengar kalimat yang baru saja terlontar dari bibir merah gadis yang ada dihadapannya itu.


Ekspresi terkejut Anggen yang sama dengan ekspresi orang lain ketika mendengar bayi kembar tiga.



Gadis yang memakai jaket berwarna army itu mengangkat kedua tangganya dan membulat kan bibir dan kedua bola matanya.


"Apa? Nona hamil bayi kembar tiga?" Tanya nya mempertegas.Istri Arga nampak mengangguk dengan mantap, anggukan yang mempertegas ucapannya barusan.


"Oh betapa senang nya Nona, saya ikut bahagia mendengar kabari gembira itu Nona." lirih nya dengan mata berbinar-binar.


"Terimakasih Anggen." ucap Erina dengan menarik tangan gadis itu sebagai bentuk terimakasih nya atas rasa simpati Anggen terhadapnya.


Tiba-tiba terdengar suara perempuan yang sangat familiar di telinga Erina dan Anggen, dia adalah Nyonya Hutama, ibu dari Arga dan mertua dari Erina.


"Apa kalian sudah selesai senam hamil nya?" Tanya Nyonya Hutama yang terlihat begitu bersemangat sekali.


"Sudah ibu." Jawab Erina sambil mengulas senyum.


"Kalau begitu ikut aku sekarang juga sayang." seru Nyonya Hutama sambil menarik pelan tangan Erina, Erina tak lupa mengkode Anggen untuk turut ikut bersama nya.


Awalnya Anggen menggelengkan-gelengkan kepala tanda Ia tak setuju dengan ajakan Erina. Namun karena Erina menarik tangan Anggen, akhirnya dia menuruti kemauan Erina untuk mengajaknya ikut serta dalam kejutan yang disiapkan oleh ibu mertua untuk nya.


Erina membelalakkan matanya tak percaya saat tiba di ruang utama, Nyonya Hutama begitu senang melihat ekspresi terkejut Erina.


Bersambung


Mampir juga ke novel karya teman-teman author ya🥰


Istri Kedua Tuan Krisna ~ Syala Yaya


Ketika Muslimah Jatuh Cinta ~ Cindy

__ADS_1


.


__ADS_2