
Sepanjang perjalanan tak ada obrolan yang tercipta antara Erina dan Arga, mereka berdua larut dalam pikiran mereka masing-masing. Perasaan haru dan bahagia yang masih menyelimuti hati Erina membuat pikirannya menerawang, membayangkan dirinya yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu untuk ketiga bayi kembarnya.
Betapa bahagia dirinya, Tuhan bahkan sangat baik kepada nya. Memberikan kebahagiaan yang tiada terkira untuknya, seorang suami yang sangat mencintainya dan baby triplets yang sebentar lagi akan launching ke dunia.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" Pertanyaan Arga memecah kesunyian antara mereka berdua, Arga yang duduk di sebelah nya itu tampak mengkhawatirkan kebungkamannya.
"Ehm, aku baik-baik saja sayang. Aku hanya merasa bahwa hidupku benar-benar bahagia sekali sayang, terimakasih untuk semua perhatian dan cinta yang kamu berikan kepadaku. Aku sangat bersyukur memilikimu," tutur Erina. Airmatanya kembali lolos dari kedua sudut matanya, Ia benar-benar merasakan kebahagiaan saat ini.
Pria itu tampak mengulas senyum, Ia segera menarik tubuh istrinya dalam dekapannya. Membenamkan wajah wanita yang sangat Ia cintai itu ke dalam dada bidangnya, sejenak Ia biar kan wanitanya menangis dalam rasa haru bahagia. Walau tak bisa dipungkiri, Ia sebenarnya ingin ikut menangis bersamanya. Tapi bagaimana dengan citranya sebagai pria sejati, tentu akan runtuh jika sampai Erina melihat nya ikut menitikkan air mata bersama nya.
"Kamu adalah hartaku, segalanya untukku sayang. Aku bahkan tak bisa membayangkan jika saat itu aku tak menabrakmu, mungkin kita tak akan bisa bersama sekarang." Ia menjeda kalimat nya, membelai lembut rambut Erina.
"Kamu ingat saat kita pertama bertemu? Saat itu, aku sudah memperhatikanmu sebelumnya. Kamu benar-benar sudah menyita perhatianku saat itu. Aku menyukaimu pada pandangan pertama, aku merasa kamu adalah gadis yang selama ini aku cari. Gadis yang selalu mengalihkan pandangannya saat aku memandangnya, gadis yang bahkan tak terpengaruh oleh pesonaku. Karena sebelumnya, aku selalu di kelilingi oleh orang-orang yang selalu memujaku. Penuh tipuan dan hanya mengincar hartaku serta kedudukanku saja, tak ada yang tulus. Tapi setelah bertemu dengan mu, semuanya tampak berbeda. Kamu bahkan tak silau dengan semua yang aku miliki, kamu membuat ku jatuh hati dengan kesederhanaanmu, keluguanmu dan ketulusanmu. Kamu mengajarkanku banyak hal, kamu benar-benar membuat hidupku semakin sempurna istriku. Aku sangat bahagia memilikimu," ungkap Arga yang tulus dari lubuk hatinya. Pria itu mendaratkan sebuah kecupan di puncak kepala Erina.
Erina tampak semakin terisak mendengar pengakuan Arga, Ia begitu bahagia. Sangat bahagia. Pria itu menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya, menatap lekat-lekat kedua bola mata indah yang kini tampak sembab karena cairan bening yang beberapa kali lolos dari kedua sudut mata nya.
"Berjanjilah untuk selalu bahagia bersama ku, beberapa bulan lagi kita akan menjadi orang tua untuk anak-anak kita. Kebahagiaan kita akan semakin sempurna, kisah kita di mulai saat itu. Perjuangan yang sesungguhnya, perjuangan untuk menjadi orang tua yang akan dijadikan sosok panutan untuk anak-anak kita kelak. Karena kita akan semakin menyatu, aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Dan aku akan selalu menggenggam erat tanganmu, memelukmu di setiap langkahku. Jadi jangan pernah jauh dariku, meskipun itu dalam mimpimu sekali pun." Arga kembali mendekap tubuh Erina, seolah tak ingin melepaskan wanita yang ada di hadapannya itu.
Erina mengangguk pelan, Ia memejamkan mata nya. Menghirup napas dalam-dalam dan semakin mengeratkan lingkar tangannya di tubuh suaminya itu.
🍁🍁🍁
Perhatian Arga dan Erina teralihkan karena tiba-tiba mendengar suara decit ban yang beradu dengan aspal hingga berakhir dengan dentuman yang cukup kuat.
"Hati-hati Pak Yan! Apa yang sedang terjadi?" tanya Arga setelah Pak Yan menghentikan mobil secara mendadak.
__ADS_1
"Di depan tampak nya terjadi sebuah kecelakaan Tuan," ucap Pak Yan sambil menunjuk sebuah kerumunan yang berada tak jauh dari mobil yang Ia kemudikan.
Erina reflek menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Jangan melihat sayang!" ucap Arga seraya menutup mata Erina dengan salah satu tangannya.
"Aku baik-baik saja sayang," kata Erina meyakinkan.
Pria itu masih tetap menutup wajah Erina dengan tangannya, Ia tak mau Erina merasa ngeri melihat kecelakaan tersebut.
Beberapa menit kemudian terlihat mobil polisi dan ambulan menuju lokasi kecelakaan itu, dada Erina bergemuruh antara takut dan cemas. Ia tak tega membayangkan bagaimana nasib korban kecelakaan itu.
"Semoga korban nya selamat ya Tuhan," doa tulus Erina sambil memegang dada nya.
"Pak Yan, jika memang memungkinkan. Kita putar balik saja!" perintah Arga.
"Sepertinya sulit Tuan, kendaraan di kanan kiri semakin padat," jelas Pak Yan.
Beberapa polisi tampak memberikan arahan agar mobil melaju lurus ke depan. Karena mobil yang mengalami kecelakaan itu sudah berhasil di evakuasi dan di derek.
Mobil melaju lambat, karena padatnya kendaraan yang melintas. Saat melewati lokasi kejadian, terlihat korban yang tengah di evakuasi. Arga yang tak sengaja menoleh ke arah korban kecelakaan tampak terkesiap, dada nya berdegup kencang. Erina yang menyadari gelagat suaminya itu pun tampak mengerutkan kening.
"Sayang, kamu kenapa?" Erina merasa penasaran, Ia ingin melihat ke arah belakang melalui kaca mobil nya. Karena posisi mobil yang sudah melaju beberapa meter dari lokasi. Namun, niat nya di urungkan oleh Arga. Pria itu menahan tubuhnya agar tetap berada di dekapannya.
"Kita pulang dulu sayang, nanti aku pasti kan dulu kebenarannya." Kalimat Arga semakin membuat Erina penasaran.
__ADS_1
Apa maksud dari ucapannya barusan? Kenapa raut wajah nya berubah cemas seperti itu, apa jangan-jangan korban kecelakaan tadi adalah orang yang suamiku kenal?
Suasana kembali hening, mereka berdua larut dalam pikiran mereka masing-masing. Erina tak ingin bertanya lebih jauh lagi kepada Arga. Namun, Ia juga tak bisa menyembunyikan perasaan nya saat ini. Wanita itu semakin dirundung kecemasan.
Bersambung ....
💖💖💖
Sambil menunggu up, bisa mampir ke karya teman author juga ya. 😍👍🏻
Ketulusan Cinta Wisnu ~ Syala Yaya
Kepincut Cinta Presdir ~ Shintapuji
Cinta Seorang Bos Mafia ~ Liska Oktaviani
Dipaksa Arus Kehidupan ~ Asabernisletih
__ADS_1