Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Tak Percaya


__ADS_3

Seperti biasa, setiap pagi di akhir pekan Erina selalu menghabiskan waktunya untuk bersantai di balkon kamarnya. Ia terlihat sedang menyesap teh hangat yang dibuat kan oleh Bibi Mar, sedangkan Arga masih terlelap di atas tempat tidurnya.


Erina beranjak dari tempat duduk nya, Ia berjalan masuk ke kamarnya. Gadis itu berjalan mendekati tempat tidur, Ia menjatuhkan tubuh nya tepat di sebelah suaminya berbaring.


Gadis bermanik coklat dengan bulu mata yang lentik itu nampak sangat menikmati pemandangan di depannya, pemandangan yang bisa membuat hatinya bergetar sewaktu-waktu.


"Apa mengagumi wajah ku seperti ini, juga bisa di katakan mengidam?" suara parau Arga tiba-tiba memecah keheningan, Ia menyunggingkan senyuman. Sebuah senyuman yang selalu membuat jantung Erina berdegup kencang.


Erina merasa salah tingkah dengan pertanyaan Arga, Ia segera membuang muka ke sembarang arah.


"Istriku terlihat sangat cantik ketika dia sedang malu." goda Arga.


Arga bangun dan segera memeluk Erina Dari belakang, Ia menyandarkan dagunya di bahu Erina. Erina memegang tangan Arga yang melingkar di perut buncitnya.


"Sayang .... " lirih Arga. Arga semakin mengeratkan pelukannya, seolah tak mau melepaskan Erina untuk saat ini.


"Ada apa sayang?" tanya Erina


Arga menghirup napas dalam-dalam, pikirannya kembali mengingat tentang percakapannya dengan Gerald. Bahwa ia bersedia untuk menemui anak gadis laki-laki berambut silver itu.


Namun, sekarang Arga merasa bimbang. Ia ingin mengutarakan semua yang Ia rasakan kepada Erina, Ia tak ingin menyembunyikan sesuatu dari istri yang sangat Ia cintai itu. Tapi Ia bingung harus memulai darimana.


"Sayang, kamu kenapa?" suara Erina membuyarkan lamunan Arga, Ia sedikit tersentak.


Laki-laki yang mempunyai garis wajah tegas itu nampak berpikir keras, Ia mencoba merangkai kata-kata yang tepat untuk menceritakan masalahnya kepada Erina.


"Apa ini mengenai Mr. Gerald?" desis Erina.


Erina seolah bisa membaca pikirannya, tebakannya sama sekali tak meleset sedikitpun.


"Kamu tahu?" Arga segera menggeser tubuh nya menghadap Erina, hingga kini mereka saling berhadapan.


Erina mengernyitkan dahinya, Ia bingung dengan sikap suaminya yang terlihat aneh.


"Tahu ...? Maksudmu ....?" Erina semakin bingung dengan sikap Arga.


"Ternyata kamu asal nebak aja ya." gerutu Arga.


Erina menatap lekat-lekat wajah Arga, "Ada sesuatu yang terjadi?" tanya Erina dengan memasang raut wajah yang lebih serius.


Arga mengatupkan bibirnya, Iagi-lagi ia bingung harus memulai darimana.

__ADS_1


"Kamu tahu apa alasan Mr. Gerald merencanakan penculikanmu?" ucap Arga


Erina menggelengkan kepala, raut wajah nya masih nampak serius. "Apa alasannya?"


Arga menceritakan semua kepada Erina, tentang putri Gerald yang terobsesi pada nya. Dan juga percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh putri semata wayangnya.


Erina membekap mulutnya, tak terasa cairan bening mengalir deras di kedua sudut matanya. Ia begitu terharu mendengar cerita Arga tentang anak gadis laki-laki paruh baya itu.


"Sayang, kamu harus menemui gadis malang itu. Ia begitu menderita selama ini." tutur Erina setelah mendengar cerita lengkap Arga tentang gadis yang menyukai suaminya itu. Arga mengusap pelan sisa air mata yang jatuh di pipi mulus Erina.


"Apa kamu tidak cemburu?" Arga menautkan kedua alisnya, Ia nampak sedikit tak senang dengan pernyataan Erina.


"Tentu ... tentu saja aku sangat cemburu sayang. Tapi aku tidak mau jika dia melakukan hal nekat karena mu, kamu lah harapan satu-satunya. Setidaknya temuilah dia sayang. Aku akan menemanimu, oke." Erina menarik pelan tangan suaminya, Ia memegang erat jemari Arga. Seolah meyakinkan suaminya itu, bahwa Ia akan selalu mendukung di setiap langkah nya.


Arga segera memeluk Erina, Ia sangat beruntung memiliki Erina dalam hidupnya. Ia adalah wanita yang sangat perhatian dan penyayang.


🍁🍁🍁


Di sebuah restoran bintang lima milik keluarga Hutama nampak seorang gadis dan seorang laki-laki paruh baya yang tengah duduk menanti kehadiran seseorang, mereka adalah Gerald dan Grace Hasley.


Grace yang malam itu mengenakan gaun panjang berwarna biru muda tampak cantik sekali, Ia ingin berdandan sempurna. Ucapan Daddy nya tadi pagi seolah sudah merubah hidupnya. Sebuah kata sederhana namun bermakna sangat indah baginya. "Sayang, hari ini Tuan Arga ingin bertemu denganmu." Kalimat itu masih terngiang jelas di ingatan Grace.



Gadis itu ingin memberi kesan sempurna pada pertemuan pertama nya dengan Arga, pertemuan yang sudah di nanti-nantikannya selama dua tahun terakhir ini.


Seorang laki-laki dan seorang perempuan nampak berjalan masuk ke restoran, mereka tak lain adalah Arga dan Erina.



Arga tak ingin memberi kesan istimewa kepada putri kesayangan Gerald, Ia bahkan membiarkan rambut nya sedikit berantakan. Arga berharap dengan penampilan yang ala kadarnya, gadis itu akan berpikir untuk berhenti menyukainya.


Namun, penampilan Erina malam ini sangat berbeda dengan penampilan Arga. Jika Arga berdandan ala kadarnya, maka Erina berdandan kebalikannya. Arga ingin istri nya itu berdandan secantik mungkin. Walau pun dengan memakai riasan tipis saja Erina sudah terlihat cantik, namun Arga ingin istri nya terlihat berbeda malam ini. Arga ingin menunjukkan, bahwa ia sudah mempunyai istri yang sangat cantik kepada gadis itu. Erina sendiri bingung dengan cara pikir Arga, Ia tak yakin dengan penampilan nya saat ini. Bisa membuat gadis itu berhenti menyukai Arga.



Arga tampak menggenggam erat tangan Erina, laki-laki itu mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan restoran milik nya. Kedua bola matanya berhenti pada kedua orang yang tengah duduk di tengah restoran itu, Arga mengulas senyum. Ia segera berjalan mendekati kedua orang tersebut.


Gerald yang mengetahui kedatangan Arga, tampak tersenyum tipis. Begitu juga dengan Grace, Ia memicingkan matanya agar bisa melihat dengan jelas. Siapa laki-laki dan seorang gadis yang berjalan pelan ke arah mereka. Grace mulai menyadari bahwa kedua orang yang berjalan ke arah nya adalah Arga, raut wajah nya tampak begitu senang. Matanya berbinar dan jantungnya berdegup lebih kencang.


Namun, raut wajah yang terlihat bahagia itu seketika berubah menjadi kesal. Grace kecewa karena Arga datang dengan seorang gadis, bahkan dia sudah menggandeng mesra tangan gadis itu.

__ADS_1


Rasa cemburu mulai menyergap hati Grace, Ia kecewa sekaligus cemburu. Ia benar-benar tak menyangka pertemuan pertama nya tak sesuai harapan nya, Grace berharap pertemuan pertamanya ini adalah suatu awal baik menuju hubungan yang lebih serius dengan Arga.


"Selamat malam Mr. Arga." sapa Gerald dengan mengelurkan tangan.


"Perkenalkan Sir, dia adalah putri ku satu-satunya. Namanya Grace." Gerald memperkenalkan putri nya kepada Arga.


"Sayang, dia adalah nona Erina. Istri dari Mr. Arga." ujar Gerald mengenalkan Erina kepada Grace. Wajah Grace berubah menjadi semakin kesal kepada Erina, Ia tak mau tahu tentang siapa istri Arga. Grace hanya berharap, dia lah istri Arga untuk saat ini.


Arga tersenyum tipis memandang Grace, begitu juga dengan Erina. Erina memberi salam kepada Gerald dan Grace, Gerald membalas salam Erina. Namun, berbeda dengan Grace, Ia tampak sangat kesal sekali dengan Erina. Ia bahkan mengacuhkan salam yang keluar dari mulut Erina.


Nona Grace sangat cantik sekali, tapi kenapa dia bisa begitu menyukai suami ku?


Erina bergumam dalam hati, perasaan nya sedikit tak nyaman. Erina menatap pada pergelangan tangan Grace, ada bekas luka sayatan di tangannya.


Nyuuuuutt ....


Dada Erina tiba-tiba terasa sakit, masih terngiang jelas suara Arga di ingatannya tentang cerita gadis ini. Gadis ini melakukan percobaan bunuh diri karena depresi Arga menolak nya tanpa bertemu dengan nya. Arga menceritakan semuanya kepada Erina, bahkan obsesi aneh Grace juga tak luput dari cerita nya.


Tatapan Grace mengarah pada Erina, tatapan kebencian tampak jelas di manik biru milik gadis itu. Erina merasa tak nyaman, namun Arga seolah mengerti yang di rasakan Erina. Laki-laki itu segera melingkar kan tangannya di bahu Erina, Ia menggosok pelan lengan Erina.


Grace semakin geram melihat Erina, dia tak menginginkan kehadiran Erina disini. Sorot matanya seolah berkata, Aku sangat membencimu.


🍁🍁🍁


Setelah selesai makan, Erina masih nampak canggung dengan tatapan Grace kepada nya. Arga sudah ingin menyudahi obsesi Grace kepada nya, la bahkan tak menyukai tatapan intimidasi gadis itu kepada istri nya.


Erina mendekatkan wajah nya ke telinga Arga, Ia berbisik lirih kepada Arga. "Sayang, aku ke toilet sebentar." ucapan Erina di iringi anggukan kepala Arga. Erina beranjak dari tempat duduk nya dan berlalu meninggalkan mereka bertiga.


Kedua bola mata gadis itu terus mengawasi Erina, hatinya berkecamuk. Ia merasakan perasaan nya semakin kuat kepada Arga. Gadis itu memandang lekat-lekat ke arah Arga, ingin sekali Ia tumpahkan semua rasa yang Ia rasakan kepada Arga saat ini. Arga seolah bisa membaca pikirannya, mata mereka beradu. Grace segera mengalihkan pandangan nya, jantungnya kembali berdegup kencang. Gerald seolah memberi kesempatan untuk Arga dan Grace bicara, laki-laki paruh baya itu juga pamit ke toilet.


Kini hanya ada Arga dan Grace, Arga bingung harus memulai darimana untuk menghentikan rasa suka gadis itu kepada nya. Pikirannya tiba-tiba menjadi tumpul, Ia tak bisa berpikir sama sekali saat ini.


Namun, tiba-tiba suara gadis itu memecah keheningan.


"Tuan Arga, sejak awal bertemu hingga saat ini. Aku masih tetap menyukaimu, bahkan rasa ini semakin hari semakin tumbuh dengan sempurna .... " suara Grace tertahan, gadis itu nampak sangat gugup tapi begitu berani. Grace melanjutkan kalimat nya.


"Aku sangat mencintaimu Tuan Arga, Aku ingin kamu menjadi laki-laki pertama dan terakhir yang aku cintai." Grace menundukkan kepala, namun suaranya terdengar jelas di telinga Arga.


Erina yang sudah kembali dari toilet mendengar pernyataan cinta Grace kepada Arga, Ia menutup mulut dengan kedua tangannya. Tak percaya bahwa perasaan Grace begitu dalam kepada suaminya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2