Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Kak Eric ....


__ADS_3

Perusahaan Allina Corp.


Flashback On (2 bulan yang lalu)


Perusahaan Allina Corp. adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang produksi barang konsumen, perusahaan yang berpusat di kota yang sama dengan perusahaan Montana Grup (perusahaan milik keluarga Hutama) yang kini menjadi perusahaan nomer satu di negerinya berkat tangan dingin seorang Arga Hutama.


"Selamat atas jabatan barunya Pak Eric, semoga anda betah di Kantor pusat," ucap Manager yang bernama Beni kepada Eric sambil mengulurkan tangan kanannya.


Eric menyambut uluran tangan Beni, "Terimakasih banyak Manager Beni, mohon bimbingannya," sahut Eric sambil mengulas senyum.


Eric dulu adalah seorang staff admin pemasaran di perusahaan cabang Allina Corp yang berada di kota xx, sudah hampir 5 tahun Eric bekerja di perusahaan tersebut. Dan pada tahun ini, dia mendapat promosi menjadi Supervisor di Kantor pusat yang kebetulan berada di kota kelahirannya.


Kesempatan itu jelas di sambut Eric dengan senang hati, di samping dia naik jabatan. Dia juga dapat berkumpul dengan mama dan papa nya kembali, karena adik satu-satu nya telah menikah. Dan dia adalah Erina.


🍁🍁🍁


Jam istirahat Eric gunakan untuk makan siang di kantin yang berada tak jauh dengan kantornya, Ia berjalan untuk menuju kesana karena jaraknya yang memang hanya beberapa puluh meter dari kantor nya.


Eric yang tengah membawa nampan besar berisi makanan dan segelas minuman itu tampak berdiri untuk mencari meja yang kosong, namun secara tiba-tiba seorang gadis tak sengaja menabrak laki-laki itu.


Praaaaang ....


Nampan yang di bawa Eric jatuh berhamburan ke lantai, gadis itu segera mengatupkan kedua tangannya sebagai perhomonan maaf.


"Ma-maaf, ini semua kesalahan ku. Aku tidak melihat dengan benar," ucap gadis itu dengan tangan masih mengatup sejajar dengan wajahnya.


"Tidak ... ini bukan salah nona, Saya yang sudah ceroboh!" sanggah Eric dengan melambaikan tangan ke arah gadis tersebut.



Gadis itu menatap manik hazel milik Eric, dia tertegun dengan laki-laki yang mengenakan kemeja dengan garis vertical biru yang sangat pas di tubuhnya.


Ah, ternyata laki-laki ini sangat tampan. gumam gadis itu.


"Nona ... Nona tidak apa-apa kan?" tanya Eric dengan melambaikan tangan tepat di wajah gadis itu.


Gadis itu segera tersadar, kedua bola matanya langsung menangkap sesuatu di baju Eric.


"Maaf Tuan, baju mu kotor!" ucap gadis itu dengan membelalakkan mata, dia terlihat begitu panik.


Eric segera melihat kemeja nya yang memang terlihat kotor akibat terkena tumpahan minuman tadi, Ia mengibas-kibaskan kemejanya dengan kedua tangannya.


"Tidak apa-apa Nona, nanti Saya akan membersihkannya dengan air," kata Eric yang mencoba menenangkan gadis itu.


"Tidak Tuan, Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang Aku perbuat. Ayo ikut aku!" seru gadis itu, dia segera menarik tangan Eric.


"Ta-tapi Nona, kita mau kemana?" tanya Eric yang masih bingung dengan sikap gadis itu, gadis yang mengenakan kemeja putih dengan rok hitam selutut itu tak menggubrisnya. Ia tetap berjalan cepat dengan tangan masih menggandeng tangan Eric.


🍁🍁🍁


Eric dan gadis itu sudah berada di sebuah toko baju ternama di kotanya, gadis tersebut memilih butik yang paling dekat dengan Kantor Eric. Agar tak memakan banyak waktu.


"Untuk apa kita kesini Nona?" tanya Eric dengan raut wajah kebingungan.


Gadis itu melepaskan sabuk pengamannya dan menoleh ke arah Eric.

__ADS_1


"Tentu saja untuk membelikan kemeja untukmu Tuan!" jawab gadis itu dengan mengulum senyum.


"Kemeja ...? Oh, anda terlalu berlebihan Nona. Saya bisa membersihkan kemeja saya dengan air, tak perlu sampai menggantinya." tolak Eric.


"Tuan ... Saya tidak mau merasa bersalah kepada siapapun, jadi kumohon jangan menolak tawaranku kali ini," tegas gadis itu.


Eric tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan gadis itu, gadis itu segera turun dari mobil. Laki-laki itu pun melakukan hal yang sama, Ia turun dari mobil dan mengekor di belakang gadis berwajah cantik itu.


"Silahkan kamu pilih yang sesuai dengan seleramu," ucap gadis itu setelah sampai di dalam butik.



Eric masih bergeming, dia melihat sekeliling butik. Butik yang menjual kemeja dan keperluan khusus pria itu tampak begitu berkelas, laki-laki itu yakin harga yang ditawarkan juga tak kalah mewah dengan tempatnya. Butik yang di dominasi dengan warna gelap itu sukses membuat Eric berdecak kagum dengan display yang di suguhkan.


Gadis yang sedari tadi sudah menunggu Eric di kursi berwarna coklat tua itu, tampak tak sabar. Dia berdiri dan berjalan ke arah display yang berada tak jauh dari tempat Eric berdiri.


"Ini ... cepat ganti baju mu Tuan." gadis itu menyerahkan kemeja berwarna abu-abu tua dan sebuah jaket berwarna gelap.


Laki-laki itu menautkan kedua alisnya, gadis itu nampak kesal karena Eric masih saja tak bergerak dari tempat nya. Ia segera mendorong tubuh Eric untuk masuk ke dalam tempat ganti yang berada di ujung butik itu.



Selang beberapa menit Eric keluar dengan memakai baju yang sudah di pilih kan oleh gadis tersebut, gadis itu tampak semakin terpesona oleh penampilan Eric yang semakin menawan. Ia segera mengalihkan pandangannya untuk menghilangkan rasa canggungnya.



"Bagus, ya sudah itu saja," ucap nya dengan suara di tahan, gadis itu berjalan ke arah kasir. Namun Eric segera menarik tangan gadis itu, gadis itu terhenyak dan tak bisa menguasai tubuhnya. Eric dengan sigap segera meraih tubuh gadis itu dan mereka saling berpelukan untuk beberapa detik.


Deeeggg ....


Degup jantung gadis itu seperti ingin lompat dari tempatnya, Eric segera melepaskan pelukannya. Ia membenarkan posisi berdiri nya. Eric bernapas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


"Ini adalah bentuk permintaan maaf ku, jadi ku mohon jangan menolaknya," sanggah gadis itu, Ia menelan saliva nya dengan susah payah.


Eric mendesah kasar, "Baiklah terserah Nona saja." lirihnya. Gadis itu melirik Eric dan mengulum senyuman.


🍁🍁🍁


Eric turun dari mobil gadis itu dengan membawa makanan di tangannya, Ia menolak ajakan gadis itu untuk makan di cafe yang berada tak jauh dengan butik yang mereka datangi. Eric memilih untuk membungkus makanan nya, karena Ia tak ingin terlambat kembali ke kantor di hari pertamanya.


"Hati-hati dijalan, terimakasih untuk semuanya," ucap Eric, Ia membungkukkan tubuhnya agar bisa melihat gadis itu melalui kaca mobil.


Gadis itu menganggukkan kepala dan tersenyum, Eric menganggukkan kepala dan berjalan meninggalkan gadis itu. Namun, gadis itu segera turun dari mobil dan menghampiri Eric.


"Tunggu Tuan ....," seru gadis itu, Eric segera membalikkan badan. Gadis itu segera menghampiri Eric.


"Boleh aku tahu siapa nama mu Tuan? Aku Clarissa," gadis itu mengulurkan tangan, Eric segera membalas uluran tangan gadis itu.


"Saya Eric ... Nona," ucap nya sambil menyunggingkan sebuah senyuman, senyuman yang membuat Clarissa merona. Senyuman yang membuat wajah laki-laki itu semakin menarik. Clarissa seperti di hipnotis oleh senyuman itu, hatinya membuncah bahagia.


"Kalau begitu Saya permisi Nona Clarissa," pamit Eric, Ia meninggalkan gadis itu yang masih terpaku.


Eric terus berlalu meninggalkan Clarissa, Ia tersenyum tipis dan bergumam "Clarissa".


Flashback Off

__ADS_1


🍁🍁🍁


Pertemuan itu bukan lah pertemuan yang pertama dan yang terakhir untuk Eric dan Clarissa, bahkan pertemuan itu bisa dikatakan sebagai pertemuan pertama yang sangat berkesan bagi kedua nya.


Eric merasakan sesuatu yang tak biasa sejak pertemuan itu, Ia merasakan bahwa Clarissa sudah mampu menyita seluruh pikirannya. Ia kerap menjadi seorang yang tak waras ketika pikirannya kembali mengingat kenangannya bersama gadis itu.


Pertemuan pun ber lanjut, pertemuan kedua, ketiga dan pertemuan-pertemuan selanjutnya yang membuat cinta mereka bertumbuh.


Eric merasakan Clarissa adalah gadis yang spesial, Clarissa pun merasakan hal yang sama. Ia sama sekali tak keberatan dengan latar belakang Eric, laki-laki itu pun sudah mengetahui siapa Clarissa. Salah satu orang terkaya di negerinya sama dengan adik iparnya, tapi masa lalu Clarissa dan Arga? Eric tak tahu, Clarissa menutup rapat rahasia itu.


🍁🍁🍁


Suasana di kediaman Arga Hutama


"Sayang, apa kamu sudah mendapat hasil tentang motif Nona Clarissa?" tanya Erina, mereka berdua terlihat sedang bersantai di ruang utama dengan ditemani secangkir teh hangat untuk Arga dan secangkir susu ibu hamil untuk Erina.


Arga menyesap perlahan teh yang masih hangat itu, Ia menikmati tiap tegukan teh buatan Bibi Mar.


"Sudah sayang, Pak Sam sudah memberikan laporan nya tadi siang," jawab Arga sambil meletakkan cangkir teh nya di atas meja.


Erina yang sudah sangat penasaran segera menggeser tubuhnya agar bisa lebih dekat dengan suaminya itu.


"Bagaimana hasil nya sayang?" tanya Erina dengan raut wajah penasaran, Ia seolah sudah tak sabar menunggu jawaban dari laki-laki yang Ia cintai itu.


"Sabar sayangku ... Aku memiliki dua kabar untukmu?" Arga segera beranjak dari tempat duduknya, Ia berjalan ke ruang kerjanya yang terletak tak jauh dari ruang utama.


Setelah beberapa saat Arga kembali dengan membawa map berwarna merah. Kedua alis Erina bertaut, Ia masih belum paham dengan dua kabar yang di maksud oleh suaminya itu.


Laki-laki itu mendudukkan kembali tubuhnya di sebelah Erina, Erina yang sudah sangat penasaran segera bertanya tentang map merah yang di bawa oleh suaminya itu.


"Itu apa sayang?" tanya Erina.


"Kamu bertanya tentang ini?" ucap Arga dengan mengangkat amplop berwarna merah itu.


"Berarti kamu memilih kabar yang kedua dulu ya?" ujar Arga dengan wajah menyeringai.


"Terserah kamu sayang, kabar mana yang kamu duluin ... asal Aku segera mendapatkan kabar tentang kebenaran Clarissa terhadap kak Eric," raut wajah Erina tiba-tiba berubah kesal, Ia tahu saat ini Ia sedang dikerjai oleh suaminya. Erina paham betul bahwa suaminya sedang menguji kesabaran nya untuk saat ini.


Arga tersenyum penuh arti, Ia segera memberikan map itu kepada Erina. Perempuan bermanik coklat itu segera menerima map itu dan membuka nya perlahan, Erina membaca lirih judul artikel tersebut.


"Cara bercinta dengan istri yang sedang hamil," jantung Erina rasanya tak karuan, Ia segera melempar map itu ke arah suaminya.


Erina menutup wajahnya, Ia benar-benar merasa malu dengan artikel itu. Arga terkekeh melihat reaksi istrinya.


"Jadi, kamu siapkan untuk nanti malam ya sayang? Aku sudah punya beberapa gaya untuk kita terapkan nanti malam," bisiknya tepat di telinga Erina, Erina segera mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya.


Suasana hening sesaat,


"Sayang, hentikan. Sekarang beri tahu Aku, apa Nona Clarissa juga tulus mencintai kak Eric?" Erina mendelik kesal ke arah Arga.


Arga menghirup napas dalam-dalam, dan menghembuskannya secara perlahan. Ia menatap lekat manik coklat Erina.


"Clarissa memiliki rencana untuk kak Eric, dia tidak tulus mencintainya." suara Arga tampak berat, Ia meraup wajahnya dengan kasar.


Erina membelalakkan mata dan segera membungkam mulutnya dengan salah satu tangannya.

__ADS_1


"Kak Eric," lirih Erina, tak terasa airmatanya meleleh membasahi pipinya.


Bersambung


__ADS_2