Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Pekerjaan Mendadak


__ADS_3

"Pak Sam, panggil kak Eric ke ruanganku sekarang," perintah Arga kepada pak Sam.


"Baik Tuan," jawab pak Sam.


Pak Sam segera menghubungkan intercom di ruangan Arga dengan ruangan sekertaris Eric.


"Syala, pak Eric di mohon datang ke ruangan Tuan Arga sekarang," ucap pak Sam melalui interkom.



Tak menunggu lama, Eric pun segera datang ke ruangan Arga. Laki-laki yang tengah duduk di kursi kebesarannya itu, mempersilahkan duduk Eric di sofa yang berada di sudut ruangan nya.Lalu, Ia berjalan menuju sofa yang tempat kakak iparnya duduk. Arga menghempaskan tubuhnya di sofa berwarna dark grey tersebut.


"Kak Eric, aku sangat salut dengan kinerja kak Eric di perusahaanku beberapa bulan ini. Berkat kak Eric, tim marketing bisa terpacu dan berkembang daripada sebelumnya," puji Arga sambil menyunginggkan senyumannya.


"Kamu terlalu berlebihan, aku hanya bekerja sesuai kemampuanku saja," ucap Eric. Eric bukanlah laki-laki yang senang di puji, meskipun Ia adalah seorang pekerja keras. Tapi Ia tak ingin membanggakan sesuatu yang Ia miliki, seperti kepintarannya dalam dunia marketing.


"Tidak berlebihan, tapi memang itulah kenyataannya," yakin Arga.


Eric mengulas senyum, "Ada hal penting apa yang ingin kamu sampaikan? Sampai kamu memanggilku kesini Tuan Muda," ucap Eric.


"Aku butuh bantuanmu kak, perusahaanku yang di Singapura mengalami beberapa kendala,"


"Lalu, apa yang bisa aku bantu?" tanya Eric singkat.


"Aku butuh bantuanmu, apa kamu bersedia untuk aku kirim kesana untuk menyelesaikan masalah disana kak?" tanya Arga penuh harap.


Eric terhenyak dengan ucapan Arga, "Aku? Apa kamu bercanda?" kening Eric berkerut.


"Tidak, aku tidak pernah bercanda untuk urusan bisnis kak," tegas Arga.

__ADS_1


"Aku punya beberapa pertimbangan, kenapa aku memilihmu. Pertama, kamu sangat loyalitas terhadap perusahaan. Kamu tak pernah menganggap dirimu istimewa, meskipun kamu adalah iparku. Kedua, kamu baru beberapa bulan bergabung di perusahaanku, tapi sudah memberikan hasil yang memuaskan atas kinerjamu. Jadi, tak ada yang perlu aku ragukan lagi bukan. Dan yang terakhir, Erina saat ini tengah hamil tua. Aku tak mungkin terbang ke Singapura, bagaimana pun aku akan memilih Erina dibanding dengan perusahaan. Dia lebih membutuhkanku saat ini, aku tak mau terjadi apa-apa dengan kehamilan keduanya ini. Kamu mengerti kan?" jelas Arga panjang lebar.


Eric tampak menghela napas berat, rasa dilema mulai menyergap batinnya. Sesaat bayangan Anggen tampak menari di kepalanya. Baru saja kemarin dia berikrar, bahwa dia akan membuktikan perasaannya kepada Anggen. Dan sekarang, pekerjaan mengharuskannya untuk menjeda pembuktiannya untuk beberapa waktu.


Arga menatap seksama kepada kakak iparnya tersebut, "Masalah Anggen?" tebak Arga tepat sasaran.


Eric hanya mengulum senyum menanggapi ucapan Arga, tak menyangkal juga tak menolak.


"Aku hanya berpikir, apakah aku mampu?" raut wajah Eric menunjukkan keraguan.


"Tentu saja! Kak Eric bahkan lebih dari mampu, tugasmu hanya mengawasi serta membereskan masalah disana. Dan tentu saja, aku akan tetap memantau dari sini." Arga kembali meyakinkan Eric.


"Dan untuk masalah Anggen, kak Eric tak usah khawatir. Ia tetap dalam ruang lingkup pantauanku selama kak Eric pergi." Arga menjeda kalimatnya.


"Apa kamu berniat untuk menikahinya dalam waktu dekat? Jika memang demikian, aku pastikan semua persiapanmu akan siap setelah kamu kembali dari Singapura," ucap Arga dengan mengulas senyuman.


Eric mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan, "Apakah aku terlihat seperti orang yang akan menikah?" pertanyaan absurd lolos dari bibir Eric.


"Aku masih meyakinkan perasaan Anggen, dia masih meragukanku," Eric mendesah lirih.


"Jika kak Eric butuh bantuan, jangan sungkan untuk meminta bantuanku," tawar Arga.


"Terimakasih, tapi seperti nya Anggen lebih ingin bukti tentang perasaan ku. Jadi, hanya aku yang bisa membuktikannya tanpa perlu campur tangan orang lain," desis Eric.


"Kenapa dia begitu rumit? Erina ku tak selalu memandang harta untuk sumber kebahagiaan kami, tapi dia tidak serumit gadis senam ibu hamil mu itu," seloroh Eric.


"Ha-ha-ha, Anggen dan Erina memang hampir sama. Kepolosan dan keluguan mereka, seringkali membuatku merasa sangat mengenal Anggen. Ia seringkali mengingatkanku pada Erina," ungkap Eric.


"Cih ...." Arga berdecih. "Apa kak Eric mengalami sister complex kepada Erina ku?" pekik Arga dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.

__ADS_1


"Kenapa kamu menyamakan Erina ku dengan gadis senam ibu hamil mu? Mereka berbeda, Erina ku lah yang terbaik," protes Arga.


Eric tertawa mendengarkan protes Arga, laki-laki yang sudah bucin akut terhadap adik kandungnya itu. Tampak begitu lucu ketika sedang cemburu begitu.


"Sudah lah lupa kan, kita kembali ke topik awal. Aku menerima tawaran ini, berapa lama aku di Singapura?" Eric mengalihkan pembicaraan, Ia tak ingin Tuan Muda di hadapannya menjadi kehilangan kontrol hanya karena membahas persamaan antara Anggen dan Erina.


Arga masih tampak kesal dengan Eric, Ia masih terdiam tak menjawab pertanyaan Eric.



"Baiklah, jika kamu masih kesal. Aku akan menarik ucapan ku, untuk menolak tawaranmu," ucap Eric seraya berdiri dari duduknya.


Arga tampak menghembuskan napas kesal, "Jangan pernah menyamakan Erina ku dengan gadis senam ibu hamil mu atau gadis manapun, aku tak suka!" seru Arga.


Eric mengulas senyum seraya berkata, "Iya, aku tak akan menyamakan mereka lagi," tegas Eric.


"Kak Eric di Singapura selama satu minggu, jika pekerjaanmu bisa selesai lebih cepat. Kamu bisa kembali sebelum satu minggu kak," jelas Arga.


"Oke, aku setuju. Demi Erina dan keponakanku," tutur Eric sambil menyunggingkan senyuman.


"Kak Eric berangkat besok siang, Pak Sam akan menyiapkan segala sesuatu nya. Kak Eric hanya perlu menyiapkan diri saja," terang Arga.


Bersambung ....


💖💖💖


Mohon maaf ya, jika up nya telat. Hari ini author sedang kurang enak badan, jadi gak bisa buat mikir kepalanya. Hehe


Tapi semoga suka dengan episode kali ini, walaupun tidak maksimal. Terimakasih atas dukungan teman-teman semua.

__ADS_1


Jangan lupa untuk klik like + comments + vote jika berkenan🥰


Saranghaeyo💖


__ADS_2