Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Taman Hiburan


__ADS_3

Arga dan Erina telah sampai di taman hiburan, perjalanan mereka hanya memakan waktu dua puluh menit saja. Kala itu, sinar matahari tidak terlalu terik. Mendung sedikit menyelimuti sang mentari, udara terasa sejuk karena terpaan angin yang sepoi-sepoi dan menyibak rambut Erina yang terurai. Erina terlihat sangat mempesona sehingga membuat Arga tak henti mendelik karena banyak mata laki-laki yang terkesima oleh paras cantik Erina. Ingin rasanya Arga melempar satu persatu laki-laki yang sudah berani memandang Erina ke kolam yang berada tepat di tengah taman hiburan tersebut, tapi memikirkan bagaimana reaksi Erina dia segera mengurungkan niatnya tersebut.


Arga merasa sangat menyesal karna menyetujui ajakan Erina untuk pergi ke taman bermain ini, ide Erina benar-benar membuatnya frustasi karena perasaan cemburunya yang terlalu berlebihan kepada Erina. Erina bahkan mengajukan syarat khusus sebelum berangkat ke taman hiburan.


Flashback On


Sebelum berangkat, Arga terlihat sedang berbicara dengan seseorang lewat ponselnya. Orang itu tak lain adalah Pak Sam.


"Pak Sam, hari ini aku akan mengajak Erina jalan-jalan ke taman hiburan kota. Kerahkan beberapa anak buah mu untuk berjaga disana, keselamatan Erina tetap nomer satu." Intruksi Arga kepada Pak Sam. Pak Sam mengiyakan setiap ucapan Arga.


Erina yang mendengar percakapan Arga, segera mendekati nya. Melihat Erina mendekat, Arga segera mematikan ponsel nya dan melingkarkan tangan nya di bahu Erina.


"Sayang kita hanya jalan-jalan ke taman hiburan, tak perlu pengawalan khusus seperti itu." rengeknya. Erina sangat tidak nyaman dengan ada nya bodyguard yang akan terus mengawasi dan mengikuti mereka.


"Semua demi keselamatan mu sayang, keselamatan mu bagiku adalah nomer satu. Aku hanya berjaga-jaga saja." seru Arga memberi pengertian Erina.


"Iya ..., aku mengerti sayang! Tapi itu sangat berlebihan, aku tak nyaman jika mereka terus mengikuti dan mengawasi kita." Erina masih merajuk, raut wajahnya tampak sedikit kesal.


"Sayang .... "


"Oke ... Aku ada syarat khusus ... Mereka boleh ikut, tapi tak lebih dari dua orang dan mereka harus jauh-jauh dari kita." tukas Erina, raut wajahnya seketika berubah menjadi ceria.


"Kenapa begitu ....?" Ucap Arga tak senang.


"Karena tema hari ini adalah kencan seperti layaknya muda mudi pada umumnya, kita jalan-jalan bergandengan tangan, makan, tertawa bersama. Semua itu kita lakukan layaknya pasangan pada umumnya. Bukan kencan ala orang kaya yang selalu dikerumuni puluhan bodyguard yang berwajah serem." jelas Erina dengan mempraktikkan gaya para bodyguard. Arga hanya terkekeh melihat tingkah Erina.


"Jadi, maksud mu kencan ala rakyat jelata begitu?" Arga mengernyitkan kening nya, sedikit heran dengan tema kencan yang di rencanakan Erina.

__ADS_1


"Haha ... terserah kamu menyebut apa Tuan Muda, tapi kencan seperti itu sangat menyenangkan lho!" Erina menyeringai.


"Memang sudah berapa kali kamu kencan?" seru Arga dengan nada tinggi. Dia menyilangkan kedua tangannya di dada, dia merasa sedikit kesal atau tepatnya merasa cemburu.


"Haha ... kenapa kamu jadi mengungkit masa lalu?" Erina tersenyum palsu, tawanya terlihat dipaksakan.


"Aduh ... salah ucap deh kayaknya aku. Lihat perubahan wajahnya sangat menyeramkan." gerutu Erina lirih.


Arga yang mendengar ucapan Erina, segera berkacak pinggang.


"Bicara apa kamu ... ? Kalau tema ini hanya untuk mengenang masa-masa mu dulu waktu kencan dengan mantan mu, aku tak mau melakukannya." serunya ketus. Arga segera membuang muka ke segala arah.


"Sayang ... aku sama sekali tak ingin mengenang masa lalu. Aku hanya ingin kita merasakan kencan seperti pasangan pada umumnya. Hanya kita berdua, tanpa ada siapapun yang menganggu kita." Erina mencoba menjelaskan dengan hati-hati, dia tak mau salah ucap lagi.


"Benarkah .... ?" sahutnya menyelidik.


"Oke, hanya kita berdua ya!" seru nya meyakinkan sekali lagi. Erina segera mengangguk dengan mantap.


Arga akhirnya menyetujui rencana Erina, dia mengintruksi Pak Sam lewat sebuah pesan singkat di ponselnya untuk mengirim beberapa bodyguard saja. Dan harus dari jarak jauh.


Erina bernafas lega, akhirnya rencananya untuk mengajak suaminya kencan layaknya pasangan pada umum nya terwujud.


Namun Erina masih sedikit heran dengan suami nya yang terlampau protektif kepada nya, Erina membuang muka ke samping dan menggerutu pelan.


"Dasar suami komplek." ucap nya lirih.


Dan setelah perdebatan panjang dan tak penting itu, akhir nya mereka berdua berangkat dengan mood yang sudah membaik.

__ADS_1


Flashback Off


Sepanjang perjalanan menyusuri taman bermain Erina terus menggandeng tangan Arga, suasana taman bermain mulai ramai pengunjung. Karena hari itu adalah akhir pekan. Suasana yang mulai ramai membuat Arga tak nyaman, berbeda jauh dengan Erina yang sangat antusias dan bersemangat.


Erina dan Arga mencoba beberapa wahana di taman hiburan tesebut, Arga sudah mulai terbiasa untuk mengantri beberapa menit di setiap wahana yang akan mereka coba.


Awalnya Arga hendak menelfon Pak Sam untuk mengosongkan taman hiburan tersebut, agar mereka berdua bisa leluasa untuk bermain di setiap wahana tanpa perlu capek mengantri. Tapi niat nya di urungkan karena Erina mengingat kan bahwa mereka sedang berkencan ala rakyat jelata. Arga hanya bisa mendengus kesal dan menuruti kemauan Erina, karena dia sudah berjanji untuk membuat nya senang hari ini.


Erina yang sudah terlihat capek, akhir nya meminta Arga untuk istirahat di kursi panjang yang berada di ujung taman. Erina mengibaskan kedua tangan nya ke arah wajah nya yang sudah di penuhi peluh keringat, pipi nya yang putih tampak merona karena sinar sang mentari beberapa kali menerpa nya. Arga yang melihat Erina kecapekan segera berinisiatif membelikan minum untuk nya.


"Tunggu disini sebentar." ucap nya seraya berlalu pergi.


Erina hanya memandang Arga dengan kebingungan.


"Mau kemana dia .... ?" ucapnya lirih sambil terus memandang Arga yang terlihat sudah berjalan menjauhi nya.


Arga berhenti di sebuah stand minum yang sudah di padati dengan puluhan antrian orang yang sudah kehausan, Erina tersenyum melihat Arga. Hatinya tersentuh, ada rasa bahagia menyelimuti nya. Seorang Arga Hutama rela berpanas-panasan untuk mengantri segelas minuman untuknya, Arga sudah menepati janji nya sendiri. Membuat hari Erina sungguh berkesan dengan tema kencan yang di buat nya.


Erina mengambil ponsel nya dan menekan tanda potret, dia mengambil gambar Arga dari kejauhan dengan beberapa pose. Ponsel nya yang canggih kali ini benar-benar berguna, karena dengan beberapa zoom in tubuh Arga sudah terlihat sangat sempurna di layar ponsel Erina. Erina tersenyum senang bisa melihat sisi lain suami nya yang sangat romantis menurut nya.


Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri tepat di depan Erina dan memanggil nya lirih.


"Erina .... " serunya pelan.


Erina yang sibuk dengan gambar Arga di ponsel nya seketika langsung mendongakkan kepala agar bisa melihat dengan jelas wajah laki-laki di depan nya itu, Erina terlihat shock dengan kemunculan laki-laki di depan nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2