Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Aku Bahagia, Sayang


__ADS_3

Arga terlihat sedang duduk di tepi ranjang tempat tidurnya, paragraf demi paragraf di artikel yang baru saja ia baca seperti sudah terpatri di ingatan nya. Ia memandang lekat-lekat wajah Erina yang sedang terbuai dalam mimpi.


"Maafkan aku ... aku tidak tahu bahwa hamil bisa seberat ini." kedua sudut mata nya sudah basah oleh cairan bening, Arga segera mendongakkan kepala nya agar airmata nya tidak jatuh. Ia bukan lah laki-laki yang mudah menangis, namun mengetahui sebuah fakta tentang kehamilan. Membuat Arga merasa bersalah kepada Erina, dia sangat egois hanya mementingkan hasrat nya semata.


Bagaimana dengan Erina? Dia bahkan tak pernah berkeluh kesah tentang kehamilan nya kepada Arga. Sebuah fakta yang baru saja Arga ketahui, masa kehamilan akan berlangsung selama sembilan bulan. Selama itu sang ibu akan mengalami banyak perubahan, perubahan fisik dan juga perubahan psikis.


Pikiran Arga berkecamuk, proses kelahiran yang akan Erina rasakan beberapa bulan mendatang sangat mengusik pikirannya. Pada artikel yang ia baca, persalinan normal adalah perjuangan seorang ibu untuk mempertaruhkan nyawa nya sendiri demi sang buah hati.


Ia tak sanggup membayangkan semua itu terjadi pada istri tercinta nya, pikiran naif nya menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Ketakutan yang tak seharusnya ia rasakan, kini sudah menyelimuti pikiran nya. Bahkan seorang Arga yang biasa nya mengedepankan logika, kini harus berperang dengan perasaan takut nya sendiri.


Arga membelai lembut ujung kepala Erina, ia meluruskan kaki nya dan segera merebahkan tubuh nya di sebelah Erina. Arga memiringkan tubuh nya, sehingga kini ia tidur berhadapan dengan Erina. Ia meletakkan tangan nya di tubuh Erina, Arga memandang lekat-lekat wajah Erina. Tampak teduh dan sungguh menenangkan hatinya, lelah yang ia rasakan sepanjang hari ini sungguh sudah sangat menyita waktu nya.


Memeluk Erina seperti ini sangat menenangkan pikiran sekaligus batin nya, perasaan tenang ini perlahan menyapu rasa letih nya. Erina adalah segala nya bagi Arga, bahkan dia seperti seorang anak muda yang sedang kasmaran ketika pikiran nya hanya terpusat pada Erina. Sosok sederhana Erina mampu merubah Arga menjadi laki-laki yang penuh kasih sayang.


🍁🍁🍁


Keesokan hari nya, Erina berdiri menatap pantulan tubuhnya di kaca besar di kamar nya. Ia mengelus pelan perut nya yang mulai membuncit, senyuman mengembang di bibir nya.


"Sayang, kamu pasti lagi bobok ya? Mama gak sabar pengen cepet ketemu kamu." ucap Erina lirih, ia terlihat sangat menikmati masa kehamilan nya.


Arga yang baru keluar dari kamar mandi, memandang Erina dengan tatapan sendu. Seperti ada perasaan aneh yang ia rasakan. Arga berjalan mendekati Erina, ia memeluk Erina dari belakang. Ia menyandarkan dagunya di bahu Erina. Pandangan mata nya di tujukan pada perut Erina, ia tersenyum tipis lalu mengelus nya.


"Bagaimana perasaan mu?" Arga melingkarkan tangan nya di perut Erina. Erina menoleh dan menatap Arga lekat-lekat.


"Perasaan ... ? Perasaan ku baik-baik saja? Ada apa? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" Erina nampak bingung dengan pertanyaan yang di ajukan Arga, ia mengernyitkan keningnya.


Arga menegakkan badan nya, memegang kuat bahu Erina dan memutarnya perlahan, kini posisi Erina berhadapan dengan Arga. Raut wajah polos Erina masih menunjukkan kebingungan.


"Apa kamu bahagia sekarang?" mata Arga mengarah ke perut buncit Erina, Erina langsung mengerti yang dimaksudkan oleh Arga.


"Tentu ... Tentu saja bahagia sayang, menjadi ibu adalah impian semua wanita di dunia ini. Dan aku diberi kesempatan kedua kali oleh Tuhan untuk impian itu." mata Erina seolah menjadi bukti, dia benar-benar menikmati kehamilan nya.


"Tapi kehamilan itu sungguh berat sayang ....?" ucapan Arga tertahan, seolah ada sesuatu yang ia rasakan namun terasa sulit untuk di ungkapkan.


"Sayang, seorang ibu bahkan rela berkorban untuk anak nya. Jadi mustahil bahwa kehamilan adalah sesuatu yang berat bagi seorang wanita terutama aku, aku tak pernah menjadikan buah cinta kita yang sekarang berada dalam kandungan ku ini adalah beban. Aku bahkan sangat bahagia akan kehadiran anak kita ini sayang, bagaimana mungkin bisa aku menjadikan nya suatu beban ....?" Erina terdiam sesaat.


"Apa yang membuatmu tiba-tiba berpikiran demikian sayang?" Erina merasa sikap suaminya sedikit aneh daripada biasanya, tatapan mata Erina yang awalnya nampak teduh. Kini berubah menjadi menuntut sebuah jawaban.

__ADS_1


"A-aku ... kemarin membaca sebuah artikel kehamilan sayang, aku menemukan fakta baru. Bahwa kehamilan ternyata sangat berat, seorang wanita bahkan akan mempertaruhkan nyawa ketika mereka melahirkan. Aku tak sanggup sayang ... aku tak sanggup jika itu terjadi padamu." kedua sudut mata Arga sudah basah oleh cairan bening, ia segera meraup kasar wajah tampannya dan mencoba untuk tersenyum di hadapan Erina.


Erina memeluk tubuh kekar Arga, seolah tahu apa yang sedang suaminya rasakan.


"Sayang, kehamilan adalah kodrat wanita. Ini bukan suatu beban bagi mereka, ini adalah titipan Tuhan untuk kita sayang."


"Nanti ketika menjelang proses kelahiran anak kita, aku harap kamu percaya padaku. Bahwa aku bisa melewati nya, aku dan anak kita akan berjuang bersama sayang." Erina semakin mempererat pelukannya, ia tak mau Arga semakin larut dalam ketakutannya.


"Benarkah seperti itu .... ?" ucap nya polos, Arga merenggangkan pelukan Erina. Dan menatap dalam-dalam wajah Erina.


"Benar sayang ... dan kekhawatiran mu itu sangat wajar terjadi bagi suami yang pertama merasakan kehamilan istri nya." Erina menarik kedua sudut bibirnya ke atas, sebuah senyuman manis yang menampilkan gigi putih nya nampak di wajah cantik Erina.



Sebuah senyuman yang bisa membuat Arga lupa daratan, senyuman yang selalu terbayang di ingatannya. Arga segera mengecup mesra bibir merah Erina.


"Terimakasih sayang, sekarang aku bisa merasa lebih lega setelah mendengar penjelasan mu. Kamu akan menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anak kita." Arga mengecup kening Erina selama beberapa detik.


Arga meraih ponselnya yang berada di atas nakas di sebelah tempat tidur, dengan wajah serius ia seolah sedang mencari sesuatu di ponsel nya. Samar-samar terdengar suara alunan musik.


"Maukah kamu berdansa denganku?" seru Arga pelan, tangan nya sudah memegang pinggang Erina dan satu tangan nya meraih jemari Erina dan mengangkat ke atas dengan pelan. Erina hanya tersenyum menanggapi ajakan suaminya.


*Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt, suddenly goes away somehow


One step closer


I have died everyday, waiting for you

__ADS_1


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more*


Lagu Christina Perri menjadi pengiring dansa Arga dan Erina, Arga menatap sendu wajah Erina. Dia mendekatkan wajah nya di telinga Erina.


"I love you so much, aku mencintaimu sampai akhir hayat ku. Aku mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, aku mencintai mu sekarang dan selamanya." Arga berucap lirih di telinga Erina. Kalimat demi kalimat yang Arga ucapkan membuat Erina melayang, getaran yang Erina rasakan membuatnya menjadi wanita yang paling bahagia saat ini.


"Aku juga mencintaimu sayang, sangat mencintaimu. Aku bahkan tak pernah merasakan perasaan yang sangat kuat seperti ini sebelum nya." Mereka berdua seperti pasangan muda mudi yang sedang menyatakan perasaan nya satu sama lain, Arga dan Erina menikmati musik dengan perasaan lega di hati mereka masing-masing.


"Terimakasih karena kamu telah mencintaiku, aku adalah laki-laki yang paling beruntung di dunia ini. Karena memiliki seorang istri yang sangat cantik luar dan dalam, inner beauty mu sungguh terpancar keluar sayang. Kamu adalah milik ku yang paling berharga di dunia ini." Arga mendekatkan bibirnya di bibir Erina, ia mengecup mesra bibir ranum Erina.


Arga dan Erina larut dalam kebahagiaan, alunan musik terus terdengar dari ponsel Arga. Mereka berharap waktu bisa berhenti sebentar, Arga dan Erina ingin menikmati masa bahagia ini untuk beberapa saat saja. Tanpa ada siapapun mengganggu mereka.


Bersambung


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**Sembari menunggu up mampir ke novel sahabat-sahabat author ya, novel nya keren-keren.


Menikah Karena Skandal ~ Linanda Anggen**



Kontrak Pernikahan ~ Samudra Lee



Akibat Sandiwaraku ~ Mamika



Nikah Kontrak ~ Tya Gunawan



Happy Reading Teman-TemanπŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2