
"Sudah siap ....?" tanya Arga sambil merapikan jasnya. Arga sangat tampan mengenakan tuxedo berwarna abu-abu tua, dia terlihat begitu menawan dengan rambut
di sisir samping dan terlihat sedikit mengkilat karena efek dari gel yang dia usapkan sebelum menyisir rambutnya.
Erina melangkah mendekat ke arah Arga, dia berputar dan berpose di depan Arga. Arga terpukau melihat kecantikan Erina yang saat itu mengenakan gaun pesta rancangan designer terkenal. Gaun Off-shoulder perak yang bertaburan kristal swarovski, sungguh sangat cantik saat membalut tubuh indah Erina. Gaun yang harganya mencapai US$100 ribu, sukses membuat Arga terpesona karena perpaduan kecantikan alami Erina dan kilauan swarovski.
Arga melingkarkan tangan di pinggang Erina, mengecup pelan leher Erina yang begitu menggodanya malam itu.
"Kamu sangat cantik malam ini ... aku benar-benar tak sabar menunggu tengah malam nanti untuk hukuman yang sedang kamu jalani .... " goda Arga. Dia mengecup beberapa kali bibir merah Erina.
Erina tersipu dengan pujian yang diberikan Arga kepadanya. Erina sudah menjalani masa hukuman selama empat hari, selama itu pula setiap malam tidurnya terasa begitu nyenyak setelah menjalani masa hukuman nya. Erina juga tak mengerti kenapa bisa demikian. Erina dengan senang hati melayani suaminya yang memang juga adalah kewajiban nya sebagai seorang istri.
Kini Erina sudah berdiri di kaca besar yang berada di ujung kamarnya, rambutnya di ikat sebagian ke atas dan sebagian lagi ia biarkan terurai ke bawah. Arga tak henti memuji penampilan istrinya yang bak bidadari turun dari surga itu.
***
Arga dan Erina sudah sampai di lokasi tempat resepsi Bima dan Nadia berlangsung, sebuah ballroom hotel bintang lima di sulap menjadi cantik dan mewah.
"Apa kamu sudah siap ....?" ucap Arga sambil melingkarkan tangan Erina pada lengan kekarnya. Mereka berjalan menuju ke dalam hotel yang sudah mulai di padati oleh tamu undangan.
Erina mengernyitkan kening, tak mengerti apa maksud suaminya.
"Siapkan hatimu untuk patah hati ...." goda Arga sambil mencubit pelan hidung Erina, Erina yang menyadari maksud Arga segera memukul pelan bahu Arga.
"Tenang saja ... aku sudah membawa sekotak tisu di tasku .... " bisik Erina di telinga Arga. Arga terkejut mendengar ucapan Erina, matanya kini melotot pada Erina. Erina tertawa kecil melihat reaksi Arga.
"Kamu cemburu pada orang yang sudah menikah ...? Bukankah itu hal konyol .... " goda Erina sekali lagi. Tapi mata Arga tak berhenti mendelik ke arahnya.
"Aish ... Tuan Muda kamu sungguh menggemaskan ketika sedang cemburu." Erina terkekeh melihat suaminya.
Cup ....
Erina mendaratkan ciuman di pipi kiri Arga, Erina segera mengeratkan tangannya dan berjalan menyusuri red karpet untuk menuju ke pelaminan. Arga segera memegang pipinya, dia terlihat sangat bahagia.
"Kamu benar-benar membuatku terpesona malam ini ... ayo segera kita selesaikan acara bertemu mempelai pengantin dan kita pulang kerumah. Tunggu ... tak perlu pulang kerumah, hotel ini sepertinya lumayan." ucap Arga sambil mengedarkan pandangan nya ke sekeliling hotel.
"Apa ....?" Erina benar-benar dibuat pusing oleh tingkah konyol suaminya.
Namun suara seorang laki-laki, tiba-tiba mengagetkan mereka berdua.
"Ck ... ck ... ck ... seorang Tuan Muda bersikap kekanakan seperti itu, sungguh tak patut untuk dicontoh." ucap seorang pria yang berdiri di belakang Arga dan Erina. Mereka tak sadar bahwa sedari tadi, ada mata yang dengan intens mengawasi mereka berdua. Dia tak lain adalah Rendra.
__ADS_1
"Jangan mengganggu kebahagiaan ku malam ini .... " ucap Arga sambil melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Erina.
"Ingat ... hanya lihat aku, jangan lihat laki-laki lain." ucapnya pada Erina, Erina hanya mengiyakan ucapan suaminya. Mereka terus melangkah menuju ke pelaminan untuk sekedar mengucapkan selamat pada sang pengantin. Rendra hanya tersenyum simpul mendengar ucapan sahabat dan juga rival nya.
***
Sambutan hangat dari Pak Suryo dan Bu Suryo membuat Erina sedikit canggung, Erina hanya tersenyum tipis menerima sambutan mereka.
"Selamat malam Tuan Arga dan Nyonya Arga, Terima kasih karena sudah menyempatkan hadir di acara pernikahan putra Kami. " ucap Tuan Suryo dan bu Suryo yang tak lain adalah orang tua Bima. Mereka mengulurkan tangan dan disambut oleh Arga dan Erina, bu Suryo juga memeluk Erina dan memberikan ciuman di pipi kanan dan kiri Erina.
"Sama-sama, tentu saja kami akan hadir untuk memberikan doa restu kami. Iya kan sayang ....?" ucap Arga sambil menatap wajah Erina. Erina hanya menganggukan kepala dan menyunggingkan senyuman nya.
Arga dan Erina berjalan mendekati sang mempelai, Arga sesekali melirik ke arah Erina. Erina yang mengetahui kegelisahan suaminya hanya tersenyum simpul.
Mereka bersalaman dengan kedua mempelai pengantin, Bima terlihat gagah dengan tuxedo berwarna hitam dan dasi kupu-kupu yang menempel di antara kemejanya. Mempelai perempuan yang dulu memperkenalkan diri dengan nama Nadia juga terlihat sangat cantik dan anggun, dengan gaun pengantin berwarna putih. Mereka terlihat sangat serasi.
Erina tersenyum bahagia melihat mantan kekasihnya hidup bahagia dengan seorang gadis pilihannya, tak ada perasaan aneh lagi yang ia rasakan ketika melihat Bima dengan pasangannya. Kini Erina semakin yakin, bahwa dihatinya hanya ada Arga satu-satunya. Dia tersenyum lega atas perasaannya.
Arga dan Erina mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, Bima dan Nadia sangat berterima kasih atas kehadiran Arga dan Erina. Mereka sangat tersanjung karena pernikahan mereka dihadiri oleh orang berpengaruh di negeri ini.
***
Erina masih tersenyum lega atas perasaannya, dia bersyukur karena akhirnya dia bisa melihat Bima bahagia dengan pasangannya. Arga memandang heran kepada Erina. Mereka berdua sudah berada di tengah keramaian para tamu undangan, Arga dan Erina duduk di meja VVIP yang bertuliskan (Tn. Arga Hutama). Tamu spesial Tuan Suryo.
"Aku sudah bilang hanya lihat aku sekarang, tak ada laki-laki lain yang boleh ada dipikiranmu .... " ucap Arga tak senang.
"Iya ... hanya ada kamu di pikiran dan hatiku .... " ucapnya dengan menyunggingkan senyumnya yang paling manis.
"Tuan Arga ... kenapa anda sangat posesif kepada nona Erina." ucap Rendra yang sekarang sudah duduk di dekat Arga.
"Kamu suka sekali mengganggu ketentraman rumah tangga orang lain ya, cepat cari jodoh sana. Biar kamu tak mengganggu rumah tangga sahabatmu ini." ketus Arga yang terlihat sangat tidak senang karena Rendra merusak kemesraan nya dengan Erina.
Rendra seolah tak menghiraukan ucapan Arga, dia menyandarkan punggungnya pada kursi yang ia duduki.
"Aku rasa Erina sangat menderita berada di sampingmu .... " ucap Rendra lirih sambil meneguk minuman yang sedari tadi berada tangan kanannya.
Cih,
"Jangan berani panggil nama Erina ku, sekali lagi kamu sebut namanya ... Ku patahkan leher mu." ucap Arga dengan nada kesal. Rendra hanya terkekeh melihat sahabatnya cemburu.
Erina merasa tidak nyaman dengan kehadiran Rendra, Erina takut akan mempengaruhi mood suami nya malam ini.
__ADS_1
"Anda salah Tuan Rendra ... saya sangat bahagia menjadi istri Tuan Arga Hutama. Dia sangat mencintai saya dengan segenap hati dan jiwanya." ucap Erina dengan penuh keyakinan. Arga sangat bahagia mendengar kalimat Erina, dia segera meraih tangan Erina dan menciumnya berulang kali.
"Ck ... kalian sungguh pasangan yang sangat menyebalkan, kalian hanya membuatku iri saja." Rendra mendengus kesal.
Tiba-tiba seorang gadis berwajah oriental datang menghampiri Rendra, dan menawarkan segelas minuman untuk nya. Kesempatan itu tak di sia-sia kan nya. Rendra segera meraih gelas itu dan melingkarkan tangannya pada pinggang ramping gadis itu. Rendra segera berlalu meninggalkan meja mereka, Erina dan Arga terpaku heran melihat tingkahnya. Arga yang melihat perubahan drastis Rendra hanya berdecak kesal.
"Dasar playboy kelas teri .... " ucap Arga sambil di iringi tawa dibibirnya, Erina yang mendengar ucapan suaminya pun akhirnya ikut tertawa.
Bersambung
.
.
Hayo, teman-teman pasti ngarepin adegan hukuman yang sedang di jalani Erina ya. ๐คญ
.
Maaf ya, author gak bisa ceritain secara gamblang. Soalnya author takut ada anak dibawah umur yang baca cerita ini. ๐
.
Tapi saya harap teman-teman terhibur dengan cerita yang saya buat.
.
Jangan lupa buat klik like+coment+fav+rate+vote ya..
sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak buat teman-teman yang sudah nyempetin baca karya saya ini.๐ฅฐ๐ค
.
Mampir juga ke karyaku yang lain ya๐
Bercerita tentang tiga pemuda desa yang mengadu nasib ke kota, genre komedi. Kekonyolan mereka, InsyaAllah bisa membuat teman-teman terhibur ๐๐ .
Sama karya saya yang satu lagi
__ADS_1
bercerita tentang perjuangan hidup seorang gadis yang tidak di inginkan oleh ibu kandungnya sendiri. Untuk cerita selengkapnya, bisa mampir ya teman-teman.. terimakasih๐ฅฐ๐ค๐
.