
"Istriku, kamu memang perempuan yang paling cantik di dunia ini," puji Arga saat melihat Erina berdiri di depan cermin setelah mengganti pakaiannya dengan baju tidur.
"Hmm, benarkah? Aku sekarang sangat gendut lho! Lihat, aku baik-baik. Apa benar aku masih cantik?" seru Erina dengan menatap pantulan tubuhnya di cermin besar yang terletak di sudut kamarnya.
Arga segera berjalan mendekatinya, Ia memeluk tubuh Erina dari belakang. Meletakkan dagunya di pundak sang istri.
"Kamu semakin terlihat seksi sayangku."
Arga menyibak rambut Erina ke samping, sehingga membuat tekuknya terbuka. Laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu segera mencium tekuknya dengan lembut. Darah Erina berdesir mendapatkan sentuhan tersebut, matanya terpejam merasakan sensasi yang menjalar di seluruh tubuhnya.
Laki-laki yang memiliki tubuh proposional itu melirik ke arah cermin di depannya, Ia tersenyum tipis. Erina tampak mendesah lirih. Membuat Arga semakin liar menjelajah setiap inci tekuknya yang kini sudah terbuka karena tangannya dengan sigap menggulung rambut Erina ke atas.
Erina semakin tak bisa mengontrol tubuhnya, desahan demi desahan yang keluar dari mulutnya membuat Arga semakin mendambanya. Dengan sekali hentakan, tubuhnya sudah berada di gendongan Arga, laki-laki itu berjalan menuju tempat tidurnya.
Dengan pelan Ia meletakkan tubuh Erina di atas kasur king size yang super empuk, kini posisinya sudah berada di atas Erina. Tubuhnya bertumpu pada kedua tangannya, Ia menatap lekat manik coklat milik istrinya.
Arga mengecup pelan kening Erina, salah satu tangannya membelai bibir tipis merah jambu milik istrinya itu. Mata mereka masih beradu, kini tatapannya semakin mendamba dan menuntut lebih. Arga segera membenamkan bibirnya di bibir ranum Erina, cukup lama bibir mereka saling menyatu. Menciptakan suara yang memburu dari napas kedua insan yang kini tengah dimabuk cinta.
Baju Erina satu persatu sudah ditanggalkan oleh Arga, kini mereka berdua sudah terlihat polos. Arga semakin tak bisa menahan hasratnya, yang selama beberapa minggu ini Ia tahan.
Mereka menyatu dalam kerinduan, desahan lirih Erina memenuhi seisi ruangan kamarnya. Membuat hasrat Arga kian merangkak naik, Ia benar-benar sudah tak tahan lagi. Mereka berdua mencapai puncaknya, Arga tersenyum penuh arti menatap Erina. Ia mengecup mesra pipi Erina secara bergantian, lalu segera merebahkan tubuhnya di samping Erina.
Napas mereka masih memburu, mencoba merasakan kenikmatan yang sudah terlampiaskan beberapa detik lalu.
__ADS_1
Arga menarik tubuh Erina dalam dekapannya, Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang tampak polos.
"I Love you," ucap Arga sambil menatap lekat wajah Erina.
"I Love you too," balas Erina.
"Terimakasih sayang, aku sangat menikmati malam ini. Kamu telah membuatku menjadi pria sejati kembali," ucapnya dengan membelai lembut pipi Erina.
Erina tersipu dengan ucapan Arga, pipinya bersemu merah. Ia hanya mengulum senyum dan semakin mengeratkan pelukannya di dada bidang suaminya tersebut. Meskipun keringat di tubuh laki-laki itu belum mengering, tapi hal itu tak menjadi masalah untuk Erina. Dada Arga terasa begitu nyaman untuk tempatnya bersandar saat ini.
Mereka berdua akhirnya terlelap dalam buaian mimpi masing-masing tanpa mengenakan pakaian sama sekali, hanya selimut yang menutup tubuh polos mereka. Pakaian mereka pun masih tercecer di lantai.
๐๐๐
"Sayang, tumben ke kantornya tidak memakai jas?" tanya Erina dengan raut wajah penasaran.
Arga mengulas senyum, "Karena hari ini aku tidak ke kantor sayang," jawabnya santai.
Erina mengerutkan kening, "Tidak ke kantor? Kenapa?"
Arga berjalan mendekati Erina, tangannya memegang pundak Erina dengan mengulas senyum.
__ADS_1
"Hari ini aku akan mengajak istriku untuk shopping," tuturnya. Kedua sudut bibirnya masih tergambar sebuah senyuman penuh arti.
"Shopping?" tanya Erina dengan raut wajah penuh keheranan.
"Iya, kita shopping sayang. Yuk kita pergi sekarang!" Ia segera menggandeng tangan Erina dan berjalan keluar kamar.
Erina masih penasaran shopping seperti apa yang dimaksud dengan Arga saat ini, apa ke suatu butik baju dengan harga satu bajunya bisa untuk membeli rumah dan isinya. Atau belanja sesuatu yang lain. Entahlah, Erina juga masih terlihat gamang. Ia menuruti saja ajakan suaminya kali ini.
Bersambung ....
๐๐๐
Halo teman-teman, mohon maaf ya karena telat update. Karena beberapa hari ini dan tiga hari ke depan ada acara yang benar-benar menyita waktu dan tenaga, jadi kemungkinan updatenya bakal telat. Tapi di usahakan untuk up terus setiap hari, meskipun tak sebanyak biasanya.
Terimakasih untuk teman-teman yang masih setia mengikuti karya ku ini, semoga teman-teman diberikan kesehatan selalu. Aamiin.
Biar lebih semangat lagi, mohon dukungannya berupa like + komen dan vote jika berkenan๐ฅฐ
Sembari menunggu up teman-teman juga bisa mampir di novel karya teman author yang berkisah tentang kisah cinta Avelia dan David yang begitu penuh liku, dan pastinya sangat keren sekali. Kuy, mampir ke karya kak Desi Manik yang berjudul Pernikahan Paksa Sang Pewaris๐
__ADS_1