Terpaksa Menikahi Tuan Posesif

Terpaksa Menikahi Tuan Posesif
Bandara


__ADS_3

Eric sudah berada di bandara untuk bersiap terbang ke negara Singapura, meskipun Arga bersikeras untuk menyuruhnya untuk terbang dengan jet pribadi nya. Tapi Eric tetap saja menolak, Ia lebih memilih naik pesawat komersial. Selain karena jarak antara Indonesia dengan Singapura yang tak terlalu jauh, Eric juga merasa nyaman jika menggunakan transportasi umum.


Meskipun begitu Arga tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk kakak iparnya tersebut, first class. Fasilitas yang di suguhkan jelas sangat berbeda dengan business class maupun economy class, Arga selalu memberikan yang pelayanan yang terbaik untuk orang sekitarnya.


Erina dan Arga sudah berada di bandara untuk mengantar Eric, wanita yang mengenakan dress hamil berwarna abu-abu tua itu tampak sedih sekali.


"Kak Eric, jaga diri baik-baik ya di sana. Jangan sampai telat makan, kakak harus makan yang teratur ya. Jaga kesehatan," pesan Erina dengan mata berkaca-kaca.


"Iya, adikku yang paling cantik. Kakak akan selalu ingat pesan mu." Eric memegang kedua pundak Erina dengan lembut.


Wanita itu segera berhambur di pelukan Eric, Arga yang sedari tadi berdiri di sebelah Erina tampak kesal. Ia segera melepaskan pelukan Erina dan Eric dan menarik tubuh Erina ke dalam dekapannya.


"Dia hanya pergi ke Singapura, bukan pergi untuk berperang. Jadi jangan berlebihan seperti itu sayang," pekik Arga dengan raut wajah kesal.


Eric tertawa sambil menggelengkan kepala karena heran melihat tingkah adik iparnya tersebut. Sedangkan Erina merasa tak trima dengan cemburu Arga yang tak tau tempat dan kondisi itu.


"Oke-oke ... Aku akan pergi sekarang, bisa-bisa dia akan keluar tanduknya jika aku masih terus bercengkrama denganmu Erin," ledek Eric di iringi tawa.

__ADS_1


"Ish ... kenapa kamu selalu begitu kepada kak Eric, dia kakak ku satu-satunya. Tentu saja aku akan sedih, jika dia pergi. Meskipun itu hanya sebentar, tapi tetap saja. Aku merasa kehilangan kak Eric untuk beberapa hari ke depan," desis Erina dengan raut wajah masih terlihat sangat kesal.


"Dulu aku pergi, kamu tak sesedih ini. Kenapa dengan kepergian kak Eric kamu malah terlihat begitu sedih? Itu namanya kamu pilih kasih kepada ku, aku ini suami mu sayang!" pekik Arga dengan berkacak pinggang.


Seketika itu Erina langsung terlihat sedih, karena merasa Arga sudah membentaknya. Bibirnya bergetar menahan isak tangisnya, Arga yang menyadari kesalahan nya. Hanya bisa mendengus kasar.


"Sayang, maaf ya. Aku tak bermaksud membentakmu, aku hanya cemburu melihat mu dipeluk laki-laki lain," ucap Arga. Ia mencoba menarik tubuh Erina ke dalam pelukan nya untuk menenangkan nya, tapi segera di tepis tangannya oleh Erina.


"Kamu jahat, suka nya membentak aku sekarang. Lagi pula, kak Eric kan bukan orang lain. Dia kan kakak ku!" seru Erina dengan sesengukan.


"Baiklah, aku pergi dulu. Jaga adikku baik-baik, jangan sering-sering membuatnya menangis Tuan Muda," goda Eric kepada Arga.


"Cih ...." Arga berdecih, "Sudah cepat pergi sana," usir Arga yang di iringi tepukan keras di pundak Arga oleh Erina.


"Ouch, sakit sayang." Arga mengelus pelan pundaknya.


"Jangan begitu kepada kakak ku," hardik Erina.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Eric hanya mengulas senyum seraya melambaikan tangan dan melangkah meninggalkan Erina dan Arga, meskipun begitu laki-laki itu senang mendengar perdebatan adik kandungnya dengan sang suami. Terlihat begitu manis mereka berdua, ia seringkali merasa iri dengan pertunjukkan yang di suguhkan oleh CEO Montana itu.


Sesekali Eric berhenti dan membalikkan tubuhnya, berharap ada seseorang berteriak memanggil namanya dengan nafas terengah-engah. Seperti adegan Ada Apa Dengan Cinta Season Satu dimana Cinta mengejar Rangga yang hendak pergi ke luar negeri untuk melanjutkan cita-citanya. Dan berujung dengan French Kiss.


Eric terkekeh dengan lamunan nyleneh nya, ia bahkan tak bisa membayangkan bagaimana ciuman pertama nya nanti dengan gadis senam ibu hamilnya itu. Dan sekarang dia mulai ketularan adik iparnya dengan memanggil pujaan hatinya dengan sebutan seperti itu.



Laki-laki yang memiliki tinggi 183 cm itu sangat mengharapkan Anggen datang menemuinya sebelum pergi, ya walaupun sebelumnya dia sudah bilang kepadanya. Bahwa hari ini gadis itu tak bisa mengantarnya pergi ke bandara, di karena kan ada suatu pekerjaan yang harus ia selesai kan hari ini juga. Eric bisa mengerti, namun ia sendiri juga merasa heran. Kenapa masih mengharapkan, padahal Ia sudah tahu bahwa Anggen tak akan datang saat ini.


Eric berjalan dengan senyum yang masih terus tergambar di wajah tampannya, hal itu ternyata membuat seorang gadis yang sedari tadi berjalan beriringan dengan nya tampak berbinar senang karena melihat sosok Eric di tempat yang sama dengannya.


Itu kan pak Eric, saudara ipar Tuan Arga. Ah, senangnya! Apakah ini yang dinamakan jodoh? Secara tak sengaja bertemu disini. Beruntungnya aku bertemu Tuan tampan lagi, batin gadis itu dengan perasaan berbunga-bunga.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2