
"Sayang, kamu gak lupa kan janji kamu?" ucap Erina dengan mata mendelik menatap Arga.
Arga yang tak mengerti maksud pertanyaan Erina hanya menggaruk-garukkan kepalanya yang tak gatal dan mengernyitkan kening karena kebingungan.
"Janji apa ....?" tanya Arga sambil menautkan kedua alisnya.
Erina berdecak kesal, lagi-lagi suaminya sudah melupakan janji yang sudah dibuatnya.
"An-sel Ma-har-di-ka, sayang." Erina mengeja nama artis yang menjadi idolanya itu.
"Oh, Ansel. Memang aku berjanji tentang apa?" goda Arga sambil tersenyum smirk.
"Ish ... kamu selalu begitu, anakmu pengen cepet ketemu si aktor itu. Jangan jadi ayah yang tidak menepati janji ya," celoteh Erina dengan berkacak pinggang.
"Benar keinginan anak kita? Bukan kamu?" selidik Arga.
"Tentu ... tentu saja itu keinginan anak kita, tuh mereka bicara lagi. Apa kamu tidak mendengarnya sayang?" ucap Erina sambil mengelus perut nya dan menundukkan kepalanya.
"Benarkah, mereka berkata seperti itu?" Dengan polosnya Arga segera mendekatkan telinganya tepat diperut Erina, setelah menunggu beberapa detik. Laki-laki itu berdecak kesal.
"Tidak ada suara apapun, apa kamu mencoba membodohi aku?" Arga mendelik ke arah Erina, membuat Erina kikuk.
Erina memutar kedua bola matanya, seolah mencari alasan untuk pertanyaan Arga.
"Ehmm ... ini namanya bahasa ibu dan anak sayang, jadi wajar saja jika hanya aku yang mendengarnya. Kamu kan seorang ayah, jadi tidak mungkin kamu mendengarnya," dalih Erina, Ia mengatupkan mulutnya agar tak tertawa.
"Benarkah? Benarkah seperti itu? Apakah anak kita hanya mau bicara dengan mu saja sayang, apa mereka tidak mau bicara denganku juga?" pertanyaan Arga sudah menggelitik telinga Erina, perempuan itu hanya mengangguk-anggukan kepala agar suaminya tak curiga dengan alasan yang dibuat-buat olehnya.
Arga menautkan kedua alisnya, Ia sedikit heran dengan pernyataan istrinya itu. Namun, Ia tak mau ambil pusing akan hal itu.
__ADS_1
Erina tersenyum hingga menunjukkan sederet giginya yang putih, Ia begitu senang melihat raut wajah Arga yang sedang keheranan itu.
🍁🍁🍁
Kantor Montana Grup
Arga tengah berpikir tentang ucapan istrinya tadi pagi, Ia tak mau menjadi suami yang tak menepati janji. Ia tampak memijat ujung hidungnya karena permintaan aneh dari sang istri yang benar-benar membuatnya pusing. Dan lebih tepatnya lagi Ia sedang dilanda cemburu.
"Apa ngidam itu harus aneh-aneh seperti ini? Dulu keringat, sekarang pengen ketemu artis. Besok ngidam aneh apalagi?" gumamnya kesal.
Seperti biasa, Pak Sam hanya bergeming dan menunggu perintah dari tuannya dengan wajah datarnya. Tanpa ekspresi dan tak banyak kata. haha
"Pak Sam, cari tahu tentang Ansel mahardika saat ini. Terakhir aku bertemu dengannya dua tahun yang lalu, ketika kami bersama-sama melihat pertandingan Liga Inggris di Old Trafford. Kami sama-sama fans Manchester United, saat itu pertandingan Manchester United melawan Manchester City." pikiran Arga kembali mengingat kejadian dua tahun yang lalu, Ia tersenyum tipis.
"Tak terasa waktu begitu cepat berlalu," imbuhnya.
Pak Sam segera mengiyakan perintah Arga, Ia segera meninggalkan ruangan bosnya itu.
Hening sesaat,
Incall
"Halo ...." terdengar suara laki-laki menyahuti Dari sebrang sana.
"Halo, Tuan Ansel apa kamu masih ingat denganku? Arga Hutama," tanya Arga
"Masih dong Tuan Arga, bahkan nomer ponselmu masih tersimpan rapi di kontak teleponku," jawab Ansel.
"Apa kabarmu Tuan Ansel? Sahabat lama ku. Sudah lama sekali kita tidak bertemu," ucap Arga.
"Tunggu ... Ada gerangan apa kamu menelponku? Tumben sekali dan kamu memanggilku apa tadi? Sahabat? Ha-ha-ha, kamu lucu sekali. Sahabat macam apa yang membiarkan temannya terjatuh, kemana saja kamu selama ini Tuan Muda? Di saat aku butuh dukungan dan bantuan, kamu sama sekali tak menampakkan batang hidungmu," maki Ansel pada Arga.
__ADS_1
"Terjatuh, ada apa denganmu?" suara Arga terdengar panik.
"Kamu sama sekali tak tahu berita? Oh iya, Tuan Muda sepertimu tak akan mungkin tahu masalah dunia luar," ejek Ansel.
Arga mendengus kesal mendengar ejekan Ansel.
"Ck ... kamu kan masih punya nomer ku, kenapa juga kamu tak mencoba menghubungiku," ketus Arga.
"Ha-ha-ha, serius amat Tuan. Aku hanya bercanda, lupakan ocehanku tadi. Ada apa kamu menelponku? Pasti ada suatu hal yang penting, sehingga seorang Tuan Arga Hutama mengubungi Ansel Mahardika," ucap Ansel diiringi gelak tawa.
"Aku ingin mengundangmu untuk makan malam ddirumahku, kapan kamu ada waktu?" ujar Arga.
"Aku merasa sangat tersanjung Tuan Muda , Aku pasti akan meluangkan waktuku," jawab Ansel antusias.
"Baiklah kalau begitu besok malam, bagaimana?" tawar Arga.
"Dengan senang hati, Aku akan mengosongkan semua jadwalku untukmu," seloroh Ansel. Arga terkekeh mendengar jawaban Ansel.
"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa besok," ucap Arga sembari menutup telfon.
End call
"Sayang, tunggu besok malam. Aku akan memberikanmu sebuah kejutan," gumam Arga sambil mengulas senyum.
Bersambung ....
💖💖💖
Kali ini episode spesial ya, karena author kolaborasi sama kakak online author yang kece badai.
Penasaran sama artis yang bernama Ansel Mahardika, kuy kalian bisa kunjungi di novel Terpaksa Menikahi Aktor Posesif by Linanda Anggen aka guru senam Erina ya😉💝
__ADS_1