
"Pak Sam, kerahkan semua anak buahmu untuk menyelamatkan Gea." perintah Arga.
"Baik Tuan." Pak Sam segera menghubungi anak buahnya untuk sebuah misi penyelamatan.
Pak Sam terdiam sesaat, ia seolah mengingat sesuatu. "Tuan masalah Gea biar saya saja yang menangani." seru Pak Sam.
"Kenapa? Aku ingin memberi pelajaran kepada si tua bangka itu, beraninya membuat masalah denganku." rahang Arga mengeras, ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika penculiknya berhasil membawa Erina. Mungkin jika sampai itu terjadi, ia tak akan memberi ampun kepada laki-laki yang bernama Gerald itu.
"Tuan, apa anda lupa dengan undangan Tuan Raymond? Acara pernikahan nya yang akan dilangsungkan di London esok lusa." suara Pak Sam membuyarkan lamunan Arga tentang rencananya untuk membuat perhitungan dengan Gerald, ia benar-benar melupakan acara penting koleganya.
Arga memejamkan matanya, ia memijat pelan keningnya dengan salah satu tangannya.
"Aku hampir melewatkan acara penting Tuan Raymond." lirih Arga.
"Erina?" Arga menoleh ke arah Pak Sam, kesibukannya membuat ia lupa untuk mengurus segala sesuatu tentang persiapannya pergi ke London dan sekaligus rencana babymoon nya.
"Saya sudah menyiapkan semuanya Tuan, Dokter Mili mengatakan tak ada masalah. Kandungan nona Erina saat ini semakin kuat, nona Erina juga nampak semakin sehat dari hari ke hari. Dan untuk gaun nona Erina, hari ini akan dikirim ke rumah Tuan." seru Pak Sam menjelaskan secara detail kebutuhan yang Arga perlukan untuk acara penting koleganya dan tentu saja untuk acara Arga sendiri.
Arga tersenyum puas dengan hasil kerja Pak Sam, laki-laki yang berusia 10 tahun lebih tua darinya memang selalu sangat bisa diandalkan.
"Terimakasih Pak Sam, good job." ujar Arga dengan mengulum senyum.
***
Arga dan Erina sudah sampai di negara London, tempat dimana acara pernikahan CEO MANGO berlangsung.
Erina yang belum mengetahui insiden penculikan Gea merasa senang dengan perjalanan pertamanya ke luar negeri, Arga sengaja menutup rapat kejadian yang tengah menimpa stafnya itu. Ia tak mau membuat Erina cemas, ia juga sudah menyuruh Pak Sam untuk membereskan masalah ini sebelum ia kembali pulang ke negaranya.
Arga percaya Pak Sam pasti akan melakukan yang terbaik untuk misi penyelamatan ini.
Erina bersyukur dalam perjalanan yang menempuh waktu kurang lebih 17 jam itu, ia tak mengalami masalah dengan kandungannya.
"Anak pintar." Erina mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit.
Arga mengulas senyuman di wajahnya, ia sangat senang melihat penampilan Erina saat ini. Erina nampak cantik dengan balutan gaun berbahan satin dengan beberapa swarovski yang menempel di bagian leher dan dada.
***
Mereka sudah berada di lokasi acara resepsi Raymond dan Alice, nampak tamu mulai memadati ruangan yang di sulap bak pernikahan ala negeri dongeng. Sungguh mewah dan berkelas.
"Tuan Elliot," ucap Arga sambil memberikan undangan khususnya sebagai syarat agar bisa masuk ke gedung resepsi.
"Silahkan masuk Tuan Arga Hutama," seru Elliot dengan membungkuk hormat.
__ADS_1
"Terimakasih." sahut Arga sambil mengulum senyum memandang laki-laki yang bernama Elliot itu.
Raymond adalah pimpinan perusahaan MANGO Grup, sebuah perusahan multinasional yang bergerak di bidang perancangan, pengembangan dan penjualan barang-barang yang meliputi elektronik, konsumen, perangkat lunak komputer serta komputer pribadi. MANGO merupakan salah satu perusahaan yang selalu digunakan oleh perusahaan Montana Grup. Mulai dari laptop dan beberapa komputer juga prosesor canggih milik MANGO di perusahaannya.
Erina tampak anggun dengan gaun rancangan designer terkenal dan begitu juga dengan Arga yang mengenakan tuxedo berwarna hitam juga terlihat sangat gagah dan tampan, mereka begitu serasi sekali membuat mata yang memandang berdecak kagum menatap ke arah mereka.
Erina melingkarkan tangannya di lengan kekar Arga, mereka berjalan beriringan menuju pelaminan.
"Sayang, lihat mempelai wanitanya. Dia sangat cantik sekali." puji Erina dengan mata berbinar-binar.
Arga menarik satu sudut bibirnya, "Bagiku kamu tetap yang tercantik sayang." puji Arga berbisik.
Arga meraih jemari Erina yang melingkar di lengannya, dikecup pelan jemarinya membuat mereka semakin romantis terlihat.
Arga dan Erina terlihat bercengkrama dengan Raymond dan Alice saling melempar senyum dan memberikan selamat atas pernikahan yang luar biasa megah ini.
"Sekali lagi terima kasih Tuan Raymond atas undangannya," ucap Arga tersenyum.
"Sudah sepantasnya Tuan Arga, saya juga terima kasih Anda berkenan hadir dalam acara pernikahan ini," jawab Raymond dengan menjabat tangan Arga yang langsung berlalu beranjak dari pelaminannya.
Alice tersenyum kepada Erina yang dilihatnya tampak bahagia berjalan mesra beriringan dengan Arga suaminya, sesekali Arga mengusap perut Erina yang sedang hamil seperti mengajak bicara calon bayinya, mereka tak mempedulikan pandangan sekitar, namun kebahagiaan dapat terpancar dari senyum di wajah keduanya.
"Sayang, tunggu disini sebentar. Aku akan mengambilkan minuman untukmu." seru Arga sambil mengelus lembut perut Erina, Erina mengangguk pelan dan berkata lirih. "Jangan lama-lama ya sayang, aku merasa asing disini."
Arga menyunggingkan senyumannya, ia hanya mengangguk pelan dan segera berlalu dari hadapan Erina.
"Arga." Arga menoleh ke arah sumber suara tersebut, ia melihat sosok laki-laki dengan memakai jas lengkap dengan dasinya. Arga memicingkan matanya agar pandangan nya terlihat lebih jelas.
"Bambang." lirih nya
Laki-laki itu adalah Bambang, sahabat Arga di masa kecil. Bambang berjalan mendekati Arga dengan wajah sumringah, ia berjalan bak peragawan yang sedang berada di atas catwalk.
"Dunia napa kecil amat ya? Kemarin ketemu lo, sekarang juga ketemu lo." ketus Bambang sambil main nyosor minuman yang dibawa oleh Arga.
Arga hanya melotot melihat tingkah absurd laki-laki yang ada di depannya itu. Erina yang berdiri tak jauh dari Arga dan Bambang segera menghampiri mereka berdua.
"Sayang, aku tak nyaman disana sendiri. Jadi, aku nyusul kesini." ucap Erina sambil mengulas senyuman.
"Ga, ini bini lo?" bisik Bambang tepat di telinga Arga, Arga merasa geli dengan desahan nafas Bambang. Arga segera mendorong tubuh Bambang agar menjauh dari telinganya.
"Iya, tapi gak usah pakai niup-niup telinga juga lah." Arga nampak kesal dengan kelakuan Bambang.
Erina mengernyitkan keningnya, ia heran melihat Arga dan Bambang yang tampak sangat akrab. Menyadari kebingungan Erina, Arga segera memperkenalkan Bambang kepada Erina.
"Dia sahabat kecilku sayang, namanya Bambang Gentolet." jawab Arga sambil memperkenalkan Bambang.
__ADS_1
Dengan semangat Bambang segera mengulurkan tangannya, tapi sebelum mengulurkan tangan. Ia mengelap telapak tangannya pada jas hitamnya.
"Gue Bambang Gentolet, panggil saja abang Bambang." ujar Bambang dengan wajah sumringah.
Arga segera menjabat tangan Bambang, "Dia Erina, istriku. Gak usah pake salaman, biar aku aja yang wakili." tukas Arga, ia meremas tangan Bambang. Bambang meringis kesakitan.
"Dasar suami posesif." seru Bambang kesal.
"Oh iya, gimana soal karya--," belum selesai Bambang bicara, Arga segera membekap mulut Bambang.
Erina semakin merasa aneh dengan kedua laki-laki yang berada di depannya.
"Sayang, sebentar ya. Aku mau bicara sama Bambang." Arga segera menarik bambang menjauh dari Erina.
"Kamu jangan bicara masalah kejadian kemarin di depan istriku, dia nggak tahu masalah itu." ucap Arga dengan wajah serius.
"Wah parah lo, kenapa emangnya?" tanya Bambang yang merasa penasaran dengan alasan Arga melarangnya untuk bicara masalah penculikan Gea didepan Erina.
"Istriku orang yang sangat sensitif, jika dia tahu kejadian penculikan Gea. Dia tidak akan bersedia untuk aku ajak kesini, semua masalah penculikan Gea sudah ditangani oleh orang kepercayaanku. Sekarang mereka sedang melakukan misi penyelamatan." jelas Arga kepada Bambang.
Bambang hanya mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti tentang alasan yang diberikan oleh Arga.
"Ok, terserah lo aja deh. Gue cuma do'ain semoga karyawan lo selamat dunia akhirat." seru bambang sambil menepuk pelan bahu Arga.
Arga menautkan kedua alisnya, heran dengan doa yang baru saja keluar dari mulut laki-laki berbadan tak terlalu berisi ini.
"Ya udah, gue mau ke temen gue dulu ya. Lo baik-baik sama istri lo." Bambang segera memberikan pelukan kepada Arga, selama beberapa detik mereka saling berpelukan.
Arga kembali menemui Erina, Erina masih memandang heran ke arah suaminya.
"Dia temanku yang paling konyol sayang, dan asal kamu tahu. Dia juga sangat narsis." Arga terkekeh dengan ucapannya sendiri, Erina yang tadi sempat curiga akhirnya ikut tertawa juga bersama suaminya itu.
Bersambung
Penasaran dengan cerita lengkap pernikahan Raymond dan Alice, teman-teman bisa simak di Novel CEO Tampan Itu Jodohku by Kak Eka Pradita.
Bambang di Novel Balas Dendam Cowok Kampung by Linanda Anggen
Mampir juga ke novel temen author yang bergenre Misteri
Apa Aku Berbeda by Lina Agustin
__ADS_1